Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Terkejut


__ADS_3

Alexa mulai tersadar dari tidurnya, perempuan muda itu mulai mengerjap-ngerjapkan matanya. Sesaat Alexa merasa seperti kebingungan, gadis itu merasakan tadi dia akan masuk mobil untuk melihat tempat jatuhnya helikopter. Tetapi saat ini, Alexa merasa dia berada di tempat yang akrab dengannya. Perempuan itu segera beranjak duduk dan melihat ke sekeliling kamar tempatnya berada saat ini.


"Kenapa aku bisa berada di dalam kamar ini, apakah para pengawal itu telah membohongiku..?" Alexa bergumam, dan ketika melihat pakaian yang dikenakannya sudah berganti, lagi-lagi perempuan itu merasa terkejut.


"Kak Ravend..., kak Ravend..." Alexa mencoba memanggil suaminya.


Tiba-tiba pintu kamar didorong dari luar, dan terlihat ada tiga orang maid yang bergegas masuk ke kamar tersebut, begitu mereka mendengar suara Nona Muda Alexa.


"Nona muda sudah bangun...?" salah satu maid bertanya pada Alexa.


"Dimana kak Ravend.., kenapa aku bisa berada di dalam kamar ini. Bukannya aku merasa masih berada di dalam mobil dengan para pengawal." Alexa memberondong para maid dengan berbagai pertanyaan. Para maid saling berpandangan,


"Kenapa kalian tidak menjawab pertanyaan saya. Dimanakah kak Ravend saat ini berada..?" melihat reaksi yang ditunjukkan para maid ketika dia bertanya, Alexa kembali berteriak dengan suara yang keras.


"Tuan Muda Ravendra sedang beristirahat di kamar Nona muda. Tadi Tuan Johan berpesan pada kami., jika istirahat Tuan muda tidak bisa diganggu oleh siapapun." akhirnya salah satu maid menjelaskan keberadaan Ravendra saat ini.


"Non sense..., apakah kalian semua melupakan posisiku. Kalian lebih menurut pada Tuan Johan, tetapi kalian mengabaikanku. Ingat..., aku adalah istri dari Tuan Muda kalian Ravendra. Cepat tunjukkan padaku dimana tempat kak Ravendr beristirahat, atau aku akan memecat kalian semuanya dari kastil ini. Aku tidak mau memiliki maid yang lupa akan status majikannya." suara Alexa semakin keras menggelegar di kamar itu. Para maid terlihat menundukkan kepala karena merasa ketakutan akan ancaman yang diberikan oleh Alexa.


"Baik Nona Muda.., tetapi Nona muda harus bersabar ya, tidak akan mengganggu istirahat Tuan muda Ravendra. Tuan Johan sedang berusaha mencari upaya untuk kembali menyadarkan Tuan Muda." dengan penuh ketakutan, akhirnya salah satu maid  menjawab pertanyaan Alexa.

__ADS_1


"Cepat antarkan aku..!" sambil berdiri, Alexa kemudian berjalan keluar kamar mendahului para maid.


"Tuan Muda Ravendra ada di kamar yang paling pojok Nona Muda.." melihat ALexa akan menuruni tangga, salah satu maid memberikan informasi tempat kamar perawatan Ravendra. Dengan cepat, Alexa merubah arah kakinya, gadis itu dengan segera menuju ke kamar yang ditunjukkan oleh maid itu.


Bangunan seluas seribu meter persegi ini terasa luas untuk Alexa. Gadis itu berlari untuk mencari kamar tempat perawatan Ravendra. Beberapa maid berlari di belakang gadis itu untuk mengawasinya dari belakang. Melihat ada dua orang maid sedang berdiri di depan sebuah kamar, Alexa langsung mendatanginya. Tanpa bicara, gadis itu langsung mendorong pintu kamar itu dan masuk ke dalam kamar.


Gadis itu menutup mulutnya, terhenyak melihat suaminya terbujur memejamkan mata. Perlahan, gadis itu melangkah mendekati ranjang tempat Ravendra di baringkan. Banyak kabel yang tersambung ke tubuh laki-laki itu, dan terlihat di depannya, dua buah gelang masih melingkar di kedua pergelangan tangan suaminya.


"'Kak Ravend..., bangunlah... Apa yang terjadi denganmu.., jangan tinggalkan Alexa sendiri kak.." sambil berurai air mata, Alexa bertanya pada laki-laki yang sedang terbaring itu. Tetapi tidak ada jawaban yang keluar dari bibir laki-laki itu.


Alexa mengusap lembut wajah Ravendra, dan memegang pergelangan tangan laki-laki itu yang kini ada gelang di atasnya.


*********


Pengawal mengendarai mobil dengan kecepatan penuh, membelah jalanan menurun dari atas bukit tempat kastil berada. Tujuan utama yang akan didatangi laki-laki itu adalah kastil di Santorini. Laki-laki itu bertekad akan menyisir habis setiap ruangan yang ada di kastil tersebut, untuk menemukan keberadaan pengurus pusat manusia vampire yang tinggal di kastil tersebut.


"Tuan Johan.., di depan ada halangan yang akan menghambat perjalanan kita. Ambil jalan memutar menghindari halangan itu, atau kita tabrak saja mereka?" dari belakang pengemudi, pengawal bertanya pada Johan dengan suara yang keras.


"Kita sudah banyak berurusan dengan aparat di kota ini, masalah aku terbang dari helikopter saja belum terselesaikan, jangan ditambah dengan melanggar aturan. Ambil jalan memutar, tenanglah., Tuan muda tidak akan semudah itu dihancurkan hanya menggunakan gelang besi tersebut." Johan menjawab pertanyaan pengawal dengan nada sedikit santai.

__ADS_1


"Siap Tuan Johan..." pengemudi segera mengambil jalan dengan belok ke kanan. Sedikit memutar, tapi akan lebih cepat daripada harus berurusan dengan birokrasi. Mereka tidak mau mengganggu kedamaian yang ada di kota ini, karena kota ini memiliki bangunan kastil bersejarah tempat awal, kepemimpinan manusia vampire berada.


Mobil kembali melaju dengan kecepatan penuh, dan tidak lama kemudian.., mobil kembali naik ke atas bukit untuk mengambil arah memutar menuju kastil. Beberapa waktu, mobil yang dibawa oleh salah satu pengawal Ravendra itu sudah masuk ke dalam gerbang kastil yang tadi. Tetapi pemandangan terlihat berbeda dengan apa yang mereka lihat di siang tadi. Pintu kastil sudah terbuka lebar, tidak ada lagi penyekat besi yang menghalangi mereka untuk masuk ke dalam.


"Tuan kenapa pintu sudah terbuka.., siapa yang membukanya?" pengawal menoleh pada Johan.


"Kita ikuti masuk, tapi berhati-hatilah, dikhawatirkan ada orang lain yang mengambil kesempatan dari kejadi ini." Johan yang juga heran dengan apa yang dilihat di depannya, mengajak pengawal untuk masuk dan memeriksa keadaan di dalam.


Tapi baru beberapa langkah mereka akan masuk, mereka mendengar suara langkah kaki dari dalam kastil. Johan memberi isyarat pada pengawalnya untuk bersembunyi di samping pintu masuk. Mereka akan menunggu dan melihat siapa yang akan keluar dari kastil tersebut.


Tiba-tiba dari dalam kastil keluar beberapa orang dari dalam, dan setelah mereka berpandangan, Johan merasa terkejut melihat keberadaan Thomas yang mengawal ketiga pengurus kastil pusat tersebut,


"Tuan Thomas..., apa yang sedang Tuan lakukan di tempat ini..?" merasa membutuhkan orang yang saat ini bersama dengan Thomas, Johan langsung bertanya pada laki-laki itu.


"Dimana otakmu..., masih juga kamu bertanya. Aku akan membawa mereka ke kastil Ravendra, bagaimanapun laki-laki itu adalah keponakan dan juga menantuku. AKu harus segera menyelamatkannya." pernyataan yang diucapkan Thomas sangat mengejutkan Johan. Wajah laki-laki itu terlihat senang, kemudian Johan segera memberi isyarat pada para pengawalnya.


"Kita akan kembali ke kastil Tuan Ravendra.!" dengan singkat, Johan memberi perintah pada para pengawalnya.


"Siap Tuan.." tanpa banyak bicara, pengawal segera berlari menuju ke mobil, dan menyalakan mesinnya.

__ADS_1


**********


__ADS_2