Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Tidak Boleh Meninggalkanku


__ADS_3

Mata Alexa terbelalak melihat akuarium terbesar di dalam mall seluruh dunia, dengan berbagai macam biota laut dan hampir seratus spesies berada di dalam akuarium tersebut. Akuarium itu berisi banyak biota laut, dan tersaji sangat indah di depan matanya. Ravendra tersenyum melihat reaksi yang ditunjukkan oleh istrinya Alexa saat ini. Laki-laki itu memanjakan Alexa untuk menikmati pemandangan baru yang ada di depannya,


Sebuah air terjun ilusi, yang menyajikan pemandangan yang cukup unik dan menarik yaitu di mana terlihat beberapa patung penyelam berwarna perak berada di aliran deras air terjun. Namun saat salah satu patung penyelam dilihat, maka patung yang lainnya akan lenyap. Alexa tersenyum dan menggapaikan tangan untuk meraih air terjun ilusi itu.


"Kita pindah ke merchant-merchant sebelah sana. Air terjun ini  hanya ilusi honey.., tidak bisa kita pegang dengan tangan." Ravendra mengajak Alexa untuk segera berpindah ke merchant-merchant yang menjual berbagai fashion wanita.


"Hmmm, unik kak... Lucu dan menarik.." ucap Alexa sambil mengikuti langkah suaminya. Ravendra langsung membawa Alexa ke sebuah merchant yang menyediakan fashion dengan desainer kelas dunia yang membuat rancangan. Melihat kedatangan Ravendra dan Alexa.., sales promotion girl segera menghampiri pasangan pengantin itu.


"Provide clothes, bags and shoes for my wife." Ravendra memberi perintah pada SPG untuk menyediakan kebutuhan fashion untuk Alexa.


"We will prepare immediately sir. Please wait a moment!" SPG segera menyanggupi perintah yang diberikan oleh Ravendra. Laki-laki itu mengajak Alexa untuk duduk di sofa yang disediakan khusus untuk customer yang berkunjung ke merchant tersebut.


"Duduk dulu honey, SPG baru menyiapkan perlengkapan untukmu." Ravendra meminta Alexa mengikutinya duduk di sofa tersebut. Tanpa bicara, gadis itu mengikuti apa yang diminta oleh suaminya. Ravendra mengambil air mineral kemudian menyesapnya perlahan.


Tidak lama mereka duduk, SPG membawa banyak sample baju sesuai ukuran tubuh gadis itu. Ravendra langsung memilih beberapa baju yang cocok untuk dikenakan istrinya.


"Cobalah honey.., jika ukurannya pas, langsung kita ambil semuanya." Alexa menuju ke ruang fitting room, kemudian SPG mengikuti gadis itu sambil membawakan baju yang akan dicobanya. Beberapa saat waktu dihabiskan gadis itu dengan SPG di ruang fitting room, dan syukurlah semua baju yang dibawa sesuai dan pas dengan ukurannya.

__ADS_1


"Pack all the clothes, shoes and bags. Deliver them to the InterContinental Hotel immediately!" sambil menyerahkan black card, Ravendra meminta pihak merchant untuk mengantarkan pesanan langsung ke hotel. Mempertimbangkan tamu yang berkunjung ke mall tersebut bukan merupakan customer kelas bawah, semua merchant diharuskan untuk melayani permintaan khusus dari para konsumen.


"Hi Ravend... how are you doing now? It's been a long time since we've seen each other." tiba-tiba dari arah samping, ada seorang perempuan cantik yang menyapa Ravendra. Melihat perempuan itu, Alexa mengerutkan dahinya, dan ketika perempuan itu akan memberi ciuman kepada laki-laki itu, dengan tegas Ravendra mendorong perempuan itu..


"Pergi menjauh dariku..., apakah kamu lupa apa yang tidak aku sukai! Aku bisa saja meminta security untuk menyeretmu keluar dari mall ini, jika kamu berani mendekatiku lagi." dengan suara tegas, Ravendra menolak perempuan itu. Alexa terdiam hanya menatap komunikasi antara perempuan itu dan suaminya,


"Ravend... you are cruel. Is it because of this woman that you have become rude to me." perempuan itu berteriak memprotes sikap yang ditunjukkan laki-laki itu kepadanya. Jari tangan perempuan itu, menunjuk ke arah Alexa sambil berteriak menyalahkannya.


Untunglah SPG yang melayani mereka tadi segera menyerahkan kembali black card. Tanpa banyak bicara, laki-laki itu langsung mengambil alih black card kemudian pergi meninggalkan perempuan tersebut.


Keluar dari merchant fashion, Ravendra membawa Alexa mengunjungi Nathan Outlaw at Al Mahara restaurant. Restoran satu ini terletak di bangunan ikon Dubai, Burj Al Arab, dengan kaca raksasa dan menyajikan pemandangan akuarium menjadi daya tarik restaurant ini. Berbagai makanan laut disajikan dan dipesan oleh Ravendra. Ada ikan barramundi, turbot, langoustine, dan aneka seafood lainnya berpadu dengan kaviar dan jamur* truffle* yang membuat hidangan restoran ini makin mewah.


"Kita hanya berdua kak.., kenapa makanan sebanyak ini semuanya minta untuk disajikan?" merasa sayang dengan kemewahan dan terkesan menghambur-hamburkan uang, Alexa memprotes tindakan Ravendra. Matanya menatap masakan yang tersaji di depannya dengan tatapan sayang.


Ravendra tidak menanggapi perkataan yang disampaikan Alexa, laki-laki itu mengambilkan beberapa potong ikan ke atas piring di depan gadis itu. Melihat istrinya itu masih terdiam, dengan menggunakan garpu laki-laki itu mengambil satu potong ikan, kemudian menyuapkan pada Alexa.


"Kita makan dulu..., kita bisa memberikan sisanya untuk dinikmati oleh para pegawai disini. Aku sudah biasa melakukannya, dan kebetulan pemilik restaurant ini adalah teman baikku. Mereka selalu memberikan harga yang rendah kepadaku." Ravendra mencoba menghibur Alexa. Dengan terpaksa, gadis itu membuka mulutnya. Ketika makanan sudah masuk ke mulut perempuan itu, matanya terbelalak merasakan kelezatan makanan tersebut.

__ADS_1


"Sangat delicious kak.. masakannya. Ikan ini lumer ketika sudah berada di mulut. Rasanya masuk..." pujian terhadap rasa dan tekstur makanan mengalir dari bibir perempuan itu, Tanpa disuapi, dengan cepat Alexa langsung menikmati beberapa potong ikan yang sudah disiapkan Ravendra untuknya.


"Tidak perlu diet.., makanlah yang kenyang. Nanti malam kita akan terbang menuju Yunani, kita akan langsung mengunjungi Santorini." saat mereka sedang menikmati makanan, Ravendra mengajak Alexa bicara.


Mendengar perkataan yang diucapkan Ravendra, tiba-tiba selera makan Alexa hilang entah kemana. Perempuan itu menghentikan aktivitas makannya..


"Kak..., kenapa tiba-tiba hatiku berdegup kencang. Tiba-tiba aku mengkhawatirkan keadaan kita nanti, ketika berada di Santorini. Apakah orang-orang yang ada di Santorini akan mau mendengarkan penjelasan yang disampaikan kak Ravend?" Alexa bertanya tentang kemungkinan yang akan terjadi di Santorini.


"Aku tidak peduli punishment apa.yang akan diberikan kepadaku?? Bukannya dengan Uncle Thomas menjadi papa biologismu, kamu bukan lagi menjadi manusia murni. Hanya saja lebih dominan sifat-sifat manusia yang ada padamu saat ini. Aku akan menghadapinya Honey..." sambil tersenyum, Ravendra berusaha menghilangkan kekhawatiran di hati istrinya itu.


Alexa terdiam, meskinya sudah mendengar penjelasan yang disampaikan Ravendra, tetapi rasa khawatir itu belum sepenuhnya hilang. Ravendra meletakkan garpu dan sendok di tangannya.


"Honey... kita akan menghadapi semua secara bersama-sama. Kita nikmati hari ini, dan hilangkan rasa khawatirmu yang terlalu berlebihan." melihat istrinya yang belum sepenuhnya bisa bersikap tenang, Ravendra kembali menegaskan perkataanya.


"Baiklah kak.., tapi ingat. Dalam keadaan apapun, kakak tidak boleh meninggalkan Alexa sendirian." ucap Alexa. Ravendra tersenyum dan mengangguk kepala.


********

__ADS_1


__ADS_2