
Merasa bored karena hanya sendiri berada di dalam kamar, Alexa minta ijin pada suaminya untuk jalan ke mall. Dengan persyaratan mau dikawal orang-orang yang dikirimkan Johan, akhirnya dengan berat hati Ravendra mengijinkan istrinya pergi. Karena ada barang yang harus dibelinya, maka Alexa mau memenuhi ketentuan yang disyaratkan suaminya.
"Selamat siang nona muda..., jadinya mall mana yang akan kita datangi. Kami berdua yang ditugaskan Tuan Johan untuk mendampingi nona muda." Alexa melihat ke arah pengawal yang berbicara kepadanya. Melihat kedua anak muda itu berbadan tegap, dan wajahnya melebihi wajah standar orang kebanyakan.
"Tunggu sebentar,. aku akan bersiap. Kalian bersiap di dekat mobil saja, aku akan mengambil tas dulu." Alexa meminta kedua pengawal yang berbicara dengannya untuk menunggu.
"Siap nona muda, kami akan menunggu di luar." dua pengawal itu kemudian berjalan keluar meninggalkan Alexa.
Alexa segera masuk ke kamar untuk mengambil tas selempang. Karena dengan perut yang semakin buncit, sangat berat jika harus membawa tas jinjing. Karena tidak mungkin akan meminta pengawal untuk membawakan tas jinjingnya.
"Aku mengenakan sneaker saja, untuk kenyamanan kakiku. Karena sepertinya kakiku sudah mulai agak bengkak, jadi aku harus menjaga kenyamanan kaki ini." Alexa berpikir sendiri.
Setelah memasang sepatu sneaker yang harganya puluhan juta di kakinya, Alexa berdiri dan meluruskan punggungnya. Perempuan itu segera menyelempangkan tas di pundaknya, kemudian perlahan melangkahkan kaki keluar kamar. Sebelum masuk ke pintu lift, Alexa melihat ke pintu pent house tempat tinggal Johan dan Raveena. Tetapi pintunya tertutup rapat, dan tidak ada tanda-tanda orang keluar dari dalam ruangan tersebut.
Alexa segera masuk ke pintu lift, dan tanpa banyak bicara, perempuan itu menekan tombol menuju ke lobby hotel. Sesampainya di bawah, dua pengawal yang tadi ke atas berbicara padanya segera mendatangi perempuan itu. Keduanya segera memberi pengawalan pada perempuan berperut buncit itu. Beberapa tamu hotel yang sedang berada di lobby, melihat pada Alexa. Tetapi petugas keamanan hotel, segera mengamankan area di sekitar Alexa berjalan.
"Silakan segera masuk nona muda.." petugas keamanan mempersilakan Alexa untuk masuk ke dalam mobil.
"Hmm, terima kasih." Alexa segera masuk ke dalam mobil, dan petugas keamanan segera menutup pintu mobil dengan pelan.
"Selamat siang nona muda. Apakah kita akan mendatangi Mall yang biasa nona muda dan Tuan Muda kunjungi.." dari depan kemudi, driver menanyakan mall mana yang akan mereka kunjungi.
__ADS_1
"Nagoya Hill Shopping Mall saja ya.. Aku mau memejamkan mataku, setelah sampai di lobby bangunkan saya." setelah menyampaikan beberapa kata, Alexa memejamkan mata.
"Siap nona muda.." setelah mengucapkan beberapa kata, driver menginjak pedal gas secara perlahan. Driver tidak berani menjalankan mobil dengan gegabah, karena sudah dipesan Johan untuk hati-hati membawa Alexa yang sedang hamil.
*******
Alexa masuk ke merchant yang menjual baju-baju hamil dan pakaian bayi. Sebenarnya dengan bicara dengan Johan saja, semua merchant akan dengan senang hati membawa sample fashion ke kamar hotel. Tetapi untuk membunuh kesepian yang dia rasakan, Alexa sengaja ingin melihat-lihat dan mencari pakaian untuk buah hatinya sendiri.
"Selamat pagi Nyonya... apakah bisa kami bantu?" seorang pelayan toko dengan ramah menghampiri dan siap membantu dengan memberikan pelayanan pada Alexa.
"Bisa bantu bawakan pakaian untuk baby cowok ya. Lengkap dengan topi dan perlengkapan yang lain. Jika ada yang limited edition.." mengingat selera Ravendra yang tidak suka mengenakan fashion yang juga banyak dikenakan orang kebanyakan, Alexa menyiapkan kepentingan putranya dengan barang-barang edisi terbatas.
"Tunggu sebentar Nyonya, agar Nyonya tidak merasa capai, Nyonya menunggu dulu untuk duduk di kursi transit. Secepatnya akan saya siapkan dan bawakan kesini." dengan sikap yang tetap ramah, pelayan menanggapi perkataan Alexa.
"Nona Alana.., Nyonya Santi.. silakan duduk. Tidak masalah bukan jika nona dan Nyonya sharing sofa dengan pengunjung yang lain." terdengar suara pelayan sedang melayani tamu.
Alexa tetap diam dan tidak tertarik untuk melihat ke arah mereka. Tetapi tiba-tiba..
"Maaf ya, saya tidak bisa join chair dengan orang asing. Apalagi kami tidak mengenalnya, kami tidak mau terkena resiko tertular penyakit atau sebAb yang lain.." tiba-tiba perempuan yang ada di depan Alexa berbicara dengan nada sengit.
Mendengar jika Kalimat perempuan itu ditujukan untuknya, Alexa menjadi jengah. Istri tuan muda Ravendra segera menatap wajah dua orang yang ada di depannya itu.
__ADS_1
"Siapa kamu, beraninya melihat-lihat pada kita. Tidak level.." dengan nada tinggi, perempuan yang lebih muda berbicara pada Alexa.
"Hmmm... tidak perlu dan tidak penting mengenalkan siapa diriku pada orang-orang yang tidak memiliki adab." sambil tersenyum sinis, Alexa menatap tajam pada perempuan itu.
Alexa yang terkenal memiliki hati yang sabar, tetapi tidak akan pernah membiarkan orang lain menginjak harga dirinya. Apalagi dengan posisi keluarganya saat ini, Alexa tidak akan membiarkan orang lain menganggapnya hina.
"Mami . perempuan hamil ini menghinaku." perempuan muda itu mengadukan perkataan Alexa pada mamanya.
Melihat ada gesekan antara tamu yang sedang dilayaninya dengan perempuan Hamil yang sedang duduk di sofa, pelayan butik merasa ikut tergelitik.
"Maaf Nyonya.. bisakah Nyonya bergeser dan mengalah untuk pindah ke tempat duduk di sebelah sana. Sofa ini akan digunakan oleh Nona Alana dan Nyonya Santi, mereka berdua adalah pelanggan tetap butik ini sejak dulu." dengan berani,. pelayan meminta Alexa untuk pindah tempat duduk.
Mungkin jika permintaan itu disampaikan tanpa dilatar belakangi konflik kecil dengan kedua perempuan itu, Alexa akan mengalah. Tetapi karena ada kejadian itu, istri tuan muda Ravendra tidak mau mengalah. Alexa tertantang untuk memberi pelajaran pada perempuan itu.
"Hmm.. tunjukkan padaku aturan atau SOP di butik ini? Apakah ketika dua perempuan ini datang, siapapun tanpa terkecuali harus mengalah dan meninggalkan ruang tunggu ini." tanpa tersenyum, Alexa bertanya pada pelayan itu.
Mendapatkan pertanyaan yang tidak terduga, pelayan butik menjadi terkejut. Gadis itu tiba-tiba merasa mati kutu, dan tidak bisa menjawab pertanyaan Alexa.
"Berani sekali kamu mempermasalahkan member VVIP di butik ini. Customer ecek-ecek tidak layak datang dan mengotori butik dengan tingkah kampungannya." perempuan tua yang dipanggil Santi, turut berbicara dengan nada tinggi.
"Huh.. VVIP member?? hanya itu saja yang bisa kamu banggakan?" Alexa mengambil dompet dari dalam tas Selempang ya, kemudian menarik sebuah card kemudian membanting di atas meja.
__ADS_1
******