Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Test Pack


__ADS_3

Terbangun di siang hari, tiba-tiba Alexa kembali merasa mual dan pusing. Perempuan itu menekan tombol memanggil maid untuk masuk ke dalam kamarnya. Dua maid yang stand by di depan pintu kamar tempat Alexa beristirahat, segera berlari masuk ke dalam kamar.


"Apa yang bisa kami bantu nona muda..?" melihat Alexa yang berbaring di atas ranjang, maid langsung bertanya pada perempuan itu.


"Buatkan aku teh manis panas ya. Tiba-tiba saja perutku kembali sedikit mual dan kepala pusing." Alexa menyampaikan keinginannya sambil memijit-mijit kepalanya.


"Baik nona muda, tunggu sebentar." satu maid bergegas meninggalkan kamar Alexa. Satu maid berjalan mendekat pada ALexa, sebelum membuka kotak obat dan mengambil minyak angin.


"Apakah perlu saya pijit nona muda.., untuk mengurangi rasa mual dan pusingnya." dengan penuh rasa khawatir, maid yang satunya menghampiri perempuan itu.


Alexa tidak menjawab, dia hanya menganggukkan kepalanya. Dengan sigap, maid segera mendekati punggung Alexa, kemudian mengusapkan minyak angin di leher perempuan itu.


"Minta ijin untuk membuka atasan yang dikenakan nona muda apakah dibolehkan. Agar saya sedikit leluasa untuk memijit dan mengusapkan minyak di leher dan punggung nona muda." maid itu minta ijin, dan Alexa menganggukkan kepala memberikan ijin kepadanya.


"Merah  nona muda.., sepertinya nona muda masuk angin, Mungkin semalam itu penyebabnya nona muda.., hampir menjelang dini hari kita baru sampai kembali di castle, dan nona muda juga terlambat menikmati makan malam." sambil memberikan pijitan, maid berkomentar tentang apa yang mereka alami tadi malam.


"Iya bisa jadi. Tapi lumayan, mencium bau aroma theraphy ini pusingnya sedikit menghilang. begitu juga dengan rasa mualnya." Alexa mengungkapkan rasa nyamannya. Perempuan itu menghirup nafas dalam, kemudian mengeluarkannya lagi secara perlahan.


Tiba-tiba dari luar kamar, maid yang membawa teh panas manis sudah kembali ke dalam kamar. Selain teh panas, maid itu juga membawa satu toples kecil berisi biskuit untuk mengurangi rasa mual yang diderita Alexa.

__ADS_1


"Nona muda.., minumlah dulu. Ini tehnya sudah saya siapkan." maid itu menyerahkan cangkir pada Alexa. Perempuan itu menerima cangkir tersebut, kemudian menyesapnya perlahan. Melihat biscuit yang dibawa oleh maid tersebut, tiba-tiba muncul keinginan untuk mencelupkan biscuit ke dalam teh panas tersebut.


"Dekatkan biscuit itu padaku, aku ingin mencelupkannya pada teh panas ini." Alexa meminta tolong pada maid.


Maid itu langsung mengangkat toples kecil itu, kemudian memberikannya pada ALexa. perempuan itu mengambil satu keping biscuit, kemudian merendamnya perlahan ke dalam tehnya, kemudian memasukkan biscuit yang sudah lembek itu ke mulutnya. Hal itu dilakukannya berulang-ulang kali. Para maid itu saling berpandangan dan tersenyum, kemudian menganggukkan kepalanya.


"Bagaimana nona muda.., apakah terasa sedikit enakan..?" melihat Alexa menikmati biscuit dengan lahap, dan tanpa sadar keping biscuit yang ada di dalam toples hampir habis, maid memberanikan diri untuk bertanya.


"Iya .., hilang sudah pusing dan rasa mualku. Dan biscuit ini terasa nikmat, lihatlah.. aku hampir menghabiskan semuanya." Alexa menunjuk toples yang hampir kosong.


"Baik nona muda.., jika biscuit dalam toples ini habis, di dapur masih banyak stock nona muda. Kami akan mengambilkan kembali dan membawanya ke kamar nona muda.." dengan cepat, maid menanggapi perkataan Alexa.


"Tetapi apakah nona muda tidak merasa ada yang sedikit aneh dari perilaku nona muda pagi ini. Sepertinya apa yang nona muda alami ini, seperti tanda-tanda ada kehamilan muda dalam diri nona muda. Sama persis dengan yang dialami oleh para wanita yang hamil,." tiba-tiba salah satu maid berkata tentang kehamilan.


"Bisa jadi nona muda.., tapi yah..ini juga baru kemungkinan. Untuk memastikannya, nanti bisa kita panggilkan dokter keluarga agar visiting ke kastil ini." maid itu menjawab dengan tersenyum.


**********


Sore Harinya

__ADS_1


Belum sampai maid mengundang dokter untuk datang ke rumah, sore hari Ravendra datang kembali ke kastil dengan membawa dokter keluarga. Laki-laki itu tidak mau mempertaruhkan kesehatan istrinya, sehingga setelah tadi siang melakukan panggilan pada maid untuk melaporkan keadaan yang dialami istrinya, laki-laki itu langsung menjemput dokter keluarga bersama Johan. Begitu sampai di rumah, Ravendra meminta dokter untuk menunggu di ruang tengah.


"Ada dimana nona muda..?" ravendra bertanya pada maid tentang istrinya.


"Di kamar tuan muda, barusan nona muda mandi sore. Tadi kami yang membantu nona muda di dalam kamar mandi, karena kami mengkhawatirkan keadaan nona muda." maid menjawab perkataan Ravendra.


"Apakah kalian tahu, hal apa yang dialami oleh nona muda kalian ini sepanjang pagi?" tiba-tiba dari belakang, dokter turut menyampaikan pertanyaan.


"Tadi pagi mengeluh pusing dan mual. Siang tadi juga demikian, akhirnya kami pijit punggung dan lehernya sampai merasa sedikit enakan. Juga nona muda untuk menghilangkan rasa mualnya, tadi siang minta dibuatkan teh manis panas. Bahkan hampir satu toples kecil biscuit dihabiskan nona muda, dengan mencelupkannya ke dalam teh panas Dokter." tanpa ada yang ditutupi, maid menjelaskan apa yang dialami Alexa tadi siang.


Dokter tersenyum, dan terlihat ketegangan di wajahnya mulai mencair. Tiba-tiba dokter itu membuka tas yang dibawanya, dan mengeluarkan test pack dari dalam, kemudian menyerahkan pada Ravendra.


"Apa ini Donn...?" tanya Ravendra cepat. Dokter itu memang teman sejak kecil, sehingga mereka sudah seperti keluarga.


"Itu namanya test pack Tuan Muda.. Aku belum akan menjelaskan sebelum kamu berikan test pack ini pada istrimu. Minta dia untuk memasukkan test pack ini pada air seninya. Tunggu beberapa saat, baru kemudian kamu bawa kembali test pack ini padaku." dokter menjelaskan pada Ravendra. Dengan penuh tanda tanya, Ravendra menerima test pack ini di tangannya, kemudian laki-laki itu berjalan meninggalkan dokter dan Johan di ruang tengah.


"Apa yang kamu berikan Donny, jangan mencoba bermain-main dengan Tuan muda. Kamu akan tahu akibatnya." sepeninggal Ravendra, Johan yang sejak tadi diam, berinisiatif mengajukan pertanyaan pada Dokter DOnny.


"Ha.., ha.., ha.. Johan.., Johan.. kamu sama saja dengan Ravendra. bisanya hanya meniduri perempuan saja, tetapi tidak pernah bisa berpikir ada efek apa di belakangnya. Makanya married guys.." Donny malah mentertawakan reaksi Johan.

__ADS_1


Johan semakin bingung melihat sikap Donny, laki-laki itu terus mengawasi sikap yang ditunjukkan dokter itu dengan sikap siaga. Sebaliknya Dokter malah mengabaikan tatapan curiga yang diarahkan kepadanya. Laki-laki itu malah dengan sikap tidak sopan membaringkan tubuhnya di atas sofa, menunggu hasil test pack yang dibawa Ravendra.


***********


__ADS_2