Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Penuhi Takdirmu


__ADS_3

Batu-batuan berwarna-warni tampak indah berkilau di depan mata Alexa, dan mengaburkan bau lembab ruangan yang saat ini dimasukinya. Melihat kedatangan manusia ke dalam goa, beberapa kelelawar terbang menyingkir, seakan memberi ruang pada gadis itu untuk lebih masuk ke dalam. Thomas mengikuti langkah gadis itu dari belakang. Tiba-tiba Alexa membungkukkan badannya, tangannya dimasukkan dalam genangan air bening yang ada di bawah kakinya.


"Apa yang membuatmu tertarik Lexa.., apakah kamu ingin merendam kakimu. Jangan minum airnya, karena banyak belerang tercampur dalam air itu. Tapi akan bermanfaat untuk mengobati penyakit kulit.." Thomas mengingatkan Alexa untuk tidak menggunakan air dengan sembarangan,


"Iya pap.. airnya hangat. Ijin untuk mengistirahatkan sebentar kaki Alexa di tempat ini pa. Setelah itu, Alexa ingin lebih masuk ke dalam, melihat-lihat keindahan batu-batu ini." Alexa mulai menceburkan kakinya dalam genangan air setelah melepaskan sepatunya sebentar.


"Lakukanlah.., papa akan menunggumu.." dengan sabar Thomas memberi ijin pada putrinya. Tiba-tiba laki-laki itu ingat untuk memberi pesan pada istrinya tentang keberadaannya dan Alexa di tempat ini. Thomas merogoh saku dan mengeluarkan ponsel dari dalam.


"****.. no signal.." tanpa sadar, melihat tidak ada signal masuk, laki-laki itu mengumpat.


"Ada apa pap.., kenapa papa tiba-tiba mengumpat. Tunggulah sebentar.. kita akan melihat-lihat ke dalam,." mendengar ucapan kata kasar Thomas, Alexa langsung bertanya untuk melakukan konfirmasi.


"Mau kasih informasi ke mamamu, tapi ternyata no signal. Sudah lanjutkan saja aktivitasmu, papa mau keluar dari dalam goa dulu untuk cari signal di bawah. Papa khawatir jika Ravendra suamimu sudah sampai rumah, dan mamamu tidak dapat memberi tahu keberadaan kita saat ini. Bisa terjadi huru hara dan salah paham atas kejadian ini." Thomas memberi tahu Alexa, kemudian melangkahkan kaki keluar dari dalam goa.


Alexa tidak menjawab, gadis itu hanya menganggukkan kepalanya. Rasa hangat air belerang seakan masuk dan menyerap ke dalam kulit kakinya. Sejenak rasa hangat dan segar dirasakan oleh gadis itu. Tidak terasa Alexa tertidur, tiba-tiba saja kepalanya terkulai dan bersandar pada batu yang ada di samping kepalanya.

__ADS_1


"Humph.. akhirnya kamu datang juga kesini Alexa.., disinilah tempatmu sebenarnya. Kamulah Ratu kami yang sebenarnya bukan yang lain..." tiba-tiba Alexa merasa melihat ada laki-laki berperawakan tua sedang berbicara kepadanya. Merasa belum pernah tahu, dan juga tidak mengenal laki-laki itu, Alexa merasa takut. Gadis itu tiba-tiba memundurkan kakinya ke belakang, sedikit menjauh dari laki-laki itu.


"Siapa Tuan.. saya tidak pernah mengenal tuan. Bagaimana tuan bisa mengetahui nama saya..?" dengan penuh rasa kebingungan, Alexa melihat dan bertanya pada laki-laki itu.


"Kamu tidak akan pernah mengenalku gadis.., tapi kemunculanmu disini sudah lama tertulis di Kitab yang ada di dalam loker batu sebelah sana. Pelajarilah... ini adalah takdirmu.. jangan kamu lawan, lakukanlah. Ikutilah takdirmu.., kamu harus kembali menjadikan dirimu sebagai seorang ratu." laki-laki tua itu tersenyum. Sepertinya memang laki-laki itu sudah mengenal baik Alexa.., meskipun gadis itu memang tidak mengenalnya.


"Aku adalah aku, dan aku juga terlahir sebagai aku. Jangan kacaukan pikiranku, pergilah pak tua.. jangan menggangguku disini.." merasa tidak berkepentingan dengan laki-laki tua itu, Alexa mengusir laki-laki itu untuk pergi dari sisinya.


"He.., he.. he.. perempuan yang naif. Baiklah aku akan pergi, tapi ingat jika kamu tidak akan bisa memungkiri takdirmu, jemputlah takdir dan kekuatanmu. Hanya kamu yang akan dapat mendamaikan semua vampire di bawah kepemimpinanmu.." laki-laki itu malah tertawa mengejek pada Alexa. Gadis itu mengibaskan tangannya, mencoba untuk mengusir laki-laki itu dari sisinya.


"Tenanglah Lexa.., tidak ada apa-apa. Kamu hanya sedang bermimpi saja, sekarang sudah ada papa di depanmu." laki-laki itu menyandarkan kepala Alexa di atas dadanya, satu tangannya mengusap punggung Alexa untuk menenangkan gadis itu.


Beberapa saat Alexa berada dalam pelukan papanya, tiba-tiba gadis itu teringat dengan kata-kata laki-laki tua yang datang dalam mimpinya tadi. Perlahan Alexa mengangkat wajahnya, kemudian memandang wajah papanya.


"Papa.., apakah di dalam goa ini ada loker yang terbuat dari batu?" mengingat pesan tadi, Alexa bertanya pada Thomas.

__ADS_1


"Loker batu di dalam goa ini.. papa belum pernah melihatnya, meskipun sudah berkali-kali papa datang kesini. Tetapi masih hal yang sama, papa masuk ke goa ini ratusan tahun yang lalu, dalam keadaan tersesat dan tidak mengetahui jalan pulang." Thomas tersenyum kecut. Tetapi memang seingatnya, dia sendiri juga belum pernah menemukan loker itu,


"Iya pa.., tadi saat Alexa tanpa sadar tertidur, seperti ada laki-laki tua yang datang pada Alexa. Laki-laki itu mengatakan, jika ada loker batu dalam goa ini. Loker itu merupakan kunci untuk perdamaian.., tetapi Alexa juga tidak mengetahui siapa yang didamaikan.." Alexa menceritakan mimpi yang diterimanya barusan,


Mendengar perkataan yang diucap Alexa, Thomas kembali terdiam. Laki-laki itu mencoba mengingat-ingat kenangan di masa lalu, namun belum juga menemukan ujung pangkal siapa laki-laki tua itu. Tetapi kata-kata Alexa menjadikannya penasaran, dan laki-laki itu memiliki ide untuk mencarinya,


"Sebenarnya papa belum pernah mendengarnya Lexa.. Tetapi sepertinya menarik untuk kita mencari tahu, bagaimana jika kita habiskan waktu kita untuk mencari di sekitar tempat ini. Apalagi goa ini tidak begitu besar, jadi tidak akan menghabiskan waktu untuk mencarinya." untuk menenangkan Alexa, Thomas menawarkan untuk mencari loker itu bersama-sama. Alexa menatap kembali ke wajah papanya, dan sambil tersenyum laki-laki itu menganggukkan kepala.


"Baiklah.., bantu Lexa pa.." Alexa meluruskan tubuhnya, kemudian mengulurkan tangan untuk minta bantuan pada laki-laki itu. Setelah memegang tangan putrinya, Thomas menarik dan memegang Alexa dengan hati-hati. Setelah putrinya tegak berdiri, dengan hati-hati Thomas memposisikan ALexa di depan. Kedua orang, papa dan putrinya itu pelan-pelan menelusuri gugusan batu-batu yang ada di goa tersebut.


"KIta ke arah gugusan stalaktit di sebelah sana dulu ya pa.. Alexa ingin memegang dan mengamati batu-batu indah yang ada di dalam goa ini." Alexa menunjuk ke arah samping.


"Baiklah.., tapi ingat kamu harus hati-hati. Banyak lumut melapisi batu-batuan itu, sehingga agak licin untuk menuju kesana." dengan sabar, Thomas menyetujui keinginan putrinya.


*********

__ADS_1


__ADS_2