
Semua anggota keluarga Ravendra dan Alexa berkumpul di ruang tengah. Tampak Lily dibantu dengan banyak asisten rumah tangga, menyiapkan hidangan rumahan dengan menu khas masakan Indonesia. Ada kue Lam, kue bingka.. dan berbagai jajanan tradisional sudah tersaji di atas meja makan. Tampak kemeriahan penyambutan Alexa dan Abhimana kembali ke rumah mereka.
"Lexa sayang... selamat ya untuk rumah barunya. Ravendra bercerita, pembangunan rumah ini hanya membutuhkan waktu yang singkat. Suamimu mendatangkan arsitektur dan ahli struktur bangunan, sehingga terwujud bangunan rumah seindah ini. Semua kesukaanmu terakomodir, ada view pantai, bukit.. dan semuanya konsep terbuka, lebih memanfaatkan pencahayaan dari alam," Nyonya Sarah memberikan ucapan selamat pada putrinya ALexa..
Ravendra tersenyum mendengarnya, laki-laki itu memberikan ciuman di kening istrinya.
"Iya mam... betul-betul surprise buat Lexa. Kak Ravend tidak pernah membicarakan apapun, dan bahkan tidak pernah menyinggung sedikitpun tentang pembangunan rumah. Ternyata sama sekali tidak Lexa sangka, istana di tempat favorit Lexa sudah diwujudkan oleh kak Ravendra, Terima kasih sayang.." Alexa menengadahkan wajah ke atas menghadap pada wajah suaminya.
"Apapun impianmu honey.. sepanjang kamu ceritakan padaku, semua pasti akan aku wujudkan.." kembali sebuah kecupan di bibir Alexa.. dilakukan oleh Ravendra di depan semua yang hadir di dalam ruangan itu,
"Hey.. hey.. ini yang selesai menikah siapa, tapi yang tidak tahu malu pamer kemesraan juga siapa.." tiba-tiba terdengar suara Raveena memprotes tindakan yang dilakukan kakak kandung dan kakak iparnya.
"Kenapa Veena tidak minta pada Johan untuk melakukannya Veen.. jika kalian iri, kalian juga bisa kok melakukannya." memahami dengan baik sikap pemalu Johan, Alexa menggoda Raveena, Benar dugaan Alexa, mendengar gurauan kakak iparnya, Raveena memonyongkan bibir ke depan. Ravendra bergeser meninggalkan istrinya dan berjalan menuju ke meja makan. Tampak Abhimana sedang digendong oleh Mommy Nancy, di depan teras.
"Bisa terjadi hujan badai kak Veena.. jika sampai kak Johan melakukan hal ini di depan umum. DI atas ranjang saja, harus Veena yang memulai duluan.." bisik Raveena di telinga ALexa.
"Ha.. ha.. ha.. apa perlu kak Lexa yang menyampaikan pada suamimu Veen.. Jika istrinya Jablay... jarang dibelai, sebelum minta belaian laki-laki lain, maka suaminya harus melakukan pendekatan terlebih dulu padanya.." suara Alexa menggelegar, Ravendra sampai menoleh ke wajah istrinya.
Laki-laki itu berjalan mendekati Alexa sambil membawa potongan bingka Banjarmasin dengan menggunakan piring kecil. Tanpa bicara, Ravendra menyuapkan potongan bingka ke bibir Alexa, dengan maksud untuk membuat istrinya diam. Raveena terlihat kesal, melihat ulah kakak kandungnya yang sedang merecoki pembicaraan mereka,
__ADS_1
"Manis kak.. legit.. Mama Sarah yang buat, atau Lily.." Alexa langsung mengunyah dan merasakan enaknya makanan khas daerah kesukaannya itu.
"Mama Sarah langsung membelinya langsung dari Banjarmasin, mengirimkan orang untuk membelinya di bandara Samsudin Noor Banjar Baru. Jadi tidak semua makanan yang disajikan ini disiapkan oleh mama dan Lily." Ravendra menceritakan upaya yang dilakukan mama mertuanya.
"Pantesan.. sejak tadi makanan yang Lexa cicipi, kok sama dengan ketika Lexa mencicipi di tempat asalnya. Bisa jadi gendut, jika terus-terusan makan enak seperti ini.." celoteh Alexa. Ravendra tersenyum melihat kelahapan istrinya Alexa mencicipi makanan yang tersaji di atas meja makan. Tidak ada ketakutan sedikitpun jika tubuh istrinya nanti akan menjadi melar setelah melahirkan.
******
Malam Harinya
Johan meninggalkan Raveena di kamar tidurnya sendiri, laki-laki itu melirik panggilan masuk tanpa nama di layar ponselnya. Untuk menjaga agar Raveena tidak terbangun, laki-laki itu segera keluar dari dalam kamar, dengan maksud untuk menerima panggilan telpon di luar kamar.
"Ha.. ha.. ha.. tidak perlu Johan.. terlalu mahal identitasku untuk aku obral dan aku beri tahukan kepadamu. Aku hanya ingin memberikan kabar kepadamu... asisten pribadi Ravendra Abraham.. Sayang.. malam ini nomor ponsel Ravendra tidak dapat aku hubungi.. jika bisa terkoneksi pasti akan bahagia mendapatkan kiriman video dariku.." terdengar suara bariton laki-laki dari ujung saluran telpon.
Johan terdiam, laki-laki itu mencoba menganalisa kira-kira siapa yang sudah melakukan panggilan masuk kepadanya. Samar-samar Johan seperti pernah mengenali nada bicara itu, hanya saja suara itu menjadi sedikit berat saat ini.
"Hah... hanya cecunguk saja yang melakukan panggilan seperti ini kepadaku. Tidak perlu tuan muda Ravendra yang akan turun tangan, cukup kita berhadapan langsung saja. Kamu bisa membuat perhitungan denganku.." dengan nada tinggi, Johan terpancing dengan kata-kata sombong dari lawan bicaranya.
"Ha.. ha.. ha... aku harus mengakhiri panggilan telponku Johan.. Bukalah dan resapi kiriman video yang sebentar lagi terkirim dan masuk ke ponselmu." secara sepihak, orang itu menghentikan pembicaraan dan mematikan saluran telpon.
__ADS_1
"Trit.. trit.. trit..." signal ada pesan video masuk, terlihat di layar ponsel Johan.
"Rekaman video apakah yang berani dikirimkan oleh laki-laki itu. Apakah video porno...? Oh tidak.. tuan muda tidak pernah terlibat dengan hal yang menjijikkan seperti itu lagi, semenjak ada nona muda ALexa yang menundukkannya." Johan bergumam sendiri.,
Dengan hati-hati, Johan menekan tombol play dari video yang dikirimkan oleh pria misterius tadi. Mata laki-laki muda itu terbelalak, ketika layar kamera menunjukkan rekaman video gudang mobil-mobil mewah mereka di lepas pantai. Sesaat terdengar suara ledakan..
"Boom.. boom..." terlihat gudang penyimpanan mobil itu meledak, dan asap tebal langsung membubung ke atas. Terlihat orang-orang berlarian untuk menyelamatkan diri.. Johan langsung mematikan rekaman video itu.
Dengan cepat, Johan mencari nomor ponsel orang yang bertanggung jawab sebagai Manajer Divisi yang mengelola gudang mobil mewah mereka. Penjualan mobil mewah di pulau Sumatra dan beberapa pulau lainnya, memang lisensinya dipegang oleh Ravendra. Tanpa ijin dari perusahaan mereka, maka tidak akan ada yang dapat melakukan jual beli atau penyaluran mobil mewah di negara ini.
"Ya tuan Johan... mohon ampun, ampun tuan.. Karena kealpaan kami, gudang penyimpanan mobil kita di lepas pantai sudah dihancurkan dan dibakar oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Saya saat ini langsung terbang kembali ke Indonesia, karena kebetulan saya mengajukan cuti tahunan, dan saat ini masih di negara Perancis." belum ditanya, laki-laki yang bertanggung jawab sebagai manajer divisi itu mengabarkan berita yang sebenarnya,
"Siapa yang memegang delegasi wewenang operasional perusahaan saat ini.." dengan tegas, Johan langsung menanyakan semuanya.
"Wijaya Tuan Johan.. secepatanya saya juga akan menghubungi Wijaya.." sahut manajer divisi itu.
Johan segera mengakhiri panggilan telpon, laki-laki muda itu segera mengambil kunci mobil kemudian bergegas menuju basement untuk mengambil mobil.
*********
__ADS_1