
Melihat member card yang diletakkan Alexa di atas meja, wajah pelayan butik berubah pias. Gadis itu tiba-tiba merasa panas dingin, wajahnya pucat. Jika kedua perempuan arogan tadi mengatakan sebagai member VVIP, tetapi perempuan yang berpenampilan biasa itu menunjukkan kartu Platinum sebagai pelanggan kelas tertinggi di butik tersebut. Hanya dengan bicara saja, orang-orang butik akan langsung mendatangi kediamannya sehingga pelanggan tinggal duduk saja. Tetapi kali ini, gadis pelayan merasa mati kutu, dia bahkan sudah meminta Alexa pindah ruangan.
Tidak berbeda dengan pelayan butik, dua perempuan itu juga terlihat pucat. Mereka merasa sudah salah memilih lawan bicara. Seharusnya mereka mendekati perempuan itu dan mengajaknya berkenalan, tetapi mereka malah salah sudah menyinggung Alexa. Sejenak suasana dalam ruang tunggu itu menjadi lengang, dan Alexa merasa tidak peduli. Perempuan itu melanjutkan kembali membaca artikel di majalah.
"Nyonya muda.., maafkan kami yang sudah salah menyinggung perasaan Nyonya Muda. Itu semua karena kesalahan dan kebutaan kami untuk mengenali siapa yang memang layak untuk menjadi mitra atau teman kami. Kenalkan saya Santi, dan gadis ini putriku Lana. Aku harap, kalian berdua bisa menjadi teman yang baik, dan bergabung dalam satu circle.." tiba-tiba dengan cepat, Nyonya Santi merubah sikap dan perilakunya. Perempuan itu berubah menjadi ramah dan baik pada Alexa, bahkan tanpa diminta duduk di sofa, sharing dengan sofa yang diduduki oleh Alexa
"Hmmm... saya punya penyakit kulit, apakah Nyonya tidak takut jika nanti tertular penyakit saya?" tiba-tiba Alexa mengerjai perempuan paruh baya yang duduk satu sofa dengannya.
"Jangan khawatir Nyonya Muda.. kami punya dokter spesialis pribadi di keluarga kami. Jadi.. penyakit apapun tidak ada yang kami khawatirkan.." tidak diduga, Santi tidak mempermasalahkannya.
Alexa tersenyum kecut, untungnya pelayan yang sejak tadi melayaninya sudah membawakan banyak pakaian dan perlengkapan bayi yang dimintanya. Pandangan Alexa menjadi teralihkan, tanpa berpamitan dengan perempuan di sampingnya, dengan mata bersinar Alexa melihat ke arah pelayan yang melayaninya.
"Nyonya muda.. kami membawakan ada sepuluh potong new arrival, dan masing-masing hanya memiliki tiga potong. Itupun warna yang diambil juga tidak sama, sehingga Nyonya muda tidak perlu khawatir ada yang akan menyamainya." dengan ramah, pelayan menjelaskan pada Alexa.
"Okay terima kasih.. aku akan melihatnya dulu. Kamu duduklah di depanku, jika aku kembali butuh sesuatu, kamu akan cepat menyediakan ya untukku." Alexa menunjuk sofa di depannya, dan jika pelayan itu duduk, maka dia akan sharing sofa dengan Alana.
Pelayan terlihat takut untuk duduk karena Alana melihatnya dengan tatapan membunuh. Melihat hal itu..
"Apakah sebagai member Platinum di butik ini, aku tidak bisa memerintahkanmu untuk duduk?" Alexa bertanya pada pelayan.
__ADS_1
"Baik Nyonya muda.. saya akan segera duduk." mendengar perkataan Alexa, hilang rasa takut di hati pelayan itu. Tanpa melihat Alana dan Santi, pelayan itu segera duduk di depan Alexa. Tatapannya fokus melihat pada Alexa yang sedang membolak-balik pakaian dan perlengkapan bayi lainnya. Beberapa saat kemudian...
"Okay.. I like it.. Wrap semua pakaian dan perlengkapan ini semua. Ingat seperti biasanya.. kirim semua pakaian ini dalam keadaaan bersih, sehingga kita tinggal mengenakannya ke tempat tinggal saya." dengan percaya diri Alexa memberi perintah pada pelayan yang melayaninya sejak tadi.
Sebuah black card diletakkan Alexa ke atas meja, dan kedua perempuan yang sejak tadi menganggapnya lemah, hanya terbelalak iri melihat pada Alexa.
******
Setelah Alexa membereskan semua tagihan pembayaran, tiba-tiba dua pengawal Alexa masuk ke dalam butik. Kedua perempuan yang tadi meremehkan dan merendahkan Alexa, terlihat terkejut. Mereka berpikir status apa yang dimiliki oleh Alexa, namun sejak tadi istri tuan muda Ravendra bersikap acuh tak acuh padanya.
"Nona muda.. semuanya langsung kami masukkan ke mobil ya." pengawal bertanya pada Alexa.
"Baik nona muda.. terima kasih. Kami permisi dulu.." kedua pengawal itu kemudian berjalan meninggalkan Alexa.
Sebelum keluar dari butik, Alexa melambaikan tangan memanggil pelayan butik yang melayaninya sejak tadi. Pelayan itu segera mendatangi Alexa, dan pelayan yang tadi meminta Alexa berpindah tempat hanya menundukkan kepala, merasa malu pada Alexa.
"Iya Nyonya muda.. apakah ada yang bisa saya bantu lagi?" pelayan itu dengan ramah bertanya pada Alexa.
Alexa mengambil dompet, dan tanpa menghitungnya, Alexa menarik beberapa uang ratusan ribu rupiah dari dalam dompet tersebut.
__ADS_1
"Pertahankan sikapmu, selalu melayani dengan sepenuh hati siapapun yang menjadi pelanggan butik ini. Orang juga sudah bisa berpikir, jika dia tidak memiliki uang, dia juga tidak akan gambling masuk ke butik ini. Jadi.. perlakukan semua orang sama, karena pembeli adalah raja.." Alexa menyerahkan uang itu pada pelayan sambil memberikan nasehat pada gadis itu.
"Baik .. terima kasih Nyonya muda.. Tapi sepertinya tips sebanyak ini, saya tidak pantas untuk menerima semuanya. Satu lembar saja, sudah sangat sisa untuk saya." pelayanan itu mengambil satu lembar ratusan ribu, kemudian mengembalikan sisanya pada Alexa.
"Ha.. ha.. ha.. kamu betul-betul pelayan yang berdedikasi dan memiliki pendirian. Jika kamu bosan bekerja di tempat ini, dan membutuhkan suasana pekerjaan baru. Kamu bisa datang padaku, dengan senang hati aku akan merekomendasikan kamu untuk bekerja di perusahaan kami." Alexa tertawa mendengar jawaban polos dari pelayan itu.
"Dan juga.. maafkan saya. Uang yang sudah keluar dari dompet saya, tidak bisa masuk lagi ke dalam dompet saya lagi. Ambillah.. anggap saja uang ini sebagai bonus pekerjaanmu." Alexa mendorong tangan pelayan yang menyerahkan uang kembali padanya.
Dengan penuh haru, pelayan itu membungkukkan badan mengucapkan terima kasih pada Alexa. Tampak air mata menggenang di kelopak matanya. Sedangkan pelayan satunya hanya berani melihat pemandangan itu dengan tatapan iri.
"Terima kasih Nyonya muda...uang sebanyak ini sangat berarti dan bermanfaat untuk saya." ucap pelayan itu.
Setelah tersenyum, Alexa segera berjalan keluar meninggalkan butik tersebut. Baru beberapa langkah perempuan itu berjalan, tiba-tiba ada yang memegang lengannya dari belakang..
"Nyonya muda.. kami ingin berkenalan dengan anda. Nanti aku akan mengenalkan Anda dengan teman-teman sosialita di kota ini. Pasti teman-teman akan sangat bahagia dapat berkenalan dengan Nyonya muda yang sangat pemurah dan baik hati." Santi didampingi Alana ternyata yang ad di belakang Alexa.
Alexa tersenyum, dan muncul niat buruk untuk membalas tingkah sok mereka berdua.
"Hmmm.. maaf aku tidak memiliki banyak waktu. Aku harus segera pergi dari butik ini.." Alexa melepaskan celana tangan Santi kemudian mengibaskannya. Tanpa berbicara apa-apa lagi, Alexa segera berlalu dari tempat itu.
__ADS_1
********