
Untuk mengisi waktu, Alexa meminta maid untuk menyediakan peralatan berkebun untuknya. Melihat bunga-bunga yang banyak memiliki tunas baru, perempuan muda itu gatal untuk memindahkan sebagian tunas ke dalam pot-pot yang baru. Tanpa membantah, maid segera menyediakan sesuai permintaan gadis itu. Ketika para maid, menyingsingkan baju untuk membantu ALexa, dengan cepat perempuan itu menolak bantuan yang ditawarkan.
"Nona muda..., nanti tangan nona muda bisa kotor. Ijinkan kami membantu nona muda.., kami khawatir jika tuan muda akan marah dan murka kepada kami.." beberapa maid berdiri di belakang Alexa. Mereka merayu agar diijinkan untuk membantu perempuan itu.
"No..., ini tanggung jawabku. Aku bisa mati kesepian, jika hanya dibiarkan berada di dalam kastil tidak memiliki kegiatan apapun. Aku akan memisahkan tunas-tunas ini, dan memindahkannya. Setelah tertanam pada pot yang baru, kalian baru boleh membantuku untuk mengangkat dan menempatkan pot-pot ke tempat yang semestinya." Alexa terus menolak tawaran bantuan itu.
Para maid saling berpandangan, mereka hanya mengangkat kedua bahu mereka ke atas. Mereka memundurkan badan, dan tetap mengawasi aktivitas Alexa, namun tidak berani untuk meninggalkan perempuan itu sedikit lebih jauh.
"Jika ini di Indonesia.., tanaman-tanaman ini memiliki nilai jual yang tinggi. Tetapi untuk apa juga, aku berpikiran untuk menjual tanaman-tanaman ini. Aku sendiri bahkan tidak pernah memiliki kesempatan untuk menggunakan uangku, semua keperluanku sudah disediakan oleh kak Ravend.." akhirnya Alexa bergumam sendiri, perempuan itu memikirkan keadaannya saat ini. Baru saja Alexa berpikir, Ravendra sudah mencukupi dan menyediakan semua kebutuhannya.
"Hai.. ambilkan aku air untuk menyiram pot yang sudah aku beri tunas bunga baru.." setelah berhasil memisahkan beberapa tunas, dan memindahkannya Alexa memberi maid pekerjaan untuk menyiram tanaman itu.
"Okay Nona muda.., kami datang." dengan perasaan suka cita, para maid segera melaksanakan apa yang diminta oleh Alexa.
Tanpa disadari oleh Alexa, dari sudut sebuah lobang, ada seseorang yang mengamati gerak-geriknya sejak tadi. Seorang perempuan paruh baya tampak tersenyum melihat perempuan itu, dan berkali-kali menganggukkan kepala tampak mengagumi Alexa. Namun, Alexa benar-benar tidak menyadari, dan bahkan juga tidak melihat keberadaan perempuan paruh baya itu. Alexa terus melanjutkan kesenangannya mengutak-utik beberapa tanaman,
"Nona muda.., bagaimana jika beberapa pot ini kita pindahkan di taman yang ada di dekat swimming pool?" seorang maid bertanya pada perempuan itu.
"Okay no problem.., semoga segera tumbuh tanaman itu. Pindahkan juga pot-pot yang ada di sebelah sana..!" Alexa menunjuk ke sudut teras. Tanaman kaktus dengan batang besar itu, memang akan sangat berbahaya karena durinya bisa melukai siapa yang berada di dekatnya.
__ADS_1
Alexa segera melangkah ke pohon-pohon kaktus dengan batang besar itu. Perempuan itu melengkapi dirinya dengan mengenakan sarung tangan, dan sepatu boots. Menggunakan pisau besar, Alexa merapikan duri yang ada di batang kaktus itu, membuat batang itu menjadi tidak tajam.
"Nona muda lucu..., sampai berpikir tentang duri di batang kaktus itu." celetuk salah seorang maid, yang sejak tadi melihat aktivitas yang dilakukan Alexa.
"Ini namanya safety framing, kita tidak bisa meremehkannya. Untuk ukuran manusia biasa, bukan manusia vampire akan bisa mengalami masa demam jika tanpa sengaja tertusuk duri kaktus ini." Alexa menanggapi celetukan maid tersebut. Akhirnya maid dan Alexa memiliki bahan untuk berkomunikasi. Beberapa waktu Alexa ditemani beberapa maid memiliki kesibukan untuk mengisi waktunya.
*********
Perempuan tua yang sejak tadi mengintip Alexa, berjalan menghampiri para penjaga kastil Ravendra. Melihat ada orang asing yang mendekati pintu gerbang, beberapa pengawal langsung mencegat perempuan tua itu. Mereka langsung berinisiatif melarang perempuan tua itu untuk memasuki gerbang.
"Jangan halangi saya.., aku melihat keberadaan cucu perempuanku di dalam kastil ini. Jangan larang aku.." perempuan paruh baya itu meronta-ronta. Dia tidak mau tubuhnya dipegang oleh para pengawal.aa
Tetapi bukannya perempuan itu takut, badannya malah terus bergerak untuk membebaskan diri dari pegangan para pengawas itu.
"Apakah kalian ini tidak memilih mata. Bukannya menolong pada pihak yang lebih tua, tetapi malah menangkapku seperti ini. Tolong.., tolong.." perempuan paruh baya itu terus berteriak mencarinya pertolongan.
Di atas teras, Alexa menghentikan sejenak kegiatannya. Telinga perempuan itu menangkap ada suara perempuan yang sedang meminta pertolongan.
"Apakah kalian mendengar ada yang sedang meminta pertolongan?" Alexa bertanya pada para maid.
__ADS_1
Para maid saling berpandangan, mereka melihat jika di.luar pintu gerbang pengawal sedang memegangi seorang perempuan tua. Tidak mau membuat kesalahan, mereka pura-pura tidak mengerti apa yang ditanyakan oleh Alexa.
"Aku bertanya pada kalian semua. Kenapa tidak ada yang menjawab? Aku mendengar ada yang berteriak meminta pertolongan, apakah kalian juga mendengarnya?" Alexa mengulang kembali pertanyaannya.
"Abaikan saja nona muda, kita tidak boleh terkecoh. Di wilayah ini, sudah hal biasa orang-orang berteriak meminta pertolongan. Tidak tahunya ternyata mereka malah berbuat jahat kepada kita." salah satu maid mencoba menjelaskan pada Alexa.
"Tetapi tidak bisa juga lho kalau kita berubah menjadi apatis. Yang kalian ceritakan itu kan kebiasaan buruk, tapi jika suara yang aku dengar tadi merupakan hal yang luar biasa, siapa yang akan disalahkan." Alexa berpendapat.
Perempuan itu mengedarkan pandangan ke sekeliling. Untung saja para pengawas membungkam mulut perempuan paruh baya itu. Melihat tidak ada yang dapat ditemukannya, akhirnya Alexa mengabaikan suara yang tadi didengarnya itu. Perempuan itu Kembali melanjutkan kegiatan bongkar-bongkar tanaman hias.
"Cucuku.. tolong nenek cucuku. Orang-orang jahat ini ingin menyakiti nenek, ingin memisahkannya kita cucuku. Tolong nenek cucuku.., tolong.
, tolong.." Alexa kembali menghentikan gerakannya. Suara perempuan yang berteriak minta tolong itu kembali terdengar. Alexa segera meletakkan pisau panjang kemudian melepas kaos tangan. Setelah mencuci tangan sebentar, Alexa kembali berdiri dan menoleh ke sekeliling.
Melihat tidak ada penjaga di pos penjagaan, Alexa memutuskan untuk mendatangi pos jaga itu. Melihat hal itu,. para maid berlarian untuk mencegah Alexa berjalan ke pintu gerbang.
"Nona muda.., nona muda mau kemana?? Kenapa pot bunganya ditinggalkan, ayo nona muda...., kita kembali." para maid berusaha mencegah Alexa dengan berbagai cara.
"Jangan hentikan aku.. aku paham. Sejak tadi kalian memang sengaja membohongiku kan..?? Aku mendengar dengan jelas suara orang tua meminta pertolongan. Kalian malah dengan teganya melarangku untuk melihatnya." Alexa memarahi para maid tersebut. Mereka hanya diam tidak berani menjawab apa yang diucapkan oleh Alexa.
__ADS_1
********