Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Kenali Putri Kita


__ADS_3

Di roof top sebuah hotel terbesar dan tertinggi di Frankfurt, Thomas sedang berbicara dengan seseorang. Mereka sengaja berada di ketinggian untuk menghindari pembicaraan mereka didengar oleh Alexa. Saat ini, secara psikhologis hati putrinya sedang terguncang, jadi terkadang apa yang diputuskannya masih bercampur dengan adanya kebimbangan. Untuk itu, Thomas sengaja mengajak lawan bicaranya diskusi di atas roof top hotel tersebut.


"Apa yang kamu dapatkan.., kalian punya waktu dua hari untuk melakukan penyidikan awal, dimana langkah pertama kalian untuk melakukan pemetaan tentang map yang aku kirim pada kalian.." dengan tegas, Thomas bertanya pada laki-laki di depannya.


"Siap Tuan Thomas... beberapa orang saya sudah mencoba bergerak, namun belum ada laporan lanjutan yang masuk ke kami. Tetapi ada informasi jika tuan Robert mendapatkan tekanan untuk memproduksi detonator, yang digunakan untuk menghancurkan gudang-gudang milik Tuan muda Ravendra.. Bahkan dari informasi yang kami dapatkan, gudang itu baru permulaan. Akan ada kejadian yang lebih besar, yang akan dilakukan oleh kelompok itu." anak buah Thomas itu memberikan laporan.


Thomas terdiam, laki-laki itu mencoba untuk memetakan kira-kira siapa yang berlaku licik pada menantunya itu. Jika rekan bisnis, sepertinya tidak karena Ravendra terkenal tidak pernah membunuh lawan, tetapi mengajak pesaing untuk melakukan kemitraan dengannya.


"Fokuskan penyidikan dengan Robert, siapakah dia dan ada alasan apa sehingga pengusaha itu bisa ditekan oleh seseorang. Kemudian siapakah orang itu.." Thomas bertanya lagi, sambil menatap wajah anak buahnya itu.


"Akan terus kami selidiki Tuan.. untuk perjalanan menuju pegunungan Alpen, sudah kami siapkan mobil yang sudah disiapkan untuk touring. Silence fast.. dan tidak akan terdeteksi oleh penangkap signal.  Mobil itu kami dapatkan dari pengusaha dari Dubai.. yang akhirnya setuju dengan harga yang kami tawarkan.." anak buah itu melanjutkan persiapannya,


"Tapi yang perlu kamu pahami, ada baby yang akan melakukan perjalanan dengan kita. Apakah kamu sudah mempertimbangkan semuanya, jika mobil itu aman untuk baby kami.." mempertimbangkan keamanan cucu laki-lakinya, Thomas bertanya tentang keamanan mobil.


"Itu tergantung dari siapa yang membawa baby nya nanti Tuan. Namun jika untuk penggunaan biasa, bisa dipastikan guncangan bisa diredam oleh shock becker dan spare part tambahan yang lain.." laki-laki itu menjawab dengan menggantung, hanya menyiapkan tetapi tidak memastikan,


"Baik.. lanjutkan penyidikan dan persiapanmu. Dua hari lagi, kita akan mulai mengarungi pegunungan Alpen, siapkan pengawalan untuk keluargaku.." Thomas berdiri kemudian memberi pesan pada laki-laki itu.

__ADS_1


"Siap laksanakan Tuan.." laki-laki itu menjawab.


Tanpa bicara lagi, Thomas meninggalkan laki-laki itu. Melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya, dan waktu menunjuk pukul dua belas malam, laki-laki sudah harus kembali ke kamar tempat dia menginap dengan istrinya. Mereka menempati Pent House di hotel tersebut, sehingga mereka seperti berada di lingkungan rumah, mereka tinggal bersama.


********


Nyonya Sarah yang masih duduk di ruang tengah, menoleh ke arah pintu masuk. Terlihat Tuan Thomas memasuki kamar tempat mereka menginap. Melihat suaminya masuk, Nyonya Sarah menyambut laki-laki itu dengan berdiri dan berhenti menunggu suaminya masuk.


"Dari mana pa... mama menunggu sejak tadi." Nyonya Sarah menanyakan dari mana suaminya,


"Ada urusan sebentar dengan teman papa. Bagaimana Alexa dan Abhimana, apakah mereka bisa istirahat." Thomas balik bertanya. Laki-laki itu kemudian duduk di kursi. Nyonya Sarah mengambil air mineral kemudian memberikan pada suaminya.


Tiba-tiba Thomas mengambil telapak tangan Sarah, kemudian memegangnya beberapa saat. Terlihat kegundahan dari mata laki-laki itu, dan Sarah menunggu suaminya bercerita sendiri apa yang dirasakannya.


"Ada apa pa.. apakah ada hal yang mengganggu pikiran papa. Katakan pada mama, semoga kita bisa mencari jalan keluarnya." melihat Thomas tidak segera berbicara, Sarah akhirnya bertanya pada laki-laki itu,


"Mam.. papa ragu melibatkan putri kita, terlebih Abhimana dalam masalah Ravendra. Yang kita hadapi ini bukan main-main, bahkan pengusaha senjata berat kelas kakap Robert bisa dipengaruhi oleh orang itu. Sampai saat ini, papa belum bisa mengetahui, siapa yang ada di balik semua permainan ini. Hal yang sangat menyedihkan, jika papa melibatkan mama, Lexa, bahkan Abhimana." ucap Thomas lirih.

__ADS_1


"Huh.. papa belum kenal siapa Lexa sebenarnya. Anak itu sudah sejak kecil, dia tidak akan pernah melepaskan sesuatu, terutama yang bersinggungan dengan dirinya. Kali ini bukan masalah kecil pa.. anak kita, putri kita dihadapkan dengan keadaan suaminya. Bukankah papa sendiri pernah terlibat langsung dengan Lexa.. ketika berada di hutan Rumania.." Nyonya Sarah memberi tanggapan pada perkataan suaminya.


Thomas terdiam, laki-laki itu teringat ketika tanpa sengaja mereka terjebak di dalam hutan. Ada upaya dari kaum vampire tanpa identitas yang ingin membangkitkan kekuatan dari leluhur mereka. Akhirnya mereka mencoba untuk bangkit dengan menggunakan tubuh putrinya Alexa, tetapi dengan tekad yang kuat, bersama dengan Ravendra suaminya, Alexa bisa membebaskan dirinya sendiri.


"Benar apa yang kamu katakan mam.. tetapi bagaimanapun kenapa Abhimana yang kita korbankan. Itu cucu kita mam.. apakah aku akan nekad membiarkan putriku menggendong cucuku Abhimana melakukan perjalanan di tengah hutan.." Thomas masih terlihat ragu-ragu,


"Lalu apa yang papa inginkan. Akankah kita malam ini pergi dan meninggalkan Lexa dan Abhimana di hotel ini." Sarah bertanya dengan nada sinis.


"Mama yang lebih tahu jawabannya mam.. " sahut Thomas cepat.


"Pa.. berarti sebenarnya papa tidak mengenal siapa putri kita Alexa. Apakah papa berpikir, dengan kita meninggalkan putri kita dan cucu, keduanya akan diam dan tidak melakukan apa-apa. Papa salah besar.. jika itu terjadi, berarti Alexa bukan keturunan dari Sarah dan Thomas.." tidak diduga jawaban yang keluar dari bibir Nyonya Sarah. Thomas mengangkat wajah dan melihat ke wajah istrinya. Tetapi perempuan paruh baya itu tidak menatapnya.


"Maksud mama.." Thomas mempertegas jawaban istrinya.,


"Jika satu jalan tertutup, akan terbuka jalan yang lain untuk Lexa pa.. Ingat.. putri kita adalah istri dari Tuan Muda Ravendra. Akses untuk menggunakan pengawal dan semua asset laki-laki itu, semuanya dikuasai oleh Alexa. Dengan kita meninggalkannya sendiri tanpa pengawasan, anak kita malah akan leluasa untuk membalaskan dendamnya. Cintanya pada Ravendra akan mengalahkan segalanya, bisa jadi bahkan Abhimana pun tidak akan begitu dipedulikannya, jika itu menyangkut Ravendra." sahut Nyonya Sarah. Pandangan perempuan paruh baya itu terlihat kosong.


Thomas terdiam, dan memikirkan kata-kata yang keluar dari mulut istrinya.

__ADS_1


**********


__ADS_2