Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Aku Sedang Bahagia


__ADS_3

Johan mengetahui jika gadis yang duduk di sampingnya terlihat kurang senang, tapi laki-laki itu membiarkannya. Sepanjang perjalanan dari restaurant sampai mereka sudah memasuki Jalan Gatot Subroto, tidak terdengar kata-kata yang biasa dilakukan Raveena. Rupanya kepergian mereka dari restaurant dengan sedikit tergesa-gesa, karena tidak mau bertemu langsung dengan Ravendra dan Alexa membuat perasaan gadis itu tidak nyaman.


"Sayang.. apakah masih ada tempat yang ingin kamu datangi.. bukit Dangas misalkan. Sepertinya melihat sunset dari puncak bukit itu, terlihat sangat indah dan romantis. Mumpung nih, hari ini masuk di Minggu, jika esok hari mengajakku, belum tentu aku ada waktu senggang sayang.." Johan mengalihkan perhatian Raveena.


"Mmmm..." Raveena melihat sekilas ke wajah kekasihnya, tetapi tetap tidak ada kata-kata yang keluar dari mulutnya. Melihat hal itu, Johan berpikir keras bagaimana melunakkan hati perempuan yang sudah dipilihnya itu.


"Bicaralah sayang.. aku bukan cenayang, tidak bisa menebak apa yang menyebabkanmu marah. Jika tidak suka, katakan tidak suka padaku, jangan berpikir aku akan mengetahuinya sayang," Johan terus berusaha membuat agar gadis itu mau berbicara.


Beberapa waktu diam, belum juga ada kata-kata keluar dari bibir perempuan yang ada di sampingnya itu. Tiba-tiba ponsel Johan bergetar, dan laki-laki itu melirik ke arah layar. Setelah mengetahui siapa yang melakukan panggilan, Johan segera memasang hands free kemudian menerima  tombol terima panggilan masuk.


"Yap.. katakan langsung. Tidak perlu bertele-tele.. kalian sudah paham bukan bagaimana karakterku." dengan nada tegas, Johan menjawab panggilan itu. Dari samping laki-laki itu, Raveena agak begidik mendengar suara dingin dan tegas yang diucapkan kekasihnya pada orang lain.


"Tuan Johan.. dua mobil yang menabrak beruntun ke mobil yang tuan kemudikan tadi pagi melakukan tuntutan. Kalau untuk keamanan mereka, dokter spresialis sudah melakukan pemeriksaan, CT Scan.. tidak ada luka-luka berarti dari tubuh mereka. Tetapi untuk mobil, keduanya bersikeras minta ganti mobil baru. Mereka berdalih, ada keyakinan dalam keluarga mereka, untuk tidak menerima kembali mobil yang sudah rusak. Kata mereka akan menarik kecelakaan-kecelakaan selanjutnya." Raveena mendengar, ternyata kekasihnya sedang menerima panggilan dari pihak kepolisian.


"Hatiku sedang bahagia sekarang pak polisi.. Sampaikan pada pihak keluarga mereka, aku akan memenuhi tuntutan keluarga mereka. Hubungi dealer mobil Toyota di kota Batam, pilih mobil sesuai dengan spesifikasi yang sama dengan mobil mereka. Aku akan mengirimkan biaya pembelian mobil tersebut." tanpa berpikir panjang, Johan menyanggupi tuntutan keluarga yang terlibat kecelakaan tadi pagi dengannya.

__ADS_1


"Baik Tuan Johan.. tapi apakah tuan Johan tidak bermaksud mengangkat hal ini ke pengadilan, dan menggunakan jasa lawyer untuk menolak tuntutan mereka. Karena saya melihat sendiri fakta di lapangan, tuntutan mereka tidak sebanding. Mobil mereka hanya butuh ketok magic.. akan kembali pulih seperti semula." pihak polisi merayu Johan untuk mau dibawa kasusnya ke pengadilan.


"Silence please.. apakah kamu tidak mendengar perkataan saya. Hari ini saya sedang bahagia, dan aku ingin semua orang ikut merasakan kebahagiaan saya. Hubungi dealer mobil.." secara sepihak, Johan langsung memutus panggilan telpon.


Raveena melihat ke wajah kekasihnya itu. Tidak tampak ada riak kemarahan di wajahnya, laki-laki itu terus menginjak pedal gas. Teringat dengan kejadian tadi pagi, Raveena akhirnya mengendalikan emosi amarahnya.


"Kak.. kasus tadi pagi ya. Menurutku sih.. meskipun kita memang yang salah untuk kejadian pagi hari tadi, tetapi juga tidak segitunya kali. Tadi Veena juga melihat, mobil mereka juga sudah ada lecet-lecet lama.. gak fair dong jika mereka minta ganti mobil baru.." tiba-tiba Raveena membicarakan apa barusan dibicarakan Johan dengan polisi kota Batam.


"Veena sayang... kebahagiaanku hari ini tidak dapat hanya diukur dengan menggunakan uang. Sudahlah.. untuk merayakan.. tidak salah bukan jika aku mengganti mobil mereka. Dirimu sangat dan jauh lebih berharga dari semuanya Veena.. bukan hanya dari dua unit mobil baru." Johan merasa melayang, ternyata dengan mendengar kembali kasus tadi pagi, Raveena dengan mudah menghilangkan emosinya.


*********


Seperti pasangan suami istri, Johan dan Raveena bergandengan tangan menuju ke merchant fashion branded di kota itu. Melihat karakter Raveena yang sedikit tomboy dengan pakaian dan penampilan ke arah casual, Johan mengajak kekasihnya itu ke butik langganannya. Di butik itu, sebenarnya bukan hanya menyediakan fashion dengan tema casual, namun juga fashion yang girly.


"Selamat datang tuan Johan.. lama sudah tuan tidak datang berkunjung ke butik ini.." pelayan butik segera datang dan menghampiri Johan, bahkan terkesan mengabaikan atau tidak melihat keberadaan Raveena di situ. Sebagai member card VVIP, Johan berhak mendapatkan privielege service, sehingga begitu terlihat bayangannya, SPG akan langsung mendekatinya. Apalagi informasi yang beredar di pulau Batah, Johan termasuk jajaran eksekutif yang masih lajang alias jomblo, sehingga termasuk laki-laki yang banyak diidamkan oleh kaum hawa.

__ADS_1


Tidak mau menimbulkan salah paham pada Raveena, Johan berhenti kemudian merangkul pinggang kekasihnya itu. Wajah Raveena terlihat lebih bersinar, merasa diutamakan oleh kekasihnya itu. Para SPG terperanjat melihat kedekatan Johan dengan seorang gadis, dan ketika melihat kecantikan wajah gadis yang bersama Johan, SPG hanya bisa mengakui selera dari eksekutif tersebut.


"Pilihkan new arrival fashion dengan tema casual untuk calon istriku. Jangan lupa juga, siapkan yang feminin yang akan menambah kecantikannya.." dengan suara lantang, Johan memerintah pelayan butik tersebut.


"Siap tuan Johan.. akan kami penuhi dan laksanakan. Kami persilakan Tuan Johan dan Nona untuk menunggu di sofa tersebut,. tidak akan lebih dari lima menit, kami akan datang kembali membawakan pesanan tuan Johan.." dengan ramah, pelayan mempersilakan pasangan kekasih itu untuk duduk beristirahat.


Tanpa menjawab, Johan segera membawa Raveena untuk duduk di sofa yang ada di sudut ruangan. Tidak lama mereka duduk, tampak pelayan membawakan dua cangkir minuman hangat untuk mereka berdua. Beberapa meal juga disajikan bersamaan dengan minuman itu.


Johan mengambil satu cangkir dan meletakkan di tangannya, bibir laki-laki itu melakukan tiupan. Setelah merasa jika minuman di tangannya sudah berkurang panasnya, Johan memberikan minuman itu pada Raveena.


"Minumlah sayang.. kamu pasti haus bukan.." ucap Johan. Raveena menerima uluran cangkir itu, kemudian meminumnya beberapa teguk. Baru saja gadis itu akan meletakkan cangkir di atas meja, di depan bibirnya Johan sudah menyuapinya dengan kek pisang.


"Mmm.. enak kak cakenya. Legit.." mulut Raveena langsung mengunyah, dan gadis itu mengagumi rasa dan tekstur kue yang masuk ke mulutnya itu.


"Iya ini kek pisang.. makanan khas kota ini. Nanti kita akan memesannya beberapa untuk dikirim ke hotel." sahut Johan.

__ADS_1


**********


__ADS_2