Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Nikmati Malammu


__ADS_3

Beberapa saat Ravendra menunggu sendiri di ruang tamu, dan laki-laki itu mengisi waktunya dengan mengambil beberapa majalah yang diletakkan di samping sofa tempatnya duduk. Tidak lama kemudian, muncul Nyonya Sarah dari arah dapur, dan tersenyum menghampiri laki-laki muda itu.


"Nak Ravend.., ditinggal Lexa sendiri. Hadeh.., anak itu memang tidak bisa memperlakukan tamu dengan baik." melihat Ravendra duduk sendiri, Nyonya Sarah sedikit terkejut, dan terkesan menyalahkan putrinya.


"Tidak apa-apa Tante.., lagian Lexa mungkin sedang merasa capai. Dengan mandi terlebih dulu, mungkin bisa menghilangkan kepenatan dari tubuhnya." sambil meletakkan majalah yang dibacanya, Ravendra menanggapi perkataan Nyonya Sarah. Bau masakan dari ruang makan, menyeruak masuk ke hidung laki-laki itu, dan tanpa sadar Ravendra melakukan gerakan menghirup aroma tersebut. Melihat hal tersebut, Nyonya Sarah tersenyum memaklumi sikap yang ditunjukkan Ravendra.


"Harum sekali aroma masakan tante.., menjadikan Ravend tidak sabar untuk mencicipinya.." tanpa diduga, Ravendra memuji masakan Nyonya Sarah.


"Masakan rumahan sederhana saja nak Ravend.., ayo kita menunggu ALexa di ruang makan saja sekalian. Sebentar lagi, paling Alexa sudah selesai mandi. Biar anak itu langsung menyusul kita ke ruang makan saja." Nyonya Sarah langsung menawarkan untuk mereka berpindah tempat duduk. Tanpa menunggu pengulangan ajakan, Ravendra langsung berdiri dan berjalan menuju ruang makan,


Sesampainya di meja makan, Ravendra tidak melihat makanan mewah di meja tersebut. Tetapi penataan dan tampilan masakan itu, membuatnya ingin segera mencicipinya. Telur dadar, tempe mendoan, beberapa potong ayam goreng, oseng-oseng buncis dan kerupuk tersaji di atas meja. Tanpa menunggu di persilakan, Ravendra tiba-tiba mencomot satu potong tempe mendoan, dan mulai menggigitnya di depan Nyonya Sarah tanpa malu-malu.


"Bagaimana nak Ravend.., tidak enak ya masakan Tante.." sambil tersenyum, Nyonya Sarah bertanya pada ravendra.


"Lezat sekali tante.., bahkan menu-menu hotel bintang lima sekelas Michelin, Ravend tidak akan menemukan rasa makanan selezat ini." sambil menggigit mendoan, tidak henti-hentinya Ravendra memuji masakan Nyonya Sarah.

__ADS_1


Tiba-tiba dari arah pintu ruang makan, terlihat Alexa yang sudah selesai melakukan ritual mandinya terpaku melihat keakraban Ravendra dengan mamanya. Gadis muda itu segera melangkah dan menarik kursi disamping Ravendra.


"Lah.. kak Ravend sudah mulai makan duluan, masak Lexa ditinggal mam...?" Alexa protes dengan Nyonya Sarah.


"Lagian kenapa juga mandinya sangat lama honey...?" mendengar Ravendra memanggilnya dengan sebutan honey di depan Nyonya Sarah, mata ALexa langsung terbelalak matanya melotot pada laki-laki itu. Tetapi ravendra malah pura-pura tidak melihatnya dan melanjutkan aktivitasnya menikmati mendoan. Nyonya Sarah juga hanya tersenyum melihat pemandangan itu, perempuan paruh baya itu segera menuangkan nasi ke piring Alexa dan Ravendra.


"Untuk lauk dan sayurnya kalian ambil sendiri ya..! Mama lupa Lexa.., ada undangan arisan di tempat bu RT. Kamu makan dengan nak Ravend dulu ya.., mama nanti makan di tempat BU RT." seperti memaklumi upaya Ravendra dalam mendekati putrinya, Nyonya Sarah membuat alasan.


"Tapi mama harus janji, jangan lupa makan. Nanti penyakit maag mama kambuh lagi.." Alexa mengingatkan Nyonya Sarah.


"Iya.. putri mama yang bawel. Mama berangkat dulu ya sayang.., dan nak Ravend.. silakan dinikmati makanan sederhana ini ya. Tante tinggal dulu.." dengan basa-basi, Nyonya Sarah kembali berpamitan.


**********


Ravendra mengikuti Alexa masuk ke dalam kamar, dan laki-laki itu masih enggan untuk kembali ke mansionnya. Alexa mendorong tubuh Ravendra dengan kedua tangan, melarang laki-laki itu masuk ke dalam kamarnya. Tetapi dengan tenaganya, Alexa sedikitpun tidak bisa mendorong tubuh Ravendra.

__ADS_1


"Kak Ravend.., please...!! Pulang dong.., ini sudah malam, lagian Alexa juga sudah lelah ingin segera istirahat." dengan merajuk, Alexa meminta Ravendra untuk segera pulang. Malam ini jam sudah menunjukkan angka jam sembilan malam, dan berarti sudah empat jam Ravendra berada di rumah Alexa.


"Jangan bersikap seperti inilah honey..., aku akan memastikanmu tertidur terlebih dulu. Baru aku akan meninggalkanmu, untuk memastikan jika honey dalam keadaan aman." dengan berbagai alasan, Ravendra menolak permintaan Alexa, laki-laki itu terus menyeruak dan akhirnya berhasil masuk ke dalam kamar. Merasa malas dan sebal, Alexa meninggalkan laki-laki itu, kemudian membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


Ravendra tersenyum, satu kakinya menutup pintu, kemudian tangan kanannya memutar anak kunci dengan cepat. Melihat hal tersebut, mata Alexa terbelalak karena kaget.


"Kak Ravend, kita bisa ditangkap warga kampung sini. Dipikirnya mereka kita melakukan apa-apa di kamar ini. Please kak..., jaga harga diri mama di kampung sini kak..." Alexa menunjukkan ketidak sukaannya dengan apa yang dilakukan Ravendra. Gadis itu tidak mau membuat kaget Nyonya Sarah, dan mengundang perhatian warga yang tinggal di sekitarnya.


"Alexa.., apakah kamu meragukan calon suamimu ini..? Aku bisa menghilangkan jejak dengan cepat, dan menutup penglihatan mereka terhadapku. Lagian.., jika kita berhasil digerebek oleh warga masyarakat yang tinggal disini, kita hanya akan diminta untuk mengikatkan diri dalam tali perkawinan. Kan kita jadi lebih irit, dan tidak ribet.., semua sudah diatur dan disiapkan oleh warga masyaralat." jawab Ravendra dengan senyum smirk dan menggoda Alexa.


Mendengar hal itu, Alexa menjadi teringat jika status Ravendra berbeda dengan statusnya sebagai manusia. Laki-laki ini memiliki segudang cara untuk mengelabui pandangan dan bahkan penciuman manusia. Tanpa diduga, Ravendra sudah berada dan duduk di samping pembaringan Alexa. Laki-laki itu tanpa bicara, menundukkan wajahnya, dan langsung menutup bibir Alexa dengan bibirnya. Dalam sekejap, kedua bibir itu sudah menyatu seperti dalam kerinduan yang panjang. Alexa yang sejak tadi berusaha untuk mengusir laki-laki itu dari kamarnya, tanpa sadar terlena dengan perlakuan dan kelembutan yang ditunjukkan oleh Ravendra. Kedua tangannya diletakkan di belakang leher Ravendra, dan dengan cepat laki-laki itu menurunkan tubuhnya. dengan posisi berada di atas tubuh Alexa.


"Honey.., ijinkan aku tidur disini malam ini..! Aku ingin memelukmu sepanjang malam.." sambil terus memberi ciuman pada gadis itu, Ravendra berbisik pelan di telinga Alexa.


Tanpa bicara, Alexa menolak permintaan tersebut sambil menggelengkan kepala. Tetapi bahasa tubuhnya, gadis itu enggan berpisah dengan laki-laki itu. Dan dengan pesona dan gerakannya, Ravendra terus membuai Alexa. Lama kelamaan Alexa mulai tertidur di pelukan Ravendra. Melihat gadis yang dicintainya tertidur, Ravendra tersenyum smirk.

__ADS_1


"Tidurlah honey.., nikmati malam indahmu.." Ravendra memberikan kecupan di kening Alexa, kemudian perlahan melepaskan pelukannya. Setelah beberapa saat melihat ke wajah gadis itu, Ravendra segera berdiri kemudian dengan cepat menghilang dari kamar Alexa.


*************


__ADS_2