
Raveena dan Johan betul-betul menikmati kencan pertamanya dengan sangat berkesan. Untungnya mereka jadian pas di week end, dan laki-laki itu sedang tidak memiliki banyak agenda dengan Ravendra. Melihat perginya dua orang itu secara bersamaan, Ravendra sudah menebak kemana mereka pergi berdua. Untuk memberikan keleluasaan pada keduanya, Ravendra juga tidak memusingkan keberadaan Johan. Laki-laki ini juga merasa bisa me time berdua dengan istrinya Alexa.
Seperti yang sudah dijanjikannya pada ALexa, menjelang senja, Ravendra mengajak Alexa untuk menikmati sea food di tempat makan yang digunakan Raveena dan Johan, sembari ingin menikmati sunset. Saat-saat romantis seperti ini, memang jarang dapat mereka rasakan hanya berdua, tanpa campur tangan dari pihak lain. Biasanya Johan yang akan mengatur semuanya, dari tempat makan, sampai perjalanan berangkat dan pulang selalu akan diatur oleh laki-laki itu. Namun kali ini, dengan tidak adanya laki-laki itu, Ravendra merasa memiliki kebebasana untuk nge date berdua saja dengan istrinya.
"Are you ready honey..?" Ravendra menatap istrinya yang meskipun perutnya buncit, namun kali ini sudah berpenampilan casual. Kehamilan tidak membuat wajah perempuan ini menjadi terlihat chubby, hanya perutnya saja yang buncit tetapi tidak ada perubahan wajah maupun ukuran anggota tubuh lainnya. Melihat hal ini, sebenarnya Ravendra sudah menghubungi dokter yang menangani kehamilan Alexa, dan ternyata semuanya sehat tidak ada gangguan apapun.
"Yap.. jadi naik motor cycle kak.. " sejak tadi Alexa merayu suaminya untuk mengendarai motor besar berkeliling kota Batam dan menuju ke kota Jodoh, Namun mempertimbangkan kehamilan istrinya, laki-laki itu sejak tadi juga menolak keinginan dari istrinya.
"No.. not safety for your pregnant.." Ravendra kembali mengulang kata-kata penolakan. Alexa yang sudah menduga akan mendengar jawaban seperti itu hanya menjulurkan lidahnya.
"Honey.. semakin menggairahkan jika lidahmu dijulurkan keluar. Kita langsung masuk, dan kembali ke atas ranjang saat ini juga, atau.." terdengar ancaman keluar dari mulut suaminya melihat ALexa berperilaku demikian.
"No.. no.. no.. kita sepakat naik mobil Daddy.. Berangkat yukk.." ALexa segera merubah ekpresi wajahnya. perempuan itu segera mendekati Ravendra, dan memberikan ciuman di pipi laki-laki itu.
Ravendra tertawa, kemudian laki-laki itu dengan hati-hati merangkul pinggang istrinya. Keduanya segera berjalan menuju ke arah pintu lift. Mobil sudah disiapkan pengawal di depan pintu lobby hotel, sehingga mereka tidak akan susah-susah berjalan menuju base ment tempat mobil diparkirkan. Para pegawai hotel yang bertatapan dengan mereka tersenyum sambi menundukkan kepala, mereka iri dengan kemesraan pasangan suami istri itu. Bahkan beberapa pegawai yang sedang bertugas, menghentikan aktivitas mereka sejenak hanya untuk melihat dan mengagumi mereka.
"Selamat sore tuan muda.., mobil sudah siap di pintu lobby." seorang pengawal mencegat mereka, kemudian melaporkan jika mobil yang akan mereka pergunakan sudah siap.
__ADS_1
"Ya.. teruskan pekerjaanmu.." dengan singkat, Ravendra menerima laporan tersebut.
Laki-laki itu terus merangkul istrinya menuruni anak tangga lobby. Beberapa tamu yang berpapasan dengan mereka, terpukau dengan keharmonisan pasangan suami istri itu. Namun.. tidak ada waktu sedikitpun untuk memperhatikan mereka kembali. Akhirnya mereka sampai di depan pintu mobil, dan seorang pengawal sudah membukakan pintu mobil agar mereka tinggal masuk ke dalam.
"Tuan muda kami siap untuk mengantarkan kemana tujuan tuan muda dan nona muda.." sebelum menutup pintu mobil Alexa.. pengawal mengatakan jika akan mengantarkan pasangan suami istri itu.
"Kembalilah ke tempat tugasmu.., lanjutkan pekerjaanmu. Atau jika kalian ingin mengikutiku, bawalah mobil sendiri. Mengemudilah di belakangku." akhirnya Ravendra memberikan jawaban yang tegas.
"Siap laksanakan tuan muda.." pengawal itu segera berlari dan memberi kode pada teman kerjanya. Beberapa orang kemudian berlari dan memasuki mobil yang sudah mereka siapkan sebelumnya,
Tidak lama kemudian tiga buah mobil beriringan meninggalkan hotel. Beberapa orang bertanya-tanya siapa yang sedang meninggalkan hotel. Namun petugas security hanya tersenyum tapi tidak berani memberi tahukan siapa yang mengendarai mobil sport mewah limited edition. Tidak ada keberanian di hati mereka untuk membocorkan orang nomor satu di hotel ini.
********
"Baskoro... kesini!" merasa penasaran, Johan memanggil pengawal untuk mendekat kepadanya. Kebetulan petugas kasir sedang melakukan tap pada debit cardnya.
"Siap Tuan Johan.. ada yang bisa saya bantu." laki-laki bernama Baskoro itu, menanyakan keperluan Johan memanggilnya.
__ADS_1
"Untuk apa kamu disini, apakah tugasmu di hotel sudah selesai." dengan cepat Johan bertanya.
"Siap tuan Johan.. kami berada disini untuk memastikan keamanan restaurant ini. Tuan muda Ravendra dan nona muda Alexa bermaksud untuk menikmati sea food di restaurant ini. Kami melakukan sweeping terlebih dulu, untuk memastikan jika tempat ini aman, sehingga tidak akan terjadi sesuatu." pengawal itu menjelaskan keberadaannya berada di tempat ini.
"Okay lanjutkan pekerjaanmu." sahut Johan singkat.
"Siap Tuan.." pengawal menanggapi perkataan Johan, kemudian kembali ke tempat tadi dia berada.
Johan tercengang, laki-laki itu teringat, jika hari ini dia melupakan keberadaan Ravendra. Harinya sejak pagi hanya terisi dengan kekhawatiran tentang keberadaan Raveena, dan sampai sore ini hanya diisi berdua dengan perempuan yang sudah melakukan komitmen dengannya,
"Ada apa kak Johan..?" melihat perubahan ekspresi kekasihnya, Raveena mendekati Johan dan bertanya kepadanya. Laki-laki itu tersenyum kecut..
"Kakakmu tuan muda Ravendra dan nona muda ALexa sedang dalam perjalanan kesini. Mereka akan menikmati sunset dan menu sea food seperti yang tadi kita lakukan." Johan menjawab pertanyaan Raveena.
"Really... begitu mengasyikkan donk. Ayolah kak.. please.. kita join dengan mereka. Sepertinya akan sangat heboh jadinya." Raveena merayu kekasihnya untuk join pada acara kakak kandung dan iparnya.
"Hush.. namanya aku bunuh diri sayang. Kita pergi saja duluan sebelum mereka sampai di tempat ini. Apalagi mereka berdua kan, tidak tahu jika kita sudah sepakat untuk melakukan komitmen. So.. tidak perlu kita mencari masalah dengan mereka." merasa malu dengan perkataanya di hari kemarin pada Ravendra, Johan belum mau jika tuan mudanya mengetahui hubungannya dengan adik kandung dari Ravendra.
__ADS_1
Raveena menunjukkan wajah yang kurang senang, tetapi akhirnya gadis itu mau menjaga privacy laki-laki yang sangat dicintainya itu. Terbayang bagaimana kakak kandungnya akan memperlakukan istrinya dengan penuh kehati-hatian seperti menjaga sebuah porselin yang gampang pecah. Mereka berdua kemudian segera menuju ke lahan parkir untuk mengambil mobilnya. Dengan penuh kemesraan, Johan membukakan pintu untuk Raveena kemudian menutup pintunya kembali.
*********