Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Aku akan Memimpin Kalian


__ADS_3

Di ruang tertutup yang ada kampung suku hutan, Ravendra bertemu dengan komunitas vampire yang bertemu dengannya di tengah hutan. Merasa mendesak apa yang akan dibicarakan, laki-laki itu memerintahkan tetua untuk membawa Johan agar ikut bertemu dengannya di ruang tersebut. Tidak lama kemudian, terlihat Johan, Jack, dan John memasuki tempat pertemuan tersebut. Melihat keberadaan Ravendra yang terlihat segar dan sehat, Johan terlihat senang dan langsung mendatangi laki-laki itu.


"Tuan muda.., tidak kusangka, kita akan bertemu disini. Karena tuan muda juga, akhirnya kami bertiga berhasil di keluarkan dari lokasi tambang.." Johan berbicara pada Ravendra, dan tetua hanya tersenyum melihat pembicaraan itu.


"Duduklah.., ada hal penting yang akan kita diskusikan disini.." tidak menanggapi perkataan Johan, Ravendra meminta laki-laki itu untuk segera menempati tempat duduknya,


"Siap Tuan muda.." Johan segera  mengambil posisi duduk. Laki-laki itu duduk di kursi dengan posisi tidak jauh dari tempat Ravendra berada. John dan Jack segera menyesuaikan tempat duduknya,


"Segeralah mulai, kita berkejaran dengan waktu. Siapa yang akan melaporkan..?" melihat sudah banyak yang berada dalam ruangan itu, Ravendra segera meminta untuk dimulai acaranya.


"Siap Tuan muda.. Teman-teman semua keluarga besar vampire original yang berjodoh dan bertemu di tengah hutan ini. Tidak akan banyak prakata yang saya ucapkan. Disini kita beberapa saat lalu kedatangan tujuh orang tamu dari Tranzylvania, yang juga merupakan bagian dari habitat kita. Mereka berkunjung ke hutan ini, karena ada kendala yang mendorong mereka untuk melarikan diri kesini. Tuan Gonzales.., Nona Maria.. silakan kalian ceritakan sendiri, apa yang sedang terjadi dan kalian alami di negara vampire kita Rumania." David segera mengawali pembicaraan. Setelah itu, laki-laki muda itu duduk kembali.


"Baik.., terima kasih untuk kesempatannya. Belum lama ini, kira-kira satu minggu, tiba-tiba ada serbuan dan serangan beruntun ke kastil-kastil yang ditempati manusia vampire di Transylvania. Serangan itu bukan merupakan serangan fisik, melainkan seperti black champaign yang dilakukan oleh beberapa keluarga vampire." Gonzales mulai menceritakan kejadian yang terjadi di kastil mereka.


"Mereka ingin memaksakan untuk melakukan pelantikan Tuan Robin sebagai ketua dari komunitas kita, dan rencana pelantikan itu terkesan dilakukan mendadak dan tanpa persiapan. Bahkan orang-orang Tuan Robin bergerak, dan memaksa anggota komunitas untuk menyetujui rencana tersebut. Beberapa keluarga yang terang-terangan menolak, langsung mereka ringkus dan dibawa pergi oleh mereka. Merasa sudah genting, kami beberapa keluarga akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Rumania." lanjut Gonzales.

__ADS_1


"Beri kami perlindungan, dan tolong bantu kami untuk keluar dari masalah ini. AKu yakin, tidak akan lama lagi, teman-teman kami juga akan terus berdatangan untuk mencari perlindungan di negara-negara lain. Kita akan sulit melakukan pendataan, jika kita semua sudah tersebar." Maria menambahkan,


Beberapa orang yang ada di tempat itu terdiam, bahkan tetua tidak berani untuk memberikan suara. Mengingat jika dirinya bukan merupakan bagian dari komunitas tersebut, laki-laki tua itu hanya memilih untuk diam dan mendengarkan,


"Hmm..., terus untuk apakah kalian bercerita semua ini kepadaku. Sebenarnya aku sudah memutuskan diri untuk meninggalkan kehidupan vampire, dan mencoba untuk hidup seperti manusia biasa. Bahkan jika, ada manusia yang memiliki darah murni akan menyumbangkan dengan suka rela darahnya untukku, aku akan berterima kasih. Tetapi kenapa kalian seperti ada unsur kesengajaan membawa masalah ini padaku..?" semua terkejut mendengar perkataan yang diucapkan Ravendra.


"Tuan muda.." terdengar suara Johan, seperti mengingatkan posisi Ravendra.


"Maksudku begini.., aku akan bersedia membantu kalian untuk memecahkan kericuhan ini. Tetapi yang perlu kalian pahami, aku tidak pernah menginginkan posisi untuk memimpin kalian. Hal ini berarti.., jika kita berhasil memberikan pukulan pada orang-orang itu, jangan paksa aku untuk mengambil kepemimpinan pada kaum vampire.." kalimat terakhir yang diucapkan Ravendra menjadikan semua yang ada di ruangan itu terkejut. Banyak orang menghendaki untuk menjadi seorang Ketua, tetapi dengan tegas laki-laki itu menolaknya di depan umum.


Beberapa orang terdiam beberapa saat, dan beberapa di antaranya mereka mulai kusak-kusuk, membahas perkataan Ravendra. Tetua hanya tersenyum melihat apa yang sebenarnya terjadi dalam kehidupan vampire.


*********


Ravendra membawa Alexa untuk untuk turut datang dalam majelis manusia vampire. Beberapa manusia vampire disitu terkejut melihat perempuan yang diperlakukan dengan sangat teliti dan sangat baik oleh Ravendra. Mereka seperti mematahkan stigma, jika selama ini Ravendra tidak akan pernah mau memperlakukan perempuan seperti itu. Banyak perempuan yang rela untuk mengejar dan memanjat tempat tidur laki-laki itu, tetapi semua akan berakhir secara mengenaskan. Tetapi kali ini, hal berbeda mereka lihat dengan mata kepala sendiri, bagaimana perlakuan dan perhatian laki-laki itu untuk istrinya.

__ADS_1


"Apakah kalian sudah mempertimbangkan perkataanku tadi sore..?" melihat tidak ada yang memulai pembicaraan di tempat itu, akhirnya Ravendra memulai pembicaraan,


"Heh..., saya mewakili dari teman-teman pada komunitas manusia vampire tuan muda. Setelah melalui perdebatan panjang, akhirnya mereka bisa menerima ucapan dari Tuan muda. Hanya saja, mereka tetap menginginkan tuan muda tidak boleh begitu saja melepaskan tanggung jawab pada komunitas ini. Mereka tetap menginginkan, tuan muda menjadi bagian dari pengurus di komunitas vampire," David akhirnya dengan berat hati, menyampaikan hasil mereka berembug,


"Ha.., ha.., ha... itu sama saja maknanya. Apakah kalian tidak mendengar apa yang sudah aku ucapkan tadi sore?" Ravendra malah menanggapi perkataan itu seperti gurauan,


"Lalu apakah tuan muda akan rela, membiarkan komunitas dari awal kita berada di dunia, tiba-tiba hancur hanya karena keserakahan tuan David..?" salah satu manusia vampire berkata dengan suara keras.


"Apakah itu menjadi tanggung jawabku semata..?" tidak kalah keras, Ravendra mengajukan pertanyaan pada forum itu. Seketika suasana di dalam ruangan itu kembali menjadi gaduh. Tidak ada yang mau mengalah, dan Alexa melirik ke samping, melihat bagaimana suaminya menjadi begitu apatis pada komunitas vampire yang telah membesarkannya. Terlahir dari ayah yang ternyata juga seorang vampire, tiba-tiba Alexa merasa tertotok melihat semua itu.


"Ijinkan aku bicara.." suara nyaring Alexa meredamkan pembicaraan di dalam ruangan itu. Semua mata memandang ke arah nona muda Alexa.


"Honey..." Ravendra memegang tangan istrinya, dan dengan tenang perempuan itu menganggukkan kepala untuk meyakinkan laki-laki itu.


"Trust me kak..." ucap Alexa sambil tersenyum. Akhirnya dengan sedikit keberatan, Ravendra mengijinkan istrinya untuk bicara.

__ADS_1


"Kita akan menemani kalian ke Transylvania, jika kak Ravend tidak mau ikut, aku akan memimpin kalian semuanya.." perkataan yang diucapkan Alexa mengejutkan semua yang hadir dalam ruangan itu.


************


__ADS_2