Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Ermou Street


__ADS_3

Seperti tidak habis melakukan sesuatu, seperti biasa Ravendra menggandeng tangan Alexa menuruni tangga pesawat. Pramugari tersenyum kecut, melihat tampilan berantakan ruang tengah pesawat yang baru saja sebagai saksi dan tempat kedua manusia itu melakukan penyatuan. Tetapi sebagai seorang pramugari yang dipekerjakan oleh Johan, gadis itu mendapatkan penghasilan lebih dari lima kali lipat jika dia bekerja pada maskapai penerbangan komersial lainnya. Pramugari itu hanya berani memainkan mata pada pilot dan co-pilot yang turut mengantarkan kepergian pasangan pengantin baru itu.


"Selamat jalan Tuan Muda Ravend dan Nona Muda Alexa.., semiga dapat sampai ke tujuan dalam keadaan prima." dengan ramah, pramugari mengucapkan selamat jalan kepada pasangan muda itu. Ravendra tidak menjawab sapaan itu, malah di depan ketiga orang itu, Ravendra memberikan kecupan di pucuk kepala gadis itu, kemudian merangkul bahunya menuju mobil yang sudah menunggu mereka di dekat pesawat itu berhenti.


"Good evening Young Master Ravendra..., Miss Alexa... welcome to Athens. We will take you to the hotel to rest, before tomorrow afternoon again continuing your journey to Santorini."


"Selamat malam Tuan Muda Ravendra..., Nona muda Alexa... selamat datang di Athena. Kami akan membawa anda menuju ke hotel untuk istirahat, sebelum besok siang kembali melanjutkan perjalanan menuju Santorini." driver membuka pintu mobil, dan menyapa Ravendra dan Alexa dengan penuh hormat.


Ravendra tidak menjawab, hanya mengangkat tangannya ke atas dan membantu istrinya masuk ke dalam mobil. Alexa tersenyum manis membalas sapaan itu, dan mata Ravendra dengan sengit meliriknya.


"Bisa tidak honey..., kamu tidak sembarangan memberi senyuman pada laki-laki asing?" sesampainya di dalam mobil, tiba-tiba Ravendra bertanya dengan ketus kepada Alexa.


"Maksud kakak..?" dengan mengerutkan dahi, Alexa mempertegas kalimat yang diucapkan oleh suaminya.


"Senyuman manismu tercipta hanya untukku, jangan membaginya dengan laki-laki lain. AKu tidak suka..." suara Ravendra terdengar seperti menghakimi gadis itu.

__ADS_1


"Oh my God... kak Ravend... Segitunya kakak bisa jealous dengan pegawai yang dipekerjakan sendiri. Alexa tidak bisa kak, tidak membalas perbuatan baik orang-orang yang sudah memberikan pelayanan dan kebaikan kepada kita." Alexa membela diri, karena gadis itu memang tidak merasa bersalah dengan memberikan senyuman pada driver itu. Ravendra saja yang terlalu posesif pada istrinya itu.


"Johan sudah membayar mereka dengan gaji yang tidak sedikit, sehingga orang-orang yang memutuskan untuk bekerja denganku, mereka memiliki loyalitas yang tinggi. So.., aku harap mulai besok jangan lagi bersikap terlalu ramah dan humble pada semua orang. Kamu hanyalah milikku.." tanpa mau mendengar dan mengerti dengan penjelasan yang disampaikan ALexa, Ravendra tetap memaksakan kehendaknya,


"Hu.. umm..., terserah kak Ravend sajalah jika begitu. Semoga saja Allexa tidak mudah lupa.." malas berdebat dengan laki-laki itu, akhirnya Alexa mengiyakan perkataan yang diucapkan oleh suaminya,


Mobil yang dibawa oleh driver itu melaju dengan kencang menyusuri jalanan dari bandara Athena. Ketika mobil melintas di alun-alun Syntagma, suasana alun-alun terlihat kosong dan lengang. Tanpa berhenti, mobil terus melaju dan akhirnya tidak lama kemudian, mobil memasuki Hotel Grande Bretagne, a Luxury Collection Hotel, Athens. Di hotel itu, Ravendra memutuskan untuk melakukan transit, dan keesokan paginya baru akan menuju ke Santorini dengan perjalanan udara menggunakan private jet. Hanya membutuhkan waktu lima puluh menit untuk menuju kota tersebut, jika menggunakan penerbangan.


***********


Beberasa saat kemudian, Ravendra mengajak Alexa memasuki kawasan Ermou Street. Kawasan di jalan tersebut merupakan tempat perbelanjaan barang-barang murah yang ada di kota ini. Terlihat banyak penduduk setempat dan wisatawan yang sedang pergi berbelanja atau sekedar berjalan-jalan di jalan ini. Alexa mengambil sebuah gelang unik yang terbuat dari kombinasi batu dan kulit, kemudian mencoba di pergelangan tangannya. Karena pergelangan tangan gadis itu berwarna putih bersih, gelang itu sangat cocok dan artistik di tangannya tersebut.


"Tuan berikan kami dua buah gelang yang sama persis seperti ini.." melihat hal itu, Ravendra meminta penjual untuk menyiapkan dua buah untuk mereka.


"Kenapa dua kak..?" Alexa bertanya dengan bingung. Ravendra tersenyum..

__ADS_1


"Aku juga ingin satu untukku sendiri honey... kita couple-an." ucap Ravendra cepat sambil membantu gadis itu memasangkan gelang di tangan Alexa, dan merapikannya.


"Ini Tuan.., kebetulan dua gelang ini merupakan persediaan terakhir. Kalian cukup beruntung dapat memiliki keduanya." laki-laki tua itu menyerahkan satu buah gelang lagi kepada Ravendra. Alexa membantu suaminya mengenakan gelang itu di pergelangan tangan Ravendra.


Setelah merasa cocok, Ravendra mengeluarkan beberapa lembar uang Euro pada laki-laki tua itu. Euro saat ini menjadi mata uang yang dipergunakan di negara Yunani, yang menggantikan posisi mata uang Drachma. Drachma di saat dulu merupakan satuan mata uang negara Yunani, namun pada tahun 2002 penggunaannya telah resmi digantikan oleh mata uang euro. Mata uang ini telah dipakai sekitar 10 abad sejak zaman Yunani kuno dan merupakan mata uang tertua di Eropa.


"Terima kasih..., tetapi ini terlalu banyak. Tunggulah sebentar.., aku akan mengambilkan uang kembalian untuk kalian." merasa terlalu banyak uang yang diberikan oleh Ravendra, laki-laki tua itu mengembalikan beberapa lembar kepada Ravendra.


"Ambillah Tuan.. kebahagian istriku jauh melebihi hanya dari beberapa lembar uang tersebut. Terima kasih, kami akan pergi.." Ravendra menolak pemberian uang kembalian tersebut. Laki-laki itu segera kembali menggandeng tangan Alexa, dan melangkah meninggalkan tempat tersebut. Laki-laki tua itu terpaku, merasa mendapatkan durian runtuh. Berkali-kali ucapan terima kasih keluar dari mulut laki-laki tua tersebut.


Ravendra mengajak Alexa memasuki sebuah kedai yang menjual makanan khas Yunani yang ada di sekitar mereka jalan-jalan pagi. Ketika mereka masuk ke dalam, terlihat dua pasang mata menatap kedatangan mereka berdua tanpa berkedip. Orang itu kemudian berbisik-bisik satu dengan yang lainnya. Sebenarnya ALexa merasakan keanehan kedua orang tersebut, tetapi tidak ingin menimbulkan keributan, Alexa mengabaikannya.


"Siapkan Pastitsio untuk kami, juga pie bayam." seperti orang yang sudah sering datang ke tempat tersebut, Ravendra langsung memesan menu makanan khas Yunani. Pastitsio dimasak menyerupai sebuah krim. yang kaya rasa dan tekstur. Selain itu, juga merupakan makanan khas yang sangat disukai orang banyak. Hidangan ini terdiri dari daging cincang berlapis dengan pasta dan saus berbasis tomat dan biasanya atasnya dengan béchamel. Itu dipanggang di oven sampai permukaan yang sedikit tajam muncul.


***********

__ADS_1


__ADS_2