Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Merindukan Kebersamaan


__ADS_3

Alexa dan Raveena akhirnya makan siang di tempat Nyonya Sarah. Mereka menatap hamparan ombak di pantai yang ada di depan rumah mama Alexa. Wajah Alexa terlihat sangat cerah, terlihat kerinduannya dengan keluarga sudah terobati. Yang tidak diduga adalah wajah Raveena, dimana gadis itu seakan sudah menemukan kembali suasana keluarga yang sudah lama dia impi dan inginkan. Suasana keakraban dengan mama atau papanya, selama ini tidak pernah dia dapatkan dalam hubungan di keluarganya.


"Papa hari ini schedull dimana mom.. kira-kira mama tahu tidak?" Alexa bertanya tentang keberadaan papanya.


"Sepertinya ada di Batam saja, cuman mama lihat di daily planner banyak agenda bertemu dengan relasi bisnis. Mama berharap, papa cepat menyelesaikan urusan dan segera pulang sehingga kita bisa berkumpul bersama." Nyonya Sarah menanggapi pertanyaan putrinya.


"Semoga saja mam.. tapi ya tidak masalah jika papa pulang terlambat. Toh.. kita juga tahu papa sedang bertemu dengan siapa saja." Alexa menenangkan mamanya. Gadis itu berbicara sambil nge meal tidak pernah berhenti, seakan merindukan makanan yang disiapkan oleh Lili dan asisten rumah tangga lainnya.


Raveena diam dan tersenyum masam, gadis itu benar-benar menginginkan suasana keluarga yang penuh dengan keakraban dan full sharing seperti itu. Nyonya Sarah sepertinya memahami apa yang dirasakan oleh adik ipar putrinya itu, perempuan itu bergeser duduk di samping Raveena. Tidak diduga, Raveena menyandarkan kepalanya di pundak Nyonya Sarah. Alexa yang sangat memahami kesepian yang dirasakan oleh gadis itu, hanya tersenyum memaklumi tindakan yang dilakukan oleh adik iparnya itu.


"Mom.. kita adakan barbeque yuk.. di halaman rumah pada malam Minggu. Sepertinya asyik deh, apalagi biasanya jika malam minggu, di pinggir pantai banyak yang suka menghabiskan malam bahkan ada juga yang melakukan camping disitu." Alexa tiba-tiba memiliki ide. Sejenak gadis itu ingin mengulang kembali masa-masa menjadi mahasiswa. Dimana sebagai aktivis mahasiswa, Alexa sering melakukan kegiatan camping di gunung, hutan atau juga di pantai-pantai sepanjang daerah Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta,


"Iya mom... Veena juga ingin ikut menikmati. Mumpung Veena berada di kota ini.. please mom.." Raveena ikut menguatkan usulan kakak iparnya.


"Tapi.. bagaimana dengan suamimu Ravendra.. apakah anak itu akan mengijinkannya. Mendengar cerita dari papa, tentang kejadian akhir yang kalian alami, apakah suamimu tidak tambah over protective kepadamu. Jika Ravendra mengijinkan, mama rasa tidak ada masalah. Nanti mama akan minta pada Lili untuk menyiapkan perlengkapannya." Nyonya Sarah tetap mempertimbangkan ijin dari menantunya.

__ADS_1


"Untuk itu, nanti Lexa yang akan merayu kak Ravend mom.. Apalagi kita kan tidak pergi meninggalkan rumah, masih juga kita adakan barbeque di halaman rumah ini." Alexa menyanggupi untuk mengajak bicara suaminya.


"Okay deal.. malam minggu kita adakan barbeque di tempat ini. Oh ya Veena.. akan berapa lama, kamu merencanakan untuk holiday di kota ini. Mama harap sih, bisa berada di kota ini untuk waktu yang lama. Paling tidak sampai keponakanmu lahir, agar ada yang menemani Alexa.." tiba-tiba Nyonya Sarah menanyakan tentang lama tinggal Raveena di Batam.


Mendengar pertanyaan Nyonya Sarah, Raveena hanya tersenyum masam. Gadis itu tidak memiliki rencana jangka panjang, karena selama ini dia memang hanya berkeliling dunia menghabiskan uang yang tidak pernah habis-habis. Meskipun Raveena tidak pernah duduk di belakang kerja, namun asset perusahaan atas nama gadis itu, banyak menghasilkan profit yang menggemukkan rekening tabungan gadis itu.


"Veena tidak tahu mom.. nanti lihat ke depan seperti apa. Bisa jadi, Veena akan lama berada di kota ini, atau bahkan juga bisa terjadi hanya beberapa hari saja untuk berada di kota ini." dengan suara lirih, Raveena memberikan tanggapan pada pertanyaan perempuan paruh baya itu.


"Hmmm... no problem sayang. Kita akan ciptakan hal menarik selama kamu berada di kota ini. Bukan berapa lama waktu kita berada pada satu tempat yang membuat hal itu menjadi berkesan. Namun.. terkait dengan bagaimana kita akan mengisi dan menikmati waktu kita." Nyonya Sarah mengalihkan topik pembicaraan.


*******


"Selamat siang semuanya.." Thomas menyapa ketiga perempuan itu sambil merentangkan tangan. Laki-laki itu menuju ke tempat putrinya Alexa, dan ciuman pipi kanan dan kiri diterima dari putrinya.


"Papa sudah pulang jam segini.. Sepertinya ada banyak agenda meeting papa dengan relasi untuk hari ini." mendengar perkataan dari mamanya, Alexa heran papanya sudah sampai di rumah.

__ADS_1


"Hmm.. tidak ada yang lebih penting daripada bertemu dengan putri papa, dan juga calon cucu papa." Thomas mengusap perut Alexa dengan lembut.


Nyonya Sarah dan Raveena melihat sikap dan perilaku papa Alexa itu dengan penuh perhatian. Tampak senyuman menghias di bibir mereka. Thomas duduk di samping putrinya, sambil tanpa henti mengusap perut Alexa.


"Jika aku tidak salah, bukankah ini Nona muda Raveena putri Tuan Besar Abraham dan Nyonya Besar Nancy. Sejak kapan nona muda datang dan berada di kota ini." setelah duduk dan melihat dengan jelas, Thomas merasa terkejut melihat ada adik perempuan Ravendra berada di rumah ini bersama istri dan putrinya.


"Iya Uncle.. ijin Veena memberi salam pada Uncle Thomas. Veena datang ke Batam, berbarengan dengan kak Lexa dan kak Ravend Uncle.. Kebetulan ketika Veena sedang mampir ke Rumania dan datang ke kastil, ternyata kak Lexa dan Kak Ravend sedang bersiap untuk ke Indonesia. Akhirnya.. karena tidak ada acara, Veena ikut mereka berdua untuk tinggal di kota ini Uncle.." sambil tersenyum masam, Raveena menjawab pertanyaan papa Alexa.


Melihat reaksi perubahan wajah pada Raveena, Nyonya Sarah segera tanggap. Perempuan itu memberi isyarat pada suaminya, untuk tidak dapat bertanya pada gadis itu. Untungnya Thomas tanggap tentang isyarat yang disampaikan oleh istrinya.


"Papa lapar nih belum sempat untuk makan siang. Ada menu apa yang disiapkan di rumah untuk hari ini Mom.." Thomas segera mengalihkan perhatian.


"Oh ya.. sampai mama lupa. Kita pindah saja ngobrolnya di ruang makan. Lili pasti sudah menyiapkan makanan untuk makan siang kita," Nyonya Sarah kemudian berdiri, dan Thomas merangkul istrinya kemudian mereka berdua mendahului masuk ke dalam rumah.


Raveena membantu Alexa berdiri dengan memegang tangannya, kemudian mereka mengikuti Nyonya Sarah dan Tuan Thomas masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


*********


__ADS_2