Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Pemilihan Ketua


__ADS_3

Di Rumania


Di sebuah kastil yang terletak di pegunungan antara Transylvania dan Wallachia, berdiri sebuah kastil yang ada sejak era abad pertengahan yang masih berdiri tegak dengan nama Bran Castle. Untuk menuju ke kastil tersebut bisa ditempuh dari Kota Bucharest, ibukota Rumania dengan naik kereta selama 3 jam ke Brasov. Bangunan kastil yang biasanya sepi itu, kali ini terlihat hingar bingar di dalamnya. Di dalamnya irama musik dan lampu sorot beraneka warna memenuhi ruangan tersebut. Pasangan pria dan wanita saling berjoged dan berdansa, dan beberapa yang lain duduk sambil menikmati berbagai minuman.


Dalam sebuah ruangan tertutup, telah hadir dan duduk para petinggi-petinggi vampire dari setiap negara. Demikian juga dengan keberadaan Robin, laki-laki itu dengan tenang duduk di tengah-tengah mereka. Seorang laki-laki tua, tampak duduk di ujung kursi kebesaran, dengan matanya yang tajam menatap ke arah orang-orang yang duduk di ruangan tersebut. Mereka berada di dalam ruangan ini, untuk menentukan pemimpin kaum vampire original di masa depan. Terlihat kekecewaan di mata orang-orang yang berada disini, karena Ravendra yang mereka harapkan untuk dipilih menjadi Ketua tidak hadir kali ini.


"Apakah kalian semua sudah memahami aturan dalam pemilihan ketua kali ini..?" dengan nada tegas dan berwibawa, laki-laki yang duduk di ujung kursi kebesaran yang bernama Philip menanyakan kepada semua yang hadir.


"Sudah Tuan Philip..." dengan serentak, semua yang duduk disitu menjawab pertanyaan laki-laki tua tersebut.


"Seperti biasanya untuk metode yang akan kita gunakan adalah dengan menggunakan Primus inter pares. Kita menggunakan sebuah metode pemilihan pemimpin dengan melalui musyawarah, dan hanya akan mengambil calon diantara satu kelompok kita dengan mendasarkan pada kelebihan yang dimiliki oleh masing-masing calon. Kelebihan yang dimaksud akan kita lihat dari segi fisik maupun dari segi spiritual." Philip melanjutkan penjelasannya,


Semua yang duduk disitu menganggukkan kepala, dan dengan fokus menatap Phiilip . Metode primus inter pares *biasanya berhubungan dengan wibawa seseorang yang mencakup kepercayaan, mutu tokoh (kemampuan mengorganisasi, tingkat visioner, pemahaman terhadap permasalahan di dalam kaum mereka, keadilan, pandai mendengar, pemecah masalah dan pandai mempersatukan).


"Silakan usulkan beberapa calon, aku akan mencatatnya!" Philip mengakhiri kalimat sambutannya. Dari arah samping, dua orang berdiri dengan membawa sebuah papan tulis yang akan digunakan untuk mencatat usulan yang dilakukan oleh mereka.

__ADS_1


"Ferdinand.., bangsawan vampire yang tinggal di Melbourne.." sebuah usulan dilontarkan oleh peserta, dan dua petugas segera mencatatkan di papan tulis.


"Alesandro..... Italia.."


"Ravendra...., turunan murni dari vampire original yang saat ini berada di Indonesia."


Setelah usulan dari para peserta dicatat, terdapat sepuluh nama yang diusulkan oleh orang-orang yang nerada di ruangan tersebut. Setelah dilakukan proses seleksi mengenai akumulasi harta kekayaan, tingkat spiritualitas dihasilkan hanya ada tiga kandidat yang terpilih.


"Baik setelah melalui berbagai pertimbangan, sudah kita persempit jumlah calon pemimpin kita menjadi tiga kandidat. Silakan sampaikan hal yang kalian ketahui tentang ketiga kandidat ini, dan tentukan satu diantara mereka bertiga yang bisa membawa kaum kita mendapatkan sebuah kejayaan di masa depan." kembali Philip menyampaikan kesimpulan yang dibuatnya.


Diskusi sengit terjadi diantara mereka untuk beberapa saat. Tatapan Philip fokus mengamati diskusi tersebut, dan akhirnya setelah beberapa saat terjadi perdebatan, ternyata nama Ravendra menjadi pilihan hampir separuh lebih dari peserta yang berada di dalam ruangan tersebut.


"Robin.., bicaralah! Sepertinya kamu tinggal di negara yang sama dengan negara yang ditinggali Ravendra. Sampaikan pendapatmu!" dengan tegas suara Philip menjadi pusat perhatian di ruangan itu. Suasana kembali menjadi sepi, dan semua perhatian tertuju pada Robin.


"Terima kasih atas waktu daa kesempatan yang diberikan untuk saya. Pada dasarnya, saya menyetujui pilihan terbanyak dalam majelis ini yaitu menjadikan Ravendra sebagai pemimpin kaum kita. Tetapi saat ini, yang menjadi keprihatinan saya, Ravemdra sedang menjalin hubungan serius dengan seorang perempuan yang terlahir murni dari kaum manusia. Apakah kalian bisa membayangkan, jika hubungan itu terus dilanjutkan?? Vampire original akan ternoda oleh hubungan mereka. Hanya itu yang saya sampaikan pemimpin forum..." tanpa berbicara banyak, Robin menyampaikan penjelasan tentang Ravendra.

__ADS_1


Selesai Robin menyampaikan pendapatnya, keributan terjadi di ruangan tersebut, Para peserta pertemuan membuat asumsi sendiri-sendiri, ada yang mengatakan tidak masalah asalkan tidak mengganggu keselamatan organisasi mereka, tetapi ada yang langsung mengatakan tidak setuju.


"Tok.., tok.., tok..." pukulan palu tiga kali oleh pemimpin sidang, menjadikan ruangan itu kembali sunyi.


"Selidiki hal ini, saya sendiri tidak keberatan jika kita menjalin hubungan dekat dengan manusia murni. Tetapi untuk menjadi seorang pemimpin dari kaum kita, mereka harus membersihkan dirinya dengan air suci yang diambil dari Santorini. Setelah itu, mereka harus menghentikan atau memutuskan hubungan mereka dengan manusia murni. Karena semua yang berada disini hampir semua memilih Ravendra menjadi pemimpin kita, maka tugas kita adalah menyampaikan persyaratan ini kepadanya. Ini keputusan kita malam ini.." dengan suara tegas, Philip kembali menyampaikan hasil pemikirannya.


Orang-orang yang berada dalam ruangan ini menyetujui apa yang disampaikan oleh Philip, tetapi terlihat bias kecewa dari wajah Robin. Padahal laki-laki itu tadi berharap, dengan menyampaikan kekurangan Ravendra, maka dia akan dijadikan alternatif menggantikan laki-laki tersebut. Tetapi ternyata pesona Ravendra sudah demikian melekat di mata para anggota vampire original.


***********


Di dekat meja bartender, Robin minum beberapa sloki anggur terbaik yang dihasilkan oleh Recaș Vineyard dari negara ini, Dua perempuan berpakaian minim tampak menemani Robin, yang meluapkan kekecewaannya dengan minum banyak minuman beralkohol. Beberapa orang tampak berbisik-bisik melihat penampilan laki-laki ini.


"Apa yang terjadi dengan Robin.., sepertinya laki-laki itu bukan merayakan terpilihnya Ravendra sebagai kandidat terbaik pemimpin kita?" orang-orang mulai bertanya-tanya dan membangun asumsi sendiri tentang keadaan yang dialami pada Robin.


"Jaga bicaramu ... jangan keras-keras..! Tetapi dari penampilannya, sebenarnya boleh juga anak itu. Tetapi jika dibandingkan dengan Ravendra.., memang belum bisa menyamainya. Ravendra sepertinya sudah ditakdirkan terlahir untuk menjadi seorang pemimpin. Lihat harta kekayaannya, hampir di semua dunia, perusahaan-perusahaan korporasi dibawah kepemilikannya. Bahkan.., para pegawainya memiliki tingkat loyalitas yang tinggi, karena perlakuan yang diberikan Ravendra pada pegawainya." pengunjung yang lain ikut menggosipkan apa yang dialami Robin, dan mulai membandingkannya dengan Ravendra.

__ADS_1


"Biarkan saja.., kita lihat dalam waktu tiga bulan lagi. Siapa yang akhirnya akan menjadi pemimpin kita, karena masih ada yang akan diselidiki dari Tuan Ravendra yang ada di Indonesia."


***************


__ADS_2