Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Jangan Bicara Keuntungan


__ADS_3

Ravendra memeluk erat tubuh Alexa di dekapannya. Johan melihat ke arah balkon, dan sudah tidak melihat keberadaan Alberto dan Angelo di mansion tersebut. Melihat Ravendra yang masih mencoba menenangkan Alexa, Johan mengambil nafas. Tidak lama kemudian, Johan duduk di atas sofa sambil memandang pasangan kekasih yang sedang berpelukan.


"Naura.., please forgive me..! Kamu sudah tahu siapa sebenarnya diriku. Apakah kamu takut padaku?" dengan tergugu, Ravendra menangis di pelukan Alexa. Gadis itu terdiam, dia sendiri masih bingung untuk memroses informasi yang terlihat beberapa waktu yang lalu. Alexa sama sekali tidak pernah menyangka, jika ternyata dia menjalin hubungan percintaan dengan seorang manusia vampire. Ternyata banyak hal yang tidak dia ketahui dari Ravendra. Skandalnya dengan banyak perempuan di masa lalu, manusia vampire.., bahkan Alexa tidak akan mengetahui apa lagi yang akan dia temukan di masa yang akan datang.


"Ucapkan sesuatu honey..., adili aku, marahi aku. Tapi jangan tinggalkan aku sendiri.., aku tidak sanggup menjalani hari-hari tanpamu." masih tetap dengan menangis, Ravendra membuat permintaan pada Alexa. Johan terhenyak melihat keadaan Ravendra, tidak biasanya dia melihat Tuan Mudanya serapuh ini. Di hadapan manusia biasa, baru kali ini Ravendra merasa luluh dan terjatuh ke bawah. Biasanya laki-laki itu memiliki kesenangan mempermainkan perempuan, menidurinya, dan kemudian meninggalkannya. Tetapi kali ini, perasaan Ravendra pada Alexa betul-betul perasaan yang murni dan tulus.


"Alexa ingin istirahat dulu kak.., Alexa tidak bisa berpikir." dengan lirih, Alexa merespon perkataan Ravendra. Memang dalam kondisi saat ini, hanya rasa bingung yang dirasakan oleh gadis itu. Setiap keputusan yang akan dia ambil, pasti hanya merupakan hasil dari pemikiran yang bimbang. Untuk mencegahnya, dia akan menyesal di lain waktu, Alexa menahan perasaannya itu. Perlahan Alexa melepaskan pelukan Ravendra dari tubuhnya, perempuan itu kemudian membalikkan badan. Alexa berjalan meninggalkan Ravendra, dan langsung masuk ke dalam kamar.


Untuk mencegah Ravendra menyusulnya ke kamar tidur, Naura mengunci pintu kamar dari dalam. Setelah mencuci wajahnya di wastafel, Alexa segera melangkahkan kakinya menuju ke atas ranjang. Gadis itu segera mengangkat tubuhnya, dan perlahan mulai berbaring di atas king size bed.


"Apa yang harus aku lakukan Tuhan..., kenapa perbedaan ini sangat sulit untuk aku lewati." Alexa mengacak-acak rambutnya. Mengingat jika laki-laki yang menjadi kekasihnya adalah seorang vampire, Alexa merasa ada jurang pemisah bagi cinta mereka. Alexa berpikir, sangat mustahil bagi mereka untuk bersatu,


"Betapa bodohnya aku, kenapa aku sedikitpun tidak bisa membedakan kak Ravend dengan manusia sebenarnya. Apakah aku kuat ya Tuhan.., jika aku harus berpisah dengan laki-laki itu. Perasaanku dengan kak Ravend terlalu dalam.., " air mata kembali menggenang di pelupuk mata Naura. Gadis itu betul-betul merasa terpukul dengan dua kejadian besar dalam satu hari. Dan semuanya terkait dengan Ravendra.

__ADS_1


Perlahan Alexa memeluk guling sambil menangis, gadis itu akhirnya kembali tertidur. Tanpa diketahui gadis itu, Ravendra dengan mudah bisa masuk ke dalam kamarnya. Di pinggir ranjang, Ravendra melihat gadis yang sedang tertidur itu dengan hati prihatin. Laki-laki itu mengambil selimut dan menyelimuti tubuh Alexa agar tidak merasa kedinginan.


"Aku sangat mencintaimu honey..., apapun alasannya, kamu harus menjadi milikku selamanya. Aku tidak akan membiarkanmu untuk meninggalkanku." Revndra bergumam, tangannya dengan lembut mengusap wajah Alexa. Melihat gadis itu tertidur, dengan air mata yang masih menggenang, hati Ravendra serasa teriris. Perlahan laki-laki itu menurunkan wajahnya, sebuah ciuman lembut diberikan Ravendra di kening Alexa.


***********


Ravendra mendatangi Johan yang masih terjaga. Laki-laki itu mengeluarkan rokok, kemudian menyalakan rokok dan duduk di samping Johan sambil menatap sinar bulan di balkon depan ruang kerjanya.


"Gadis itu sudah tertidur Jo.. Aku belum sempat berbicara dengannya, aku tidak menyalahkannya jika gadis itu terpukul. Aku juga belum sempat membicarakan jati diriku yang sebenarnya, dan saat tadi aku membawa gadis itu kesini, aku juga lupa jika malam ini adalah bulan purnama. Kamu tahu sendiri kan, apa yang terjadi denganku jika malam bulan purnama." Ravendra berbicara pelan, sekaligus menjawab pertanyaan Johan.


"Tapi apakah tadi Tuan Muda tidak mengingatnya, bagaimana Naura bisa membuat Tuan Muda dengan cepat kembali pulih, dari kondisi masuknya sifat-sifat vampire dalam tubuh Tuan Muda?" tiba-tiba Johan mengingat sesuatu. Ravendra memandang ke wajah Johan.., laki-laki itu tidak dapat memahami apa yang disampaikan Johan padanya.


"Apa maksudmu Jo..?" tanya Ravendra pelan.

__ADS_1


"Maksud saya Tuan muda.., Alexa seperti memiliki kemampuan untuk mengendalikan Tuan muda. Terutama saat Tuan Muda kesurupan, dan sifat-sifat Vampire masuk ke tubuh Tuan Muda. Begitu Alexa memeluk Tuan Muda, tadi Johan melihat jika, Tuan Muda langsung bisa berubah kembali menjadi manusia." Johan menjelaskan hasil pengamatannya dari kejadian tadi. Ravendra terdiam..


"Atau.. bisa-bisa Alexa memiliki darah murni manusia Tuan Muda..., dengan darah itu, bisa merubah manusia vampire menjadi manusia murni. Kita juga akan bisa melalui lahir, anak-anak, muda, tua, dan akhirnya meninggal." tiba-tiba Johan menambahkan hasil hipotesisnya.


"Hentikan pikiranmu yang tidak-tidak Johan. Kita tidak bisa membuat tebakan-tebakan hanya dengan mendasarkan pada satu kejadian. Yang perlu kamu ingat dan kamu jaga sampai kapanpun Johan.., aku tidak mau berpisah dengan Alexa. Apapun alasannya, gadis itu harus segera menjadi milikku. Bahkan jika Alexa menolakku karena aku adalah seorang manusia vampire, aku mungkin akan menjadikannya sebagai vampire juga. Kami harus bersatu Johan.., ingat itu." seperti laki-laki yang terobsesi, Ravendra menyampaikan pikirannya pada Johan.


Johan terdiam, dia juga harus berpikiran bagaimana akan melunakkan hati Alexa. Gadis itu memiliki pendirian yang keras, tidak mudah untuk bisa mempengaruhinya. Tetapi melihat keukeuhnya Ravendra, yang tidak mau berpisah dengan gadis itu, membuat Johan harus berpikir keras bagaimana mempertahankan hubungan mereka.


"Atau kita perlu menguji Alexa Tuan muda.., kita perlu menguji apakah Alexa memang memiliki darah murni, atau hanya faktor kebetulan saja. Tetapi jika memang gadis itu memiliki kemampuan untuk mengendalikan perubahan pada diri Tuan muda, hal itu merupakan keuntungan bagi kita Tuan Muda. Kita tidak perlu lagi untuk mencari buah persik merah untuk obat jika Tuan Muda ingin menghilangkan kutukan itu." Johan tiba-tiba memiliki sebuah ide.


"Jaga bicaramu Johan.., jangan berbicara masalah keuntungan dengan Alexa. Keadaan apapun pada diri gadis itu, aku menyukainya dan akan selalu mencintainya. Aku tidak akan memanfaatkan gadis itu, hanya untuk kepentinganku sendiri." dengan tegas, Ravendra menolak perkataan yang disampaikan Johan.


************

__ADS_1


__ADS_2