
Kabar kehamilan Alexa sudah menyebar di komunitas manusia vampire. Kebahagiaan tuan besar Abraham, yang sudah sekian lama menunggu hadirnya cucu dalam keluarganya, mendorong laki-laki paruh baya itu untuk mempublikasikan kehamilan menantunya. Ravendra sampai tidak bisa menahan ayahndanya, dan karena terlalu seringnya mereka terlibat konflik keluarga, akhirnya anak muda itu membiarkan reaksi yang ditunjukkan oleh ayahndanya itu.
"Merupakan kesempatan baik, jika bisa menculik istri dari tuan muda Ravendra. Perempuan itu sedang dalam keadaan hamil saat ini, sehingga kekuatannya akan jauh berkurang, dan tubuhnya akan menjadi semakin cepat merasa kelelahan. Untuk itu, kita harus menyusun strategi untuk menculik perempuan itu." di tengah hutan, sekelompok manusia vampire sedang merencanakan sesuatu.
"Apakah kita tidak keterlaluan, masalah kita adalah dengan tuan muda Ravendra. Kenapa kita harus mengorbankan perempuan hamil, aku paling tidak bisa menyentuhnya. Melihat perempuan hamil besar saja, timbul rasa kasihan pada perempuan itu. Apalagi jika aku diminta untuk menculiknya, sepertinya aku tidak akan sanggup." salah seorang dari manusia vampire itu menolak rencana itu.
"Halah lemah kamu John...Kita tidak akan menyakiti perempuan hamil, kita hanya akan memberi pelajaran pada suaminya, dengan menangkap perempuan hamil itu. Kita juga akan memperlakukan perempuan itu dengan baik, memberinya makan, bahkan jika perlu vitamin untuk kesehatan bayinya harus kita sediakan. Kita hanya akan memberi peringatan untuk laki-laki yang menjadi suaminya itu." dengan tegas, manusia vampire yang lain menanggapi perkataan temannya.
Diskusi yang terjadi di tengah hutan lebat itu berlangsung dengan sengit. Tidak ada yang mau mengalah satu dengan yang lainnya. Sebagian menyetujui untuk menculik Alexa, dengan catatan tetap memberikan perlaluan baik pada perempuan itu. Sedangkan sebagian yang lain tidak setuju, karena akan sangat beresiko untuk bayi yang sedang dikandungnya. Jika terjadi kesalahan, mereka khawatir dengan balas dendam yang akan dilakukan oleh Ravendra.
"Sudah.., sudah.., malah akan terjadi pertengkaran di antara kita sendiri. Kita berperilaku alami saja, bagaimana kejadiannya nanti, akan kita pikirkan. Yang penting, untuk saat ini kita tidak boleh mengganggu ketenangan tuan muda Ravendra, atau kita yang akan memanen akibatnya." seorang tetua akhirnya menengahi perdebatan itu.
__ADS_1
Mereka teringat dengan kejadian tengah malam, ketika mereka sengaja ingin menangkap ALexa beserta rombongan yang tersesat di tengah hutan. Saat itu, bukan Ravendra sendiri yang turun menghajar mereka, baru asisten pribadinya, itu sudah membuat mereka kalang kabut. Tetapi kalau mereka saat ini ingin mengganggu keluarga tuan muda Ravendra, bisa jadi laki-laki itu sendiri yang akan membasmi habis mereka.
Suasana di tengah hutan itu kembali hening, kemudian salah seorang manusia vampire teringat tentang asal mula Alexa bisa sampai datang ke hutan itu. Tiba-tiba manusia vampire itu seperti memiliki sebuah ide brilian untuk dapat terkoneksi dengan Alexa.
"Sebentar.., sebentar aku punya usul. Kenapa kita tidak bertanya pada nenek Cathy, setahuku nona muda itu datang ke hutan ini karena mengantar nenek Cathy. Kita bisa menggunakan nenek, untuk mendekati perempuan itu. Jadi nona muda itu akan datang kembali ke hutan ini, bukan karena kita culik, melainkan karena keinginannya sendiri." salah seorang manusia vampire yang melihat kedatangan Alexa untuk mengantar nenek, turut urun rembug,
"Kamu benar.., aku juga melihatnya kala itu. Tetapi merasa tidak ada urusan kala itu, akhirnya aku cuek dan tidak memperhatikan mereka berdua." vampire yang lain menimpali.
***********
"Kemana cucuku.., apakah kalian akan kejam pada perempuan tua sepertiku. Hanya ingin bertemu dengan cucuku saja, kalian ini melarangnya." berkali-kali pula Cathy memaksa para pengawal yang berada di luar pagar pembatas kastil Ravendra, untuk memberi tahu pada Alexa atas kedatangannya.
__ADS_1
"Dengarlah nek.., nona muda Alexa itu bukan cucu nenek. Gadis itu berasal dari luar negeri bukan berasal dari negara ini, sudahlah jangan ganggu rumah ini lagi. Atau jika sampai tuan muda tahu, kalau neneklah yang menyebabkan keributan tempo hari, maka kami tidak akan tahu hukuman apa yang akan nenek terima." pengawal memberikan ancaman pada Cathy. Mereka sampai kebingungan bagaimana mereka akan menghentikan perempuan tua itu. Seperti orang minum obat, tiga kali sehari Cathy datang menyambangi kastil Ravendra.
"Apa kalian berpikir dengan mudahnya kalian bisa mengancamku. Bukan aku yang akan celaka, tetapi kalian sendirilah yang akan celaka. Cucuku pasti akan memberi hukuman pada kalian, karena telah berlaku tidak adil pada perempuan tua ini." bukannya menjadi takut, Cathy malah balik mengancam para pengawal itu.
"Ha.., ha.., ha.. punya nyali juga nenek itu. Sudahlah aku akan switching tempat lain saja. Daripada aku tertular kegilaan perempuan tua itu." salah satu pengawal merasa bingung, dan memilih untuk berpindah tempat.
"Egois kamu.., aku masih mencoba untuk bersikap baik padanya. Tapi.., jika terus-terusan perempuan tua itu memaksa untuk bertemu dengan nona muda.., malah kita nantinya yang akan celaka. Sudahlah.. lebih baik aku ikut denganmu berkeliling, dan sebentar lagi paling pengawal yang di sebelah sana akan bergeser kesini. Biar mereka saja yang menghadapi nenek bawel itu, he.., he.." akhirnya kedua pengawal itu merasa jengah dengan perempuan tua itu. Jika tidak mengingat bagaimana nona muda mereka memperlakukan perempuan itu dengan sangat sopan dan baik, mungkin mereka sudah akan mengusir perempuan itu untuk menjauh dari kastil.
"Dasar anak muda tidak tahu sopan santun. Orang tua bertanya, malah ditinggal pergi." di belakang, melihat kedua pengawal itu berjalan meninggalkannya sendiri, perempuan itu berteriak. Tetapi kedua orang itu tetap berjalan meninggalkannya, bahkan menolehpun juga tidak dilakukannya.
Tiba-tiba perempuan tua itu melihat jika di depan pintu gerbang bagian luar tidak ada yang menjaga. Cathy tersenyum, dan perempuan itu merasa memiliki jalan untuk dapat masuk ke dalam gerbang kastil. Perlahan dengan berjinjit Cathy mendekati pintu gerbang, tetapi begitu melihat bagaimana ketatnya pengawasan di dalam gerbang, perempuan tua itu menjadi terlihat sedih.
__ADS_1
"Cucuku.., kita memang belum ditakdirkan untuk bertemu kembali. Tetapi yakinlah, nenek akan berusaha mencari jalan agar kita dapat bertemu." nenek itu bergumam sendiri. Setelah menoleh ke arah pintu gerbang itu, akhirnya perlahan perempuan tua itu berjalan meninggalkan kastil dengan perasaan sedih.
**********