
Di pinggiran tebing tepat di belakang castle, Ravendra menginjakkan kaki dengan Alexa berada di gendongannya. Mata laki-laki itu berkeliling ke sekitar lokasi, dan tidak melihat satu orangpun pengawal berada disitu. Mungkin karena di belakang tebing adalah hamparan Laut Hitam, sehingga mereka berpikir tidak akan ada orang yang akan masuk melewati tempat tersebut,
"Lexa.., diamlah disini dulu. Aku akan melihat dulu di sebelah sana, jika tidak ada orang maka kita akan masuk ke dalam lewat sisi sana. Aku masih ingat, ada pintu masuk darurat disana yang akan menghubungkan dengan gudang penyimpanan anggur." Ravendra meminta Alexa untuk berdiam diri dulu, sementara laki-laki itu akan mengamankan sekitarnya.
Merasa tidak menguasai medan yang akan dia masuki, Alexa menganggukkan kepalanya. Mata gadis itu diedarkan ke setiap sudut tempat tersebut, tiba-tiba matanya menangkap sekelebat bayangan yang akan datang ke arahnya. Dengan gesit gadis itu berkelit dengan memepetkan tubuhnya di tembok, dan terlindungi dengan sisi dinding batu yang menonjol keluar.
"Erick.., apakah kamu sudah melihat sisi belakang sini?? Kita harus betul-betul mengamankan situasi, jika tidak kita akan mendapatkan hukuman dari Tuan RObin dan teman-temanya." terdengar seseorang bertanya pada salah satu temannya.
"Not yet..., tetapi bagiku tidak perlu. Siapa yang akan memiliki keberanian memanjat tebing, dengan Laut Hitam di bawahnya. Memangnya mau mencari mati mereka, come on..., relax guys...!! Mumpung tidak ada orang, kita istirahat sebentar di tempat ini. Sejak dini hari kita berjaga, belum sempat beristirahat sampai sekarang." laki-laki yang dipanggil Erick mengajak temannya untuk sedikit bersantai.
"Are you crazy guys..., jaga bicaramu. Bisa ditembak ditempat jika terdengar oleh tim inti Tuan RObin." teman Erick mengingatkan pada Erick untuk menjaga perkataannya. Erick tersenyum dan mengacungkan dua jari tangan sebagai isyarat permintaan maaf.
Tidak lama kemudian, kedua orang itu mengeluarkan rokok, kemudian menyalakan rokok di tempat tersebut. Beberapa saat mereka tetap bertahan di tempat tersebut, dan Alexa juga menahan diri agar keberadaannya tidak disadari oleh dua orang laki-laki tersebut. Untuk berhaga-jaga diri atas keamanannya, Alexa sudah mengeluarkan senjata api, dan dalam posisi menarik pelatuk, senjata api sudah berada di tangannya, sambil tatapan mata terarah pada dua laki-laki tersebut.
"Erick..., Andra.. come here...!" tiba-tiba terdengar panggilan pada dua laki-laki itu.
"**** man..., tidak tahu orang bahagia sedikit saja, sudah panggil-panggil. Andra.. ayo cepetan kita ke depan, daripada terkena hukuman.." sambil mengumpat, laki-laki yang bernama Erick itu berdiri, dan melangkah lebih dulu dari pada Andra. Tidak lama kemudian, laki-laki bernama Andra mengikuti di belakangnya.
Alexa mengambil nafas lega, dan perempuan itu segera meluruskan kembali kaki dan punggunnya. Dari arah sebelah kanan, terlihat Ravendra melambaikan tangan memanggil agar Alexa mendekat padanya. Tidak banyak bicara. Alexa segera datang ke tempat Ravendra berada.
__ADS_1
"Bagaimana kak..., apakah aman di sebelah sini?" tanya Alexa dengan suara pelan ketika sudah berada di depan Ravendra.
"Di dalam ruangan ini, tempat penyimpanan pakaian. Kamu bisa berganti dengan salah satu pakaian disini, untuk menyamarkan diri agar pakaian yang kamu kenakan sama dengan pakaian yang dikenakan oleh para gadis yang ikut andil dalam acara tadi siang. Sudah aku periksa, tidak ada yang menjaga ruangan kostum ini. Masuklah.., aku akan menjagamu.." Ravendra meminta Alexa untuk berganti pakaian.
"Okay.., I.m trust you.. my hubby..." Alexa mengikuti perkataan Ravendra. Setelah mengendap-endap beberapa saat, Alexa segera masuk ke dalam ruang penyimpanan pakaian,
"Aku pakai yang model itu saja, sepertinya ukuran ke bawah aku tidak begitu kepanjangan." tatapan Alexa tidak beralih pada pakaian dengan warna peach, dengan ukuran bawahan yang tidak terlalu panjang. Untungnya meskipun Nyonya Sarah berasal dari Asia, tetapi Tuan Thomas berasal darI Western sehingga bentuk tubuh ALexa tidak begitu pendek-pendek amat.
Tidak sampai sepuluh menit, Alexa sudah berdandan cantik dengan tampilan baru. Ravendra tidak berkedip mengagumi penampilan istrinya, dan sambil tersenyum smirk berbisik di telinga perempuan muda itu.
"Honey.., jika ini tidak disini.. aku sudah akan menyeretmu ke dalam kamar." muka Alexa memerah mendengar nada mesum yang diucap oleh suaminya,
***********
Di sudut ruangan, Alexa berpisah dengan Ravendra. Perempuan itu berjalan menuju ke arah ruangan besar yang sedang menyiapkan banyak makanan untuk jamuan. Terdapat beberapa orang yang tengah sibuk menyiapkan makanan, dan ketika melihat kelebat Alexa berjalan menuju ke arah situ, tiba-tiba..
"Miss.. kamu tidak sibuk kan?? Come here..., bantu aku!" seorang perempuan paruh baya berteriak memanggil Alexa untuk datang mendekat kepadanya,
Tanpa menjawab, Alexa segera mengikuti keinginan perempuan itu. Dengan sedikit jalan sambil berjinjit, karena khawatir akan menginjak makanan yang baru selesai dimasak, Alexa segera mendatangi perempuan paruh baya tersebut.
__ADS_1
"Apakah Madam membutuhkan bantuanku..?" begitu sampai di depan perempuan tersebut, Alexa langsung bertanya.
"Yap.., tapi siapakah kamu, sepertinya aku baru saja melihatmu kali ini. Apakah kamu baru datang, dan langsung ditugaskan di tempat ini untuk membantu kami??" seperti menyelidiki, perempuan paruh baya itu bertanya pada Alexa. Mendengar pertanyaan itu, hati Alexa langsung berdegup kencang. Tetapi untungnya, secepat mungkin perempuan itu bisa menguasai hatinya kembali.
"AKu sudah datang sejak pagi tadi madam.. Hanya saja aku ditugaskan di bagian depan, baru saat ini bisa berjalan-jalan sampai ke kastil bagian dalam." untuk menghindari kecurigaan dari orang-orang yang berada di ruang makan ini, Alexa membuat sebuah kebohongan.
"Okay.. no problem. Jika kamu berniat untuk memberi bantuan kepadaku, antarkan beberapa nampan yang sudah disajikan di pojok meja sana ke ruang Anyelir. Di dalam ruangan itu sedang ada meeting tentang keputusan akhir acara pelantikan dan penyambutan pemimpin baru kaum kita." tanpa mencari tahu, Alexa mendapatkan informasi penting dari perempuan itu.
"Okay Madam.. I will do it..." Alexa langsung berjalan meninggalkan perempuan paruh baya itu, dengan hati-hati dia langsung menuju ke tempat yang sudah ditunjukkan oleh perempuan itu.
Perlahan sambil membawa nampan,. dengan hati-hati Alexa keluar dari ruang makan. Di luar ruangan, karena banyaknya orang yang berada disitu, membuat Alexa sedikit kebingungan untuk mencari tempat yang akan didatanginya. Tiba-tiba dari arah berlawanan, berjalan dua orang laki-laki tampan dan tersenyum ke arah Alexa.
"Wow.., sampai kita tidak pernah sadar broo.., ternyata ada gadis cantik juga di dalam kastil ini." salah satu laki-laki itu terpana dengan kecantikan Alexa.
Mendapat pujian yang tidak disengaja itu, Alexa tersenyum dan menganggukkan kepala. Perempuan itu merasa jika dia harus bersikap baik, untuk mendapatkan kepercayaan dari orang-orang yang berada di situ.
"Sudah berhenti dulu memujinya, aku tidak akan tergoda. Bisa kasih tahu aku, dimana letak Ruang Anyelir, aku sedikit lupa dan bingung dengan nama-nama ruangan disini." Alexa bertanya pada dua laki-laki itu.
*********
__ADS_1