
Begitu masuk lift, tatapan Alexa beradu pandang dengan tatapan Ravendra yang sudah lebih dulu berada di dalam. Johan mengamati interaksi kedua orang itu, tanpa membuat suara. Boss Ridwan tersenyum menyapa dua orang yang sudah berada di dalam..
"Selamat malam Tuan Johan..., baru pulang juga jam segini!" dengan sopan, Boss Ridwan menyapa kedua orang itu, kemudian berdiri di depan Alexa.
"Ya.." jawab Johan singkat. Tidak ada percakapan di dalam lift, sampai lift berhenti di basement. Johan merasa heran melihat Alexa yang dengan mudah berubah sikapnya dalam menghadapi Ridwan. Sepanjang pengetahuannya, Alexa sering menolak kehadiran laki-laki itu karena sering mengganggunya. Hanya dalam
beberapa saat, dengan mudah gadis itu merubah pandangan pada laki-laki itu. Ravendra juga terdiam mengamati interaksi mereka berdua, hanya tatapannya seakan ingin menembus laki-laki yang berdiri di samping Alexa.
"Alexa.., kamu tunggu disini sebentar ya..! Aku akan mengambil mobil dulu.." di depan pintu lift, Ridwan meminta Alexa untuk menunggunya sebentar.
"Baik Boss.., aku akan duduk di kursi tunggu sebelah sana." Alexa berjalan menuju kursi tunggu. Ravendra melirik dan menggerakkan dagu memberi isyarat pada Johan. Laki-laki itu berjalan mengikuti Alexa, dan ikut duduk di
kursi tunggu.
"Alexa.., sepertinya kita perlu bicara. Aku akan menjelaskan kehidupanku di masa lalu padamu." ucap Ravendra pelan, tetapi Alexa tidak memperhatikannya. Ravendra mengambil nafas..
"Bruuummmm.... ciitt.." tiba-tiba mobil yang dikemudikan Johan berhenti di depan kursi tunggu. Pintu mobil terbuka, dan tidak disadari oleh Alexa..., tiba-tiba Ravendra membopong Alexa dan membawanya masuk ke dalam mobil.
"Aaaaawww... Lepaskan aku... !" Alexa meronta-ronta dan memukul-mukul punggung Ravendra minta dilepaskan. Tetapi tenaganya tidak sebanding dengan tenaga yang dimiliki laki-laki itu.
__ADS_1
Di dalam mobil, Ravendra langsung menidurkan Alexa di kursi mobil bagian tengah. Laki-laki itu tengkurap di atas tubuh Ravendra, kedua tangannya memegangi kanan kiri pipi Alexa, mengarahkan tatapan gadis itu padanya. Alexa menolehkan pandangannya, dia tidak mau menatap laki-laki itu. Tanpa diduga Ravendra menyergap bibir Alexa tiba-tiba, dan gadis itu tidak bisa menghindarinya. Posisi Alexa yang ditindih tubuh Ravendra saat ini, tidak
memberinya sebuah pilihan. Setelah beberapa saat, dan Alexa sudah merasa sesak, baru Ravendra melepaskan gadis itu. Ravendra segera mengangkat tubuhnya dan duduk di bawah kaki Alexa. Dengan cepat, merasa mendapatkan kesempatan untuk melepaskan diri, Alexa segera duduk dan merapatkan tubuhnya di depan pintu
mobil.
Dari arah spion mobil, Johan melirik ke samping. Terlihat mobil Ridwan mengejarnya di belakang.
"Tin.., tin.., tin..." dari arah belakang, Ridwan terus menyalakan klaksonnya. Johan tersenyum sinis, kaki kanannya menginjak pedal gas, dan mobil langsung meluncur membelah kemacetan jalan.
"Jika perlu.., tekan saja mobil di belakang Johan. Buat kecelakaan, laki-laki itu tewas juga tidak akan ada masalah." terdengar suara geram dari belakang. Tatapan sadis Ravendra melirik kaca depan.
************
Tidak lama kemudian, Johan menghentikan mobil yang dia kemudikan di depan sebuah bangunan mansion dengan gaya klasik. Terlihat penjaga rumah berlari membukakan pintu mobil, dan satu orang berlari membukakan pintu masuk ke dalam rumah. Ravendra melirik Alexa yang masih tertidur pulas, kemudian tanpa berkata apa-apa, laki-laki itu langsung mengangkat tubuh gadis itu.
"Tuan Muda.., saya langsung pulang ya. Tidak tahu kenapa, hari ini saya merasa lelah sekali." tiba-tiba karena tidak mau terlibat lebih jauh dalam urusan Alexa dan Ravendra, Johan minta ijin untuk pulang.
"Jangan banyak alasan, kamu masih perlu berdiskusi denganku malam ini. Tidur dulu di kamar tamu.., nanti malam kita akan bicara." sambil menghentikan langkahnya sejenak, Ravendra melarang Johan untuk meninggalkannya. Tanpa kata, laki-laki itu bergegas masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Beberapa maid membungkukkan badan menyambut kedatangan Alexander dan Johan, ketika melihat Tuan Mudanya sedang mengangkat seorang gadis yang sedang tertidur, seorang maid berlari membukakan kamar tidur untuk tamu. Tetapi Ravendra hanya melewati kamar itu saja, dan malah Johan yang langsung masuk ke kamar tersebut. Laki-laki itu berjalan lurus menuju kamar tidurnya, dan maid kembali berlari kemudian dengan cepat membukakan pintu kamar Ravendra.
Di atas ranjang setelah membaringkan Alexa, Ravendra tersenyum melihat nyenyaknya tidur gadis itu. Alexa memang termasuk golongan suka tidur, dan jika sudah tidur sebelum saatnya untuk bangun, gadis itu terlalu susah untuk dibangunkan. Demikian juga untuk saat ini. Setelah melihat wajah Alexa yang tampak tenang dan polos, perlahan Ravendra beranjak dari atas ranjang. Laki-laki itu bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
**********
"Drrtt..., drttt..., drrttt.." nada getar ponsel mengusik tidur Alexa. Perlahan gadis itu meraba saku bajunya, kemudian mengeluarkan ponsel. Dengan tetap memejamkan mata, Alexa menerima panggilan masuk itu.
"Iya.., Alexa disini." dengan nada lirih, Alexa menyapa penelpon.
"Lexa.., kamu dimana nak.. Ini sudah jam sembilan malam, masak jam segini kamu juga belum sampai ke rumah. Ada dimana kamu Alexa..?" Alexa kaget mendengar suara Nyonya Sarah. Gadis itu langsung terperanjat dan membuka matanya. Melihat lampu gantung dan kamar dengan warna dominan coklat dan putih, kening Alexa berkerut. Tetapi, hatinya berkata untuk tidak membuat mamanya khawatir.
"Maaf mam..., Alexa ketiduran. Ini juga terbangun karena mama telpon Alexa. Tadi kelupaan mau kasih tahu mama.., Alexa sekarang baru di rumah teman ma. Jika masih sempat, Alexa akan pulang secepatnya, jika Alexa tidak berani kemungkinan besar Alexa tidur disini mam." Alexa segera membuat alasan untuk tidak membuat hati Nyonya Sarah khawatir.
"Syukurlah nak.., mama dari tadi sampai ke jalan menengok kamu, siapa tahu kamu tidak berani jalan masuk ke gang sendirian. Sudahlah.., yang penting kamu tidak apa-apa. Jika memang tidak berani untuk pulang ke rumah, karena sekarang sudah jam sembilan, menginap di tempat temanmu juga tidak apa-apa." memahami jika Alexa tidak pernah pergi sendirian sampai selarut itu, Nyonya Sarah meminta Alexa menginap saja di tempat temannya.
"Ya mam.., nanti Alexa lihat. Maaf ya ma.., sudah membuat mama khawatir. Selamat malam mama.." Alexa segera mengakhiri pembicaraan. Sesaat Alexa terbangun, dan duduk di pinggir ranjang. Tetapi ketika pandangan matanya mengarah ke sofa yang ada di ruangan itu, Ravendra melihatnya tanpa berkedip sambil tersenyum kepadanya.
"Kamu sudah bangun honey..., mandilah dulu! Setelah itu, temani aku makan malam." seperti seorang suami, Ravendra memerintah Alexa. Ternyata Ravendra menungguinya selama dia tertidur. Merasa masih jengkel dengan laki-laki itu, Alexa terdiam. Gadis itu segera bangun, dan setelah menemukan kamar mandi, Alexa segera beranjak dan bergegas ke kamar mandi.
__ADS_1
*********