
Dengan muka cemberut, Raveena duduk di samping Alexa. Saat ini mereka sedang menikmati break fast di roof top sambil melihat matahari terbit di ufuk timur. Ravendra yang merasa terganggu, akhirnya mengalah setelah melihat istrinya memberi isyarat untuk tidak mengganggu adik kandungnya.
"Bagaimana istirahatmu semalam Veena..?? Lumayan capai juga ya, maklum dua hari kita hanya istirahat di dalam pesawat. bahkan terkadang kita sedang tidur, kita seperti masih merasakan gerakan-gerakan sama ketika berbaring di dalam pesawat. Ketika pesawat menembus awan, kita masih bisa merasakannya." Alexa berusaha mencairkan suasana. Jelas terlihat dalam pandanganya bagaimana mood adik iparnya itu sedang dalam kondisi tidak baik.
"Lumayan kak.." jawab Raveena singkat. Tangannya sejak tadi mengaduk gula pasir di cangkir yang ada di depannya.
Alexa diam dan tersenyum melihat ekpresi muka ditekuk dari Raveena. Sebagai sesama perempuan, dan juga pernah mengalami masa-masa muda seusia gadis itu, Alexa memaklumi tingkah laku seorang gadis yang sedang bad mood. Perlahan Alexa memasukkan potongan steak salmon ke mulutnya, kemudian mengunyahnya pelan. Pada masa-masa kehamilan, Alexa memang lebih suka mengonsumsi makanan yang mengandung omega tinggi. Perempuan ini betul-betul mempersiapkan masa depan janinnya dengan sangat baik.
Tiba-tiba sekilas Alexa melihat punggung Johan yang berjalan melewatinya tanpa mengucapkan selamat pagi kepadanya. Alexa juga melirik gadis muda yang duduk di depannya itu, yang hanya melirik Johan tanpa menunjukkan ekspresi apapun.
"Kak Johan.., bisa ke meja saya sebentar. Ada yang ingin aku perbincangkan dengan kakak." melihat sikap pasif dan cuek, pasangan muda di depannya itu, tiba-tiba muncul niat Alexa untuk mendekatkan kedua anak muda itu.
"Sebegitu pentingkan nona muda.. sehingga saya harus menuju ke meja nona muda. Apakah tidak bisa kita berbicara dengan tetap di meja kita masing-masing." tampak keengganan terlihat di wajah Johan.
"Sudah berani kamu Johan.. menolak perintah dari nona mudamu." suara berat Ravendra mengejutkan Johan. Tanpa daya, Johan melihat ke wajah tuan mudanya Ravendra.
"Hmm..., baik tuan muda. Johan tidak berani." seperti kerbau dicucuk hidungnya, dengan enggan Johan berdiri meninggalkan meja makannya. Laki-laki itu meninggalkan Ravendra yang tersenyum melihatnya, dan perlahan menuju meja yang ditempati ALexa dan Raveena.
__ADS_1
Tidak lama kemudian, Johan tanpa kata duduk di depan Alexa tepat di samping Raveena duduk. Tetapi gadis itu hanya diam, sedikitpun tidak memperhatikan kedatangan laki-laki itu. Raveena tetap dalam aktivitas terakhirnya, memotong sandwich kemudian memasukkan ke dalam mulutnya.
"Hal penting apakah yang akan dibicarakan nona muda." akhirnya setelah menunggu beberapa saat, Johan bertanya pada Alexa.
Istri dari tuan mudanya itu mengangkat wajah dan tersenyum melihat ke arah Johan.
"Kak.. aku ingin membuat kejutan untuk mamaku. Apakah kak Johan punya ide.. karena siang hari pasti kak Ravend akan meninggalkanku sendiri di pent house. Mau ajak Veena.. anak ini baru pertama kali ada di kota ini, sama saja tidak tahu kemana-mana." merasa namanya disebut, Raveena mengangkat wajahnya, kemudian menatap kakak iparnya. Tetapi karena ternyata Alexa tidak mengajaknya bicara, gadis itu kembali menyelesaikan kegiatan menikmati sandwichnya.
"Biasanya urusan seperti ini nona muda sudah menjadi pakarnya. Tinggal datang ke tempat yang biasa dikunjungi Nyonya Sarah, kirim bunga atau apalah.. Nona muda juga tahu sendiri, mana bisa saya untuk berperilaku romantis. Urusan tuan muda dan nona muda saja, saya hire orang lain untuk mengaturnya." dengan jujur, Johan menanggapi perkataan ALexa.
"Woww.. really..?" Alexa pura-pura terkejut.
*******
Sore harinya, Alexa melihat jam di pergelangan tangannya. Waktu sudah menunjukkan di angka pukul 15.30. Gadis itu tersenyum, dan akan mencoba menggunakan ide yang ditawarkan oleh asisten pribadi suaminya. Sebelum datang ke Batam, Alexa sudah membayar orang untuk mengikuti aktivitas mamanya ketika sore hari. Orang suruhan itu melaporkan, jika menjelang waktu senja, Nyonya Sarah terbiasa berjalan kaki di atas pasir putih menyusuri pantai di depan rumah mereka. Saat dulu, kebiasaan itu sering dilakukan oleh Alexa sendiri, dan kali ini rupanya Nyonya Sarah mengikuti kebiasaan yang dilakukan oleh putrinya.
"Mmmm.. sepertinya saat ini merupakan waktu yang tepat untuk menemui mama. AKu akan mencoba usul yang dikatakan Johan.. aku akan mengejutkan mama.." ALexa berbicara sendiri.
__ADS_1
"Tet.. tel.. tet.." tiba-tiba bel pintu kamar berbunyi.
Alexa segera mengangkat pantatnya dari atas kursi, kemudian beranjak menuju ke arah pintu. Perlahan perempuan itu membuka pintu, dan terlihat seorang pegawai hotel membawakan buket bunga segar yang tampak cantik ada di kedua tangannya.
"Selamat sore nona muda.. ijin untuk menunjukkan buket bunga pesanan dari tuan Johan. Kata tuan Johan, sebelum dimasukkan ke dalam mobil, diminta untuk memperlihatkan buket ini pada nona muda.." pegawai hotel itu menyampaikan alasan kedatangannya. Alexa menganggukkan kepala, kemudian perempuan itu melihat dan mengamati buket bunga di tangan pegawai itu.
"Overall it,s okay.. Hanya saja.. tambahkan beberapa pucuk tangkai mawar merah ke tengah-tengah buket ini ya, Agar point of interest lebih nampak." setelah beberapa saat, akhirnya Alexa memberi komentar atas buket bunga tersebut.
"Baik nona muda.. ijin untuk memasukkan ke dalam mobil yang akan dikendarai nona muda setelah kami tambahkan bunga., sesuai permintaan nona muda." pegawai itu meminta ijin pada Alexa.
"Okay no problem.. Ingat, receptionis hotel untuk memberi tahukan kepadaku jika buket ini sudah siap untuk dibawa. AKu akan segera turun menuju ke pintu lobby.." sebagai istri dari orang pertama pemilik hotel, Alexa memiliki privielege untuk mendapatkan special mention. Tanpa dimintapun, semua pegawai hotel akan melakukan apa yang diperintahkan oleh perempuan itu.
Setelah membungkukkan badannya pada Alexa, akhirnya pegawai hotel itu minta ijin untuk berlalu dari tempat tersebut. Alexa tersenyum memberi ijin pada pegawai hotel tersebut, kemudian istri dari Tuan Muda Ravendra menutup pintu kamar kembali. Perempuan itu kembali menyiapkan barang yang akan dia bawa untuk menemui mamanya.
Sambil menunggu panggilan dari receptionis, Alexa mengambil ponsel kemudian membuka gawai tersebut secara perlahan. Nampak reels dan cerita di Instagram teman-teman kerjanya dulu sangat berwarna. Tanpa sadar perempuan itu tersenyum, sambil tangannya mengusap layar ponsel tersebut.
"Teman-temanku.. bagaimana kabar kalian. Aku merindukan kalian semua.." Alexa tersenyum sambil menatap -foto-foto yang diunggah di Instagram tersebut. Tampak rasa rindu yang membuncah di hati perempuan itu, melihat keakraban dan kekompakan teman-temannya.
__ADS_1
"Sepertinya sesekali aku perlu untuk melakukan healing.. Aku akan meminta kak Ravend untuk mengantarkanku ke Jogja.. aku selalu tidak bisa merindukan kota itu. Seperti ada sesuatu di Jogja.. yang memintaku untuk selalu kembali, dimanapun aku berada." kembali Alexa seakan menelusuri setiap sudut kota Jogja.
********