Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Terwujudnya Mimpi-mimpi


__ADS_3

Mobil yang membawa Ravendra dan Alexa melesat meninggalkan rumah sakit. Mobil itu dikemudikan oleh Johan dengan Raveena duduk di samping laki-laki itu. Dengan memperhatikan ruang gerak di dalam mobil Tuan Besar Abraham dan Nyonya besar Nancy, mengiringi di belakang mobil itu dengan disopiri oleh pengawal. Karena sebelumnya, Johan sudah mengondisikan keamanan dan kemacetan, dengan lancar lima iringan mobil melalui jalanan kota Batam tanpa ada halangan apapun.


Tetapi dahi Alexa tiba-tiba berkerut, karena mobil sudah melewati hotel tempat mereka tinggal, namun Johan masih mengemudikan mobil dengan cepat. Alexa menoleh ke arah suaminya, meminta penjelasan dari laki-laki itu, namun Ravendra hanya tersenyum kemudian memejamkan matanya.


"Jadi beginikah kalian memperlakukan seorang mama baru, dengan tidak ada yang memberi tahu kemana arah tujuan kalian akan membawaku." dengan suara sedikit keras, Alexa mengeluarkan perkataan.


"Ampun kak Lexa... saya tidak berani untuk menjelaskannya. Mungkin hanya kak Ravendra yang mampu memberikan penjelasan." dari belakang kemudi, Johan menjawab pertanyaan Alexa sambil senyum-senyum.


"Sabar sedikit kak Lexa.. mungkin ada kejutan yang disiapkan kak Ravendra untuk menyambut kedatangan baby Abhimana ke dunia ini." dari samping kemudi, Raveena menambahkan.


Ravendra tetap diam, laki-laki itu malah pura-pura tertidur. Bahkan senyuman juga sudah hilang dari bibirnya. Akhirnya Alexa ikut terdiam, dan mengamati arah jalanan membawanya. tetapi semakin lama mobil itu berjalan, gadis itu merasa tidak asing dengan arah mobil itu berjalan. Johan mengarahkan mobil menuju bukit Dangas, dan tiba-tiba Alexa teringat jika suaminya pernah membebaskan beberapa hektar tanah di atas bukit tersebut.


Alexa terpaku melihat pemandangan yang tersaji di kanan kiri perjalanan yang dilaluinya. Semakin lama, mobil menaiki tanjakan naik ke atas bukit. Hamparan lahan petani dan gugusan hutan tampak memanjakan mata siapapun yang melihatnya. Belum lagi, di kejauhan terlihat laut biru membentang dengan latar belakang bangunan gedung-gedung tinggi di kawasan negara Singapura.


"Apakah suamiku tetap akan bermain rahasia dengan istrinya, juga pada Abhimana putranya..?" Alexa berbisik di telinga Ravendra. Karena tidak ada respon atau tanggapan dari laki-laki itu, Alexa menjilat belakang telinga Ravendra, dan mata laki-laki itu langsung terbuka.


"Honey.. kenapa kamu memancing hasrat kelelakianku sayang.. lihatlah.." sambil berbisik, dengan tidak tahu malu, Ravendra menunjuk sesuatu yang ada di antara kedua pahanya. Tampak ada benda keras yang menonjol di dalamnya. Laki-laki itu tampak memelas melihat ke arah istrinya..


"Uppss... so.. so.. sorry kak.." Alexa tertawa kecil sambil menutup mulutnya.

__ADS_1


"Jika tidak ada forbidden, saat ini juga aku habisi dirimu honey.. di dalam mobil ini.." Ravendra menatap tajam ke mata Alexa, sampai tidak sadar hampir menggencet Abhimana.


"Oek.. oek.." tiba-tiba terdengar jeritan Abhimana.


"Kakak.. kenapa keponakanku.. Tahan dululah kak Ravend.. masih juga kak Lexa basah kuyup, nyerang saja terus sukanya. Kak Lexa.. Abhi.. veena bawa saja deh, agar kak Ravend bebas." terdengar protes dari Raveena.


"Tidak perlu Veena, keberadaan Abhi disini malah menjagaku, untuk mencegah keganasan kak Ravend menyerangku.." sambil menjulurkan lidah, ALexa menggoda suaminya.


Tetapi tidak diduga, dengan cepat Ravendra menyambar bibir Alexa kemudian ******* dan menyesapnya beberapa kali.


"Gila.. gila kalian semua. Apakah kalian anggap kami ini hanya patung, bukan manusia. Dasar tidak tahu malu.." Raveena berteriak memprotes tindakan mereka, sedangkan Johan hanya tersenyum-senyum di sampingnya.


********


Setelah beberapa menit perjalanan, mobil memasuki sebuah gerbang rumah baru yang sangat besar. Alexa terdiam tidak dapat mengeluarkan sepatah katapun. Gambaran rumah impiannya tercetak jelas berada di depannya, dan Alexa sampai terdiam tidak mampu mengeluarkan kata-kata. Air mata kebahagiaan tampak menggenangi matanya, dan Ravendra memeluk istrinya dari belakang.


Dengan cekatan, dari belakang gadis itu, Nancy mengambil Abhimana kemudian membawanya masuk ke dalam rumah. Di depan pintu, terlihat Thomas dan Sarah sudah menyambut kedatangan mereka. Ternyata urusan pekerjaan yang diselesaikannya hari ini, adalah menyiapkan pesta penyambutan kedatangan Abhimana ke rumah baru mereka.


"Terima kasih kak Ravend.. satu persatu, impian Lexa sejak kecil terealisir dengan sendirinya, tanpa aku tahu sedikitpun.." Alexa menoleh pada suaminya. Ribuan terima kasih terucap dan tak mampu keluar dari bibir gadis itu..

__ADS_1


Ravendra tersenyum, laki-laki itu menatap balik mata Alexa, kemudian menganggukkan kepala secara perlahan. tidak ada kata-kata yang layak untuk dikatakan menggantikan suasana itu,. Kedua pasang mata itu seperti terpatri, tidak mampu untuk saling melepaskan.


"terima kasih juga honey.. kedatanganmu dan putra kita Abhimana, melengkapi hari-hari kita ke depannya. Tidak ada apapun yang bisa menebus atau mengganti rasa bahagia ini honey.. bersamamu aku akan senantiasa hidup, dan akan menyongsong kehidupan di masa depan." perlahan, ravendra menjawab ucapan terima kasih dari Alexa.


Kembali di halaman rumah baru, pasangan suami istri itu saling berpelukan. Dua bibir saling berpagut dan menjadi satu. Air mata mengalir di kedua mata mereka, dan orang-orang yang melihat bertautnya dua tubuh Ravendra dan Alexa di tengah halaman, hanya diam mematung memandanginya.


"Mari kita masuk honey.. kita akan melihat keadaan kamarmu, kamar kita yang akan menjadi tempat peraduan kita.." ucap Ravendra. Tanpa minta sepersetujuan, laki-laki itu mengangkat tubuh Alexa dengan kedua tangannya, dan membawanya masuk ke dalam.


Di sebuah kamar utama yang paling besar, Ravendra membawa gadis itu kemudian merebahkannya di atas ranjang. Mata ALexa kembali terbelalak, melalui jendela kamar yang sengaja di buka, gadis itu bisa melihat hamparan lautan luas di bawah bukit tersebut. Angin laut bercampur dengan angin bukit menghempas masuk dan menerpa wajah gadis itu.


"Lexa betul-betul bahagia kak.. sampai tidak bisa menggambarkan bagaimana kebahagiaan ini. Terima kasih sayang.. denganmu, mimpi-mimpi Lexa terwujud satu persatu.." Alexa memeluk erat kembali tubuh Ravendra.


Kamar tempatnya berada ini sangat besar, yang terkoneksi dengan kamar yang akan ditempati oleh buah hatinya Abhimana. Udara bersih dan masih murni sangat kaya dan melimpah di tempat tinggal mereka, dan akan membuat kerasan siapapun yang menghuni rumah tersebut.


"AYo kita ke ruang tengah, semua anggota keluarga kita sudah berkumpul disana. Mama Sarah sudah menyiapkan makanan khas kesukaanmu. Bahkan ketika aku bermaksud untuk mengundang Chef untuk datang ke rumah ini, dengan tegas mama Sarah menolaknya." ravendra mengajak istrinya untuk bergabung dengan anggota keluarganya yang lain.


Alexa menganggukkan kepalanya perlahan, kemudian tanpa kata, Ravendra kembali mengangkat tubuh istrinya dan membawanya keluar dari dalam ruangan. Suasana riuh menyambut kedatangan suami istri itu, dan terlihat Abhimana tidur lelap di tengah-tengah mereka.


********

__ADS_1


__ADS_2