Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Suasana Beda


__ADS_3

Air teh panas dan beberapa cake yang masih dalam keadaan hangat, karena baru dikeluarkan dari dalam microwave tampak tersaji di depan Ravendra dan Alexa. Pasangan suami istri itu, tampak menikmati sekali pemandangan dan suasana sejuk yang ada di tempat itu. Meskipun kapal pesiar yang mereka gunakan itu berukuran kecil, namun tampak memiliki fasilitas yang lengkap dan mewah. Tempat tidur dengan bed serta perlengkapan lain, seperti ruang santai, mini pantry tersedia lengkap di dalamnya. Sambil memangku Abhimana yang masih tampak terlelap, Ravendra menyandarkan kepala Alexa di dadanya.


"Betul-betul sangat nyaman di tempat ini kak.. Lexa betul-betul sangat menikmatinya. Kita berada di tengah danau bersama dengan putra kita, betul-betul tanpa ada gangguan apapun. Apalagi kakak dengan sengaja meminta untuk menyimpan ponsel kita, sehingga sedikitpun tidak ada gangguan untuk kita menikmati semua ini.." ucap Alexa sambil menengadahkan wajahnya ke atas.


"Iya honey.. jika honey suka, kita bisa mengalokasikan waktu untuk melakukan hal seperti ini. Selama hidup seperti ini, juga aku tidak akan keberatan, asalkan itu bersama dengan honey dan putra kita Abhimana.." dengan senyum smirk.., ravendra menjawap perkataan istrinya.


Perlahan melihat putranya tidur terlelap, Ravendra meminta istrinya untuk mengangkat kepalanya. Laki-laki itu kemudian berdiri, dan dengan hati-hati menempatkan putranya Abhimana ke dalam box bayi yang sudah tersedia lengkap di tempat mereka beristirahat. Melihat apa yang dilakukan suaminya, Kening Alexa berekrut mencoba menerka niat apa  yang ada di dalam otak suaminya.


"Kak Ravendra.. kenapa Abhi dibaringkan sendiri. Tidakkah kak Ravendr kasihan pada putra kita, kasihan kak.. putra kita kedinginan." Alexa memprotes tindakan yang dilakukan suaminya.


"Honey hanya kasihan pada Abhimana, apakah sedikitpun tidak merasa kasihan dengan suaminya ini, yang juga merasakan kedinginan." sambil tersenyum smirk, kembali Ravendra menjawab ucapan ALexa.


Tidak lama kemudian, kekhawatiran Alexa terbukti. Dengan menggunakan remote control yang sudah ada di atas meja, Ravendra menutup jendela-jendela kecil untuk melihat pemandangan ke luar kapal. ruangan kamar menjadi temaram, dan lampu menyejukkan menyala. Alexa sudah melihat tanda-tanda ada signal yang terlihat jelas di mata suaminya.


"Honey.. kita puaskan ha**srat kita di tempat ini sayang.." dengan suara serak, Ravendra menjatuhkan kedua tangannya di kanan kiri tubuh ALexa.

__ADS_1


"Tapi kak.. banyak pengawal di luar, tidak bisakah kakak menundanya. Kita bisa melakukannya setelah kita kembali ke kastil kak.." merasa malu dengan keberadaan mereka saat ini. Alexa mencoba menghentikan niat suaminya,


"Apa yang honey khawatirkan.. tidak perlu cemas. Kapal ini memiliki peredam, tidak akan ada yang mendengar dan mengetahui apa yang kita lakukan disini hoeny.. Lagian honey belum pernah kan, merasakan bagaimana sensasi kita bercin**ta di atas air.." dengan lembut, bisikan Ravendra mengisi telinga gadis itu.


Tidak memerlukan jawaban persetujuan dari gadis itu, Ravendra menji**lat belakang telinga Alexa. seperti mendapatkan arus tekanan listrik, tubuh ALexa merasa merinding, dan nafasnya menjadi terengah-engah. Merasa pancingannya langsung direspon oleh istrinya, menjadikan Ravendra lebih bersemangat. Dari belakang telinga, bibir laki-laki itu merambat mengabsen dan menelusuri leher Alexa, sambil tangannya melepaskan kancing baju atasan yang dikenakan oleh istrinya, kemudian berhenti pada sesuatu yang kenyal di atas dada.


"Kaaakk... ugh.... akh..." tanpa sadar\, lenguh**an dan de**sahan terlolos keluar dari bibir Alexa. Mata perempuan muda itu mulai terpejam\, seakan menikmati setiap rabaan yang diberikan oleh suaminya. Tidak lama kemudian\, tanpa ada yang bisa menghentikan\, dua tubuh itu sudah saling terbelit dan menyatu. Era**ngan dan de**sahan memenuhi ruangan itu\, dan mengalirkan hawa panas yang membersihkan udara dingin yang ada di tempat itu.


Abhimana yang merasa hangat dalam balutan selimut tebal, ditambah dengan sinar lampu yang temaran dan menyejukkan. tidak terbangun karena suara yang ditimbulkan oleh kedua orang tuanya.


**********


"Kak Ravend.. please jangan lakukan lagi. Lexa capai kak.." melihat keganasan suaminya yang seperti terpacu kembali, Alexa mencoba menolak dengan memperingatkan suaminya.


"Mmmm.. kasihani kakak honey.. Hanya sekali saja, honey cukup diam menikmatinya, tidak perlu melakukan gerakan apapun.." merasa tidak bisa menghentikan hasrat manusia purbanya, Ravendra kembali memberikan ji**latan di belakang telinga Alexa.

__ADS_1


Alexa hanya pasrah, karena semakin lama, gerak tubuhnya seakan menikmati goyangan yang dilakukan Ravendra, dan perasaan nyaman dan ingin mendapatkan sesuatu yang lebih, mulai mendera dan bergejolak ingin dilepaskan juga. Ciuman dan kecupan laki-laki itu terus menghujani, dan seperti tidak mengenal rasa lelah, Ravendra terus memaksakan kehendaknya pada perempuan itu. Dengan pasrah, Alexa hanya menikmati dan tidak melakukan penolakan apapun.


********


Air shower kembali membasahi tubuh polos sepasang suami istri itu,  dengan lembut dan penuh penghargaan, Ravendra menyapukan bath soap ke tubuh istrinya, kemudian juga shampoo dengan aroma lembut disapukan ke rambut-rambut istrinya. Laki-laki itu melakukannya dengan kesenangan, dan tidak ada paksaan untuk melakukannya. Setelah beberapa saat mereka membersihkan tubuh, Ravendra menarik handuk besar kemudian membungkus tubuh istrinya dan membawa istrinya keluar dari dalam bath room.


"Baju kita masih ada di bed room kak.." teringat jika baju yang sudah mereka tanggalkan, masih berada di bawah ranjang, ALexa mengingatkan suaminya.


"Apakah honey lupa dengan kata-kataku.. Dimanapun kita berada, tidak perlu kita mengkhawatirkan kebutuhan pribadi kita honey. Pengawal dan para maid sudah menyiapkan semuanya.." untuk membuktikan ucapannya, laki-laki itu menggeser pintu di belakang Alexa berada. Terlihat dengan jelas, gantungan baju, maupun tumpukan baju ada di depan mereka berada. Dari lingerie, pakaian, gaun, sandal, tas maupun sepatu tersedia lengkap di dalamnya.


"Bagaimana kakak memberikan mereka perintah.. kenapa semuanya bisa pas sesuai dengan ukuran Lexa.." Alexa dengan takjub bertanya pada suaminya.


Ravendra tersenyum, kemudian menundukkan wajahnya. Melihat gelagat dan bahasa tubuh yang ditunjukkan Ravendra, Alexa memundurkan badannya untuk memasang kuda-kuda.. melihat sikap istrinya, Ravendra mendekatkan bibirnya ke telinga perempuan muda itu..


"Begitu takutnya honey melihatku seperti ini.. Aku memang jatuh cinta, dan sangat mabuk tidak bisa mengendalikan semuanya, jika sudah berada di dekatmu honey.." bisik Ravendra sambil tersenyum smirk.

__ADS_1


Alexa tidak menjawab, malah mendorong dada Ravendra agar menjauh darinya. Secepat kilat, tanpa bicara Alexa menarik beberapa potong baju kemudian membawanya keluar dari dalam ruangan itu. Ravendra hanya tertawa sambil geleng-geleng kepala melihat ketakutan yang dirasakan istrinya.


*********


__ADS_2