Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Trisula mini


__ADS_3

Cahaya terang berbelok arah karena pukulan batang kayu pada tangan patung laki-laki tua tersebut. Alexa sedikit muncul kesadaran melihat suami dan papanya bergelantungan memegang kedua kakinya di bawah, dan juga melihat Johan diganggu Bibi Cathy. Namun perempuan itu seperti kehilangan tenaga, hanya melihat ke bawah dengan perasaan sedih


"Nona muda.. bantu kami nona muda. Lepaskan mustika yang ada di kepala nona muda. Mustika itu memberikan pengaruh buruk pada nona muda.." terdengar teriakan Johan mengingatkan Alexa.


Alexa merasa kaget dan bingung, gadis itu mengangkat tangan ke atas kepalanya. Seperti ada sebuah tenaga listrik yang menghalangi gadis itu untuk menyentuh Mustika di kepalanya. Gadis itu langsung menarik kembali tangannya ke bawah, dan menatap Johan dengan tak berdaya.


"Tuan muda... tuan Thomas.. mumpung cahaya itu berbelok arah, tarik terus kaki nona muda agar kembali turun. Bantu nona muda untuk membuang dan menghancurkan mustika itu, sebelum semuanya terlambat." merasa bingung, sambil terus memukul pergelangan tangan di patung dengan batang kayu, Johan mengarahkan Ravendra dan Thomas.


Kedua laki-laki, papa dan suami Alexa melakukan apa yang dikatakan oleh Johan, dengan semua tenaga keduanya membawa Alexa turun. Karena cahaya terang berbelok arah, dan tidak lagi menyinari kepala Alexa, gadis itu menjadi seperti kehilangan kekuatan. Akhirnya Thomas dan Ravendra bisa membawa Alexa kembali menginjakkan kaki di atas altar. Melihat hal tersebut, semangat Johan kembali meningkat.


"Honey... jangan tinggalkan aku sendiri honey.." Ravendra memeluk erat tubuh istrinya, sedikitpun tidak memberi celah bagi gadis itu untuk kembali meninggalkannya.


Melihat Johan yang masih berjuang untuk mematahkan tangan patung laki-laki tua, Thomas berlari untuk membantunya. Melihat batang kayu yang tadi digunakan Cathy untuk memukul punggung Johan tergeletak, dengan segera Thomas mengambil dan menggunakannya untuk membantu Johan.


"Kenapa semuanya jadi kacau seperti ini?? Ratuku jangan pergi.." Cathy terus berteriak meraung-raung. Andrew merasa Bingung dengan apa yang terjadi di depannya. Hatinya dalam persimpangan, apakah akan menolong mamanya ataukah membantu Johan dan yang lainnya.


Alexa belum sepenuhnya sadar, gadis itu masih merasa ada yang memanggil-manggil namanya untuk kembali terbang ke atas. Namun tanpa cahaya terang yang mengendalikannya, gadis itu tidak dapat kemana-mana. Ravendra sangat ketat memberi penjagaan pada gadis itu.


"Johan... kamu agak geser ke samping. Bagian ini Uncle saja yang menyelesaikan.." terdengar teriakan Thomas mengarahkan Johan. Kedua orang itu masih berjibaku untuk mematahkan tangan patung laki-laki tua itu.

__ADS_1


"Gluduk... gluduk... duarrr..." tiba-tiba langit yang semula cerah dan panas, berubah menjadi gelap tertutup awan hitam.


Seiring dengan suara petir menggelegar, mata Alexa terbuka lebar. Sesaat kesadaran gadis itu kembali tidak stabil, mata yang semula terlihat jernih dan tampak kelelahan menjadi melotot menyorotkan tatapan tajam.


"Drrrrr..." tiba-tiba terdengar suara bergetar di sekitar tempat tersebut, dan tanpa ada satupun yang menyadari di atas muncul puluhan manusia vampire yang menatap Alexa. Para vampire di atas menatap Alexa dan patung laki-laki tua secara bergantian.


"Tuan muda... jangan biarkan vampire di atas mempengaruhi nona muda. Lepaskan mustika di atas kepala nona muda..." Johan berteriak memperingatkan Ravendra.


Tanpa menjawab Ravendra mengarahkan tangannya ke atas kepala istrinya, namun mahkota itu terasa sulit untuk dilepaskan dari kepala Alexa. Merasa mendapatkan ancaman, Alexa mengeluarkan tenaga untuk membebaskan diri dari kungkungan Ravendra. Laki-laki itu merasa kesulitan, antara ingin melepaskan mahkota di kepala istrinya, dan mempertahankan agar Alexa tidak terlepas dari dirinya.


"Blast... blast..." tiba-tiba para vampire mengacungkan jari mereka, dan muncul sinar dari jari telunjuk mereka.


"Entah apa yang akan terjadi nantinya, jika gadis itu sampai dibawa oleh para vampire itu? Meskipun mama sangat sepakat jika nona muda itu menjadi Ratu, tapi sedikitpun aku belum pernah mendengar tentang cerita itu. Aku harus menolong Tuan muda Ravendra.." Andrew akhirnya menetapkan pilihan.


Melihat Ravendra yang sudah merasa kesulitan untuk mempertahankan istrinya, laki-laki itu segera melompat dan terbang menuju ke arah Thomas.


"Tuan.. bantulah putrimu.. selamatkan dia. Aku akan menggantikanmu untuk membantu tuan Johan .." melihat Andrew berniat untuk membantu Johan, Thomas segera melompat ke arah Ravendra dan Alexa.


Dengan sekuat tenaga, Thomas memeluk erat tubuh putrinya, dan Ravendra fokus untuk melepaskan mahkota di atas kepala Alexa. Kekacauan terjadi di tempat itu, ke empat laki-laki yang berjuang untuk mempertahankan Alexa tampak kewalahan. Para vampire di atas tanpa henti terus mengirimkan serangan kepada mereka.

__ADS_1


"Andrew... apakah kamu sedikitpun tidak mengenal mamamu Cathy.. Ingat-ingat dalam pikiranmu...,. benda apa yang tidak pernah terlepas dari tubuh perempuan itu. Kamu harus menemukannya, hanya itu satu-satunya cara." Johan berteriak sambil terus menggempur patung tersebut.


"Aku tidak tahu Tuan.. Mama tidak pernah bercerita tentang hal apapun kepada saya." sambil terus memukul, Andrew menjawab pertanyaan Johan.


"Ingat . ingatlah jika kita mau terlepas dari tempat ini." teriak Johan.


Andrew terus berusaha mengingat, dan ketika laki-laki itu menoleh ke arah mamanya yang masih berada pada posisi menyembah, terlihat satu benda berkilat di dalam saku kardigan wool yang dikenakan perempuan itu.


"Trisula mini... yah aku ingat sekarang. Benda kecil itu selalu berada di dalam saku mama. kemanapun mama pergi, benda itu akan selalu menemaninya " akhirnya Andrew seperti disadarkan kembali.


Tanpa berpikir panjang, Andrew segera terbang meluncur ke arah Cathy, dan tanpa bicara apapun laki-laki itu merampas trisula kecil dari saku baju mamanya. Mata Cathy terbelalak melihat keberanian putranya.


"Andrew.. apa yang kamu lakukan? Lepaskan dan kembalikan trisula mini itu pada mama." Cathy kelabakan,. perempuan itu berteriak memperingatkan putranya.


"Tidak ma.. mama salah. Akan banyak korban dalam ambisi mama. Tidak ada raja dan ratu dalam kehidupan kita manusia vampire. Kita memiliki tujuan dan hubungan yang sama, sadarlah ma.. Mereka itu sesat, tidak layak untuk mama ikuti." Andrew berteriak sambil menyadarkan mamanya. Laki-laki itu mempertahankan trisula mini di tangannya, kemudian menatap Johan yang masih berjuang untuk mematahkan tangan patung itu.


"Tuan Johan .. terimalah.." tiba-tiba Andrew melempar trisula mini ke arah Johan. Dengan sigap Johan melompat menangkap trisula tersebut, dan seperti mendapat sebuah petunjuk... Johan menancapkan trisula mini tersebut pada dada patung batu yang berdiri di depannya.


"Jueglarrr... bluarr..." terdengar suara ledakan yang sangat keras, semua yang ada di tempat itu terlempar dan tercerai berai.

__ADS_1


********


__ADS_2