Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Healing


__ADS_3

Tidak mau memperhatikan sekeliling, Ravendra langsung berlari menghadang Alexa, dan langsung mengangkat tubuh perempuan itu di depan dadanya. Sebuah ciuman mesra langsung menyerbu bibir Alexa.., dan orang-orang yang berada disitu langsung memalingkan kepala. Sesepuh suku hutan geleng-geleng kepala menyaksikam sendiri bagaiman Tuan muda Ravendra memiliki sikap bucin seperti itu kepada istrinya.


"Bagaimana keadaanmu honey.., apakah mereka menyakitimu, melukaimu.." seperti tersadarkan, Ravendra menurunkan tubuh Alexa ke atas tanah, kemudian memeriksa setiap jengkal bagian tubuh Alexa bagian luar di depan orang-orang itu.


"Hentikan kak Ravend... I,m fine.. tidak ada yang menyakitiku sama sekali. Mereka malah menempatkanku untuk tidur di atas dipan kayu, bahkan aku bisa meluruskan badanku. Sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan keadaanku ketika masih berbaring di atas hammock." tanpa bermaksud merendahkan orang-orang yang telah menculiknya, Alexa malah memuji perlakuan orang-orang di suku ini kepadanya.


"Really.." Ravendra menatap Alexa dengan tidak percaya. Gadis itu menganggukkan kepalanya, sambil tersenyum, berusaha untuk meyakinkan suaminya.


"Apakah orang-orang itu mengancammu honey.. katakan tidak perlu kamu tutupi. Aku tidak akan segan untuk membuat perhitungan pada mereka. Katakan padaku honey... tell me...!" Ravendra seperti tidak mempercayai apa yang diucapkan oleh Alexa. Kembali laki-laki itu memutar-mutarkan tubuh Alexa, untuk memeriksa apakah ada luka atau sakit di tubuh istrinya itu.


Orang-orang yang berada di tempat itu saling berpandangan, mereka hanya menatap adegan pasangan suami istri itu dengan tersenyum malas. Begitu, tidak melihat ada luka sedikitpun di tubuh Alexa.., Ravendra kembali memeluk erat tubuh istrinya itu, kemudian kembali memberikan deep kiss di bibir perempuan itu.


"Duduklah dulu Tuan Muda Ravendra.., ajak Nona Muda untuk beristirahat. Tuan muda bisa memeriksa tubuh nona muda  sambil duduk di atas kursi.." tanpa bermaksud untuk memberikan sindiran, dengan nada sarkasme tetua mengajak Ravendra berbincang.


Tanpa menurunkan tubuh ALexa dari gendongannya, Ravendra membawa gadis itu untuk duduk di atas kursi kayu. Steven, Ronald, dan Salsa akhirnya mengikuti pasangan suami istri itu duduk. Tetapi sedikitpun mereka tidak berani untuk menganggu interaksi pasangan suami istri itu. Mereka hanya diam-diam menatap interaksi mereka dengan tatapan iri.


"Nona muda.., maafkan kesalah pahaman ini. Hingga tanpa sengaja, ternyata anak buahku di suku hutan ini, sudah menangkapmu dan membawamu kesini.." tiba-tiba terdengar suara tetua mengajak Alexa untuk bicara.

__ADS_1


"Tidak apa tetua.., lagian orang-orangmu tidak memperlakukanku dengan buruk. Mereka bersikap baik padaku, hanya saja aku memang sedikit terkejut saja.. Lagian karena hal ini, akhirnya kak Ravend juga bisa menemukanku di tempat ini. Semua ini terjadi karena jodoh, tetua.." sambil menoleh pada Ravendra, Alexa menjawab permintaan maaf dari tetua suku hutan tersebut,


"Tuan muda bisa mendengar sendiri kan, apa yang sudah diucapkan oleh nona muda Alexa.. Tidak ada satupun dari kami, yang sudah memperlakukan nona muda dengan buruk. Mereka tetap menghormati perempuan, dan biasanya tujuan penangkapan ini adalah untuk memeriksa tujuan sebenarnya dari orang-orang yang sedang berada di tengah hutan.. Kebetulan saja untuk saat ini adalah Nona muda Alexa.." untuk melunakkan hati Ravendra, tetua itu terus mengajak bicara Ravendra.


"Terserah apa katamu tetua.. Saat ini kebetulan perut kami merasa lapar, karena dengan ulah kalian, kami berlari untuk menemukan istriku, tanpa mengisi perut terlebih dahulu. Aku perintahkan kalian untuk menjamu kami, sebagai permintaan maaf dari kalian" suara tegas Ravendra membahana di ruangan itu.


"Ha.., ha.., ha... baiklah Tuan muda.." tetua menyambut baik permintaan itu. Laki-laki tua itu kemudian memerintahkan pada warga di perkampungan tersebut, untuk membuat pesta penyambutan.


***********


"Makanlah Salsa.., jangan hanya dilihat-lihat saja makanannya. Delicious..., aku sudah mencobanya." Alexa menawarkan makanan pada Salsa, karena sejak tadi perempuan yang bekerja sebagai pramugari di perusahaan Ravendra itu, hanya melihat saja makanan yang banyak disajikan oleh warga suku hutan tersebut,


"Baik nona muda..., saya masih terhenyak saja dengan kejadian akhir-akhir ini. Akal sehat saya belum bisa untuk menerimanya.." ucap Salsa lirih. Gadis itu kemudian mulai mengisi piring di depannya, dengan aneka roti yang beberapa daging panggang.


Alexa tersenyum mendengarnya, kemudian perempuan itu mengalihkan pandangan pada Steven dan Ronald. Kedua laki-laki itu lebih bisa menerima keadaan, terlihat mereka sudah menikmati daging panggang tersebut.


"Tetua.., katamu tadi, selain istriku Alexa.., ada tiga orang yang juga sudah kalian tangkap. Siapakah mereka, jangan-jangan mereka adalah orang-orangku yang bermaksud untuk memberiku pertolongan?" tiba-tiba Ravendra bertanya tentang tiga orang tawanan baru.

__ADS_1


Tetua menghentikan aktivitasnya, laki-laki itu menatap Ravendra dengan mengangkat wajahnya.


"Bisa jadi tuan muda.., tetapi untuk menebus kesalahan karena mereka sudah merusak hutan ini, mereka sudah dikirimkan ke lahan tambang. Ingat.., lahan tambang itu dulu tuan muda yang memberi tahukan kepada kami. Dan dari tambang batu intan tersebut, kami bisa mencukupi kebutuhan suku hutan sehari-hari. Beri aku waktu, cukup tiga hari saja untuk memberi peringatan kepada tiga orang itu." tetua menjawab pertanyaan Ravendra.


"Biarkan saja kak..., yah.. untuk healing Johan. Kasihan anak  muda itu.., setiap hari hanya mengurus keperluan kak Ravend saja. Dengan ditempatkan di tengah lokasi tambang, biar menjadi semacam refreshing untuknya. Apalagi dengan identitas yang dimilikinya, akan sangat mudah baginya untuk melarikan diri dari tempat itu." Alexa tersenyum, wajahnya membayangkan Johan yang sedang mengangkat batu-batu intan,


Akhirnya setelah mendengar pernyataan istrinya, Ravendra bisa menerima hukuman yang diberikan tetua kepada asisten pribadinya. Ravendra melanjutkan menyuapi ALexa... Beberapa saat kemudian..,


"Tuan muda Ravendra.., apakah nanti kita bisa bicara sebentar..?? Ada sesuatu hal yang penting, yang harus segera kita diskusikan, dan kita selesaikan bersama." tiba-tiba manusia vampire hutan bergeser mendekati Ravendra, kemudian berbisik tentang perkataan tersebut,


"What happend?" jawab Ravendra cepat, tanpa sedikitpun melihat ke wajah orang itu.


"Barusan ada laporan dalam komunitas kami, tentang perlakuan Robin dan Tami di Tranzylvania. Karena tidak ada yang tahan, beberapa manusia vampire banyak yang pergi dan melarikan diri dari kastil tersebut. Beberapa vampire sudah datang dan bergabung dengan kami di tengah hutan." manusia vampire itu menjelaskan permasalahannya,


"Tunggulah sebentar, aku sedang menemani istriku menikmati makanan. Setelah ini, minta waktu dan tempat pada tetua, agar menyediakannya untuk kita. Datangkan juga, para vampire yang lari dari kota tersebut.!" perintah tegas Ravendra keluar dari mulutnya.


*************

__ADS_1


__ADS_2