Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Sweaping, Cleaning


__ADS_3

Setelah menikmati sarapan pagi dalam waktu yang teramat singkat, Ravendra segera membawa Alexa keluar rumah melalui hanggar yang ada di roof top. Seorang pengawal menjemput pasangan suami istri itu, dan memerintahkan untuk segera masuk ke dalam helikopter. Johan tidak menjemput mereka sendiri, melainkan menugaskan seorang pengawal, karena laki-laki itu sedang merangkai peralatan di dalam pesawat tersembunyi.


"Silakan masuk tuan muda.., nona muda.. Kita akan segera berangkat.." pengawal mempersilakan pasangan itu masuk dalam helikopter.


Seperti biasa, Ravendra langsung mengangkat gadis itu di depannya, kemudian membawanya masuk ke dalam helikopter. Pengemudi helikopter tersenyum menatap pemandangan itu, terlihat aneh baginya melihat Ravendra yang terbiasa arogan dan tidak memiliki belas kasihan, kali ini bisa tunduk di hadapan perempuan.


"Cepat jalankan helikoptermu, jangan terlalu tajam melihat kami. Bisa-bisa kamu naksir dengan istriku." tiba-tiba perkataan Ravendra mengejutkan laki-laki itu.


"Tidak berani Tuan muda.., maafkan saya terkesima melihat betapa romantisnya tuan muda dan nona muda.." laki-laki itu tergagap menanggapi perkataan itu. Pengawal yang mempersilakan pasangan suami istri itu tadi, hanya tersenyum sambil menutup mulut menggunakan tangannya,


Perlahan helikopter itu mulai membubung di angkasa, dan setelah beberapa saat sudah mulai terbang dengan stabil. Ravendra menyandarkan kepala Alexa di dadanya, dan tidak henti mencium wangi rambut perempuan itu. Bukannya orang yang melakukan yang merasa malu, malah pengawal dan pengemudi helikopter yang merasa malu. Mereka mengalihkan pandangannya, takut diketahui Ravendra jika mereka mencuri pandang.


Beberapa waktu di angkasa, tiba-tiba helikopter itu terbang merendah. Di atas sebuah bukit, dengan hamparan luas laut di bawahnya, helikopter itu mendarat. Beberapa orang segera berlari memberi sambutan pada helikopeter tersebut, dan tampak sebuah pesawat jet yang juga landing di puncak tersebut.


"Apakah semua sudah siap Jack..?" Ravendra langsung bertanya pada Jack yang menjemputnya, ketika laki-laki itu melongokkan wajahnya ke dalam helikopter.


"Sudah Tuan muda.., tuan Johan sudah berada di dalam pesawat itu. Kami harap tuan muda dan nona muda segera bergabung dengan kami di dalam pesawat tersebut, Berdasarkan pantauan kami di lokasi, peserta pertemuan sudah mulai berdatangan, dan sebentar lagi sudah akan dimulai." Jack segera melaporkan.

__ADS_1


Ravendra diam saja tidak memberi tanggapan. Laki-laki itu melompat turun terlebih dahulu, kemudian membantu istrinya untuk turun dari helikopter. Sesampainya di bawah, pasangan suami istri itu segera menuju silence jet yang sudah berada di puncak bukit tersebut. Jack dan satu pengawal yang bersama dengan Ravendra dari kastil, ikut memberikan pengawalan di belakangnya,


Untung saja, Alexa tidak begitu kaku mengimbangi langkah Ravendra dan para pengawalnya. Gadis itu sudah terlatih untuk melakukan aktivitas di luar ruangan, sejak menjadi mahasiswa aktivis pencinta lingkungan semasa masih kuliah. Melintasi hutan, gunung, goa bukan menjadi sesuatu yang baru untuknya. Apalagi saat ini, dengan dukungan teknologi canggih, dengan mudah Alexa menyesuaikannya.


"Kak Ravend.., aku bisa sendiri. Tidak perlu kak Ravend mengangkatku, aku tidak mau menjadi tambahan beban untuk kakak disini." ketika Ravendra akan mengangkat tubuhnya lagi, perempuan itu memundurkan tubuhnya ke belakang. Dengan tegas Alexa membuat penolakan.


"Really honey...?" Ravendra menatap dengan pandangan tidak percaya. Tetapi perempuan itu menganggukkan kepala untuk mengiyakan jawabannya.


"Okelah jika begitu. Take care.." dengan sekali lompatan, Ravendra sudah masuk di dalam pesawat. Tanpa banyak bicara, Alexa kemudian mengikuti suaminya.


********


Dua orang penyusup yang ditugaskan Johan untuk merekam jalannya pertemuan berjalan terpisah. Mereka sengaja tidak disatukan, agar informasi yang mereka dapatkan bisa saling melengkapi. Manusia vampire dari berbagai belahan dunia sudah mulai memasuki ruangan, dan waiters langsung menyambut mereka dengan memberikan satu gelas darah kental untuk membangkitkan stamina mereka menjadi manusia vampire yang seutuhnya.


Di round table yang ada di depan, Robin duduk di kursi di dampingi dengan orang-orang dekatnya. Laki-laki itu tersenyum menatap tamu-tamu yang hadir, dan mulai memenuhi round table yang sudah disediakan oleh penyelenggara acara.


"Tuan Robin.., apakah acara sudah bisa dimulai..? Sepertinya semua tamu yang kita undang dengan INVITATION LETTER sudah berdatangan semua. Kita harus segera memulainya, agar mereka tidak menjadi cepat bosan dengan konsep acara." seorang laki-laki menghampiri robin di kursinya, kemudian berbisik di telinganya.

__ADS_1


"Baik segera mulai, aku juga sudah tidak sabar untuk menunggu acara ini. Aku sangat bangga dan puas dengan cara kerja kalian. Hanya waktu satu minggu, ternyata sudah dapat mengumpulkan manusia vampire begitu banyaknya." ucap Robin, yang terlihat sangat puas dengan kinerja orang-orang dekatnya.


Setelah mendengarkan jawaban Robin, laki-laki itu segera berjalan ke depan dan membisikkan sesuatu pada master ceremony yang memandu jalannya acara. Acara demi acara dibacakan oleh MC tersebut, dan semua orang terdiam mendengarkan runtutan acara.


"Terima kasih atas kedatangan dan kepedulian kalian dalam acara ini, yang bermaksud untuk menyatukan kelompok vampire original di seluruh dunia. Just original vampire... tidak ada yang lain." seseorang yang dituakan menyampaikan sambutan. Mereka sengaja tidak mengatur agar Robin yang melakukan sambutan, untuk menghormati dan memposisikan laki-laki tersebut.


"Pertemuan kali ini, kita akan meperkenalkan ketua vampire kita yaitu Tuan Robin Eastwood. Kami mohon Tuan Robin untuk berdiri agar semua saudara vampire mengenali tuan.." mendengar kata-kata sambutan itu, Robin segera berdiri dan membungkukkan badannya,.


Melihat bagaimana pemimpin mereka merendahkan diri dengan membungkukkan badan di depan mereka, orang-orang yang berada dalam ruang pertemuan itu bertepuk tangan dengan sangat meriah. Mereka seperti tersugesti dengan penampilan Robin yang menurut mereka ramah dan sangat beradab. Setelah tepuk tangan berhenti. Robin dengan sopan kembali duduk di kursinya kembali.


"Kita saksikan sendiri, bagaimana rendah hatinya pemimpin baru kita. Untuk selanjutnya, perlu kami informasikan jika banyak manusia vampire yang ada di negara luar, yang masih menolak dengan kepemimpinan baru kita, Menurut hemat kami, daripada orang-orang itu menyebarkan efek yang tidak baik, dan akan menyeret manusia vampire bukan original masuk ke dalam kelompok kita, mereka lebih untuk kita musnahkan. Bagaimana dengan pendapat kalian?" tetua mengarahkan pendapat manusia vampire dengan menggiring pada kata-kata yang diucapkannya sendiri.


"Setuju..., setuju..." suara teriakan kata setuju, seperti di blow up memenuhi ruangan itu, yang membungkam ucapan tidak setuju yang diucapkan beberapa orang di antaranya.


"Baiklah..., hampir 99 persen yang hadir dalam forum ini menyetujui apa yang sudah kita sepakati bersama. Tugas awal kita adalah melakukan sweeping, dan cleaning manusia vampire yang tidak sependapat dengan apa yang sudah kita putuskan bersama. Jangan khawatir untuk masalah pendanaan, kita akan melakukan donasi secepatnya." pertemuan itu terus berlanjut dengan keputusan yang sudah digiring.


***********

__ADS_1


__ADS_2