Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Rapat yang Tegang


__ADS_3

Pertemuan manusia vampire untuk membahas peraturan terbaru berlangsung tegang. Masing-masing perwakilan manusia vampire dari berbagai negara mengusulkan pendapat, dan beberapa memaksakan kehendak agar pendapatnya digunakan. Konsep peraturan yang sudah ada dan disusun di bawah koordinasi Robin, dibredel ulang. Peraturan itu sebelumnya berisi bagaimana mereka mendeskreditkan manusia vampire yang tidak termasuk vampire original. Mereka tidak mau, koloni mereka bergabung dan mengijinkan vampire di luar komunitas mereka untuk masuk. Bahkan dalam aturan itu juga dimasukkan tentang kebebasan mereka menghisap darah langsung dari manusia biasa, tidak perlu bekerja sama dengan yayasan penyedia fresh blood.


"Prok.., prok.., prok.. tidak bisakah pemimpin sidang memberikan kesempatan padaku untuk berbicara..?" melihat suasana pertemuan yang semakin panas, akhirnya Ravendra bertepuk tangan. Laki-laki itu meminta ijin untuk menyampaikan pendapatnya.


"Tuan muda Ravendra.., putra dari Tuan Besar Abraham sesepuh kita dalam manusia vampire. Silakan Tuan muda.., waktu dan tempat kita persilakan." pemimpin sidang memberikan kesempatan pada laki-laki itu. ravendra langsung berdiri, dan petugas memberikan microphone pada laki-laki itu,


"Aku hanya mau mengingatkan saja. Siapa diri kita ini, dan dimana diri kita saat ini berada. Tidak bisakah kita berbicara dengan kepala dingin, dan tidak memaksakan kehendak, kita bisa mencari titik temu dari semua masukan manusia vampire manapun untuk kebaikan komunitas kita. Semua usul yang rasional aku setuju yang bertujuan untuk kebaikan kita semua. Tetapi usulan sampah, seperti membuat perbedaan ras manusia vampire, menghisap darah manusia langsung yang sama saja dengan membunuh mereka, semuanya itu adalah sampah. Jangan berpikir egois, ingat Tuhan menciptakan makhluk hidup itu tidak homogen hanya kita saja. Tetapi makhluk itu banyak dan berjenis-jenis. Alangkah bodohnya kita, jika kita berkeinginan untuk menjadikan sesuatu yang heterogen menjadi sesuatu yang homogen." dengan berapi-api Ravendra menyampaikan pendapatnya.


Kata-kata yang keluar dari mulut laki-laki muda itu, seperti menghipnotis semua yang hadir dalam pertemuan itu. Sesaat setelah Ravendra meletakkan microphone, tepuk tangan membahana di dalam ruang pertemuan itu. Para manusia vampire sebagian besar mengelu-elukan Ravendra.


"Tenanglah semuanya.., kita harus menjaga suasana rapat ini agar tetap kondusif.." pemimpin sidang meminta semua yang ada di dalam ruangan untuk mengendalikan diri mereka.


"Saya sangat setuju dengan pendapat Tuan Muda Ravendra. Dengan memusuhi makhluk hidup lainnya, tidak akan membuat kita menjadi lebih kuat, tetapi malah akan memecah belah kita semua. hidup Tuan Muda Ravendra.. kita beri dan hadiahkan apllaus untuk Tuan muda kita." salah seorang manusia vampire mengacungkan jari telunjuknya, meminta ijin untuk mengutarakan pendapatnya.

__ADS_1


"Aku tidak setuju. Kita perlu menyelidiki, kenapa tuan muda berpendapat sepert itu. AKu yakin, karena saat ini tuan muda sudah menikah dengan manusia murni, sehingga garis keturunan tuan muda Ravendra menjadi buyar, tidak akan dapat melahirkan keturunan manusia vampire murni." kelompok lain yang berasal dari komunitas Robin dan Tami turut berbicara.


Suasana kembali berlangsung ricuh, perdebatan demi perdebatan terus berlangsung dari berbagai kubu, dan berbagai kepentingan.


"Ha.., ha..., ha... sungguh suatu kejadian yang lucu. Dimana kaum kita manusia vampire, yang sudah mendapatkan ijin untuk bertahan hidup di negara ini, sungguh tidak tahu malu. Sebagai manusia yang termasuk golongan minoritas,  bisa-bisanya kita berpikir untuk kepentingan kita sendiri. tidak terpikirkan bagaimana langkah kita untuk bersatu padu, menyatukan langkah, dan satu harmoni kita menyatu dengan alam." tiba-tiba dari atas tribun, terdengar suara menggema.


Sontak mendengar kata-kata itu, seluruh manusia vampire di dalam ruangan itu menolehkan pandangan ke sumber suara. Terlihat seorang laki-laki tua, sedang duduk di atas kursi  dalam lantai yang lebih tinggi dari mereka berada. Hanya saja, karena topi lebar yang dikenakannya, tidak ada yang bisa mengenali laki-laki itu.,


"Siapa kamu..., turunlah. Jangan beraninya berbicara seperti seorang pecundang, tidak berani menampakkan wajahnya." seseorang berteriak dari arah bawah.


Suasana tiba-tiba kembali menjadi sepi, mereka bertanya-tanya siapakah yang berada di tempat duduk di lantai atas itu. Melihat dampak dari tamparan yang terkena pada laki-laki di lantai bawah itu, menunjukkan kekuatan yang dimiliki oleh laki-laki tua tersebut.


********

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, pertemuan dijeda oleh pemimpin sidang. Hampir semua manusia vampire yang ada di lantai bawah merasa penasaran dengan laki-laki tua yang duduk di lantai atas. Tetapi tidak ada satupun yang berani untuk menghampirinya. Bahkan pemimpin sidang juga menjadi gagu, tidak berani bertanya siapakah identitas orang yang berada di atas itu. Merasa vakum tidak ada kegiatan di dalam ruang sidang, Ravendra tersenyum smirk.


"Srettt tap.. tap..." tiba-tiba tidak ada yang menyangka, tubuh Ravendra melesat meninggalkan tempat duduknya. Tubuh laki-laki itu sudah terbang melayang, dan yang paling mengejutkan adalah Ravendra mengarahkan tubuhnya menuju ke lantai atas. Setelah menginjakkan kaki di lantai tersebut, laki-laki muda itu berjalan melangkahkan kakinya mendekati laki-laki tua tersebut.


"Hebat sekali kamu anak muda, aku pikir keturunan manusia vampire saat ini sudah menjadi pecundang semuanya. Ternyata masih tersisa satu anak muda yang tanpa berpikir panjang berani untuk menemuiku.. Siapa namamu anak muda..?" laki-laki tua itu menyambut hangat kedatangan Ravendra,


"Kedatanganku kesini bukan untuk beramah-ramah denganmu Tuan tua.. Siapakah anda sebenarnya, dan begitu beraninya tuan memberi peringatan pada para vampire pecundang di bawah sana.." dengan suara keras, ravendra mengajak laki-laki tua itu berbicara.


"Ha.., ha.., ha... tidak penting siapa diriku. Kebetulan saja, aku sedang ingin berjalan-jalan dan mendengar ada keramaian di tempat ini. Aku meluangkan waktu, ternyata hanya mendengar dagelan, stand up comedy sedang beraksi di bawah sana." dengan tertawa keras, laki-laki tua itu merendahkan pertemuan di bawah.


"Jadilah keturunan vampire yang membawa keberkahan untuk keturunan kita anak muda. Aku setuju dengan pernyataanmu, kita tidak bisa meninggikan ego kita dengan mencoba untuk menindas makhluk lain yang lebih lemas. Kita sudah ditakdirkan untuk tinggal bersama, melakukan apapun dengan bersama-sama, tidak ada pilihan untuk itu. Jika ada yang mau mengkhianati takdir, atau berusaha merubah takdir, maka celakalah kalian. Itu saja pesanku.." laki-laki tua itu kemudian berdiri, dan mengepakkan sayapnya meninggalkan Ravendra berdiri di situ,


"Manusia aneh.., siapakah dia tidak penting bagiku. Yang terpenting adalah agar bagaimana pemimpin sidang segera mengakhiri pertemuan sampah ini." Ravendra mengabaikan laki-laki tua itu. Matanya kembali nanar melihat ke bawah, kemudian laki-laki itu meluncur terbang kembali menuju ke lantai bawah.

__ADS_1


************


__ADS_2