
Setelah berkomunikasi dengan Alexa, dan melihat Nyonya Sarah meskipun dari jauh, membuat Thomas enggan untuk meninggalkan Sekupang. Laki-laki itu ingin menebus kesalahan persepsi beberapa tahun yang lalu, sehingga memisahkan secara jarak dan kesempatan berkomunikasi dengan Sarah. Keterbukaan Alexa menyambut dan mengajaknya lebih mengenal secara terbuka, menumbuhkan harapan baru untuk kembali masuk pada kehidupan Sarah. Tetapi berbekal pengalaman menemukan Sarah dengan tidak sengaja di pulau Jawa, membuat laki-laki ini menjadi lebih hati-hati. Thomas tidak mampu, ambisinya untuk menemukan Sarah dan menyatukan hubungan mereka kembali, malah akan berakhir buyar.
"Setelah dari sini, Uncle akan kemana lagi nih?? Apakah masih menginap di hotel, atau sudah akan kembali ke Rumania?" selesai kegiatan di meeting room, Alexa masih menemani Thomas di ruang transit. Kebetulan Fernando masih bertemu dengan beberapa anggota Direksi yang datang berkunjung secara mendadak. Mereka ingin memeriksa temuan-temuan yang tidak jelas dari laporan keuangan yang mereka dapatkan.
"Melihat keindahan tempat ini, dan sepertinya tempat ini memiliki akses bagus untuk ke kota maupun megara lain, sepertinya aku tertarik untuk berinvestasi disini Alexa. Mungkin aku akan mencari property untuk kutempati di kota ini." ucap Thomas yang mengejutkan Alexa.
"Benarkah Uncle.., apa yang barusan dikatakan?" Alexa mencoba menegaskan kembali perkataan yang baru saja dia dengar di telinganya. Gadis itu melihat ke wajah Thomas.
"Hmm..., benar Alexa. Apakah kamu punya informasi untuk mendapatkan property yang bagus di wilayah sini? Jika ada, bisa dong temani Uncle untuk melihat-lihatnya, siapa tahu ada yang cocok satu untuk Uncle.." merasa gayung bersambut, Thomas menanggapi respon yang ditunjukkan Alexa. Padahal jika Thomas mau, salah satu hotel yang kamar Presidential Suites saat ini di tempatinya, masih milik keponakannya yaitu Ravendra. Tetapi untuk dapat lebih dekat secara emosional dengan gadis di depannya itu, Thomas ingin mendapatkan tempat yang cocok dengan ditemani Alexa.
"Untuk informasi sih tidak ada Uncle.., karena mama yang memilih tempat ini. Kebetulan, belum genap tiga bulan Alexa berada di kota ini. Dan semua, sampai Alexa tinggal di rumah yang ada di pantai Sekupang, mama yang memilih dan membelinya. Tapi pernah lihat..., di dekat bukit yang ada di ujung pantai tepatnya di wilayah bukit Dangas Sekupang, banyak lokasi yang berpotensi untuk dibangun villa atau resort. Apalagi bukit itu termasuk memiliki pemandangan dan panorama yang indah, bisa melihat laut dari sisi bagian atas." Alexa menanggapi pertanyaan Thomas dengan antusias. Melihat hal itu, menimbulkan ketertarikan di hati laki-laki itu.
"Really... Lexa. ,Jika begitu.., Uncle tertarik nih untuk melihatnya. Alexa mau mengantar Alexa menuju bukit itu?" tiba-tiba Thomas langsung mengajak Alexa untuk menemaninya melihat bukit tersebut.
"Mau donk.., kebetulan lagi butuh vitamin hijau Uncle.. When..., now or soon..?' Alexa langsung menawarkan waktu untuk mengantar Thomas menuju bukit Dangas yang masih berada di wilayah Sekupang.
__ADS_1
Melihat respon yang ditunjukkan Alexa, membuat bibir Thomas tersenyum lebar. Tidak mau membuang peluang untuk lebih dekat dengan putrinya, Thomas langsung meminta Alexa menemaninya ke bukit itu saat itu juga. Merasa sudah tidak memiliki agenda penting di hari ini, Alexa langsung menyetujui untuk pergi dengan Thomas, tanpa menunggu Fernando. Tidak lama kemudian, dengan ditemani Anjar bawahan Fernando, Alexa keluar dengan Thomas dan langsung menuju ke bukit Dangas.
**********
Di bukit Dangas
Mata Alexa mengerjap cerah melihat keindahan panorama yang ada di sekitar Bukit Langit. Tempat yang saat ini mereka datangi, merupakan daerah wisata pengembangan baru, dan masih berupa alam liar. Belum ada bangunan permanen di sekitar itu, hanya terlihat bangunan tidak permanen tempat menjajakan makanan kecil dan minuman, pada orang-orang yang mengunjungi wilayah tersebut.
"Apa yang kamu lihat Lexa.." tiba-tiba Thomas mengejutkan Alexa, laki-laki sudah berada di belakangnya.
"Lihat laut di bawah Uncle.. melihatnya dengan hembusan angin menyegarkan di tempat ini, Alexa merasakan healing. Ketenangan alam, dan hijaunya menambah kesegaran suasana di bukit ini." Alexa menunjuk laut yang terlihat biru di bawah sana. Thomas tersenyum melihat gadis itu, lambat laun Thomas merasakan ketergantungan bersama dengan gadis itu.
"Bahkan.., Uncle punya plan akan membuat kolam renang dengan view langsung ke bawah sana." lanjut laki-laki paruh baya itu.
"Sepertinya sangat menyenangkan Uncle..., Alexa menunggu datangnya undangan untuk datang ke tempat ini lagi." ucap Alexa cepat.
__ADS_1
Tiba-tiba Anjar datang ke tempat mereka, sepertinya laki-laki itu membawa informasi untuk disampaikan kepada mereka berdua.
"Permisi.., mohon maaf sebelumnya Tuan Thomas..., Miss Alexa. Barusan saya mendapatkan panggilan telpon dari Tuan Fernando, Beliau mengatakan sedang dalam perjalanan kesini untuk menyusul ke tempat ini. Jika Tuan dan Nona sudah selesai melihat-lihat.., mungkin bisa menunggu di dekat mobil." Anjar menyampaikan kabar jika Fernando akan menyusul mereka.
"Baik Anjar.., tunggu sebentar. Kami akan segera turun kembali." Alexa menanggapi perkataan Anjar.
Tidak lama kemudian, Thomas dan Alexa kembali berjalan turun menuju ke arah mobil diparkirkan. Tidak mereka duga sama sekali, ternyata Anjar sudah menyiapkan kursi untuk duduk mereka, dan ada meja berisi minuman dan camilan. Alexa langsung mengajak Thomas untuk duduk di kursi tersebut.
"Bagaimana hubunganmu dengan Fernando.. Lexa..?" tidak ada angin tidak ada hujan, tiba-tiba seperti bicara dengan putrinya, Thomas menanyakan hubungannya dengan Fernando. Alexa tersenyum masam, dan melihat ke wajah laki-laki paruh baya itu.
"Uncle.., jangan menyalah artikan hubungan kami. Tidak ada rasa apapun yang Alexa rasakan dalam kedekatan kami. Hubungan antara kami berdua, selain sebagai teman, adalah atasan dan bawahan. Rasa respect dan hormat pada Kak Nando dan putranya Tommy, membuat kami menjadi dekat Uncle. Kenapa tiba-tiba Uncle menanyakan hal ini padaku?" Alexa langsung bertanya pada Fernando.
"Tetapi Lexa..., Fernando anak laki-laki yang baik. Dari perlakuan dan perhatian laki-laki itu kepadamu.., aku melihatnya jika laki-laki itu tertarik padamu." Alexa mengerenyitkan dahi, gadis itu tiba-tiba merasa heran mendengar Thomas bertanya masalah pribadinya. Jujur.., sampai saat ini, Alexa belum dapat melepaskan Ravendra dari hatinya. Nama itu masih menjadi obsesi gadis itu untuk bertemu dan bersatu dengannya lagi.
"Jangan salah paham padaku Lexa.. Tetapi tidak ada salahnya, jika kamu mencoba untuk membuka hatimu pada laki-laki itu." Thomas kembali melanjutkan perkataannya.
__ADS_1
"Maaf Uncle.., bisa tidak Uncle tidak membahas hubunganku dengan kak Nando. Alexa sudah memiliki kekasih Uncle.., dan kebetulan saja hubungan kami baru diuji. Tapi Lexa yakin, suatu saat akan ada kesempatan bagi kami berdua untuk bertemu. Jikalaupun tidak.., Alexa belum bisa memindahkan rasa dalam hati ini pada laki-laki lain. Jadi.., Lexa mohon, Uncle bisa out of topic?" Alexa meminta Thomas mengganti topik pembicaraan.
**************