Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Jangan Permainkan AKu


__ADS_3

Melihat adik iparnya tidak memiliki aktivitas di Pent house, akhirnya Alexa mengajak Raveena untuk menemaninya berkunjung ke tempat Nyonya Sarah. Raveena yang memang ingin banyak mendapatkan pengalaman baru, langsung mengikuti kakak iparnya itu dengan riang gembira. Setelah memasuki kawasan pantai, Alexa meminta driver untuk menghentikan mobil di depan rumah bercat putih.


"Sudah sampai nona muda.. silakan turun." dengan sopan, driver memberi informasi jika mereka sudah sampai di tempat tujuan. Driver itu sudah kemudian keluar dari dalam mobil, dan membukakan pintu untuk ALexa dan Raveena keluar.


"Terima kasih pak.., silakan tunggu di teras rumah." Aexa memberi perintah pada driver itu.


Mata Raveena mengerjap melihat keindahan yang tampak di depan matanya. Bagian rumah dengan konsep minimalis di bagian depan, terpadu indah dengan hamparan pasir putih di pantai tersebut, Terlihat jelas di seberang sana, bangunan gedung tingkat banyak berbaris. Negara Singapura memang tampak jelas terlihat dari pantai depan rumah Nyonya Sarah.


"Kak Lexa.. indah sekali pemandangan di pantai ini. Meskipun di seberang sana, terlihat bangunan gedung bertingkat, namun udara di tempat ini masih sangat bersih," Raveena mengagumi pemandangan itu, dan menyampaikan pada kakak iparnya.


"Iya Veena.. tempat ini banyak menimbulkan inspirasi, dan juga ide-ide kalau kita ingin menuliskan sesuatu. Ayo kita masuk ke dalam.. kamu bisa masuk angin terkena hembusan angin pantai." Alexa mengajak gadis itu untuk segera masuk ke dalam rumah,


Mereka berdua berjalan menaiki tangga untuk menuju ke teras rumah Nyonya Sarah. Untuk menghindari terpaan ombak jika terjadi pasang, rumah Nyonya Sarah memang di konsep memiliki bagian yang lebih tinggi dari dataran di depannya, Sehingga jika musim pasang, ombak lautan hanya menyentuh di bagian depan rumah saja tidak sampai naik ke atas bangunan rumah,


"Mama kak Lexa ada di rumah, apakah tidak bekerja atau sekedar bertemu dengan teman-teman sosialitanya?" melihat jam tangan, waktu masih menunjukkan jam kerja, Raveena bertanya pada kakak iparnya itu.


"Hmm.. mama bekerja free lance Veena. Bekerjanya hanya di depan komputer atau di dalam laboratorium saja, kemudian konsep mama tawarkan ke perusahaan-perusahaan besar. Jadi di bagian atas, mama mendesain rumah ini sekaligus untuk kantor pribadinya. Hanya saja.. sepertinya untuk akhir-akhir ini mama sudah jarang melakukannya. Hanya jika kangen dengan kesukaannya itu, mama akan menghabiskan banyak waktu di laboratorium." ALexa menjelaskan pekerjaan Nyonya Sarah.

__ADS_1


"Juga mama tidak banyak memiliki teman Veena.. jadi tidak memiliki teman-teman sosialita. Sama persis dengan kakak.." lanjut Alexa sambil tersenyum.


Raveena terkejut mendengar penjelasan itu, kemudian kembali mengamati apa yang dikenakan oleh kakaknya itu. Hampir semua merek yang dikenakan oleh perempuan istri dari kakak kandungnya itu, merupakan merek yang biasa dipakai oleh kakaknya Ravendra. Jadi.. Alexa seperti mengikuti kemauan dari kakaknya itu.


Dari dalam ruang tamu, pintu dibuka dari dalam. Rupanya Lili sudah mengetahui kedatangan mereka, dari CCTV yang ada di rumah tersebut. Senyuman lebar Lili menyambut kedatangan Alexa, dengan tatapan mata perempuan itu tertuju pada perut buncit Alexa.


"Nona muda.. tidak disangka, nona muda betul-betul membuat suprise. Sudah akan terlahir keturunan dari tuan muda Ravendra dan nona muda ALexa.." Alexa langsung memeluk tubuh asisten mamanya itu, dan Raveena hanya memandangnya.


"Mama ada dimana Lili..?" Alexa menanyakan keberadaan Nyonya Sarah.


"Hanya ada dua tempat favorit Nyonya Sarah.. nona muda. Berjalan di pinggiran pantai, atau berada di laboratorium ketika Tuan Thomas sedang tidak ada di rumah ini." Lili menjawab perkataan gadis itu.


*********


Di Laboratorium


Nyonya Sarah mengamati hasil eksperimen yang sudah dilakukannya sejak tadi pagi. Perempuan itu baru saja menerima pesanan dari negara di Timur Tengah, untuk membuatkan formula obat guna penyembuhan penyakit anak, tanpa ada resiko yang berat dari obat tersebut. Tampak di lemari kaca, banyak binatang kecil sebagai sample untuk uji coba pertama, sebelum obat itu ditawarkan pada volunteer manusia sebelum resmi dikirimkan ke perusahaan yang memesannya.

__ADS_1


"Sepertinya percobaan terakhirku ini 99% bisa aku simpulkan berhasil. Aku butuh satu cangkir hangat black coffee untuk membangunkan fokus dan konsentrasiku." Nyonya Sarah tersenyum mengamati reaksi yang ditimbulkan di gelas kaca yang ada di depannya.


Perempuan itu segera melepaskan sarung tangan yang ada di tangannya, kemudian melemparkan ke trash bag. Kemudian di depan wastafel, perempuan itu menatap wajahnya di atas cermin.


" Sudah mulai bertambah kerutan di wajahku, dan akan semakin membuat jarak antara aku dengan kak Thomas.. Huh.." keluar keluhan kecil dari bibir perempuan itu. Nyonya Sarah kemudian mencuci tangannya dengan sabun dan desinfektan. Jari-jarinya menyusuri guratan-guratan halus yang sudah mulai muncul di area wajahnya.


"Apakah suamiku akan tetap setia padaku, dengan menikahi perempuan yang seperti seorang mama bahkan grandma untuknya." sambil mengamati wajahnya, Nyonya Sarah tersenyum masam.


Nyonya Sarah tampak gundah dengan perubahan di wajahnya. Meskipun untuk seorang perempuan yang hampir 50 tahun, wajahnya tergolong masih sangat muda. Perempuan ini sampai menciptakan sendiri cream untuk melindungi efek penuaan pada dirinya sendiri. Namun tetap tidak akan bisa dibandingkan dengan awet mudanya seorang manusia vampire. Melihat suaminya Tuan Thomas, yang tetap terlihat tampan dengan tubuh yang gagah, terkadang membuat perempuan ini rendah diri.


"Huh.. aku tidak boleh banyak berpikir tentang hal ini. Pelan-pelan aku akan mencari cara agar aku selalu kelihatan layak dan pantas di depan suamiku, dan tidak membuatnya malu di depan teman atau keluarganya." akhirnya Nyonya Sarah menghibur dirinya sendiri.


Setelah membersihkan tangan, perlahan Nyonya Sarah melepaskan jas warna biru yang selalu dikenakannya ketika sedang melakukan tindakan di laboratorium. Lili dengan rutin akan melakukan sterilisasi pada jas tersebut, setelah selesai digunakan oleh perempuan itu. Baru saja perempuan itu meletakkan jas ke dalam bak tempat pakaian kotor, tiba-tiba Nyonya Sarah tidak bisa melihat. Ada dua telapak tangan yang menutup wajahnya dari belakang, dan Nyonya Sarah merasa kebingungan dan hampir tidak mempercayai penciumannya.


"Jangan permainkan aku.., saat ini aku sedang gundah.." ucap Nyonya Sarah perlahan, Aroma parfum yang sangat dikenalnya sejak lama itu, tampak menyeruak masuk dan membuat sesak dada perempuan itu. Nyonya Sarah menjadi tegang, berusaha untuk menepis keraguannya.


"Apakah Nyonya Sarah bisa tahu siapa yang ada di belakang Nyonya saat ini..?" terdengar pertanyaan dari mulut Lili.

__ADS_1


*********


__ADS_2