
Ravendra terbang di antara pepohonan yang ada di hutan tersebut, dengan berbekal keterangan yang diberikan oleh istrinya, laki-laki menuju arah perjalanan Alexa tadi siang. Laki-laki itu mencoba menajamkan penglihatannya, tetapi seperti ada tabir pelindung sehingga Ravendra tidak bisa menembus beberapa ratus meter ke depan. Ravendra menghentikan gerakannya, dan berhenti dengan berdiri di atas dahan.
"Terlihat di bawah banyak tumbuhan pohon Africa.., berarti tidak jauh dari sini asal sumber suara yang didengar oleh Alexa. Tetapi seperti ada yang mencoba menghalangi pandangan mataku.., kekuatan apa itu." Ravendra bergumam sendiri, sambil mengedarkan pandangan ke sekeliling tempat itu. Tetapi lagi-lagi, laki-laki itu tidak dapat menembus lebih jauh, beberapa ratus ke depan seperti ada selubung yang menutupi tempat tersebut.
"Hmm.., aku akan mencoba mencari dengan jalan kaki saja. Aku akan memasang telinga di sekitar tumbuhan Africa tersebut. Siapa tahu kecurigaan istriku beralasan, mungkin ada habitat lain yang juga tinggal di tengah hutan ini. Tapi siapakah mereka.., apakah suku asli yang konon katanya tinggal dan bersemayam di hutan ini?? Tetapi sepertinya, tidak mungkin jika itu mereka." kembali Ravendra berbicara sendiri.
Laki-laki itu kemudian melompat turun dari atas pohon. Beberapa binatang menghindari berpapasan dengan laki-laki itu, karena bau manusia vampire dalam diri Ravendra terlalu menyengat, Tidak melihat sesuatu yang mencurigakan di tempat tersebut, Ravendra kembali melanjutkan langkahnya ke depan dengan menyibak semak belukar yang menghalangi jalannya,
Beberapa saat berjalan, insting manusian vampire dalam diri Ravendra semakin menguat, laki-laki itu seperti merasakan ada bau komunitas yang sama dengan dirinya. Laki-laki itu semakin menajamkan indera penciumannya, karena indera penglihatan terdapat halangan untuk melihatnya. Sambil terus berjalan, energi manusia vampire semakin kental dicium oleh laki-laki itu.
"Kenapa akau merasa tidak asing dengan bau-bauan ini? Jika benar ada manusia vampire sepertiku bersembunyi di hutan ini, apa yang menjadi tujuan mereka. Berdasarkan cerita, tidak pernah ada kasus pembunuhan yang disebabkan oleh gigitan manusia vampire, berarti jikapun ada.., mereka adalah manusia vampire yang sudah menyepakati perjanjian dengan otoritas setempat." sambil mengendus, Ravendra terus berusaha mencari sumber bau manusia vampire yang sangat pekat itu,
Setelah beberapa waktu, Ravendra terus melangkahkan kaki semakin jauh ke tengah hutan, tiba-tiba laki-laki itu terkejut. Tampak sebuah kastil kuno yang terlihat kumuh, berada di tengah hutan tersebut. Terdengar beberapa orang tampak bercakap-cakap di dalamnya. Senyuman muncul di bibir Ravendra, dan laki-laki itu terus berjalan mendekat ke arah kastil tersebut,
"Rupanya.., insting istriku tidak salah. Ternyata ada kehidupan lain di tengah hutan ini, dan rupanya manusia vampire ada pula yang bersembunyi di tempat ini, menjauhkan diri dari kebisingan." dengan sudut bibir terangkat ke atas, Ravendra semakin mendekat.
__ADS_1
Tanpa sedikitpun rasa takut, Ravendra menaiki tangga kecil menuju teras kastil tersebut, Banyak sarang laba-laba menghuni teras tersebut, menandakan jika teras itu jarang digunakan untuk aktivitas. Sebuah jendela tampak terbuka, terlihat seorang perempuan paruh baya sedang berbicara dengan tiga perempuan muda, dan dua orang laki-laki muda. Di belakang mereka, tampak tertidur tiga bocah kecil.
"Hmmm..., uhukk..." Ravendra berbatuk kecil, dan orang-orang itu tampak terkejut melihat kedatangan tiba-tiba laki-laki itu. Tiga perempuan muda itu langsung ke belakang memeluk anak-anak kecil itu. Sedangkan dua orang laki-laki muda, langsung mengambil sebuah parang di belakangnya.
"Siapa kamu.., beraninya masuk ke kastil kamu tanpa mendapatkan ijin dari kami..?" salah satu dari laki-laki itu berteriak, bertanya pada Ravendra. Mendengar teriakan itu, tidak membuat Ravendra takut, tetapi laki-laki itu malah berjalan semakin mendekat kepada mereka.
"Hmmm.., beginikah cara kalian untuk menyambut tamu. Aku dengan mudah akan mematahkan parang di tanganmu, jika aku mau. Tetapi tujuanku kesini adalah untuk mengenal lebih dekat dengan kalian..." sambil tersenyum lebar, Ravendra menjawab pertanyaan dari laki-laki tersebut.
Seketika orang-orang itu menjadi diam, mereka saling berpandangan. Beberapa saat kemudian, laki-laki yang berusia paruh baya, berjalan lebih mendekat ke arah Ravendra. Setelah mereka berpandangan, dan diam saling mengamati,...
Melihat orang-orang itu mengenal dirinya, Ravendra hanya tersenyum menanggapi penyambutan itu. Laki-laki paruh baya itu merentangkan tangan ke samping, kemudian memberikan pelukan kepada Ravendra.
******
Di pinggir hutan..
__ADS_1
Johan memerintahkan anak buahnya untuk membuat jalan untuk dapat dilewati mobil jeep. Mereka memutuskan untuk memasuki hutan dengan menggunakan mobil tersebut. Sambil berjalan, sebagian dari mereka merakit peralatan komunikasi untuk menyambung komunikasi dengan Ravendra. Tetapi sama seperti yang dialami Ravendra, seperti ada signal jammer sehingga, suara mereka seperti terpantul kembali, dan akhirnya teredam tidak terdengar.
"Tuan Johan..., ketika kami mengamati bagian pohon yang ada di atas, sepertinya tempat ini sering dijamah manusia lain. Hanya saja, mereka tidak menggunakan transportasi darat untuk memasukinya, melainkan menggunakan pesawat helikopter." beberapa saat melakukan pencarian dan penebangan beberapa pohon, seorang anak buah memberi informasi kepada Johan,
"Bagaimana kamu bisa menyimpulkan hal seperti, apa yang kamu lihat...?" Johan menanggapi perkataan dari anak buahnya tersebut,. Johan menatap tajam kepada laki-laki itu.
"Banyak pucuk-pucuk pohon cemara, dan pepohonan lain di bagian atas yang patah dan bergerak karena hembusan angin. Ada bau tertinggal yang melekat di daun-daun itu, setelah kami teliti.. terdeteksi ada aviation turbine fuel atau Avtur jet A-1, yang sering digunakan sebagai bahan bakar helikopter yang bermesin turbin. Karena tidak mungkin jika ada pesawat terbang yang serendah ini." anak buah itu menambahkan keterangannya. Dia menunjukkan ke arah pohon-pohon yang sudah ditebang.
Johan terdiam, laki-laki itu kemudian berjalan mendekati pucuk daun dari beberapa pohon yang sudah berhasil ditumbangkan oleh orang-orangnya. Johan memetik beberapa daun, kemudian mencium aroma yang ada dari daun-daun tersebut,
"Hmm.., sepertinya benar apa yang kamu katakan. Jika begitu.., kita tidak hanya akan menggunakan jeep Cherokee untuk menembus hutan ini, kirimkan beberapa helikopter untuk melakukan pencarian." instruksi tegas keluar dari mulut Ravendra, sebagai tanggapan atas laporan yang diberikan anak buahnya,
"Siap Tuan Johan.., secepatnya akan segera kami kondisikan.." dengan cepat, anak buah itu menyanggupi permintaan laki-laki itu.
*************
__ADS_1