Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Perjalanan ke Tigrad


__ADS_3

Melihat Nyonya Sarah berjalan menghampiri mereka, Thomas langsung mendatangi perempuan itu. Laki-laki itu tidak menginginkan jika istrinya tahu tentang permasalahan hilangnya Alexa dan Ravendra, karena belum ada titik terangnya. Setelah sampai di hadapan istrinya, Thomas mengajak Nyonya Sarah untuk duduk di atas sofa, sedikit jauh dari tempat Johan membuka peta.


"Disinyalir ada potensi pertambangan emas di Elatias Forest. Sebelum Johan menuju kesana dengan beberapa anak buah Ravendra, tadi aku ikut melihatnya sebentar. Karena aku dan teman-teman pernah menjelajahi hutan itu, untuk menemukan sebuah kastil di tengah hutan tersebut. Tetapi kami tidak berhasil.." Thomas berusaha memberikan jawaban yang bisa diterima oleh akal sehat. Karena yang dia hadapi kali ini adalah istrinya Sarah, dimana perempuan itu memiliki kemampuan sebagai hacker standar internasional.


"Begitu ya..., apakah harta dan property Ravendra masih kurang banyak? Berdasarkan penelusuranku terakhir,  hampir di setiap negara, anak muda itu memiliki asset dan property, bahkan juga yayasan kemanusiaan atas namanya. Untuk apa menumpuk-numpuk harta sebanyak itu, sedangkan dia sendiri tidak pernah bisa menikmatinya." dengan nada sarkasme, Nyonya Sarah berkomentar.


"Pola pikir kita sebagai orang tua, sering ada perbedaan dengan pola pikir anak muda. Pikiran kita sudah tidak akan mampu menjangkau pikiran mereka. Untuk alasan kemanusiaan, bisa juga menjadi alasan Ravendra untuk selalu mengembangkan usahanya. Apakah kita tidak menghitung, berapa jumlah sumber daya manusia yang menggantungkan hidup di bawah bendera perusahaan Ravendra?" dengan menggunakan logika berpikir, Thomas berusaha meyakinkan Nyonya Sarah.


"Hmmm..., iya juga ya. Kadang memang egoisme masih lebih besar mempengaruhiku, daripada berpikir tentang equality, untuk orang-orang yang ada di sekitar kita." akhirnya setelah beberapa saat berpikir, Nyonya Sarah dapat menerima pola pikir Thomas.


"Ayo kita keluar dari ruangan ini, kita kasih kesempatan untuk yang muda agar mereka menunjukkan kemampuannya. Kita hanya mengawal dan mengawasi mereka saja, jika mereka butuh bantuan, mereka pasti akan mencari dan mendatangi kita." Thomas meraih bahu Nyonya Sarah, dan membawanya keluar dari ruangan tersebut.

__ADS_1


Dari mejanya, Johan tersenyum melihat betapa mudahnya, Thomas mempengaruhi Nyonya Sarah. Menurut Johan, perempuan paruh baya itu memiliki kecerdasan, sama dengan yang dimiliki oleh Alexa. Mereka agak sulit untuk dijinakkan, dan untungnya mereka memiliki jodoh yang dapat mengambil hatinya.


Setelah merasa yakin jika Elatias Forest sebagai tempat pendaratan Ravendra, Johan segera menghubungi orang-orangnya. Elatias Forest masih masuk pada wilayah negara Yunani dekat dengan kota Trigard. Dengan tidak jauhnya lokasi pencarian dengan keberadaan mereka saat ini, akan mempermudah mereka dalam mengirimkan orang dan peralatan untuk pencarian.


"Kirimkan orang, dan juga rakit robot untuk melakukan penelusuran di Elatias Forest. Jangan lupa, ratusan drone kalian gunakan untuk menyisirnya. Aku akan segera menuju ke lokasi secepatnya.." menggunakan pesawat ponsel, dengan cepat Johan melakukan koordinasi dengan orang-orangnya. Untuk mencari Tuan Muda dan Nona Mudanya, laki-laki itu mengeluarkan perangkat canggih yang belum pernah digunakan sebelumnya.


"Siap Tuan Johan.., kami akan segera meluncur ke lokasi. Helipad akan segera kami kirim ke hanggar di atas roof top kastil tuan Muda Ravendra. Kami harap, Tuan Johan segera bersiap-siap, kami akan segera melakukan penjemputan." anak buah Johan langsung bergerak cepat. Johan atas perintah dari Ravendra memang selalu merekrut orang-orang yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata, dan juga memiliki inisiatif tentang apa yang harus mereka lakukan. Sehingga, jika mereka menemukan sebuah masalah, dengan cepat anak buahnya menawarkan berbagai alternatif solusi permasalahan.


********


"Hati-hati Johan.., kamu bisa mendarat di Trigard terlebih dahulu, dan jangan gegabah untuk segera memasuki hutan. Masih ada beberapa suku primitif penyembah dewa di kawasan itu, kita tidak akan dapat mengabaikannya. Mereka memiliki pengalaman untuk bergerilya di hutan, sehingga banyak perangkap yang sudah mereka siapkan untuk menjebak manusia." Thomas yang merasa memiliki pengalaman tentang hutan tersebut, membagikan pengalaman pada Johan.

__ADS_1


"Siap Tuan Johan.., kami juga sudah menyiapkan beberapa peralatan evakuasi terbaru, dimana belum ada negara yang sudah memproduksinya, karena dari konsep awal penciptaan peralatan, hak cipta langsung dikuasai oleh Tuan Muda Ravendra. Semoga alat ini dapat memperlancar pencarian Tuan Muda dan nona Muda." Johan menanggapi perkataan Thomas. Anak muda itu merasa yakin, dengan peralatan yang dibawanya saat ini, akan dapat membantu untuk menemukan kedua orang itu dengan cepat.


Tidak lama kemudian, sebuah helipad yang sudah dilengkapi dengan alat peredam suara tampak sudah berada di atas roof top. Johan dan Thomas berjalan ke arah pinggir, untuk memberi kesempatan helipad tersebut parkir di atas roof top. Terlihat dari atas helipad, seseorang melambaikan tangan pada Johan dan Thomas. Kedua orang itu membalas lambaian tangan tersebut.


Thomas membantu Johan memasukkan beberapa peralatan dan perlengkapan modern ke dalam helipad. Tanpa bicara, tidak lama kemudian semua barang yang sudah disiapkan sudah semuanya masuk ke dalam helipad. Thomas memeluk tubuh Johan dengan erat..


"Anak muda.., aku titip keselamatan dan keamanan putri serta menantuku padamu. Sebagai seorang papa, masih banyak yang belum aku lakukan untuk mereka. Tetapi saat ini, ada hati yang harus aku jaga disini agar tidak rapuh. Selamat jalan.." sambil menitikkan air mata, Thomas membisikkan sesuatu di telinga Johan.


"Sudah menjadi tugas saya Tuan Thomas.., jangan khawatir. Aku dan teman-teman akan membawa kembali mereka berdua dengan selamat." dengan nada yakin, Johan menenangkan Thomas. Anak muda itu kemudian melepaskan pelukan dari laki-laki paruh baya itu, kemudian berjalan dan melompat ke atas helipad. Thomas melihati bagaimana helipad membawa pergi Johan.


"Tuhan..., aku jarang mengucap doa padamu. Aku titip keselamatan dan keamanan untuk mereka Tuhan, kabulkanlah.. Aamiin..." Thomas mengangkat kedua tangan ke atas, kemudian laki-laki itu mengucap doa, dan mengakhiri dengan mengusap kedua telapak tangan ke arah wajahnya.

__ADS_1


Setelah menyaksikan helipad pergi meninggalkan roof top, perlahan Thomas berjalan masuk kembali ke dalam kastil. Laki-laki itu tidak ingin istrinya mencurigai, kenapa dia pergi meninggalkannya. Para maid dan pengawal yang bertugas menjaga kastil, memberi salam pada Thomas dengan membungkukkan badan, ketika berpapasan dengan laki-laki itu.


**********


__ADS_2