
Alexa melihat ada sekelebat bayangan di tembok bagian belakang rumahnya. Jika dilihat dengan mata yang sebenarnya, hal itu tidak mungkin akan terjadi. Karena di belakang tembok kamar Alexa, sebuah jurang yang dalam, dengan pemandangan lautan biru di belakangnya. Tetapi perempuan muda itu merasa yakin, jika melihat ada seseorang seperti melintas terbang di situ. Tanpa mengenal rasa takut, Alexa membuka pintu kemudian berjalan ke arah balkon. Hatinya menjadi tidak tenang..
"Siapapun kamu.. tidak akan bisa kamu menyerangku secara psikhologis. Tunjukkan wajahmu di depanku, aku akan menghadapimu dengan baik.." ucap Alexa sambil mengedarkan pandangan ke seliling tempat itu.
Tidak ada pergerakan di sekitar tempat perempuan muda itu berdiri. Namun.. sudah lama dikelilingi dan bahkan menikah dengan keluarga vampire, Alexa yakin jika apa yang dilihatnya adalah manusia vampire. Beberapa saat perempuan muda itu tetap berdiri di atas balkon, mencoba menunggu ada seseorang yang datang dan menemuinya. Tetapi sampai beberapa waktu, perempuan muda itu tidak melihat atau mendengar siapapun.
"Lexa.. Abhimana sepertinya merasa haus. Masih ada ASI siap minum atau, diberikan langsung olehmu.." terdengar Nyonya Sarah memanggilnya dari dalam kamar.
"Susuin langsung saja Mam... sebentar Lexa akan kembali masuk ke kamar.." sahut ALexa, gadis itu segera masuk kembali ke dalam kamar. Terlihat mamanya sedang menidurkan Abhimana ke atas king size bed, Alexa tersenyum dan merasa nyaman melihat wajah putranya. Perempuan muda itu kemudian menghampiri Abhimana, kemudian memberi minum putranya itu.
Nyonya Sarah terdiam, mata perempuan paruh baya itu tidak bisa dibohongi. Perempuan muda itu melihat jika putrinya sedang dalam keadaan kalut, namun selalu berusaha untuk menutupinya. Tidak bisa dipungkiri, kepergian Ravendra dari sisi putrinya sudah beberapa waktu, dan tidak ada kabar dari menantunya itu. Meskipun Alexa terlihat tegar dan berusaha menutupi rasa khawatirnya, tetapi Nyonya Sarah melihat ada yang gamang terlihat dalam setiap perilaku putrinya.
"Alexa.. bagaimana dengan perasaanmu nak.. kamu merindukan Ravendra ya." Nyonya Sarah bertanya dengan hati-hati.
Alexa terdiam tidak menjawab, sepertinya perempuan muda itu menunggu sampai ABhimana tertidur. Ternyata hal itu benar adanya, setelah melihat Abhimana tertidur Alexa kemudian menyelimuti bayi imut itu, kemudian mengajak mamanya untuk duduk di balkon. Nyonya Sarah mengikuti langkah putrinya, kemudian mengikuti Alexa untuk duduk di balkon.
"Kamu tidak bisa membohongi mama Lexa.. lakukan yang memang ingin kamu lakukan. Kamu ingin menyusul dan mencari tahu tentang keberadaan suamimu bukan..?" dengan suara pelan, Nyonya Sarah bertanya pada putrinya.
__ADS_1
"Iya mam.. tapi Abhimana menahanku untuk pergi mencari kak Ravend.. Aku merasa mam.. jika kak Ravend menungguku untuk membantunya menyelamatkan diri. Tidak dipungkiri mam.. ketidak adaan Alexa di sisi kak Ravend.. menjadikan fokusnya terbagi." dengan Nyonya Sarah, ALexa tidak bisa membohongi hatinya. Apa yang sedang dirasakannya saat ini, semua diceritakan pada perempuan paruh baya itu.
Nyonya Sarah berpikir kedekatan menantu dengan putrinya. Setelah mereka menikah, ketergantungan mereka kedua memang terlihat jelas. Bahkan suaminya Thomas pernah menyampaikan, ada sesuatu dalam diri putrinya yang belum terbuka. Suatu saat mereka pernah memikirkan, jika itu terbuka.. kekuatan apa yang akan dimiliki oleh Alexa. Ada keraguan dalam pikiran perempuan itu, tetapi melihat keadaan putrinya, Nyonya Sarah mengambil nafas panjang.
"Trap.. brak.." tiba-tiba kedua perempuan di balkon itu, dikejutkan dengan suara barang jatuh.
Sudah merasa jika ada seseorang yang mengintipnya sejak tadi, Alexa tidak kaget dengan suara tersebut. Tetapi Nyonya Sarah segera berdiri dan melongok ke pinggiran balkon. begitu kembali mendatangi Alexa.., di tangan perempuan paruh baya itu memegang sebuah amplop panjang.
"Tidak ada seorangpun disana Lexa.. tetapi mama menemukan ini.." Nyonya Sarah menyerahkan amplop panjang itu pada putrinya.
"Apa maksudmu.. kenapa tidak memberi tahu mama sejak tadi." dengan ekspresi terkejut, Nyonya Sarah bertanya pada Alexa. Alexa tidak segera menjawab, gadis itu hanya tersenyum masam.
"Mencoba ikhlas mam.. karena tidak mungkin Alexa akan melibatkan Abhimana dalam hal ini." ucap Alexa seperti kehilangan semangat. Keadaan yang dialaminya saat ini memang tidak memberinya sebuah pilihan. Abhimana yang baru berusia satu bulan tidak mungkin akan ditinggalkannya begitu saja.
"Hmm.. nanti mama bicarakan dengan papamu, apa yang akan kita lakukan." ucap Nyonya Sarah lirih. Melihat putri satu-satunya seperti kehilangan semangat, menjadikan perempuan itu berpikir. Tidak ada kebahagiaan dalam pikiran perempuan itu selain melain kebahagiaan dan senyum putrinya.
Kedua perempuan itu duduk melamun dan melihat ke arah bentangan laut biru yang terhampar di depan mereka. Keberadaan Thomas yang mengambil berkas di rumah Nyonya Sarah, menjadikan hanya dirinya dan putrinya Alexa serta Abhimana yang berada di rumah bukit Dangas. Sejak pagi, Nyonya besar Nancy pergi ke SIngapura menyusul Tuan besar Abraham, untuk mengabarkan kepergian Raveena.
__ADS_1
"Srekk.. " tiba-tiba Alexa menyobek amplop yang ada di tangannya. .
Dengan santai, Alexa mengeluarkan sebuah kertas dari dalam amplop tersebut tanpa beban. Meskipun hasrat hati ingin mengetahui keberadaan suaminya, namun melihat keadaannya saat ini, sepertinya semua hanya mimpi baginya. Abhimana lebih membutuhkan keberadaannya,
"Tuan muda Ravendra disekap di gudang kedap suara dan teknologi oleh Tuan Robert di sebuah gudang yang ada di pegunungan Alpen. Berikut terlampir titik lokasi keberadaan Tuan Muda Ravendra dan asisten pribadinya Tuan Johan.." dengan jelas mata Alexa terbelalak. Tampak di lembar kertas satunya, titik lokasi maps dimana keberadaan suaminya.
"Lexa.. what happend.." melihat reaksi yang ditunjukkan oleh putrinya, Nyonya Sarah terkejut. Perempuan itu segera berdiri dan mendatangi ALexa.
Tanpa kata Alexa menyerahkan dua lembar kertas HVS yang ada di tangannya pada Nyonya Sarah. Mata perempuan muda itu menatap ke mata perempuan paruh baya di depannya itu. Nyonya Sarah segera menerima kertas HVS itu, dan segera melihat ada isi apa tentang perihal di dalamnya.
"Kita harus menyampaikan berita ini pada papamu Lexa.. Mama akan menelpon dan memintanya untuk segera datang. Hanya kita berdua, kita tidak akan dapat memutuskan hal apa yang akan segera kita lakukan." setelah mempelajari isinya, Nyonya Sarah menenangkan putrinya.
Perempuan paruh baya itu segera mengambil ponsel di atas nakas kamar Alexa, kemudian melakukan panggilan keluar pada suaminya. Beberapa kali panggilan masuk, belum ada respon dari Thomas untuk menerima panggilan tersebut. Nyonya Sarah tidak kehilangan akal, perempuan itu segera masuk ke aplikasi whattsapps, kemudian mengirimkan voice note pada Thomas.
"Papa.. dimanapun saat ini papa berada, dan dalam urusan apapun. Mama harap papa segera pulang, ada hal penting yang harus segera kita selesaikan.." ucap Nyonya Sarah.
**********
__ADS_1