Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Bergerak


__ADS_3

Setelah selesai makan siang, ketiga orang itu langsung bersiap-siap untuk berangkat pulang. Mereka sengaja untuk segera kembali ke perusahaan, karena tidak mau menimbulkan pertanyaan rekan-rekannya yang lain. Alexa berjalan di samping Irwan, dan Ronny mengikuti mereka berdua dari belakang.


"Kalian tunggu disini saja.., aku akan mengambil mobil dulu dan membawanya ke tempat ini." seperti saat mereka akan berangkat, Irwan meminta Ronny dan Alexa untuk menunggunya dulu. Laki-laki itu bergegas turun ke tempat parkir untuk mengambil mobilnya.


"Ikutin Irwan saja yuk.. Ronn. Masak Irwan harus memutar dulu ke belakang untuk menjemput kita kesini." melihat alur keluarnya mobil, Alexa mengajak Ronny untuk mengikuti Irwan. Ronny tidak menjawab, tetapi langsung menggandeng tangan Alexa menuju ke tempat mobil Irwan diparkir.


Baru saja beberapa langkah mereka berjalan, tiba-tiba dari arah belakang ada sebuah motor trail melaju kencang dan akan menabrak Alexa dari belakang. Melihat motor yang melaju kencang ke arahnya, tidak membuat Alexa melarikan diri, tetapi gadis itu malah memandang dengan tidak percaya. Gadis itu berpikir jika dia akan habis saat ini, tetapi..


"Brukk..., minggir.." tiba-tiba seorang laki-laki muda berlari menubruk dan menjauhkan tubuh Alexa dari motor trail tersebut. Motor itu tidak berhenti, malah langsung melarikan diri dengan kencang. Beberapa orang segera berlari, untuk menghampiri Alexa yang masih bingung dengan apa yang barusan terjadi pada dirinya.


Ronny segera menghampiri gadis itu dan memeluk tubuh Alexa dengan erat. Laki-laki yang menolong Alexa tadi langsung menghilang di kerumunan orang, begitu Ronny sudah menghampiri gadis itu.


"Are you okay... Alexa..?" Ronny menepuk-nepuk pipi Alexa yang masih kebingungan dengan apa yang terjadi.


Irwan segera berlari mendatangi kedua temannya itu, di tangannya membawa satu botol air mineral. Sesampainya di depan kedua temannya itu, Irwan mengulurkan botol air mineral kepada Alexa.

__ADS_1


"Aku sudah bilang kan, tunggu saja disana. Kenapa kalian tadi malah mengikutiku. Minum dulu Lexa.., biar pikiranmu kembali tenang." Irwan dengan panik menegur mereka berdua. Dengan cepat, Alexa meraih botol air mineral itu kemudian meminumnya beberapa tegukan.


Ronny segera memasukkan Alexa ke dalam mobil di kursi tengah. Irwan segera memberi isyarat menggunakan tangannya, agar kerumunan segera membubarkan diri mereka. Di dalam mobil, terlihat Ronny masih mengusap-usap punggung Alexa, mencoba untuk menenangkan gadis itu. Setelah melihat Alexa sudah menguasai perasaannya kembali, Ronny melepaskan usapan tangannya.


"Bagaimana Lexa.., apakah sudah tenang?" tanya Irwan dari belakang kemudi. Alexa tidak menjawab, hanya menganggukkan kepala. Alexa masih teringat dengan tatapan pengemudi motor yang akan menabraknya tadi. Sepertinya pengemudi itu terkesan sengaja untuk menabrakkan motor kepadanya, bukan karena kecelakaan.


"Kita biarkan Alexa menenangkan dirinya dulu Ir. Segera jalankan mobilmu saja, semoga Alexa bisa tertidur dalam perjalanan kita kembali ke kantor." melihat Alexa belum mampu berbicara, Ronny meminta Irwan untuk memberi kesempatan gadis itu untuk beristirahat. Tanpa membantah, Irwan langsung menjalankan mobilnya meninggalkan Paris Mall.


Dalam perjalanan, Ronny mencuri pandang ke arah Alexa. Laki-laki itu juga tahu persis, jika kecelakaan tadi bukannya tidak sengaja, tetapi seperti dilakukan dengan sengaja. Tiba-tiba Ronny teringat dengan perkataan Alexa saat mereka tadi akan memasuki mall. Gadis itu merasa ada yang melihatinya dari pintu sisi timur, dan orang yang sama dengan yang tadi ditemui Alexa dalam bus kota. Tetapi melihat Alexa sedang memejamkan matanya, Ronny mengurungkan niat untuk bertanya-tanya pada gadis itu.


Di Ruang Kerja Ravendra


Dengan tatapan marah, Ravendra menatap laki-laki yang duduk di ruang kerjanya dengan pandangan tajam. Johan tidak berani bersuara, karena khawatir akan menjadi orang yang juga akan dipersalahkan oleh CEO perusahaan Andromega itu.


"Berarti orang-orang itu sudah bergerak lebih dulu. Begitu ekstrimnya mereka, mencoba untuk mencelakakan Alexa-ku di tempat umum seperti itu." dengan suara tinggi, Ravendra berbicara pada laki-laki yang duduk di depannya itu.

__ADS_1


"Sepertinya begitu Tuan Muda.., untungnya tadi kami datang tepat waktu. Jika tidak, Nona Alexa pasti sudah menjadi sasaran kekejaman mereka." laki-laki yang tadi menyelamatkan Alexa tadi, melapor pada Ravendra.


"Apakah kalian sudah menemukan, siapa yang ada di belakang kejadian ini? Apakah David yang mengirimkan orang-orang itu, atau ada pihak lain yang mengincar keselamatan Alexa-ku?" Ravendra terus mengejar dalang di balik kejadian akan tertabraknya Alexa di depan Paris Mall. Begitu mendengar laporan dari Johan, Ravendra langsung memanggil pengawal yang ditugaskan untuk memberi pengawalan pada gadis itu. Berurusan dengan manusia vampire memang tidak semudah berurusan dengan manusia biasa.


"Kita sedang menyelidikinya Tuan Muda. Kejadian itu terjadi begitu cepat, dan pengendara motor itu langsung melarikan diri begitu menyadari orang yang kita kirim untuk mengawal Alexa. Saya harap Tuan muda bisa menjadi sedikit lebih bersabar." Johan ikut menimpali pembicaraan. Kejadian di Paris Mall memang di luar rencana mereka, dan saat Alexa pergi bersama dengan Ronny dan Irwan ke mall tersebut, itu juga diluar pengetahuan mereka. Untung saja, Ravendra segera mengetahui ada dimana gadis itu, sehingga dengan cepat Johan dapat mengirimkan orang untuk menyelamatkannya.


"Sampaikan pesanku pada Alexa sekarang juga. Aku sendiri yang akan mengantar gadis itu pulang kerja, jangan berani untuk meninggalkanku pulang lebih dulu." tidak mau berdebat lagi, Ravendra memerintah Johan.


"Baik Tuan Muda.., akan segera saya sampaikan langsung pada Nona Alexa. Sepertinya tadi gadis itu sudah kembali ke kubiknya, bersama dengan Irwan dan Ronny." Johan langsung menyanggupi perintah yang diberikan Ravendra. Tanpa pamitan, Johan langsung keluar meninggalkan ruangan Ravendra. Melihat Johan sudah lebih dulu meninggalkannya, pengawal yang ditugaskan untuk mengawal Alexa segera berdiri dan berpamitan pada Ravendra.


"Tuan muda.., ijin saya untuk bersiap di pintu lobby. Siapa tahu Nona Alexa akan pergi keluar, saya akan dengan mudah untuk mengikutinya." tanpa menjawab, Ravendra mengangkat tangannya, yang memberi isyarat agar laki-laki itu segera keluar dari ruangannya.


Begitu ruangan kosong, Ravendra segera beranjak menuju kursi di belakang meja kerjanya. Laki-laki itu melihat ke layar screen, untuk melihat apakah Alexa benar-benar sudah berada kembali di kubiknya. Melihat Alexa yang terlihat fokus di belakang meja kerjanya, membuat aura dingin di wajah Ravendra mencair. Laki-laki itu sudah mulai mengangkat kedua sudut bibirnya ke atas.


Untuk mengembalikan staminanya kembali, Ravendra segera mengambil gelas berisi darah kental yang sudah disediakan di atas meja kerjanya. Laki-laki itu segera menenggak habis darah yang ada di gelas itu, dan warna kemerahan mulai terlihat bergerak cepat ke seluruh anggota tubuhnya. Dengan menyandarkan kepala di sandaran kursi, tanpa berkedip Ravendra mengamati Alexa. Sesekali laki-laki itu mengalihkan fokus layar ke sekeliling ruang kerja gadis itu, untuk memastikan keamanan dan keselamatan Alexa.

__ADS_1


***********


__ADS_2