
Kaki Johan serasa seperti terpaku ke tanah, anak muda yang sampai saat ini dikenal dengan tidak memiliki rasa takut, tiba-tiba terpaku berdiri di depan gadis yang tersenyum cerah melihatnya. Raveena Adalaine gadis cantik putri kedua Tuan Besar Abraham, dan juga adik kandung dari Ravendra berdiri di depannya saat ini. Puluhan tahun Johan berusaha menghindar dari gadis ini, untuk tidak terjebak dalam kerumitan keluarga yang sangat peduli dengan image keluarga itu, Namun.., kali ini Johan tidak dapat pergi untuk melarikan diri, dan hanya terdiam terpaku menatap kemunculan Raveena di depannya.
"Kak Johan.. I miss you.., bagaimana kabar kakak selama ini?" dengan suara pelan, raveena menyapa anak muda yang berdiri kaku di depannya.
"Huh.." Johan hanya mengangkat satu sudut bibirnya ke samping, laki-laki muda ini betul-betul merasa speechless, tiba-tiba kehilangan suaranya di depan gadis itu. Laki-laki itu tidak tahu kenapa tiba-tiba Raveena bisa berada di kastil tuan mudanya Ravendra, dan di saat hari ini mereka sedang bersiap untuk kembali ke Indonesia.
Tidak diduga, melihat Johan yang hanya berdiri mematung di tengah pintu masuk utama kastil Ravendra, Raveena berjalan ke depan. Tanpa minta ijin terlebih dahulu dengan laki-laki muda itu, Raveena memeluk erat tubuh laki-laki di depannya itu, dan wajahnya terangkat ke atas untuk memberikan ciuman pada laki-laki itu.
"No ... stop it nona muda.. Jangan ganggu saya lagi.." Johan memundurkan tubuhnya ke belakang, dan kedua tangannya menahan gerakan gadis itu yang akan memeluk dan menciumnya lagi.
Melihat penolakan yang dilakukan Johan, raut wajah Raveena menjadi berubah. Gadis muda itu sudah puluhan tahun merasa tertarik dengan asisten pribadi kakak kandungnya, namun Johan selalu berusaha menolak dan tidak pernah diketahui oleh Raveena apa alasannya. Berbagai upaya dilakukan Raveena untuk mengambil hati laki-laki di depannya itu, namun tidak pernah sedikitpun terbalaskan oleh Johan.
Melihat Raveena berhenti dan diam, Johan membalikkan badannya kemudian kembali masuk ke dalam kastil. Perlahan Raveen mengikuti laki-laki itu masuk ke dalam kastil, dan merubah kembali ekspresi wajahnya. Melihat banyak barang yang sedang dilakukan packing oleh banyak maid dan pengawal, gadis itu mengerutkan keningnya.
"Rebecca.. ada dimana kak Ravendra..?" melihat maid yang sudah lama mengabdi di kastil ini, Raveena menanyakan keberadaan kakak kandungnya.
__ADS_1
"Sepertinya ada di dalam kamar dengan nona muda Alexa.. nona muda. Kami tidak berani untuk mengganggu mereka, jika sedang berdua di dalam kamar. Karena tuan muda Ravendra tidak akan segan-segan memberi punishment kepada kami, jika tuan muda merasa terganggu ketenangannya," dengan takut, Rebecca menjawab pertanyaan Raveena,
"Okay.. terima kasih Becca.. kamu kembali ke dapur saja. Biar aku yang menggantikanmu membantu kak Johan.. Siapkan black coffee untukku, dan sandwich tuna.." Raveena mengusir Rebecca secara halus. Johan tanpa bersuara, menatap gadis itu dengan pandangan kurang begitu suka, tapi laki-laki itu tetap melanjutkan kegiatannya melakukan packing barang-barang.
Tanpa kata-kata, dengan sigap Raveena membantu Johan mempersiapkan semua. Rebecca yang mengantarkan black coffee dan sandwich tuna pesanan dari gadis itu saja, tidak berani mengganggu kolaborasi dua orang di depannya. Maid itu langsung pergi meninggalkan kedua orang itu, setelah meletakkan pesanan Raveena.
"Istirahatlah dulu.. black coffee mu akan cepat dingin jika tidak segera kamu minum." tiba-tiba terdengar Johan mengingatkan Raveena mengenai makanan dan minumannya. Mendengar perkataan laki-laki itu, Raveena tersenyum kemudian menghentikan aktivitasnya.
********
Ravendra dan Alexa yang akan menikmati makan malam terkejut melihat keberadaan Raveena di ruang tengah. Barang-barang yang tadi dipersiapkan oleh Johan dan para pengawal dan maid, sudah disiapkan di private jet yang akan membawa mereka kembali ke pulau Batam, Indonesia. Sedangkan Raveena langsung berdiri, baru pertama kali gadis itu melihat wajah ALexa secara langsung. Selama ini, dia hanya melihat wajah istri kakaknya, dari foto-foto yang dikirimkan papanya.
"Veena sudah akan punya keponakan.. besok dipanggil Aunty Veena.." gadis itu terlihat bahagia ketika mengusapkan tangannya di atas perut Alexa.
"Duduk Veena,, jangan ganggu kakakmu! Untuk apa kamu kesini.. apakah karena perintah mama..?" dengan suara ketus, Ravendra meminta adiknya untuk menjauh dari Alexa.
__ADS_1
"Tidak apa-apa kak.. Veena tidak mengganggu, hanya mengucap salam saja sama Lexa. Duduklah dekat kakak .. Veena. Tidak perlu diambil hati kata-kata kakakmu.." merasa kasihan dengan Raveena, Alexa menenangkan gadis itu. Raveena segera duduk di kursi panjang di samping ALexa. Di kursi panjang, ALexa memegang tangan gadis itu yang masih menunduk tidak berani menatap wajah kakaknya.
"Becca...., ada dimana Johan. Suruh anak itu kemari..!" suara Ravendra dengan keras memanggil Rebecca. Maid itu segera berlari dari dalam ruang belakang.
"Tuan Johan sedang menyiapkan bagasi di airport tuan muda.. Belum ada satu jam yang lalu, Tuan Johan berangkat ke airport dengan van bersama para pengawal." dengan ketakutan, maid itu menjelaskan.
"Airport.. untuk apa Johan ikut serta kesana. Mmmm... ini semua pasti ulahmu Veena.. Karena kedatanganmu kesini, kamu membuat Johan pergi dari sini. Bisa tidak.. kamu dan mama tidak membuat ulah di kastil kakak." tanpa mencari tahu apa yang terjadi, Ravendra berteriak memarahi adik perempuannya.
Melihat Raveena tampak gemetar ketakutan melihat kemarahan kakaknya, Alexa menatap mata suaminya dengan sorot tajam. Untungnya Ravendra memahami apa yang diisyaratkan oleh istrinya, dan laki-laki itu kemudian duduk di depan istrinya.
"Kakak.. Veena baru saja datang. Kita sebagai kakaknya, sebagai saudara terdekatnya... tidak sopan jika kita memperlakukannya seperti ini. Raveena pasti capai ya.., dengan menuju ke Rumania..?" untuk menetralisir suasana, Alexa mengajak bicara adik perempuan Ravendra itu.
"Veena sudah sejak kemarin ada di kota ini kak.. Sebenarnya kedatangan ke Rumania hanya untuk mampir saja, tetapi mendengar kabar dari papa.. jika kak Ravend dan kak Lexa sudah kembali pulang, akhirnya Raveena memutuskan untuk mampir ke kastil. Tapi.. ketika tadi Veena datang, kak Johan sedang berberes banyak barang, untuk apa itu kak..? Apakah kakak akan melakukan perjalanan jauh.." mendengar penyambutan hangat kakak iparnya, Raveena dengan cepat berubah menjadi gadis yang ingin tahu.
"Nanti malam.. kami akan kembali ke Indonesia Veena.. kakak ingin melahirkan di sebuah kota kecil yaitu Pulau Batam. Kakak ingin ditemani mama.. pada saat nanti kakak melahirkan.." dengan tersenyum, ALexa menjawab pertanyaan gadis itu.
__ADS_1
"Indonesia.. sebuah negara indah dengan keramah tamahan penduduknya. Raveena ingin ikut ke sana, apakah boleh kak Lexa.. boleh ya kak.. please.." mendengar jawaban ALexa..., dengan penuh minat Raveena meminta pada kakak iparnya itu.
*********