Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Menuju Ke Rumah


__ADS_3

Alexa terbangun mendengar keributan di kamar sebelah, yang masih satu lokasi dengan Presidential Suites yang sedang disewanya. Perempuan itu dengan hati-hati berusaha bangun mencoba melepaskan pelukan Ravendra dari tubuhnya. Ternyata Ravendra juga membuka matanya, dan melihat istrinya akan bangun dengan meringis menahan perih, laki-laki dengan sikap langsung duduk.


"Mau kemana honey.. jangan bergerak dulu. Luka jahitan bekas jalan lahir bayi kita masih belum kering, jangan banyak bergerak.." Ravendra menegur Alexa, dan memintanya untuk kembali beristirahat.


"Lexa ingin melihat bayi kita kak.., sepertinya banyak suara gaduh di kamar tempat bayi kita beristirahat.." Alexa menunjuk ke kamar bayi yang ada di samping kamarnya.


Ravendra terdiam, dan laki-laki itu segera turun dari atas ranjang, kemudian berjalan menuju kamar dimana bayinya berada. Laki-laki itu terkejut, karena sudah ada enam orang memenuhi kamar bayinya. Tuan Thomas dan Nyonya Sarah, papanya Abraham dan mommy nya Nancy, serta Raveena dan Johan sudah berada di dalam kamar bayinya.


"Bagaimana kalian bisa datang dan membuat keributan di kamar bayiku. Istriku sedang istirahat.." dengan nada sedikit tinggi, Ravendra memberikan teguran pada mereka.


Enam orang itu mengangkat wajahnya dan memberi tatapan kebahagiaan pada Ravendra. Nancy datang menghampiri Ravendra yang masih berdiri di depan pintu.. Yang lainnya hanya terus memandang wajah laki-laki yang terlihat lelah itu.


"Kembalilah beristirahat, urus istrimu.. Bayi ini biar kita yang menanganinya, sudah sana pergilah, kembali ke kamarmu." tidak diduga, Nancy mendorong putra sulungnya agar kembali ke tempatnya beristirahat bersama Alexa.


"Momm... tidak begitu juga kali. Kasihan baby nya, belum cukup beristirahat, sudah mendengar keberisikan suara cempreng orang-orang di ruangan ini." Ravendra memprotes tindakan orang tuanya.


"Terganggu... lihatlah Ravend... Cucu Mommy tertidur pulas, sejak tadi senyuman selalu muncul menghiasi bibirnya. Hal itu membuktikan, jika hati cucuku sedang bahagia, karena mendapatkan kunjungan dari dua pasang kakek dan neneknya, juga dari aunty dan Uncle nya." tanpa mau dilarang, Nancy terus nyerocos memotong perkataan yang diucapkan oleh Ravendra.


"Okay.. okay.. tapi perhatikan intonasi bicaranya. Apakah kalian semua tidak ada yang kasihan dengan kondisi istriku.. Lexa melahirkan bayi itu dengan persalinan normal bukan operasi. Harusnya kalian tahu kan, bagaimana rasanya orang melakukan persalinan normal." sahut Ravendra kesal. Laki-laki itu langsung ngeloyor pergi kembali menuju kamar tempat istirahat Alexa.

__ADS_1


Nyonya Sarah tersenyum melihat sikap protective yang ditunjukkan oleh Ravendra untuk menjaga putrinya, ada kehangatan mengalir di hati perempuan paruh baya itu. Perempuan itu mengalami sendiri bagaimana melahirkan secara normal, karena jaman dulu Alexa juga dilahirkannya secara normal hanya ditemani oleh Lily tanpa ada Thomas di sampingnya.


Sedangkan Nancy kembali masuk ke dalam ruangan, dan kembali berdiri di depan box bayi tempat berbaring cucunnya. Raveena senyum-senyum sendiri, merasakan kebahagiaan yang sejak dulu tidak pernah dirasakannya. Munculnya Alexa dalam kehidupan keluarga Tuan besar Abraham telah membawa kebahagiaan seutuhnya pada keluarga ini.


"Sayang.. aku menunggu di luar saja ya, untuk memberikan arahan pada para pengawal. Karena semua harus diatur, sampai dengan pengawalan di Pent House harus segera dilakukan. Tapi aku juga belum bertanya pada kak Ravend juga, apakah akan tetap menempati Pent House ataukah akan pindah di tempat lain.." Johan berdiri, dan minta ijin pada Raveena.


"Yap pergilah kak.. Veena mau disini menemani papa dan mommy.." sahut Raveena singkat. Johan menganggukkan kepala, kemudian berjalan keluar dari dalam ruangan itu.


*********


Tidak terasa, sudah memasuki hari kelima Alexa dirawat di rumah sakit internasional ini. Hari ini, memasuki saat dimana mereka harus segera kembali ke rumah. Ravendra dengan sabar menunggui Alexa yang sedang memangku sambil memberikan ASI eksklusif pada buah hati mereka.


"Johan sedang membereskan administrasi rumah sakit, dan yang lainnya membereskan barang-barang yang akan kita bawa. Tunggulah sebentar dulu.." dengan sabar, Ravendra menjawab pertanyaan istrinya. Sejak tadi, laki-laki itu menunggui istrinya sambil menyalakan gadget di tangannya. Dengan kemajuan teknologi, dimanapun laki-laki itu berada, tetap bisa menyelesaikan tanggung jawab pekerjaannya.


Alexa terdiam, perempuan itu melanjutkan aktivitasnya memberikan ASI pada putra laki-lakinya, sambil beberapa kali mengusap pipi dan kening bayi itu dengan penuh kasih sayang. Sampai detik ini, Alexa merasa belum cukup merasakah mengandung bayi kecil itu, karena dirinya menyadari jika sudah hamil, ketika usia kandungannya sudah berada di usia kehamilan enam  bulan.


Tiba-tiba dari arah pintu luar, Johan muncul dengan Raveena berjalan di sisinya. Papa dan Mommy nya juga ada di belakang kedua orang itu. Sedangkan Thomas dan Sarah, sedang meminta waktu sebentar untuk membereskan urusan pekerjaan dulu.


"Kak Ravendr... urusan administras sudah selesai, dan akta kelahiran baby kecil Abhimana juga sudah selesai juga. Kita bisa segera meninggalkan rumah sakit ini.." Johan melaporkan tugas-tugas yang sudah dilakukannya.

__ADS_1


"Baiklah.. mari honey.. sudah saatnya kita kembali membawa putra kita. Akan kita kenalkan Abhi dengan rumah tinggal untuk bermainnya nanti.." Ravendra langsung berdiri dan menyerahkan gadget ke tangan Johan. Dengan sigap, laki-laki itu memegangi istrinya dan membawanya berdiri.


Di depan pintu, beberapa pengawal sudah membawa tentengan barang-barang mereka selama di rumah sakit.


"Honey.. apakah perlu diambilkan kursi roda untuk membantumu berjalan, karena dengan Abhi ada di tanganmu, aku kesusahan untuk mengangkat tubuhmu. Takut putra kita akan kelelahan." dengan penuh kepedulian, Ravendra menawarkan kursi roda untuk Alexa.


"Tak perlu kak... lexa juga butuh jalan-jalan. Sudah lima hari, Lexa merasa terkungkung di kamar ini, bahkan untuk berjalan kaki sedikit saja, rasa nyeri selalu muncul di selangkanganku. Sekarang sekalian Lexa melemaskan kaki-kaki.." Alexa menolak. Perempuan itu tetap berjalan sambil menggendong Abhimana di tangannya. merasa kasihan., Nyonya besar Nancy bermaksud mengambil bayi itu dan menggendongnya.


"Jangan Momm... Lexa pingin lebih dekat dengan Abhimana, biar Lexa sendiri yang menggendongnya." tetapi dengan cepat Alexa menolaknya.


Terlihat kekecewaan membias di wajah Nyonya besar Nancy mendapat penolakan itu, tetapi dengan tanggap, Tuan besar Abraham memegang bahu istrinya dan menepuk-nepuknya pelan.


"Sabar Momm.. biarkan putri kita berlatih mengurus putranya sendiri, agar lebih piawai dalam merawatnya." ucap pelan Abraham menenangkan perasaan Nancy.


"Hmm.. iya deh pa.." sahut Nancy perlahan,


Pasangan suami istri itu kemudian berjalan keluar mengikuti langkah putra dan menantu mereka. di depan mereka ada Raveena dan Johan yang juga mengikuti langkah Ravendra serta Alexa.


*******

__ADS_1


__ADS_2