
Setelah mendapatkan informasi jika suaminya akan membawanya kembali menuju pulau Batam, wajah Alexa menjadi terlihat segar dan sumringah. Gadis itu sama sekali tidak memiliki keinginan untuk berkeliling di Santorini, karena tempat itu sudah memberikan sebuah kenangan buruk kepadanya, Meskipun kejadian buruk itu memiliki sebuah ending yang bagus, tetapi ALexa betul-betul merasa trauma, dan ingin segera pergi meninggalkan tempat tersebut.
"Honey.., apakah kamu sudah selesai membereskan perlengkapanmu..?" Ravendra mendatangi Alexa, yang sedang menata pakaian di trolly bag. Sebenarnya Ravendra sudah meminta istrinya untuk meminta maid membantu mempersiapkannya, atau meninggalkan semua pakaian di tempat tersebut. Tetapi dengan tegas, Alexa menolaknya dan bahkan mengatakan dengan jujur, jika tidak menyukai kota tersebut, Ravendra hanya tersenyum mendengarnya, dan membiarkan ALexa melakukan apa yang disukainya.
"Sudah selesai kak..., tinggal tas kecil ini. Bagaimana.., jam berapa kita akan berangkat ke bandara, apakah kita jadi untuk berangkat malam ini?" Alexa menoleh ke arah suaminya, kemudian balik bertanya.
"Jika sudah selesai, ayo kita segera naik ke arah roof top, helikopter sudah menunggu kita untuk membawa ke Yunani. Private jet akan menerbangkan kita dari Yunani, karena tidak diijinkan untuk landing sementara waktu di Thira. Kejadian Johan terbang membawaku kembali ke kastil dari atas helikopter, sedang menjadi isu pembahasan politik di tempat ini. Pengelola Santorini sedang mendiskusikan dan siap untuk menerima punishment atas kejadian tersebut," panjang lebar, Ravendra menjelaskan pada Alexa.,
"Alexa akan berpamitan dengan mama dan papa dulu dong kak.. Masak kita langsung pergi begitu saja, tanpa memberi tahu mereka.." Alexa akan berjalan meninggalkan Ravendra, tetapi tangan laki-laki itu sudah berada di pinggang Alexa, melarang gadis itu untuk pergi meninggalkannya sendiri.
"Honey..., ingat mommy ada daddy yang menemaninya. Apakah honey tidak khawatir, jika ternyata kedatangan honey sedang mengganggu aktivitas intim mereka, seperti yang tadi barusan kita lakukan." Ravendra berbisik di telinga Alexa, kemudian menjilat belakang telinga perempuan muda itu.
"Kak Ravend..., jangan gitu dong.." sekujur tubuh Alexa merasa merinding terkena jilatan lidah ravendra. Dengan cepat, Alexa mendorong dada laki-laki itu untuk menjauh darinya,
"Tok.., tok.. tok..." dari luar pintu kamar tiba-tiba terdengar ketukan.
__ADS_1
"Masuk." dengan singkat, Ravendra menjawab.
Pintu kamar didorong perlahan, dan terlihat dua orang maid meminta ijin untuk masuk ke dalam kamar tersebut. Ravendra tidak menjawab, kemudian menunjuk ke arah trolly bag yang sudah siap untuk dibawa.
"Baik Tuan muda.., sekalian memberi tahu jika helikopter sudah siap untuk terbang. Jika Tuan muda dan nona muda berkenan, diminta pilot untuk segera menuju ke roof top." maid menyampaikan kabar terbaru.
"Mmm.., ya.." tanpa memberi tahu Alexa, Ravendra langsung mengangkat tubuh Alexa dengan bridal style. Merasa malu dengan dua maid yang masih berada di dalam kamar tersebut, dengan cepat Alexa mengalungkan kedua tangannya di tengkuk laki-laki itu, kemudian menyembunyikan wajahnya di dada Ravendra.
Tanpa bicara, Ravendra langsung membawa tubuh istrinya keluar dari dalam kamar, dan langsung menuju ke pintu lift. Seorang maid yang melihatnya, langsung berlari membukakan pintu lift, dan Ravendra langsung menuju ke roof top tanpa berpamitan dengan penghuni rumah.
"Selamat malam Tuan Muda..., helikopter telah siap untuk membawa Tuan muda dan Miss ALexa menuju Yunani. Saya sudah berkoordinasi dengan pilot yang akan membawa private jet, dan pesawat akan langsung take off begitu Tuan muda sampai disana." tidak diduga, ternyata Johan sudah berada di roof top, untuk mengantar kepergian Ravendra dan Alexa.
***********
"Honey.., kamu akan berangkat tidur terlebih dahulu.., ataukah akan menikmati makan malam denganku..?" mengingat belum sempat melakukan dinner, Ravendra menawarkan makan malam kepada istrinya.
__ADS_1
"Baru PW kak..., masih malas.." jawab Alexa singkat. Mendengar jawaban dan istilah baru yang diucap Alexa, Ravendra mengerutkan keningnya. Tetapi untuk mengurangi rasa penasarannya, Ravendra menanyakan langsung pada gadis itu.
"PW.., apaan itu honey..? Sepertinya aku baru saja mendengar istilah baru ini.." tanya Ravendra.
"Posisi Wuenak kak..., Alexa baru merasa nyaman berselimut tebal seperti ini. Jadi malas untuk aktivitas apapun, pinginnya tetap bergelung di bawah selimut," sahut Alexa seperti tanpa rasa bersalah. Ravendra geleng-geleng kepala sambil tersenyum mendengarkan jawaban itu.
Tanpa bicara laki-laki itu segera berdiri, dan tidak lama kemudian kembali datang ke tempat Alexa bergelung dalam selimut sambil membawa cangkir soup.
"Buka mulutnya honey.., kamu tidak boleh tidak makan malam ini. Buka mulutnya, aku akan menyuapimu.." ternyata Ravendra memaksa gadis itu untuk tetap makan soup yang sudah di bawanya. Soup asparagus dengan potongan roti tawar, sudah disiapkan lengkap oleh pramugari. Soup itu ditempatkan di dalam microwave untuk mempertahankan keawetan panasnya.
Melihat sendok cekung sudah berada di depan bibirnya, tanpa berpikir Alexa langsung membuka mulutnya. Ravendra langsung memasukkan sendok ke mulut istrinya, kemudian mengambil tissue ketika melihat ada air yang menetes di sudut bibir Alexa. Sendok demi sendok soup asaparagus sudah masuk ke mulut Alexa, dan tanpa sadar hanya hitungan menit, Alexa sudah menghabiskan soup di dalam mangkok tersebut,
"Aku akan menyiapkan teh manis panas untukmu.., tetaplah disini. Malam ini menjadi tugasku untuk memberikan pelayanan pada ratuku.. Ratu Alexa..." bisik lembut Ravendra di telinga ALexa. Laki-laki itu kembali memberikan ciuman di bibir Alexa, baru kemudian berdiri meninggalkan gadis itu untuk menyiapkan satu cangkir teh panas.
Dari atas sofa, Alexa tersenyum melihat sikap Ravendra yang sangat perhatian kepadanya. Tanpa malu dan sungkan, meskipun orang luar akan menaruh hormat pada suaminya, tetapi laki-laki itu tidak pernah menjaga image jika berada di depannya. Tidak lama kemudian, Ravendra sudah kembali mendatangi Alexa sambil membawa cangkir di tangannya... Menggunakan sendok teh kecil, kembali dengan telaten laki-laki itu menyuapkan air teh manis ke bibir Alexa, dan sesekali akan menyeka air yang menetes di bibir gadis itu dengan menggunakan bibirnya.
__ADS_1
Dari arah pintu penghubung menuju cock-pit, mata pramugari terbelalak, ketika tanpa sengaja melihat bagaimana perlakuan kelembutan yang ditunjukkan laki-laki itu kepada Alexa,. Ravendra yang selama ini selalu berperilaku dingin, mahal senyum kepada orang lain, tetapi saat ini beda dengan apa yang terjadi di depan matanya. Merasa khawatir jika keberadaannya di tempat ini diketahui oleh Tuan Mudanya, akhirnya pramugari itu memutuskan untuk kembali menemani pilot di depan.
************