
Mata ketiga anak buah Ravendra terbelalak, mereka benar-benar merasa terkejut atas perubahan wujud dari tuan muda mereka. Mereka sama sekali tidak mengira, jika ternyata Tuan Muda Ravendra merupakan salah satu dari komunitas manusia vampire, Mereka memundurkan kaki beberapa langkah ke belakang, tapi tidak diduga, manusia vampire hutan itu segera mengangkat tubuh ketiga orang itu, kemudian membawanya terbang.
"Aaaaww..., tolong... jangan sakiti kami, bebaskan kami...!" di atas tanah, Salsa berteriak dengan panik. Kedua laki-laki lainnya yaitu Steven dan Ronald terlihat lebih tenang, dan segera menyesuaikan diri dengan keadaan. Mereka dengan cepat menggunakan logika berpikirnya, jika tanpa kekuatan manusia vampire, tidak mungkin Tuan Muda mereka, akan bisa menyelamatkan mereka dari kecelakaan pesawat, dan bisa jadi mereka sudah akan hancu rmenjadi kumpulan debu.
Menyaksikan ketiga anak buahnya, sudah berada di angkasa, Ravendra menghela nafas. Tidak lama kemudian.., laki-laki itu terbang mengangkat kakinya, dan mengikuti orang-orang itu di belakangnya. Sejenak suara Salsa tiba-tiba hilang di telan angin, tetapi rupanya gadis itu mengalami pingsan karena ketakutan.
Tidak lama kemudian, di pinggir sebuah perkampungan, yang didominasi dengan bangunan yang terbuat dari kayu dan ijuk, manusia vampire mendaratkan kakinya ke atas tanah. Di belakang mereka, Ravendra juga melakukan hal yang sama. Laki-laki itu dengan cepat juga menurunkan kakinya di atas tanah yang ada di perkampungan tersebut.
"Hmm... Alexa istriku, Johan, Jack, John... rupanya kamu berada di perkampungan ini. Bagaimana bisa ketiga laki-laki bodoh itu juga berada disini? Kesalahan apa yang sudah mereka lakukan.." tidak diduga, begitu mendaratkan kaki di perkampungan tersebut, semua indera yang dimiliki Ravendra sebagai manusia vampire, tiba-tiba kembali aktif seperti semula. Dengan cepat, laki-laki itu bisa mengendus keberadaan istri, dan juga ketiga anak buahnya.
Dari arah depan, terlihat dua orang laki-laki berjalan mendekat ke arah mereka. Kedua laki-laki itu tiba-tiba memberikan senyuman kepada para manusia vampire hutan itu. Di depan Ravendra, mereka saling berpelukan, seperti melepaskan kerinduan.
"Tuan muda... kenalkan ini keluarga kami yang menikah dengan penduduk di perkampungan ini. Mike..., Lewis... ini adalah Tuan muda Ravendra yang juga manusia vampire. Mungkin kalian pernah mendengar cerita tentang Tuan muda ini dari Daddy.. Dan ketiga orang itu adalah anak buah dari Tuan Muda Ravendra." manusia vampire itu kemudian mengenalkan kedua anggota keluarganya kepada Ravendra. Mereka kemudian saling bersalaman. Terlihat Salsa masih diam, belum bisa menerima apa yang dia lihat, dan terjadi di depan matanya.
__ADS_1
"Ada urusan apa kalian membawa orang asing kesini?" dengan penuh selidik, Mike dan Lewis bertanya pada saudaranya.
"Hmmm..., tuan muda Ravendra ini kehilangan istrinya yang sedang ditinggalkan sedang beristirahat di atas hammock. Ketika itu, tuan muda sedang berbincang dengan keluarga kita di kastil. Apakah kamu memiliki informasi tentang keberadaan perempuan itu..?" manusia vampire itu langsung menyampaikan tujuannya.
"Aku tidak memiliki informasinya, tetapi tadi malam ada kabar yang beredar,, jika beberapa orang yang sedang melakukan penyisiran di tengah hutan menemukan keberadaan seorang gadis, kemudian membawanya kesini. Orang-orang disini menjadi over protective, karena sebelumnya juga ditemukan tiga orang laki-laki yang tanpa tujuan jelas, melakukan perusakan hutan." Mike menjawab pertanyaan dari manusia vampire tersebut.
"Segera antarkan kami kesana..." merasa tidak sabar, Ravendra memaksa kedua orang itu untuk membawanya ke tempat Alexa.
Mike dan Lewis merasa kebingungan, tetapi anggota keluarganya menganggukkan kepala, untuk mengabulkan permintaan Ravendra.
*********
Seorang laki-laki tua menatap Ravendra dengan tersenyum arif. Sepertinya laki-laki itu pernah mengenal Ravendra, hanya saja laki-laki muda itu tidak mengingat semuanya. Tanpa mereka sadari, laki-laki tua itu sudah menugaskan Lewis dan Mike untuk membawa Alexa menuju ke tempat tersebut.
__ADS_1
"Tuan muda.., meskipun sudah berpuluh-puluh tahun, aku masih mengingat garis tegas rahang Tuan muda yang sudah menyelamatkan keluarga kami dari kehancuran kala itu. Apakah Tuan muda sudah melupakannya..?" laki-laki tua itu berbicara dengan sikap penuh hormat pada Ravendra.
Laki-laki tua itu masih teringat, ketika di masa kecilnya ada sekelompok orang yang menghajar kedua orang tuanya, hanya karena kesalah pahaman. Di komplek kala itu, mereka memang termasuk golongan keluarga yang paling miskin, bahkan untuk makan sehari-hari saja mereka merasa kesulitan. Tetapi naas.., tanpa sengaja dirinya waktu itu bersitegang dengan anak-anak dari kelompok keluarga kaya. Ketika orang-orang itu tidak terima dengan sikap dan kelakuannya kala itu, anak-anak keluarga kaya itu pulang dan melaporkan tindakannya pada keluarga mereka.
Tidak diduga, dengan membawa beberapa anak buah, keluarga kaya itu menyerang komplek kaum miskin, dan mengancam akan menghabisi mereka. Petugas keamanan tidak berani melakukan apapun, karena keluarga kaya itu selalu memberi jatah preman kepada mereka. Jadilah.., keluarga miskin itu dijadikan bulan-bulanan oleh keluarga kaya tersebut. Pada saat kritis, dimana akan ada pembantaian masal untuk menghabisi kaum miskin, datanglah Ravendra dengan beberapa anak buahnya. Dengan kekuatan vampirenya saat itu, laki-laki itu menyelamatkan kelompok tersebut, kemudian membawa mereka ke tengah hutan. Hal itulah yang mendasari, kenapa mereka tidak menolak kehadiran manusia vampire.
"Apa maksudmu.., aku hanya ingin mencari tahu keberadaan istriku, bukan yang lain?" mengabaikan reaksi yang ditunjukkan oleh tetua di suku hutan tersebut, Ravendra bertanya dengan mata tajam.
"Tuan muda akhirnya menikah.., aku juga ingin tahu. Perempuan mana yang sudah berhasil meluluhkan hati tuan muda, sampai tuan muda bersedia menikahi perempuan itu." dengan tatapan kagum, laki-laki tua itu terus bertanya pada Ravendra.
Orang-orang yang berada di tempat tersebut, sudah terlihat panik dengan reaksi Ravendra. Laki-laki itu sudah terlihat tidak tertarik dengan omongan yang diucapkan oleh sesepuh suku hutan, tetapi sepertinya laki-laki tua itu terlambat untuk meresponnya.
"Tidak perlu terlalu serius tuan muda..., saya sudah memerintahkan anak buah untuk menjembatani gadis itu. Semoga saja, gadis yang kita ambil dari Hammock itu betul-betul istri dari Tuan muda. Saya sendiri juga belum bertemu dengan gadis itu, karena sama anak-anak langsung dibawa ke pondok." sesepuh itu berusaha untuk menenangkan Ravendra.
__ADS_1
"Kak Ravend..." tiba-tiba dari arah pintu, terdengar suara gadis memanggilnya nama Ravendra. Dengan tidak percaya, Ravendra menoleh ke arah sumber suara tersebut, dan melihat istrinya berlari ke arahnya dengan tidak percaya.
********