Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Apa yang Kalian Sembunyikan


__ADS_3

Nyonya Sarah berhenti, perempuan itu seperti tidak percaya melihat putrinya tidak mengalami luka sedikitpun. Juga terlihat Abhimana tersenyum bahagia, ketika sedang bermain dengan papanya. Perlahan perempuan paruh baya itu berjalan mendekati mereka, tetapi hanya berdiri melihat karena tidak berani mengganggu pasangan suami istri itu yang sedang bermain dengan putranya.


"Mama... sejak kapan mama datang. Kenapa tidak memanggil ALexa.." tiba-tiba Alexa terkejut melihat kedatangan mamanya, gadis itu segera berlari dan memeluk mamanya dengan erat.


"Apa yang kamu lakukan dengan barang-barang koleksi mama Lexa.. Sepertinya mama kehilangan beberapa deh.." dengan nada sarkasme, Nyonya Sarah menanyakan barang-barang koleksinya. Barang-barang itu sengaja hanya dia gunakan sebagai barang koleksi saja, karena akan menjadi rebutan oleh negara-negara yang sedang mengalami perang. jika tahu dia sudah menemukan senjata-senjata tersebut.


Tetapi melihat dampak yang ditimbulkan di tempat itu, tanpa ada residu yang tersisa, Nyonya Sarah sudah meyakini jika putrinya tanpa ijin sudah mengambilnya. Alexa tersenyum kecut, tidak menyangka jika mamanya dapat mengenali dan mengetahui apa yang sudah dilakukannya.


"Hmm.. iya mam.. Lexa janji deh, Lexa juga akan berlatih untuk melakukan project bareng mama. Tapi tunggu sampai Abhimana bisa untuk ditinggal dulu, ya mam..." Alexa memberi ciuman di pipi mamanya, Ravendra mengerutkan kening melihat keganjilan sikap yang ditunjukkan istrinya.


"Honey.. what happend.. Apakah kamu melakukan kesalahan honey.. dan itu terkait dengan mama.." untuk menemukan jawaban dari rasa penasarannya, Ravendra bertanya pada istrinya.


Alexa menengok ke wajah suaminya. Gadis itu memainkan matanya, memberi isyarat pada suaminya untuk tidak ikut campur dalam masalah itu. Tetapi rupanya papanya Thomas mengetahui permasalahan tersebut..


"Sudahlah Ravendra.. urusan perempuan memang seperti itu. Paling yang terjadi adalah, Alexa mengambil barang-barang koleksi mamanya dan dibawanya kesini untuk membuat serangan. Benar bukan yang papa katakan Lexa.. mama.." ucap Thomas tanpa tahu jika putrinya tidak pernah memberi tahu apa pekerjaan mamanya pada Ravendra.


Ravendra tampak kebingungan dengan apa yang diperdebatkan itu. Alexa tersenyum kemudian mengajak suaminya duduk kembali, dan Nyonya Sarah segera mengambil alih Abhimana ke dalam gendongannya.


"Gini lho kak.. mungkin kelupaan Lexa belum cerita sama kak Ravend.." Alexa tersenyum mengawali ceritanya.

__ADS_1


"Mungkin dalam dunia kak Ravend, pernah mendengar inovator senjata teknologi tinggi dengan brand dagang Sar.Lex.." gadis itu melanjutkan ceritanya.


Ravendra yang memang sering diberikan prothotype oleh Johan tentang konsep persenjataan dengan merk tersebut, dan bahkan beberapa kali pernah melakukan purchasing order, hanya menganggukkan kepala. Tetapi pikirannya belum menemukan, keterkaitan apa di dalam pertanyaan yang diajukan oleh ALexa.


"Mmm... aku pernah beberapa kali melakukan PO, Johan yang melakukan order, Namun sampai sekarang.. kami belum tahu siapa inovatornya.." Ravendra menjawab tegas pertanyaan istrinya.


"Berarti memang luar biasa mama Sarah berhasil menjadi silence seller kak.. Sar, Lex merupakan inisial nama mama, dan dikombinasikan dengan nama Alexa, Mama sengaja memberi brand tersebut, karena dari merek dagang tersebut, mama memiliki asset dan sumber daya semuanya.." sambil tersenyum, Alexa akhirnya menceritakan apa yang diketahui dari bisnis mamanya.


"Really... dan apakah benar, untuk menyelamatkanku dan Johan, kamu mengambil beberapa produk buatan mamah Sarah tanpa ijin. Kemudian kamu gunakan untuk meledakkan beberapa bangunan di tempat ini.." Ravendra terkejut, laki-laki itu bertanya dengan tidak percaya.


Perlahan Alexa menganggukkan kepalanya. Ravendra menatap Alexa, kemudian beralih ke wajah mama mertuanya. Tidak ada pembelaan yang disampaikan oleh perempuan paruh baya itu, seakan mengiyakan apa yang diucapkan oleh ALexa. Sambil menarik tangan Thomas, Nyonya Sarah malah membawa pergi ABhimana dari tempat itu.


"Ternyata aku tidak salah memilih istri.. honey.. Kamu ini merupakan paket komplit, .." Ravendra menundukkan wajahnya ke bawah, kemudian ******* bibir Alexa.


***********


"Tuan muda.. sebentar lagi helikopter akan landing di Frankfurt-Hanh Airport. Dimana kira-kira tuan muda akan kita turunkan." dari depan, pilot bertanya pada Ravendra.


"Dekat private jet yang akan aku gunakan untuk meninggalkan negara ini.." Ravendra menjawab pertanyaan dari pilot tersebut.

__ADS_1


"Siap tuan muda.." tidak beberapa lama, pilot mulai menurunkan helikopter yang dibawanya, tidak jauh dari posisi private jet berada.


"Honey bersiaplah.. kita akan segera turun dan berpindah ke private jet. Nanti sebelum pesawat kembali take off, honey bisa membersihkan diri dalam pesawat.     Bersiaplah.. Abhimana biar bersama denganku saja,." begitu helikopter berhenti, Ravendra segera memberi tahu Alexa.


"Yap.." ucap Alexa pelan, sambil merapikan tas pinggang yang sejak tadi pagi menggantung di pinggangnya.


Tidak lama kemudian, dengan hati-hati Ravendra memegangi tangan Alexa untuk membantunya turun dari helikopter. Saat ini matahari sudah tidak terlihat lagi, karena hari sudah memasuki pukul 20,00 malam hari. Tanpa banyak bicara, pasangan suami istri itu segera memasuki private jet.


"Mandilah dulu honey.. biar Abhimana aku yang menjaganya." sesampainya di dalam kabin pesawat, Ravendra meminta istrinya untuk mandi terlebih dahulu.


"Abhimana duluan saja kak.. akan Lexa bersihkan. Kasihan pasti berkeringat dan merasa tidak nyaman. Karena sejak pagi, Abhimana sudah menemani.. Kira-kira ada pakaian tidak kak, untuk dikenakan Abhimana.., karena semua perlengkapan Lexa dan Abhimana ada di dalam hotel tempat kami menginap terakhir kali." Alexa bermaksud memandikan putranya terlebih dahulu.


"Jangan khawatir.. semua perlengkapan kita sudah tersedia di semua barang-barang pribadiku honey.. Mandikan dulu Abhimana.. aku akan menyiapkan minuman dan makanan untuk kita makan malam ini." akhirnya Ravendra memanggil pramugari yang sudah bersiap untuk memberikan pelayanan pada mereka.


"Siap tuan muda.. apa yang bisa saya bantu.." dengan sikap hormat, pramugari mendatangi Ravendra,


"Segera siapkan makan malam, dan minuman hangat untuk kami.. Tidak pakai lama.. cepat lakukan." sambil membalikkan badan, Ravendra menyampaikan perintah.


"Baik tuan muda.. segera saya siapkan." sahut pramugari yang segera menyiapkan semua makanan dan minuman yang sudah sejak tadi disiapkannya di meja yang ada di dekatnya.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, pramugari segera mendorong meja kecil yang sudah berisi berbagai menu makanan, dan juga minuman hangat untuk tuan muda dan nona mudanya, Namun Ravendra tidak melihatnya, fokusnya hanya tersenyum melihat kedatangan Alexa yang sudah membawa Abhimana yang sudah berbau harum, karena sudah selesai dimandikan.


***********


__ADS_2