
Beberapa hari di Natuna, Ravendra mengajak kembali istrinya menuju ke Batam. Kedua orang tua gadis itu sudah mendahului kembali ke kota tersebut dua hari sebelumnya. Johan juga sudah pergi untuk mengurus urusan bisnis dari perusahaan -perusahaan yang dimiliki laki-laki itu.
"Honey... kamu ikut denganku..., bukan pulang ke Sekupang. Aku akan mengantarkan kamu kesana, jika kamu menginginkannya. Tetapi bukan untuk menetap di sana bersama mama." dalam perjalanan di pesawat pribadi, Ravendra berbicara pada gadis itu.
"Aku tidak tega membiarkan mama hidup sendiri kak.. Mama hanya punya aku di dunia ini." ucap Alexa lirih. Gadis itu menengadahkan wajahnya ke atas. Saat ini gadis itu sedang bersandar di dada Ravendra.
"Apakah honey lupa..., ada Uncle Thomas yang menemani mama. Bukannya kamu sudah menyetor mereka, dan membiarkannya mereka bersatu kembali." tiba-tiba jari Ravendra menjentik hidung gadis itu.
"Tetapi apakah secepat itu kak..?" Ravendra tidak menyangka akan secepat itu mereka bersatu kembali.
"Itulah kekuatan cinta honey... Mereka sudah sah, karena saat kamu tertidur kelelahan di kamar, malam sebelum mama dan Uncle Thomas kembali, mereka sudah mengucapkan janji suci kembali. Johan yang mengaturnya, dan aku yakin dengan Uncle Thomas. Laki-laki itu juga tidak akan pernah membiarkan mama sendiri, percayalah padaku." ucap Ravendra perlahan.
Ravendra terdiam, dia sama sekali tidak menyangka jika suaminya sudah berbuat banyak untuknya. Banyak yang belum dia ketahui tentang identitas suaminya. Laki-laki itu hanya tersenyum melihat reaksi yang diperlihatkan oleh istrinya.
"Jangan salah paham padaku honey..., aku akan membawamu ke Rumania. Tiba-tiba ada utusan dari Santorini yang ingin aku datang ke tempat itu segera. Aku tidak mau meninggalkanmu honey.., maukah kamu menemaniku?" Ravendra kembali mengusap pipi gadis itu. Sebenarnya laki-laki itu tidak ingin memberi tahu informasi tentang panggilan yang diterimanya. Karena setahunya, sampai saat ini pihak Santorini lebih banyak memberikan penghakiman dari pada memberikan sebuah solusi. Tetapi dengan dilakukannya pernikahan dengan gadis itu, Ravendra tidak mau membohongiku perempuan yang sudah berhasil dia nikahi itu.
"Kapan kita akan berangkat?" tiba-tiba tanpa diduga, Alexa dengan penuh minat langsung bertanya pada laki-laki itu.
"Apakah kamu tahu honey..., tempat apakah itu?" Ravendra tidak percaya, laki-laki itu kembali menatap pada perempuan yang masih berbaring di dadanya itu. Ravendra tidak yakin jika istrinya mengetahui tempat yang akan mereka datangi.
"Sejauh pengetahuan yang aku terima, Santo Rini merupakan tempat semacam penghakiman. Manusia vampire yang melakukan kesalahan, sering diinterogasi dan diadili di tempat itu. Tetapi mereka akan diberikan hak untuk membela diri. Apakah salah jawabanku kak..?" Alexa menjawab dengan tegas pertanyaan yang diucap suaminya.
__ADS_1
Ravendra tersenyum kemudian menundukkan wajah memberi kecupan pada gadis itu.
"Apakah kamu tidak takut, jika kamu ikut diadili honey?" tanya Ravendra sambil menggantung senyum di bibirnya.
"Tidak.. akan ada kak Ravend yang menjagaku. Lagian Alexa berniat untuk ikut menyampaikan pembelaan jika kak Ravend dipojokkan oleh mereka." ucap Alexa bersemangat.
Ravendra tersenyum, kebahagiaan mengalir hangat di dalam hatinya. Tanpa kata, laki-laki itu memberikan kecupan mesra di bibir perempuannya itu.
"Honey... kita lakukan lagi saat ini sayang..." bisik me**sum Ravendra di telinga Alexa. Tangan laki-laki itu sudah merambah ke dalam baju yang dikenakan Gadis itu.
"Hmmm..., kak.. ingat ada pramugari dan pilot di depan." Alexa mendorong dada laki-laki itu. Kesadarannya berbicara.
"Don.t worry honey... Mereka tidak akan berani untuk menganggu kita." bisik Ravendra di telinga Alexa, sambil lidahnya menjulur keluar dan menjilati belakang telinga gadis itu.
Tanpa dapat ditahan, Ravendra segera membaringkan tubuh Alexa di atas sofa. Dan suasana di dalam pesawat menjadi panas dengan berpadunya pasangan itu.
********
Beberapa jam perjalanan pesawat yang membawa Ravendra dan Alexa terlihat mendarat di bandara. Karena merasa kelelahan, kedua orang itu tidak menyadari sedang berada dimana mereka sekarang ini. Dari arah pintu masuk, terdengar suara bel berbunyi yang menandakan ada informasi yang akan disampaikan oleh pramugari.
"Tunggu sebentar!" suara tegas Ravendra menjawab panggilan tersebut.
__ADS_1
Laki-laki itu segera beranjak dari tempat duduknya, kemudian menyelimuti tubuh gadis itu. Setelah memberikan kecupan di kening Alexa, Ravendra berjalan perlahan menuju ke arah pintu.
"What happened?" tanya Ravendra tegas, tanpa menatap pramugari yang sudah berdiri di depannya.
"Ijin memberi tahu Tuan Muda... pesawat transit sebentar di bandara ini. Kita sudah sampai di Dubai... ijin untuk membersihkan pesawat dan mengisi bahan bakar sebentar." dengan sopan, pramugari melaporkan pada Ravendra.
"Tunggu sebentar, istriku masih tidur. Tunggu istriku bangun, baru pesawat bisa untuk dibersihkan." ucap Ravendra sambil.berjalan membalikkan badan.
"Jangan lupa, kirimkan driver dan pengawal untuk melaju penjemputan padaku. Hubungi Johan, jika ada yang tidak kamu ketahui." tanpa melihat pada pramugari itu, Ravendra memberi perintah lain pada perempuan itu.
Baru saja laki-laki itu sampai di depan Alexa, ternyata gadis itu sudah mengerjap-ngerjapkan matanya. Ravendra membetulkan selimut yang menutup tubuh polos Gadis itu. Alexa menahan belum sempat mengenakan pakaian lagi, selesai mereka memadu kasih semalam. Melihat istrinya yang kecapaian, Ravendra tidak tega untuk membangunkan istrinya untuk membersihkan diri.
"Kita ada dimana kak...?" Alexa bertanya dengan suara serak.
"Hmmm..., kita sedang mendarat di Dubai honey.. Sekarang kita akan transit dan tinggal di negara ini untuk sementara waktu. Driver sudah menunggu kita dibawah. Tentukan pilihanmu.., mau mandi di pesawat ini atau di hotel?" tanya Ravendra sambil tersenyum menggelengkan.
Blush warna merah hinggap di pipi gadis itu. Meskipun sudah menikah, tetapi Alexa masih merasa malu dengan ucapan yang disampaikan Ravendra. Merasa gemas melihat istrinya, tanpa bicara laki-laki itu langsung berdiri kemudian mengangkat tubuh Alexa dengan bridal style. Tidak mempedulikan Alexa yang merasa malu tidak mengenakan pakaian di bawah gulungan selimut yang membalut tubuhnya, Ravendra membawa tubuh Alexa dalam dekapannya. Tanpa bicara, Ravendra langsung membawa tubuh Alexa keluar dari dalam pesawat.
Mata pramugari terbelalak melihat perlakuan manis dari laki-laki tampan itu. Tetapi perempuan itu tidak berani sedikitpun mengeluarkan suara. Pilot dan co-pilot tersenyum penuh arti pada pramugari.
Melihat sudah ada mobil yang menunggu di bawah pesawat, Ravendra langsung membawa Alexa memasukkan mobil tersebut.
__ADS_1
********