
Setelah sesi percintaan Ravendra dan Allexa di pagi hari, Ravendra menyandarkan kepala Allexa di dadanya. Laki-laki itu teringat cerita yang disampaikan Johan tadi dini hari. Meskipun hatinya marah, namun laki-laki itu tidak akan bisa melampiaskan kemarahannya pada perempuan yang sangat dicintainya itu,
"Honey.., apakah ada hal penting yang sudah terjadi di kastil ini kemarin sore?" Alexa terkesiap, gadis itu kaget mendengar pertanyaan yang keluar dari bibir suaminya. Terbayang kejadian kemarin yang diawali dengan datangnya seorang perempuan paruh baya ke kastil ini.
"Apakah perlu kak Ravend menanyakannya. Pasti kak Johan dan para pengawal sudah menceritakan semuanya pada kakak. Jika memang dalam hal ini, Alexa dinyatakan bersalah oleh kakak, silakan beri hukuman apapun untuk ALexa. Tetapi jangan pernah memintaku untuk mengaku salah. Karena menurutku sah-sah saja kita memberikan pertolongan pada orang yang membutuhkan kita, jika kemudian ketika pulangnya kita tersesat dan sampai berurusan dengan manusia vampire, apakah itu juga kesalahan Alexa." tanpa sadar, ALexa malah mengungkapkan apa yang dirasakannya.
Melihat nada bicara istrinya yang sudah terdengar sesak, ravendra tidak lagi merasa marah. Laki-laki itu memegang dagu Alexa, kemudian memberikan ciuman ke bibir merah perempuan itu. Lidahnya langsung masuk mengabsen langit-langit mulut Alexa, dan memberikan pagutan di bibir perempuan itu. Setelah melihat istrinya terengah-engah hampir kehabisan nafas, Ravendra baru melepaskannya.
"Honey.., apa yang kita pikir itu benar, memang tidak mudah untuk dikatakan benar bagi orang lain. Para pengawal, maid, dan juga Johan hanya berpikir tentang keamanan dan keselamatanmu. Jangan marah pada mereka, sama seperti sampai kapanpun aku tidak akan dapat marah terhadapmu. Tetapi hati ini sakit honey, karena apa yang dikhawatirkan Johan itu benar adanya. Manusia vampire tanpa identitas itu lebih kejam, karena mereka tidak memiliki aturan yang harus mereka patuhi." pelan-pelan Ravendra berbicara untuk memberi pengertian pada istrinya.
"Dan.., kakak tidak ingin mendengar lagi hal seperti ini. Kamu adalah duniaku honey.., aku tidak akan dapat bertahan tanpamu. Jadi jangan kamu kacaukan kesadaranku dengan kehilanganmu.." Ravendra berbisik pelan, dan Alexa tidak bisa berbicara untuk membantah laki-laki itu.
Alexa mengangkat punggungnya ke atas, mencoba melepaskan diriĀ dari pelukan laki-laki itu. Kemudian perlahan Alexa bangun, dan tangan Ravendra dengan cepat menahannya.
"Mau kemana honey.., temanilah barang sebentar aku tidur lagi." tangan Ravendra menarik tangan Alexa, kemudian membawa lagi tubuh Alexa ke atas tubuhnya. Sebelum ALexa dapat pergi meninggalkannya, dengan erat Ravendra kembali memeluk tubuh istrinya. Kembali bibir Ravendra menangkap bibir Alexa, kemudian memberinya ciuman dalam. Alexa tidak dapat berkutik dengan keberingasan Ravendra kembali.
__ADS_1
"Humph... ugh.. kak..." lenguhan terlepas dari bibir Alexa, ketika tangan Ravendra kembali memberikan remasan pada sepanjang kulit di tubuh polos Alexa.
"Kak.., lepasin kak..." Alexa berusaha menolak perlakuan yang diberikan suaminya itu. Tetapi laki-laki itu seperti tidak kehabisan tenaga, dengan menggunakan kakinya, Ravendra menjepit tubuh Alexa kemudian tubuh laki-laki itu sudah berada di atas tubuh Alexa, kedua lengannya dengan kukuh mengungkung tubuh istrinya,
Tanpa bisa dicegah lagi, bibir Ravendra bergerilya di setiap inchi jengkal tubuh Alexa. Akhirnya di pagi hari itu, hanya dalam hitungan menit, dua kali kapal Ravendra berlabuh di pelabuhan Alexa.
**********
Ravendra menyuapi Alexa yang terlihat tidak memiliki selera untuk melakukan sarapan pagi. Laki-laki itu sejak tadi baru menyesap beberapa teguk kopi, dengan sabar tetap memasukkan potongan-potongan sand wich ke mulut istrinya. Dengan senyum tertahan, Johan hanya melihat interaksi pasangan suami istri itu dari kursinya. Terlihat sekali jika semakin hari semakin parah ke BUCIN an Ravendra terhadap istrinya itu,
"Johan pagi ini.., kamu datang ke Barn Castle.. Aku mengkhawatirkan kesehatan papa, karena sejak tadi malam, laki-laki tua itu masih tidak mau aku ajak pulang." Ravendra memberi perintah pada Johan.
"Untuk keamanan castle ini, apakah kamu sudah menambah orang lagi untuk pengawasannya?" tanpa mengungkit kejadian kemarin di depan Alexa, Ravendra hanya memberikan solusi tambahan,
"Sudah tuan muda.., beberapa sudah datang sejak pagi tadi. Mereka sudah bersiap sejak pagi di sekeliling castle ini." sambil menjawab, Johan melirik ke arah Alexa. Perempuan itu memajukan bibirnya, seperti tidak menyetujui dengan apa yang diobrolkan pagi ini dengan Ravendra.
__ADS_1
"Baik.., untuk hari ini aku mau lanjut istirahat dulu. Aku akan ke Barn Castle agak siangan, kamu urus semuanya. Juga beberapa hotel di beberapa negara yang melaporkan ada masalah, segera bereskan masalahnya. Satu persatu akan kita pecahkan solusinya." sambil terus memberi suapan pada Alexa, Ravendra mengkondisikan banyak pekerjaan dengan Johan,
"Sudah kak.., Alexa kenyang. Aku mau minum saja.." ALexa menolak lagi suapan yang diberikan Ravendra, sejak tadi perempuan itu merasakan perutnya penuh, dan terasa mual. Tiba-tiba saja setelah sesi bercinta yang kedua dengan suaminya, kepala Alexa mendadak sedikit pusing.
"Minumlah teh hangat ini, semoga bisa mengurangi rasa mualmu. Atau aku panggilkan dokter keluarga dulu..?" melihat istrinya yang terlihat lemas tidak bersemangat, Ravendra menawarkan untuk memanggil dokter.
"Tidak perlu kak.., apa-apa dokter. Alexa tidak mau minum obat, nanti tidur sebentar saja paling akan hilang dengan sendirinya. Karena semalam juga telat tidur, menjelang dini hari baru bisa memejamkan mata." ucap ALexa terdengar malas.
"Baiklah.., makanya untuk besok lagi. Patuhi perkataan Johan, jangan bantah dia.. okay.." dengan lembut, Ravendra menggoda Alexa.
"Humph... bisa gede rasa laki-laki itu. Alexa ga suka, dan lagi ga mau berbicara dengan laki-laki itu." Alexa masih terlihat ngambek, perempuan itu langsung berdiri. Tetapi tangan Ravendra menghentikannya, dengan cepat tangan laki-laki itu melingkar di pergelangan tangannya.
"Honey kenapa, masak suami masih sarapan pagi sudah ditinggal begitu saja.?" dengan nada pelan, Ravendra bertanya pada Alexa.
"Sedikit pusing kak, dan melihat laki-laki di ujung meja itu, tiba-tiba saja Alexa merasa mual. Nanti jika Alexa muntah disini, ga enak juga dong." sahut Alexa sambil sudut matanya melirik ke arah Johan.
__ADS_1
"Ha.., ha.., ha.. ya sudah pergilah dulu ke kamar. masih ada yang ingin aku bicarakan pada Johan. Nanti setelah selesai, aku akan segera menyusulmu ke kamar.." Ravendra memberikan kecupan sekilas ke bibir Alexa, dan perempuan itu segera meninggalkan laki-laki itu.
************