Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Meragukan Niat Baik


__ADS_3

Mendengar perkataan Ravendra cukup mengejutkan Nyonya Sarah. Perempuan paruh baya itu menatap tajam langsung ke mata laki-laki itu, dan terlebih melihat putrinya seperti tidak bereaksi dengan perkataan yang diucap Ravendra.


"Apakah tante meragukan niat baik Ravendra...?" kembali Ravendra menegaskan perkataannya pada perempuan itu.


"Nak Ravend...., apakah nak Ravend berpikir jika perkawinan itu merupakan mainan. Ada tata cara untuk melamar seorang gadis, tidak asal bicara seperti ini. Apakah Alexa juga menyetujui keinginanmu ini..?" tidak diduga, bukannya merasa bahagia, apa yang diinginkannya selama ini yaitu putrinya ingin segera menikah, tetapi Nyonya Sarah malah bertanya pada Ravendra dengan nada sarkasme.


"Tante Sarah meragukan niat baik Ravendra...?? Ravendra seorang laki-laki tanpa ikatan Tante.., dengan kemampuan yang Tante miliki.., tidak akan menjadi hal yang sulit untuk menemukan identitas Ravendra. Dan Tante perlu tahu.., tanpa atau dengan restu dari Tante, Ravendra akan tetap menikah dengan Alexa. Itu sudah menjadi keputusan Ravendra." dengan tegas, Ravendra memaksakan keinginannya pada perempuan itu.


Alexa terkejut dengan gaya bicara dan tekad bulat yang ditunjukkan kekasihnya itu, tetapi gadis itu memutuskan untuk diam tanpa bicara. Beberapa saat, situasi diam terjadi lagi dalam ruang tamu itu.


"Sudahlah.., nanti bisa kita bicarakan lagi nak Ravend. Tidak perlu semua dilakukan serba mendadak seperti ini.." akhirnya Nyonya Sarah memecah kesunyian. Perempuan itu  sedikit curiga dengan kedatangan mendadak laki-laki itu di kota Batam, dan tidak ada angin, tidak ada hujan, tiba-tiba langsung melamar putrinya Alexa.


"Tetapi menurut Ravendra Tante..., semua harus segera disegerakan. Jika memang Tante dan Alexa menginginkan untuk tetap berada di kota ini setelah kami menikah, Ravendra akan mengabulkan permintaan itu. Hanya saja, Ravendra tidak mau lagi kehilangan Alexa.. maka dalam waktu yang dekat pernikahan harus segera dilaksanakan." kembali Ravendra mengembalikan fokus pembicaraan pada pernikahan.


Nyonya Sarah melihat ke wajah Alexa, perempuan itu ingin mengetahui apakah Alexa saat ini sedang dalam keadaan terpaksa, atau tertekan. Tetapi perempuan itu melihat wajah putrinya seperti tidak terjadi apa-apa.


"Lexa..., bagaimana pendapatmu..? Apakah kamu ingin segera menikah juga, keputusan ini ada di tanganmu. Bukan lagi ada di tangan mama, karena ke depannya, kamu yang akan menjalaninya. Dan yang perlu diingat, jika kalian menikah.. No publication, kalian harus selalu mengingat hal tersebut." akhirnya Nyonya Sarah mengembalikan keputusan ada di tangan Alexa. Selama ini, jika dikejar masalah pertanyaan untuk menerima laki-laki, putrinya itu selalu mengalihkan masalah.

__ADS_1


"Siap mam..., Alexa menerima lamaran kak Ravend.." mendengar jawaban yang keluar dari bibir putrinya, Nyonya Sarah menjadi terkejut. Sama sekali, bukan itu yang ingin perempuan itu dengar. Perempuan itu melihat ke arah Alexa dan Ravendra secara bergantian. Ravendra menggenggam tangan Alexa, dan mencium tangan itu di hadapan Nyonya Sarah.


"Baiklah putriku..., jika itu keinginanmu. Mama tidak akan melarangnya, tentukan kapan kalian akan memutuskan untuk menikah, mama akan ikut bagaimana rencana kalian. Tetapi ingat, seperti yang tadi mama katakan.. No Publication..., jika kalian berniat untuk melanggarnya, maka pernikahan ini tidak akan pernah terlaksana." akhirnya Nyonya Sarah menyetujui rencana pernikahan Ravendra dan Alexa, dengan satu syarat tidak boleh mempublikasikan pernikahan ini.


"Siap Tante..., secepatnya orang-orang Ravendra yang akan mengaturnya. Tante Sarah dan Alexa, cukup di rumah saja. Tidak lama, pernikahan kami sudah akan terlaksana." dengan tegas, Ravendra menyanggupi perkataan dan persyaratan yang diinginkan perempuan itu.


*********


Tidak menunggu lama, Ravendra segera mengerahkan dan mengatur orang-orangnya untuk menyelenggarakan pernikahannya dengan Alexa. Hanya orang-orang tertentu yang mendapat undangan kebahagiaan mereka berdua. Acara pernikahan dilaksanakan secara tertutup di hotel yang dimiliki Ravendra di kota Batam.


Terlihat di teras rumah Alexa, Fernando dan Tommy sedang menunggu Alexa. Nyonya Sarah terlihat menemui kedua orang itu, dan mengajaknya bicara.


"Hmmm, iya Tante.. Selama ini, Nando juga merasakan kedekatan kami, tetapi memang Alexa selalu menghindar jika Nando memancingnya untuk pembicaraan serius, dan selalu gadis itu mengatakan jika dia memiliki seorang kekasih. Dan ternyata, wajar tante.., jika Alexa memilih Tuan Ravendra sebagai calon suaminya. Hampir semua perusahaan konglomerasi di kota ini, dan bahkan di pulau ini menjadi milik dari tuan Ravendra." ucap Fernando pelan.Laki-laki itu langsung datang menuju rumah Alexa, begitu mendapat kabar akan dilaksanakannya pernikahan Alexa dan Ravendra dalam waktu dekat.


"Grandma..., aunty Alexa kemana ..?" tiba-tiba suara Tommy memotong pembicaraan mereka berdua.


"Baru mandi Tommy..., tunggulah sebentar lagi. Pasti aunty akan segera keluar." Nyonya Sarah menjawab pertanyaan Tommy.

__ADS_1


Laki-laki kecil itu menganggukkan kepala setelah mendapatkan jawaban dari perempuan itu. Tidak lama kemudian, pintu dibuka dari dalam, dan terlihat Alexa yang terlihat segar berjalan keluar menghampiri mereka.


"Hai Tommy..., sudah lumayan lama kita tidak berjumpa.." Alexa langsung memberi sapaan pada Tommy, dan anak kecil itu langsung menghambur ke pelukan Alexa. Fernando hanya melihat kedua orang itu berpelukan sambil tersenyum kecut.


Alexa kemudian berjalan ke arah kursi, kemudian gadis itu duduk di kursi tersebut dan mendudukkan Tommy di sampingnya.


"Maaf ya kak..., ALexa sudah tidak masuk dua hari tapi tidak memberi tahu perusahaan." tiba-tiba Alexa mengajukan permohonan maaf pada laki-laki itu. Fernando menghela nafas..


"No problem Alexa..., lagian perusahaanku kan yang membutuhkanmu, bukan kamu sebenarnya yang butuh pekerjaan." ucap Fernando dengan nada sarkasme. Alexa mengerutkan dahi mendengar perkataan itu..


"Maksud kak Nando...?? Tidak bisa begitu juga kak..., Alexa menyukai kok bekerja di perusahaan kak Nando.., seperti mendapatkan hiburan dan obat rasa kangen dengan pekerjaan Alexa sebelum datang ke kota ini. Tetapi, karena semua terjadi begitu mendadak.., baru tadi pagi sempat untuk menyampaikan ijin." Alexa membuat alasan, dan terlihat Fernando hanya tersenyum kecut menanggapinya


"Selamat untuk keputusanmu Lexa..., Jum.at besok kamu sudah akan menikah. Aku harap kamu tidak melupakan aku, perusahaan dan terutama Tommy." dengan suara tercekat, tiba-tiba Fernando mengucapkan selamat. Nyonya Sarah melirik ke wajah pucat laki-laki itu.


"Terima kasih kak Nando.., semoga nanti kakak bisa hadir mewakili pihak keluarga Alexa ya kak. Kasihan mama, tidak ada keluarga Alexa di dunia ini. Bukan begitu ma..?" untuk menghilangkan kecanggungan, Alexa meminta Fernando ikut datang mewakili sebagai pihak keluarganya.


"Baik.. ALexa.., aku dan Tommy akan datang dan menemani Tante Sarah." dengan mantap, Fernando menjawab permintaan Alexa.

__ADS_1


**************


__ADS_2