Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Mustika Indah


__ADS_3

Sinar putih terus berputar-putar mengitari Ravendra dan Alexa. Ravendra berusaha menghalau sinar itu agar tidak mengenai istrinya, namun sangat sulit untuk dihindari. Tiba-tiba Cathy dan Andrew berjalan mendekati pasangan suami istri itu, sedangkan Thomas dan Johan hanya melihatnya tanpa mampu melakukan apapun.


"Tuan muda .. ijin untuk melepaskan nona muda ALexa sebentar saja. Cahaya itu akan memindai tubuh nona muda untuk mencocokkan sesuatu dengannya." Cathy berusaha meminta pada Ravendra untuk melepaskan pelukannya pada tubuh Alexa.


Namun jangan melepaskan, laki-laki itu malah menatap cenderung melotot pada kedua orang di depannya. Cahaya sinar itu tidak semakin redup, tetapi malah semakin terang bersinar dan membuat silau mata Ravendra.


"Siapapun kalian, dan apapun kalian.. yang perlu kalian ketahui jika Alexa adalah milikku. Tidak akan ada seorangpun yang dapat mengambil Alexa dariku. Pergilah kalian semua.." dengan nada tinggi, Ravendra mengusir Cathy dan Andrew dari depannya,


Kedua orang itu tidak mau berkutik sedikitpun, mereka tetap bersimpuh di depan pasangan suami istri itu. Thomas merasa kasihan dengan perempuan tua itu, kemudian tanpa sadar Thomas berjalan menghampiri mereka, dan berdiri di samping Cathy dan Andrew duduk.


"Nyonya Cathy.. berdirilah. Tidak ada gunanya, kalian berdua memaksa diri untuk menantu dan putriku. Pahamilah.., kita ini berbeda tidak sama Nyonya. Lepaskan putriku.. karena kami semua akan berjuang sekuat tenaga untuk menjaga dan membelanya." Thomas berbicara pelan, laki-laki itu berusaha untuk mengambil hati perempuan tua itu.


"Bukan kami yang memilih nona muda Tuan.. Namun.. patung kakek itu yang memilih sendiri siapa yang akan menjadi pewarisnya. Kakek leluhur sudah memilih nona muda Alexa, yang selama ini aku anggap sebagai cucuku, untuk menjadi pewarisnya. Kita tidak akan mampu menghalanginya, jika kakek sudah berkehendak." Cathy tetap bersikeras meminta Ravendra untuk melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"Sebagaimana kamu yakin dengan putriku.. bahwa dialah yang dipilih oleh kakek leluhur untuk mewarisi semuanya." Thomas kembali bertanya pada perempuan itu.


"Lepaskan sebentar saja Nona muda.. kalian tetap bisa memeluk atau memeganginya untuk mencegah nona muda terlepas dari kalian. Kita akan membiarkan cahaya sinar itu bekerja, dan kita akan menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya. Hanya hal inilah satu-satunya jalan yang bisa menghantarkan kita untuk keluar dari tempat ini. Kawanan burung-burung itu tidak akan berani lagi datang kemari.. apalagi dengan munculnya cahaya sinar putih ini." Cathy terus berbicara.


Thomas tertegun sejenak, laki-laki itu memberanikan diri menatap wajah menantunya Ravendra. Laki-laki muda itu masih dengan arogan dan tatapan kesombongan menjaga dan melindungi istrinya. Seakan tidak ada seorangpun yang dapat mengambil dan menyentuh ALexa.


"Ravend.. apakah kamu mendengar apa yang dibicarakan oleh perempuan tua ini nak.. Pinjamkan raga istrimu sebentar saja. Kamu akan tetap bisa menjaga dan melindunginya dengan tetap menjaganya di sisimu. Tunjukkan wajah istrimu, arahkan pada patung laki-laki tua yang ada di tengah altar. Uncle juga tidak percaya akan keajaiban ini, tetapi hanya ini satu-satunya cara yang bisa kita coba. Uncle dan Johan sudah menyelidiki ke setiap penjuru tempat ini, namun belum juga menemukan celah untuk kita keluar dari tempat ini." dengan suara perlahan, Thomas berusaha melunakkan hati Ravendra.


Ravendra dan orang-orang yang berada disitu terperanjat, dan bahkan tidak mampu mengeluarkan perkataan apapun. Alexa mengangkat wajahnya, dan perlahan gadis itu membuka matanya. Tanpa merasa silau sedikitpun, dengan berani Alexa menatap cahaya sinar yang menyilaukan itu dengan menggunakan matanya secara langsung,


Perlahan Alexa berjalan memisahkan diri dari teman-temannya yang lain, gadis itu melangkahkan kaki seakan melayang menuju ke tengah altar, dan berdiri di depan patung laki-laki tua itu.


Perlahan semua orang terperanjat. Tiba-tiba patung laki-laki tua itu membuat sebuah gerakan, tangan laki-laki tua itu terangkat ke atas. Dari telapak tangannya, muncul sebuah lingkaran sinar yang memindai tubuh Alexa. Dalam waktu yang cukup lama, sinar itu terus memindai dan berhenti di perut Alexa. Ravendra merasa marah dan jengkel melihat keadaan itu, laki-laki itu sangat mengkhawatirkan keadaan janin dan juga istrinya. Namun.. anehnya, sedikitpun laki-laki itu tidak bisa mengangkat kakinya untuk pergi dari tempat itu.

__ADS_1


"Nona muda Alexa.. aku baru menyadari jika kamu bukanlah cucuku. Kamu adalah ratuku, yang dipilih oleh leluhur untuk menerima penghargaan ini." tiba-tiba Cathy berbicara pada Alexa, dan Ravendra melihat pada perempuan itu dengan mata tajam.


Alexa seperti melupakan segalanya, gadis itu tiba-tiba menjatuhkan kedua kakinya dan akhirnya duduk bersimpuh di atas batu altar. Tiba-tiba tidak diduga, dari tangan laki-laki tua itu muncul cahaya sinar berwarna keunguan, dan kembali menyinari tubuh Alexa. Tidak lama kemudian, semua yang ada disitu terperanjat. Seakan-akan sinar cahaya ungu itu memiliki sebuah tangan, ikatan hiasan kepala perempuan yang ditemukan Thomas dan Johan dalam rak kayu, tiba-tiba ditarik keluar oleh sinar ungu tersebut. Dan yang lebih mengejutkan lagi, tiba-tiba ikatan kain itu berubah menjadi sebuah lingkaran keras, dan lambat laun ikatan kain berubah menjadi sebuah mustika yang tampak gemerlap.


Perlahan-lahan, mustika itu bergerak ke atas, dan tampak jelas banyak warna-warni batu-batuan permata mengelilingi mustika tersebut. Tidak ada yang mampu berkata-kata.. tiba-tiba mustika itu terbang ke atas, dan akhirnya bertengger indah di kepala Alexa. Gadis itu tiba-tiba berdiri, dan tampak keanggunan terpancar dari kilau warna ungu yang ada di dalam tubuhnya. Seketika penampilan Alexa berubah, menjadi layaknya seorang ratu kecantikan.


"Ratu Alexa.. pewaris pusaka leluhur kami. Terimalah salah dan hormat kami kepada Ratu ALexa.." melihat penampilan memukau gadis itu, Cathy dan Andrew segera kembali bersimpuh dan mengucapkan salam pada penampilan baru Alexa.


Thomas terpukau menatap penampilan baru putrinya, dan dalam hatinya laki-laki itu menjadi serba salah. Johan yang tampak takjub, tanpa sadar melihat pada Cathy dan Andrew, akhirnya laki-laki muda itu ikut berperilaku seperti kedua orang itu.


"Kembalikan istriku.. jangan paksa istriku untuk menjadi ratu.." tiba-tiba suara serak Ravendra mengisi kesunyian dan keheningan tempat itu. Dengan mata berkaca-kaca, laki-laki itu berdiri dan berlari di depan Alexa, dan gadis itu seperti tanpa rasa menatap pada laki-laki muda itu.


**********

__ADS_1


__ADS_2