Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Posesif


__ADS_3

Thomas menatap tajam mata Ravendra, saat ini mereka sudah berada di tempat duduk yang ada di hotel tersebut. Tetapi Ravendra dengan Santai tidak mempedulikan hal tersebut. Tampak dua cangkir black coffee menemani mereka.


"Aku dengar dari orang-orangku katanya Uncle tertarik untuk membebaskan tanah di bukit Dangas, Sekupang. Mau dibangun apa, resort atau villa..?" Thomas terkejut, karena rencana pembebasan tanah sudah diketahui laki-laki itu.


"Mau bangun mansion di atas, dengan view lautan. Untung saja, tanah satu kepemilikan, jadi tidak perlu pakai memecah tanah segala. Urusan sudah ada di BPN, tinggal eksekusi." merasa tidak bisa menyembunyikan apapun dari laki-laki itu, Thomas menginformasikan apa yang dilakukannya pada Ravendra.


"Hmmm..., di tempat seperti ini? Bukan style Uncle sepertinya?" Ravendra berbicara dengan tersenyum sinis.


"What your means?" Thomas terkejut dengan ucapan itu. Ravendra masih tersenyum, dan laki-laki itu menyelonjorkan kakinya ke bawah.


"Tidak perlu gugup Uncle.. Aku tidak akan mengganggu hobby dan aktivitas Uncle.., dengan catatan Uncle juga tidak mengganggu urusanku." lanjut Ravendra dengan tersenyum smirk.


"Okay..., by the way... untuk apa juga kamu tiba-tiba datang ke kota ini Ravend... apakah kamu memiliki mainan disini?" Thomas mencoba memancing laki-laki itu.


"Tidak perlu saling mengganggu Uncle..., apakah sudah lupa kesepakatan yang baru saja kita katakan?" kembali Ravendra menekankan kesepakatan mereka kembali.


"Hmmm.., okay, okay... deal. Kita tidak akan saling mengganggu," cepat-cepat Thomas menanggapi perkataan Ravendra. Laki-laki ini tidak mau rencananya untuk menyelidiki Sarah dan Alexa hancur berantakan karena Ravendra.


Beberapa saat dua laki-laki itu menghabiskan waktu di kafe hotel, sekitar satu jam, Ravendra berdiri.


"Uncle.., aku masih ada urusan." Ravendra berpamitan, tanpa menunggu jawaban.., laki-laki itu meninggalkan Thomas sendiri di tempat itu.


Thomas hanya melihat punggung Ravendra yang berjalan meninggalkannya dari belakang.


*******


Ravendra tersenyum melihat Alexa yang sudah membuka matanya, tetapi masih berada di dalam selimut. Laki-laki itu datang mendatangi gadis itu kemudian duduk di sampingnya. Tatapan Ravendra menjadi lebih lembut ketika matanya bertatapan dengan mata Alexa.

__ADS_1


"Sudah bangun honey...?" tanya Ravendra.


"Sudah jam berapa kak..., aku lupa kasih tahu teman-teman kantor dan juga pada kak Fernando. Mereka pasti mencariku kemana-mana." dahi Ravendra berkerut mendengar perkataan Alexa menyebut nama laki-laki.


"Hmmm.., Fernando. Who is it?" untuk menghilangkan rasa penasaran, Ravendra bertanya siapa Fernando.


"Bosku kak..., sekaligus teman juga sih." jawab Alexa tanpa rasa bersalah.


"Teman .., Boss..??" ucap Ravendra menegaskan. Alexa tersadar, jika laki-laki di depannya itu sangat cemburuan.


"Iya kak .., kebetulan kak Nando juga tinggal di samping tempat tinggal Alexa. Dia sudah punya anak laki-laki, namanya Tommy. Someday..., aku akan kenalkah kak Ravend dengan Tommy." Alexa Lang menjelaskan.


Mendengar jika laki-laki yang disebut Alexa ternyata sudah memiliki anak, Ravendra akhirnya kembali bersikap biasa. Tiba-tiba Alexa beranjak turun dari atas ranjang, dan kembali Ravendra menatap gadis itu.


"Mau kemana honey..?" tanya Ravendra heran. Laki-laki itu menyingkirkan selimut ke sampai ranjang, kemudian berdiri mengikuti Alexa.


"Mandi... sejak bangun tidur tadi pagi, aku belum mandi. Mau pulang, khawatir mama mencariku kemana-mana." ucap Alexa sambil berjalan meninggalkan Ravendra yang menatap dengan pandangan bengong.


*******


"Tante .., selamat siang. Maaf tidak ijin, telah membawa Alexa pergi." Ravendra langsung mencium tangan perempuan itu.


"Iya sudah terlanjur. Alexa.... tidak bisakah lain waktu jangan diulang lagi kejadian seperti ini?" tidak enak untuk memberi teguran pada Ravendra, dengan tegas Nyonya Sarah memberi teguran pada putrinya.


"Ya mam...," jawab Alexa singkat. Gadis itu segera masuk ke dalam.


"Nak Ravend... silakan masuk ke dalam!" dengan ramah, Nyonya Sarah mempersilakan laki-laki itu masuk. Tidak menjawab, laki-laki itu segera mengikuti Alexa ke dalam, dan akhirnya mereka duduk di ruang tamu. Nyonya Sarah ikut duduk di ruang tamu bersama dengan Alexa dan Ravendra.

__ADS_1


Tidak lama kemudian,. terlihat Susan membawa minuman dan camilan ke meja tamu.


"Makasih aunty.." ucap Alexa singkat, dan Susan tersenyum sambil mengangkang ibu jarinya.


"Bagaimana kabar nak Ravend.., kok tiba-tiba berada di Batam?" Nyong Sarah menanyakan kedatangan Ravendra.


"Memang sengaja untuk menemukan Alexa Tante. Tanpa bicara apapun, bahkan semua saluran komunikasi ditutup, menjadikan saya seperti orang gila. Alexa adalah hidup mati saya ., " tidak diduga, Ravendra berbicara tanpa bisa dicegah. Nyonya Sarah terkejut dengan keterus terangan laki-laki itu.


"Maksudnya??? Nak Ravend tahu jika selama ini Alexa ada di kota ini?" Nyonya Sarah terus mengejar laki-laki itu. Dalam pikiran perempuan paruh baya itu, jika Ravendra saja bisa menemukan keberadaan mereka, ada ketakutan jika Thomas juga bisa melakukan hal yang sama. Sepertinya Ravendra bisa membaca pikiran Nyonya Sarah.


"Tante .. kebetulan beberapa hotel bintang lima di kota ini masih menjadi milik saya, juga beberapa perusahaan. Saluran CCTV dalam perusahaan, sebagai detektor utama untuk keamanan perusahaan-perusahaan kami. Melalui saluran inilah... saya bisa menemukan belahan hati Ravend, Tante." tanpa menutupi lagi, Ravendra menceritakan semua pada perempuan itu.


Melihat respon Nyonya Sarah yang terlihat pucat,


"Tante..., saya harap.. Tante tidak memisahkan kami lagi. Jika Tante memiliki niat untuk. menjauhkan Alexa dari Ravendra, detik ini juga Alexa akan aku bawa pergi." dengan nada tegas, kalimat yang diucapkan Ravendra terakhir seperti mengandung sebuah ancaman.


Menyadari jika kekasihnya agak tinggi, Alexa memegang lengan laki-laki itu untuk dapat mengendalikan perasaannya.


"Maafkan keterus terangan saya Tante." akhirnya Ravendra mengakhiri kalimatnya.


Beberapa saat kesunyian menyergap ruangan itu, Nyonya Sarah sama sekali tidak menduga akan mendengarkan perkataan itu dari Ravendra. Sedangkan Alexa yang menjadi objek pembicaraan hanya terdiam dan menundukkan kepala.


"Nak Ravend.., jangan berpikiran terlalu serius, jika Tante membawa Alexa ke kota ini karena ingin memisahkan kalian. Bukan itu alasannya.., dan kali ini Tante belum bisa menceritakan alasan ini pada orang lain." suara Nyonya Sarah memecah kesunyian.


"Ravendra akan menjaga dan melindungi keluarga Tante, dengan catatan jangan pernah memiliki pikiran untuk memisahkan kami berdua." lanjut Ravendra.


Nyonya Sarah mengangkat wajahnya dan melihat ke arah Ravendra dan Alexa bergantian.

__ADS_1


"Ravendra tidak main-main, Bahkan dalam kesempatan ini, Ravendra resmi melamar Alexa untuk menjadi istri." Nyonya Sarah dan Alexa sama-sama terkejut mendengarnya perkataan itu.


*******


__ADS_2