Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Kamu Sudah Bangun


__ADS_3

Ravendra memasuki kastil dengan tampang kusut dan lelah, melihat banyaknya pengawal bersiap siaga laki-laki itu mengerutkan dahi. Tidak mau membuang waktu, Ravendra masuk ke dalam dan melihat Johan sedang membaringkan tubuhnya di atas sofa ruang tengah. Tampak laki-laki itu juga berpenampilan kusut seperti habis melakukan pertarungan,


"Johan.., what happend..?" dengan suara pelan tapi tegas, Ravendra bertanya pada Johan,


Johan tersentak, laki-laki itu langsung terbangun dari posisi tidurnya. Johan kemudian duduk dan menatap pada Ravendra yang sedang menatapnya dengan pandangan penuh selidik.


"Tuan muda sudah pulang.., Johan pikir besok baru pulang. Ternyata dini hari sudah sampai di rumah." Johan menyapa Ravendra.


"Aku mencium ada sesuatu yang tidak beres di kastil ini. Apa yang terjadi, apakah ada yang berani melakukan kekacauan di kastilku ini?" Ravendra mengulangi kata-katanya.


"Tidak besar tuan muda, hanya sesuatu yang kecil saja. Syukurlah kami semua bisa mengatasinya, hanya ada empat pengawal yang terluka karena harus membela diri dalam pertarungan. Tuan muda tidak perlu khawatir, karena untuk hal inilah kita mempekerjakan para pengawal." Johan menjawab pertanyaan yang diajukan Ravendra.


"Kamu terlalu berbelit-belit Johan.., bagaimana dengan istriku. Apakah dia baik-baik saja, dan apakah Alexa juga yang menyebabkan permasalahan ini." seperti mendapat insting, pikiran Ravendra langsung menuju ke arah Alexa. Karena jika tidak dirinya, perempuan itu memang sering membuat ulah, di luar sepengetahuannya,


Johan tidak menjawab, laki-laki itu hanya tersenyum. Memang menjadi serba salah untuk mengadukan masalah ini, karena jika  salah bicara maka Johanlah malah yang akan menjadi pihak yang disalahkan. Untuk itu, lebih baik diam dan tuan muda akan menyelidiki masalah itu sendiri.


"Kamu tidak mau menjawab, aku bisa menyimpulkan sikap diammu. Pasti semua ada hubungannya dengan istriku Alexa. Aku akan mencari tahu sendiri Johan, kembalilah beristirahat." seperti memahami asisten pribadinya, Ravendra meninggalkan Johan sendiri.


Para maid yang berpapasan dengan Ravendra, tidak ada yang berani untuk menatapnya. Mereka hanya menundukkan wajah memberi hormat pada laki-laki itu ketika mereka berpapasan. Ravendra juga mengabaikan mereka, seperti tidak berjumpa dengan apapun. Laki-laki itu langsung menuju ke kamar tempat Alexa istirahat. Tetapi laki-laki itu terkejut, saat mendorong pintu kamar ke dalam, pintu itu dalam keadaan terkunci. Padahal biasanya, Alexa tidak pernah mengunci pintu kamar,

__ADS_1


"Apakah kalian tahu ada apa dengan istriku..? Kenapa malam ini nona muda Alexa mengunci pintu kamar, apa yang terjadi?" melihat ada dua maid yang stand by di depannya, Ravendra menanyai dua perempuan itu.


"Ampun tuan muda.., setelah nona muda makan malam dan mengeluarkan kereta makan, tiba-tiba nona muda sudah mengunci pintu kamar dari dalam. Kami juga tidak tahu apa sebabnya, mungkin karena kesalah pahaman tadi sore.." dengan gugup, salah satu maid menjawab pertanyan Ravendra,


"Kesalah pahaman..?? Kesalah pahaman dengan siapa, jangan ada yang menutupi kejadian tadi. Ceritakan semuanya!" Ravendra berbicara dengan nada tinggi.


Kedua maid itu menggigil ketakutan, dan keduanya saling berpandangan. Untungnya tiba-tiba Johan berjalan mendatangi mereka. Medengar suara tinggi tuan mudanya, Johan tidak ingin terjadi kekacauan di kastil malam ini. Mereka sudah dipusingkan dengan urusan Alexa sejak tadi sore.


"Tuan muda.., mereka tidak tahu apa-apa, Jika tuan muda ingin mencari jawaban, Johan yang akan menjelaskannya, bukan mereka. Duduklah dulu tuan muda.., dan biarkan saja nona muda beristirahat dulu di kamarnya. Besok pagi, baru tuan muda bertanya pada nona muda tentang apa yang sebenarnya terjadi." Johan siap mengambil alih kesalahan,


Ravendra berjalan menuju ke kursi tengah, dan diikuti oleh Johan.


********


Alexa membuka mata perlahan, dan melirik di sampingnya ternyata tidak ada Ravendra. Telapak tangan kirinya memegang sprei di sisi kirinya, tetapi sprei itu masih terasa dingin. Perempuan itu bertanya-tanya, tetapi kemudian bangun kemudian duduk dengan menggantungkan kaki di pinggir ranjang.


"Berarti kak Ravend malam ini tidak pulang. Begitu pentingnya bahasan aturan manusia vampire, sampai tidak biasanya suamiku sampai antusias mengikutinya." Alexa bergumam sendiri.


"Aku membersihkan tubuhku saja dulu, baru aku berjalan-jalan di taman belakang saja." akhirnya Alexa berjalan masuk ke bath room untuk membersihkan tubuhnya. Sudah menjadi kebiasaan sejak dulu, jika Alexa tidak akan keluar dari dalam kamar jika tidak dalam keadaan bersih.

__ADS_1


Beberapa saat waktu dihabiskan oleh perempuan itu untuk membersihkan tubuhnya, dan setelah merasa cukup, akhirnya Alexa segera keluar dari dalam kamar mandi. Dengan bare face, dan mengenakan pakaian santai, ALexa melangkah keluar dari dalam kamar, Tetapi begitu sampai di depan pintu..


"Pantas saja kak Ravend tidak masuk kamar, ternyata pintu aku kunci dari dalam. Anak kunci juga aku biarkan tergantung disini. Berarti bisa jadi, sebenarnya kak Ravend sudah bangun. Hanya saja, kak Ravend tidak bisa masuk ke dalam kamar." dengan tersenyum kecut, Alexa berbicara pada dirinya sendiri.


Perlahan tangan kanan Alexa memutar anak kunci ke kiri, dan tidak lama kemudian pintu mulai terbuka. Karena matahari sudah bersinar terang, seperti biasa kastil itu seperti hidup lagi di pagi hari. Aroma masakan sudah tercium, begitu juga dengan kopi tercium dari dapur. Tiba-tiba tatapan Alexa bertumpu pada dua tubuh yang masih berbaring di ruang tengah. Dahinya berkerut, karena tidak biasanya pemandangan seperti itu terjadi di depan matanya. Kastil ini memiliki banyak kamar kosong, dan para maid tidak akan berani untuk sekedar membaringkan tubuh di sofa tersebut. Tetapi kali ini..


Alexa menangguhkan keinginannya untuk berjalan-jalan pagi, perempuan itu mendekati tempat berbaring dua orang itu. Melihat kemeja dan celana panjang yang dikenakan laki-laki itu, jantung ALexa berdegup kencang, karena perempuan itu mengenalinya.


"Kak Ravend.. Oh My God.. kak Ravend sampai tidur di tempat ini. Kenapa tidak mengetuk pintu untuk membangunkanku." Alexa merasa bersalah. Perempuan itu segera menjatuhkan kedua lututnya di atas permadani, untuk membangunkan suaminya.


"Kakak..., kak Ravend.. bangun dong. Masak tidur di sofa, ayuk pindah ke kamar." dengan suara lirih, Alexa membangungkan suaminya. Telapak tangannya diusapkan ke wajah laki-laki itu. Perlahan kelopak mata Ravendra membuka, dan begitu melihat ALexa berada di depannya, laki-laki itu tersenyum.


"Honey.., kamu sudah bangun sayang?" suara serak khas bangun tidur terdengar seksi di telinga Alexa, sampai perempuan itu bersemburat merah pipinya.


"Iya kak.., sudah mandi juga. Mau jalan ke taman, ternyata melihat kak Ravend sama kak Johan tiduran di atas sofa. Akhirnya ga jadi, lebih baik membangunkan kak Ravend terlebih dulu.." ucap Alexa. Tangan Ravendra meraih tangan ALexa kemudian mengecupnya pelan.


"Temani kakak kembali tidur honey.., sepertinya aku butuh kehangatan tubuhmu pagi ini." dengan tatapan dan senyuman smirk, Ravendra berbisik di telinga ALexa.


************

__ADS_1


__ADS_2