Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Rasa yang Tertunda


__ADS_3

Tidak mau membuang waktu di perjalanan, private jet yang membawa Ravendra dan Alexa langsung mendarat di Bandara Transylvania Targu-Mures. Mereka menolak untuk turun di Bandar Udara Internasional Henri Coandă, Bukares karena ingin segera menuju ke kastil. Jika mereka turun di bandara yang ada di Bukares, mereka masih harus menempuh perjalanan darat dengan menggunakan mobil selama satu jam-an.


"Tuan muda.., nona muda..., mobil sudah menjemput kalian berdua di depan pesawat langsung. Sepertinya kita berpisah sampai disini, karena saya, Steven dan Ronald akan langsung bertolak menuju hotel. Kami akan istirahat di hotel, dan tidak akan mengganggu tuan muda dan nona muda menghabiskan waktu berdua." di depan connecting room, Salsa berpamitan pada Ravendra dan Alexa.


"Kamu bisa saja Salsa.., aku yakin. AKu pasti akan merindukanmu.., kita akan jumpa-jumpa lagi ya di lain waktu." Alexa memeluk Salsa dengan erat, tapi Ravendra langsung menarik tangan istrinya.


Steven dan Ronald tersenyum melihat kejadian itu, dan Salsa hanya tersenyum kecut. Pasangan suami istri itu segera turun dari pesawat, dan seperti biasanya untuk mencegah istrinya menuruni anak tangga yang hanya beberapa langkah itu, Ravendra langsung mengangkat tubuh Alexa dan langsung membawanya memasuki mobil yang sudah menunggu mereka di bawah,


"Betul-betul BUCIN ternyata tuan muda kita. Aku sama sekali tidak menyangka akan melihat pemandangan romantis ini setiap hari." Steven berkomentar atas tingkah yang dibuat Ravendra.


'Memang harus begitu, jika ingin istrinya setia. Steven.. sepertinya kamu harus banyak belajar dengan tuan muda deh, tentang ke BUCIN an untuk menundukkan hati perempuan. Biar tidak menjadi bujang lapuk seperti ini." tiba-tiba Salsa mengomentari Steven.


"Enak aja kamu Sal.., memangnya kamu sendiri sudah memiliki suami. Sudah saatnya tuh, coba bandingkan usiamu dengan nona muda Alexa.., sepertinya lebih tuaan kamu deh." sahut Steven yang seperti tidak rela dikerjain Salsa.

__ADS_1


"Uhuk.. uhukk.. sudah.. sudah,. Tidak perlu kalian ribut dan berdebat seperti ini, menurutku kalian berdua ini sebenarnya sudah pas untuk menjadi pasangan sejati. Satu pilot, satunya pramugari akan bisa saling ber partner setiap hari, dan saling mengawasi." tiba-tiba Ronald berceletuk mengerjai mereka berdua. Tatapan Salsa dan Steven beralih melihat laki-laki itu dengan pandangan tajam.


"Ha.., ha.. ha... just kidding guys... Ayo kita segera berberes, dan meminta sopir untuk mengantarkan perlengkapan tuan muda dan nona muda ke kastilnya. Bisa-bisa kita akan kena bogem mentah jika sampai terlambat mengantarkan semua perlengkapan ini." Ronald berteriak, mengalihkan pembicaraan. Akhirnya ketiga orang crew inti pesawat pribadi Ravendra itu segera bergegas membereskan peralatan.


**********


Membutuhkan satu jam perjalanan dengan berkendara mobil untuk menuju bukit Izvorul Kalimonui. Di atas bukit itu, kastil Ravendra berada dan sudah berdiri untuk waktu yang sangat lama. Kastil itu memiliki dinding putih dan atap berwarna marun, dan berdiri gagah di atas bukit Izvorul Kalimonui. Untuk pertama kalinya, Alexa merasakan perjalanan yang mendebarkan seperti itu. Untuk menunggu ke puncak, mobil yang mereka kendarai harus melewati jalanan berliku dengan jurang di kanan dan kiri jalan yang mereka lalui.


Sebenarnya Ravendra ingin mengajak Alexa naik helipad dan landing di hanggar roof top yang ada di kastil tersebut. Namun, dengan alasan ingin menikmati perjalanan darat, gadis itu menolaknya. Menurutnya melwati perjalanan dengan pesawat udara, menjadikan dirinya tidak mengenali situasi yang ada di sekitar lokasi.


"Masih dong..., sebenarnya bagus pemandangan kanan kirinya, hanya sedikit ngeri saja sih. Tetapi dengan adanya manusia vampire di sampingku, rasa ngeri itu hilang dengan sendirinya, karena aku yakin, kak Ravend akan memastikanku selamat sampai di kastil." ucap Alexa sambil tersenyum.


Mendapat pujian seperti itu, menjadikan Ravendra terlena. Laki-laki itu menurunkan wajahnya, dan seperti biasanya tanpa permisi, bibir ALexa menjadi sasaran pendaratan bibir kenyal laki-laki itu. Di dalam mobil dalam perjalanan naik turun, kedua orang itu tidak peduli dengan keadaan sekitar, terpaut dalam ciuman bibir yang membara. Dari arah depan, driver melirik dari kaca mobil di depannya, kemudian menekan penyekat bagian depan mobil dengan bagian depan. hanya melihat pasangan suami istri itu berpelukan dan berciuman seperti itu, driver sudah merasakan panas dan dingin. Pasangan suami istri itu memang tidak pernah memperhatikan sekitar, jika ingin menyatukan diri mereka.

__ADS_1


"Stop it ... kak. Kita di dalam mobil, dan lihatlah perjalanannya." bisik Alexa di telinga Ravendra, ketika jari-jari tangan laki-laki itu sudah berada di kancing baju atasan Alexa.


"I want honey..., I,.m horny.. " bisik Ravendra pelan dengan tatapan mata yang sudah mulai sayu. Lidah laki-laki itu menjilat belakang telinga Alexa, dan aliran listrik seperti mengalir di tubuh perempuan itu. Tubuh Alexa menggelinjang, dan bahkan sampai tidak sadar jika jari-jari Ravendra sudah melepaskan semua kancing baju atasannya.


Sebuah bra dengan hiasan kain lace warna merah muda terlihat jelas di depan mata laki-laki itu, dengan penuh kelembutan lidah laki-laki itu menjilat tulang selangka Alexa.


"Ugh... aakkh... kak.." lenguhan dan de**sahan keluar dari bibir Alexa\, ketika tanpa sadar\, lidah Ravendra sudah menyusup ke bawah bra dengan hiasan lace merah muda itu. Mata Alexa terpejam\, dengan mulut yang tidak berhenti mengeluarkan lenguhan dan de**sahan\, dan tangan gadis itu menjambak-jambak rambut Ravendra.


Tanpa sadar kedua orang pasangan suami istri itu sudah merebahkan tubuh di atas kursi mobil, dengan Alexa berada di bawah. Ravendra sedikitpun tidak memberi kesempatan pada istrinya untuk beristirahat, dan lidah laki-laki itu mengeksplorasi setiap jengkal bagian tubuh Alexa yang sudah tidak mengenakan selembar benang pun. Di depan di belakang kemudian, driver mengeraskan volume music di dalam mobil. Karena meskipun mobil itu sudah memiliki peredam suara, tetapi des**ahan Alexa masih mengutik-utik telinganya, dan menjadikan driver itu merasa kepanasan.


Menyadari jika istrinya sudah tidak mampu menahan, dan cairan pelumas sudah licin di bagian intinya, laki-laki itu segera melepaskan pakaiannya sendiri. Dengann mata menyipit, dan senyum yang terkulum di bibirnya, tanpa peringatan bagian inti laki-laki itu menerobos masuk ke bagian inti Alexa. Mata gadis itu terbelalak, dan akhirnya mengikuti ritme yang dibuat oleh Ravendra. Tanpa mengenal rasa capai, laki-laki itu menurunkan pinggulnya dengan cepat diiringi dengan teriakan histeris istrinya.


Jalanan berliku, naik turun sepanjang perjalanan menjadi saksi bisu dan tempat mereka menuangkan rasa yang sudah lama tertunda.

__ADS_1


**********


__ADS_2