Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Merasa Sepi


__ADS_3

Melihat Alexa baik-baik saja, akhirnya Ravendra memutuskan untuk kembali ke Barn Castle untuk menghadiri pemungutan suara. Sebenarnya laki-laki tidak berminat untuk datang , tetapi Tuan Besar Abraham sejak tadi menghubunginya untuk hadir di acara tersebut. Akhirnya dengan sangat terpaksa, laki-laki itu segera bersiap untuk meninggalkan rumah.


"Honey are you okay..? Tidak masalah kan, jika aku kembali ke Barn Castle." Ravendra mendatangi Alexa yang sedang melihat-lihat Instagram di balkon depan kamar mereka.


"Alexa baik saja kak, jangan terlalu khawatir. Tadi cuman mual saja, mungkin karena makan tidak teratur, semalam saja makan malam hampir jam 01 dini hari. Terus pagi ini sudah sarapan lagi, jadi perut belum beradaptasi." Alexa menjawab pertanyaan suaminya, perempuan itu meyakinkan Ravendra jika dia baik-baik saja.


"Baiklah aku berangkat, kamu tidak perlu mengantarku sampai bawah. Honey melihat dari atas sini saja, kelihatan kan?" Ravendra menunjuk halaman depan kastil dengan jari telunjuknya, memang dari balkon depan kamar mereka, ada keleluasaan melihat ke sekitar kastil.


"Okay.., tak care kak Ravend.." Ravendra mendekati Alexa, kemudian memberi kecupan di kening perempuan itu, kemudian berpindah ke bibir ALexa.


Setelah beberapa saat bibir mereka berpagut, dengan berat hati Ravendra melepaskan ciuman itu. Laki-laki itu dengan malas, berangkat meninggalkan Alexa sendirian. Perempuan itu memberikan senyum dan melambaikan tangan mengantarkan kepergian suaminya,


Beberapa saat kemudian, terlihat dari atas balkon, ravendra memasuki mobil yang sudah disiapkan oleh Johan. Asisten pribadi Ravendra itu mengendarai mobil sendiri menuju Barn Castle, Sebelum mobil berangkat, Ravendra membuka kaca mobil, kemudian melihat ke atas balkon kemudian memberikan kiss bye pada istrinya. Alexa membalas ciuman jarak jauh itu sambil melambaikan tangannya,


Setelah Ravendra berangkat, muncul rasa kasihan dalam diri Alexa. Membaca berita online dari ponselnya sudah tidak ada yang menarik, begitu juga dengan Instagram, muncul rasa kebosanan dalam dirinya. Perempuan itu berdiri dan melihat tanaman yang banyak di tanam dalam pot di atas balkon tersebut, Tetapi semua tanaman sudah rapi, dan tumbuh dengan baik.


"Aku mulai jenuh, apa lagi yang harus aku lakukan untuk mengisi waktuku. " Alexa berpikir sendiri beberapa saat.  Namun tetap ada ide yang melintas dalam pikirannya.

__ADS_1


"Atau aku coba hubungi mama saja ya, siapa tahu mama masih berada di negara ini. Jadi kita bisa jalan-jalan bareng dengan mama, pasti papa juga sedang hadir di Barn Castle sehingga mama sendirian di kastil." akhirnya muncul pikiran untuk menghubungi Nyonya Sarah.


Alexa langsung mengambil kembali ponsel yang sejak tadi diletakkan di atas meja, kemudian mencari nomor ponsel Nyonya Sarah. Setelah menemukan nomornya, perempuan itu langsung menekan dan melakukan panggilan keluar. Satu kali dial, Nyonya Sarah belum mengangkat, dan ketika dial yang kedua kalinya, baru perempuan paruh baya itu menerima panggilan dari putrinya,


"Ada apa putri mama.., tumben sekali pagi-pagi sudah melakukan panggilan." Nyonya Sarah langsung memberi sapaan pada Alexa.


"Mama dimana.., Alexa bored. Bagaimana jika kita jalan-jalan mam.., Alexa pingin keluar rumah. Kak Ravend ada acara di Barn Castle." perempuan itu mengajak mamanya untuk ngedate bareng.


"Mommy di Dubai sayang, sudah ada tiga hari lalu. Daddy mengajak mommy untuk menemaninya membicarakan pertemuan bisnis, jadi mommy tidak bisa menemanimu sayang.." di luar dugaan, ternyata Nyonya Sarah sedang tidak berada di Rumania, Terlihat bias kekecewaan di wajah Alexa, tapi dengan cepat perempuan itu menepisnya. Bagaimanapun mamanya adalah seorang perempuan bebas, dan pergi bersama suaminya.


"Okay deh mom.., selamat menikmati vacation with dad..." tidak mau mengganggu waktu liburan mamanya, Alexa mengakhiri panggilan telpon.


********


Di Luar Gerbang


Terlihat beberapa pengawal berkali-kali memutari kastil, untuk memastikan jika tidak ada orang yang memiliki niat buruk untuk menyelinap masuk ke dalam kastil. Pengalaman berhadapan dengan manusia vampire tanpa identitas tadi malam, memberikan ultimatum pada mereka agar lebih berhati-hati mengamankan kastil. Apalagi saat ini, di dalam castle ada Alexa yang harus mereka pastikan keamanannya.

__ADS_1


Ketika para pengawal kembali ke titik awal mereka mengitari castle, pandangan mereka tertumpu di depan gerbang. Terlihat perempuan paruh baya yang kemarin mereka antarkan kembali pulang ke tengah hutan, tampak sedang berdiri di depan pintu gerbang, dan mengintip ke dalam lewat lobang-lobang yang ada di pintu gerbang tersebut. Dengan mengendap, pengawal mendatangi perempuan itu.


"Selamat pagi nek.., ada apa mengintip ke dalam. Castle ini tidak menerima tamu, tidak menerima kunjungan dari siapapun. Kembalilah pulang nek.., dan kami juga tidak memiliki waktu untuk mengantarmu pulang." pengawal itu mengusir dengan cara halus pada perempuan tua itu.


"Aku mau ketemu dengan cucuku, bukan untuk ketemu dengan kalian. Aku tidak mau pergi sebelum bertemu dengan cucuku." perempuan tua itu ngotot tidak mau pergi.


Para pengawal saling bertatapan, tetapi mereka juga tidak mau gambling. Pengalaman buruk malam tadi, membuat kehati-hatian mereka lebih meningkat dari sebelumnya. Perlahan dua pengawal  mendekati perempuan tua itu, kemudian berdiri di hadapannya.


"Nenek.. nona muda sedang tidak ada di castle saat ini. Suami nona muda Tuan muda Ravendra baru saja membawanya pergi, dan kita tidak tahu kapan nona muda akan kembali pulang." akhirnya salah satu pengawal berbohong pada nenek itu.


Perempuan tua itu mengerutkan keningnya, kemudian berpikir sejenak seperti tidak mempercayai apa yang diucapkan oleh pengawal tersebut. Tiba-tiba nenek itu berjalan lebih mendekat ke pintu gerbang, kemudian kembali mengintip ke dalam.


"Tidak ada yang bisa nenek lihat kan, kami tidak membohongi nenek. Memang nona muda benar-benar pergi barusan, apakah nenek tidak melihat tadi ada mobil keluar dari dalam gerbang dan meluncur ke jalan raya." pengawal itu mencoba kembali mempengaruhi perempuan tua itu.


perempuan tua itu kembali terdiam, wajah tuanya terlihat sedih ketika perempuan itu menundukkan wajahnya. Para pengawal sebenarnya tidak tega melihat ekspresi yang ditunjukkan perempuan itu, tetapi bagaimanapun mereka harus mengamankan semua penghuni di kastil tersebut.


"Ya sudahlah.., jika begitu aku akan pergi dulu. Jika cucuku sudah datang, katakan padanya jika nenek hari ini datang tetapi tidak bisa bertemu dengannya. Sampaikan juga, jika nanti sore atau besok pagi nenek akan datang lagi kesini untuk menjemputnya, karena kemarin cucuku berjanji jika akan datang berkunjung ke rumah nenek.' setelah terdiam beberapa saat, sepertinya nenek itu percaya jika Alexa sedang pergi.

__ADS_1


Pengawal itu tersenyum dan menganggukkan kepala. perlahan perempuan tua itu berjalan meninggalkan castle tersebut.


**********


__ADS_2