Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Apakah Kamu memberiku Ijin


__ADS_3

Alexa menangis di pelukan Nyonya Sarah, sama sekali tidak pernah dibayangkan jika dalam waktu semalam Ravendra bisa mendatangkan Nyonya Sarah ke Natuna. Perempuan paruh baya itu mengusap punggung putrinya dengan penuh kelembutan. Duduk di dekat penghulu, terlihat Thomas juga sudah berada disana. Untuk urusan Alexa, Nyonya Sarah bersedia mengesampingkan urusan pribadinya dengan laki-laki itu.


"Akhirnya mama bisa bertemu kembali denganmu putriku. Kebahagiaan mama hanya jika melihatmu bahagia.., hapuslah air matamu. Tidak baik meneteskan air mata di hari bahagiamu ini." ucap Nyonya Sarah pelan. Dengan menggunakan tissue, perempuan paruh baya itu mengusap air mata yang menggenang di kelopak mata gadis itu.


Setelah matanya bersih dari air mata, ALexa menatap Uncle Thomas yang sedang tersenyum melihatnya berdiri. Setelah beberapa saat mereka bertatapan, kembali Alexa mengarahkan pandangannya untuk melihat Nyonya Sarah. Perempuan paruh baya itu tidak berbicara apapuan hanya tersenyum malu dan menganggukkan kepalanya.


"Temui papamu Alexa di hari bahagiamu ini! Beliaulah yang akan menikahkanmu, apakah kamu mengijinkan putriku?" melihat kebingungan pada putrinya, Nyonya Sarah memberi informasi pada gadis itu.


Belum sampai Alexa beranjak untuk menemui Uncle Thomas, laki-laki itu sudah berjalan ke arahnya kemudian tanpa ijin langsung memeluknya. Alexa merasa kebingungan, apakah akan menerima atau menolak pelukan itu. Tetapi karena tidak ingin membuat Nyonya Sarah bersedih, akhirnya gadis itu membalas pelukan yang dilakukan Thomas.


"Maafkan papa sayang..., sudah lama papa mengawasimu. Tanpa ijinmu, papa telah mengambil rambutmu saat kita berada di Singapura. Jadi.., kamu tidak perlu untuk meragukan hasil dari test DNA tersebut. Semuanya asli, kamu adalah putriku Alexa. Maafkan papa yang sudah terlalu lama mengabaikanmu dengan mamamu...! Papa berutang penjelasan padamu." dengan mata berlinang, Thomas berbicara pada Alexa.


Tenggorokan Alexa terasa tercekat, gadis itu tidak mampu untuk berkata-kata. Tidak ada pilihan lain baginya untuk saat ini, gadis itu hanya bisa menganggukkan kepala. Setelah melihat persetujuan gadis itu, tiba-tiba Ravendra datang dan memegang pergelangan tangan gadis itu.


"Uncle..., bicaranya nanti saja. Aku sudah tidak sabar ingin segera menikah dengan Alexa. Bicarakan dan ceritakan nanti, setelah Ravend dan Alexa selesai berbulan madu.." tanpa mengenal malu,  Ravendra langsung memotong pembicaraan Thomas pada calon istrinya.

__ADS_1


Thomas tidak bisa membantah selain hanya bisa geleng-geleng kepala melihat sikap yang ditunjukkan oleh anak muda itu. Akhirnya laki-laki paruh baya itu membiarkan Ravendra membawa Alexa dan mendudukkannya di depan penghulu. Tanpa ragu, Thomas segera menyusul pasangan itu untuk menikahkannya di depan penghulu,


"Apakah Nona Alexa Emilton dan Tuan Ravendra sudah siap?" penghulu bertanya pada pasangan kekasih itu.


"Siap pak Penghulu.." jawab Ravendra tegas.


"Jika siap, silakan wali dari Nona Alexa Emilton untuk segera menempatkan diri. Para saksi juga silakan segera menempatkan diri. Acara sakral ini akan segera kita mulai." setelah mengonfirmasi kesiapan Ravendra. penghulu meminta wali dan saksi untuk segera bersiap. Orang-orang yang sudah diatur oleh Johan segera menempatkan diri pada posisi mereka masing-masing.


Setelah semua sudah siap  dan orang-orang yang terkait dengan acara sudah duduk di tempat yang sudah disediakan, prosesi pernikahan segera dilakukan. Alexa seperti tidak percaya dengan apa yang terjadi di depannya saat ini. Gadis itu mencubit lengannya sendiri, hanya untuk memastikan jika semua yang terjadi saat ini bukan merupakan sebuah mimpi.


***********


"Kapan mama sebenarnya datang ke pulau ini..?" di ruang tamu, Alexa duduk didampingi Ravendra di atas sofa. Nyonya Sarah dan Uncle Thomas duduk di sofa yang ada di depan putri mereka duduk.


"Mama datang menjelang dini hari sayang.. Suamimu mengirimkan jet pribadi untuk membawa mama kesini, dan sebelumnya mama tidak bersedia. Tetapi begitu driver yang dikirimkan Johan mengatakan jika akan mempertemukan mama denganmu, akhirnya mama bersedia untuk datang ke pulau ini. Sama sekali tidak mama duga, ternyata di pulau ini akhirnya putriku satu-satunya bisa melangsungkan pernikahan yang tertunda." ucap Nyonya Sarah dengan perasaan yang sulit digambarkan,

__ADS_1


Alexa menatap pada Ravendra yang saat ini sudah resmi menjadi suaminya, ungkapan terima kasih dapat tergambarkan dari sorot mata perempuan itu.


"Jangan banyak berpikir honey... Kebahagiaanmu adalah satu-satunya kebahagiaanku di dunia ini." sambil tersenyum dan menatap Alexa, Ravendra mengucap lirih  Tanpa diminta, Alexa meraih tangan laki-laki itu kemudian mengecup punggung tangan tersebut. Ravendra terkejut, baru sekali ini gadis itu melakukan tindakan seperti itu tanpa dibawah perintahnya.


"Terima kasih honey..." kembali Ravendra mengucapkan terima kasih pada Alexa, satu tangannya merengkuh bahu istrinya itu, kemudian mendekapnya dalam pelukan.


"Hmm..., hmm.., uhukk... bisa tidak kalian menahan diri di depan orang tua seperti ini." mereka dikagetkan dengan protes yang dilakukan Thomas. Wajah Alexa memerah menahan malu, dan ketika gadis itu akan menjauhkan dirinya dari Ravendra, laki-laki itu malah mendekapnya semakin erat.


"Maaf Uncle.." ucap Alexa lirih.


"Daddy not uncle... Aku adalah daddy mu Alexa.., kamu bisa mendengar penjelasan sendiri dari mamamu. Kesalah pahaman di masa lalu, yang akhirnya memisahkan kami. Dan mamamu sengaja menutup identitas, dan melarikan diri dariku," kembali Thomas melakukan protes terhadap panggilan yang diberikan Alexa. Gadis itu menatap ke wajah mamanya, dan perempuan paruh baya itu menganggukkan kepala.


"Iya Lexa..., Uncle Thomas ini adalah papa biologismu. Maafkan mama, karena keegoisan mama di masa muda, membuatmu terpisah dari papamu. Ternyata papamu tidak pernah melakukan sesuatu yang buruk terhadap kita, keluarga besar papamu yang telah melakukannya." Nyonya Sarah berucap lirih.


"Apakah kamu setuju putriku..., jika saat ini juga mama dan daddy akan melakukan pernikahan ulang. Meskipun di masa lalu, kita pernah mengesahkan pernikahan kami di depan penghulu. Tetapi itu sudah sangat lama berlalu, dan 25 tahun kami telah dipisahkan. Apakah kamu memberi ijin pada kami Alexa..?' tiba-tiba Thomas mengajukan pertanyaan pada gadis itu, terkait dengan keinginannya untuk kembali menikahi NYonya Sarah.

__ADS_1


Alexa terdiam, sebenarnya dia sendiri sudah terbiasa untuk hidup tanpa seorang papa. Tetapi gadis itu berpikir tentang Nyonya Sarah mamanya, Setelah dia menikah dengan Ravendra.., tidak mungkin dia harus tinggal bersama dengan mamanya, melainkan harus mengikuti kemana suami akan membawanya. Setelah menengok ke arah Ravendra sejenak, Alexa menganggukkan kepalanya. Wajah Thomas dan Nyonya Sarah terlihat cerah dan bahagia,


**********


__ADS_2