Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
menuju Hutan


__ADS_3

Akhirnya untuk mencegah Ravendra tahu jika Bibi Cathy kembali datang menuju kastil, Thomas, Nyonya Sarah dan Alexa mengantarkan kembali perempuan tua itu menuju rumahnya di tengah hutan. Setelah menempuh perjalanan beberapa saat, dan mereka tidak tersesat karena sudah mengenali jalan untuk menuju ke lokasi rumah perempuan tua itu. Sebuah rumah bangunan kuno terlihat di depannya. kali ini pagar rumah itu terbuka, dan driver menghentikan mobil di halaman rumah tersebut.


Beberapa pengawal yang ikut memberikan pengawalan, segera melompat turun dan membuat pengawalan ketat pada Alexa. Mereka tidak mau untuk menjadi kambing hitam dari tuan muda mereka, jika terjadi sesuatu dengan perempuan muda itu. Tanpa memperhatikan sikap Thomas, mereka tetap mengawal Alexa dengan ketat.


"Kalian harus ikut masuk ke rumah nenek, seperti yang sudah dijanjikan oleh cucuku Alexa.." Bibi Cathy tiba-tiba berbalik dan meminta semua yang datang untuk masuk ke dalam rumah.


Nyonya Sarah menatap suaminya, kemudian pada putrinya Alexa. Perempuan muda itu tersenyum dan mengangkat tangannya untuk menepuk bahu ibundanya.


"Mari kita masuk ke rumah Bibi Cathy mam..., karena Alexa memang pernah berjanji untuk mampir ke rumah ini." untuk melegakan hati perempuan tua itu, Alexa mengajak papa dan mamanya untuk masuk ke dalam.


Mendengar perkataan Alexa, para pengawal segera merangsek masuk ke rumah Cathy. Thomas mengajak mereka untuk berhenti terlebih dahulu, menunggu pengawal memeriksa ke dalam untuk memastikan jika keamanan mereka terjaga.


"Kita tunggu sebentar, biar para pengawal menjalankan tugas mereka. Jangan halangi mereka." ucap Thomas pada putri dan istrinya.


"Iya pa.., Alexa juga setuju. Jadi mereka sudah sah menjalankan tugas mereka." Alexa menanggapi perkataan papanya.


Dengan tatapan kurang suka, Bibi Cathy menatap para pengawal Alexa yang merangsek masuk ke dalam rumah tanpa minta ijin terlebih dahulu. Namun, begitu memahami tujuan mereka adalah untuk memastikan keamanan Alexa, akhirnya perempuan tua itu terdiam dan membiarkan para pengawal masuk ke dalam rumahnya.


Setelah beberapa saat, para pengawal kembali berlari keluar dari dalam rumah Bibi Cathy. Orang-orang itu langsung mendekat pada Alexa, dan Thomas melangkah mendekati putrinya.


"Untuk sementara sudah kita pastikan, rumah perempuan tua ini aman nona muda. Tetapi jika nona muda akan masuk ke dalam, kami berpesan untuk tidak berlama-lama di dalamnya. Kami khawatir akan ada manusia lain yang tidak suka dengan kemunculan nona muda." pengawal melaporkan hasil penyelidikan di dalam rumah perempuan tua itu.

__ADS_1


"Baiklah.. terima kasih. Kamu sudah menjalankan tugas kalian dengan sangat baik." Alexa menyahuti perkataan para pengawal.


Alexa segera berjalan di depan dan diikuti papa dan mamanya. Dengan sigap, pengawal mendampingi Alexa di depan dan di belakang perempuan itu. Bibi Cathy dengan wajah cerah mendahului masuk ke dalam rumah.


"Ayuk semuanya duduk dulu. Kebetulan hari ini nenek membuat kue khas negara Rumania. Tunggulah nenek akan ke belakang untuk mengambilnya." Cathy mempersilakan para tamunya untuk duduk di kursi tua yang ada di ruang tamu tersebut.


Setelah mereka duduk, Cathy bergegas masuk ke belakang untuk mengambil kue yang diceritakannya tadi. Nyonya Sarah meletakkan telapak tangannya di pangkuan Alexa.


"Apakah nenek itu tinggal sendiri di rumah ini?" sambil berbisik, Nyonya Sarah bertanya pada putrinya.


"Sepertinya tidak mam.., karena sewaktu Alexa datang ke tempat ini yang pertama, ada laki-laki muda berwajah putih pucat ada di dalam rumah ini. Tetapi siapakah dia, Alexa sendiri belum tahu mam... Kedatangan Alexa kemari sekarang ini hanya untuk menggugurkan janji Alexa kepadanya." dengan berbisik, Alexa menjawab pertanyaan dari Nyonya Sarah.


*********


Mata Johan terbelalak ketika membaca kiriman pesan yang dikirimkan oleh orang-orangnya yang ditugaskan untuk menjaga keamanan Alexa. Pengawal menyampaikan jika mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah perempuan tua di tengah hutan. Mengingat kejadian buruk yang mereka hadapi, ketika Alexa ditemani beberapa pengawal masuk ke dalam hutan itu, laki-laki itu terlihat gelisah.


"Terlalu sembrono untuk mengulang kesalahan yang sama.." ucap Johan. Laki-laki itu langsung berdiri dan segera berlari menuju parkiran mobil.


Beberapa pengawal yang ikut bersama dengan Johan, berlari menghampiri laki-laki muda itu.


"Ada apa Tuan Johan.. apa ada yang perlu kami bantu? Sepertinya tuan tergesa-gesa ingin meninggalkan kastil ini?" salah satu pengawal bertanya pada Johan.

__ADS_1


Untuk menjaga berita ini agar tidak terdengar oleh Ravendra, Johan memutuskan untuk tidak memberi tahu para pengawal tersebut.


"Aku ada urusan mendesak, jangan kemana-mana. Pastikan keamanan tuan muda Ravendra dan Tian besar Abraham. Jika tuan muda bertanya, ada dimana aku, bilang saja ada urusan penting yang tidak bisa diberitahukan." dari kaca depan belakang kemudi, Johan meninggal pesan pada para pengawal itu.


"Siap Tuan Johan.. akan kami kondisikan segera." pengawal menyanggupi permintaan dari asisten pribadi tuan muda mereka.


Tanpa menjawab, Johan langsung kembali menutup kaca mobil. Kaki kanannya segera menginjak pedal gas, dan mobil sport limited edition itu meluncur meninggal tempat tersebut. Tujuan utama yang akan didatangi laki-laki itu adalah hutan tempat terakhir kali, dia dan para pengawal menemukan Alexa.


"Sepertinya semua omonganku tidak pernah didengar oleh istri tuan muda Ravendra. Apakah perlu untuk aku berikan shock theraphy agar perempuan itu mau menurut padaku." sambil mengarahkan kemudi, Johan berpikir sendiri.


"Huh.. tapi sepertinya aku malah akan menggali lobangku sendiri. Seperti aku tidak kenal dengan tuan muda saja.." kembali pikirannya melebar kemana-mana.


"Ciiiittt..." Johan mendadak menginjak pedal rem. Karena mengemudi sambil melamun, hampir saja laki-laki itu melanggar lampu lalu lintas di depannya.


Tidak sampai bermenit-menit, laki-laki itu kembali menginjak pedal gas untuk menjalankan mobilnya. Pinggiran hutan di sekitar kastil Ravendra, menjadi tujuan utamanya saat ini. Merasa mobil yang dia bawa tidak akan mampu menembus lebatnya pepohonan, laki-laki itu meminta pengawal untuk menyediakan mobil Jeep di pinggiran hutan. Johan berencana untuk melakukan penukaran mobil di tempat tersebut.


Beberapa saat kemudian, rapatnya pepohonan sudah mulai ditemukan di kanan kiri perjalanan. Hal itu menunjukan jika Johan sudah akan sampai di hutan tersebut. Di jalan masuk ke arah hutan, sudah menunggu beberapa pengawal yang berada diluar mobil Jeep. Tanpa banyak bicara, Johan menghentikan laju mobilnya.


Begitu laki-laki itu keluar dari dalam mobil, para pengawal membungkukkan badan memberi hormat pada Johan.


"Mana kunci mobilnya? Kalian harus tetap berada disini, untuk berjaga-jaga. Tunggu komando dariku.." sambil berjalan menuju ke arah mobil, Johan membuat sebuah pengaturan.

__ADS_1


"Siap Tuan Johan.. kami akan tetap berada disini sampai tuan kembali keluar." Johan segera masuk ke dalam mobil. Tidak lama kemudian, mobil segera meluncur meninggalkan tempat itu.


*******


__ADS_2