Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Re Sign


__ADS_3

Ravendra menemui Johan di ruang kerja, melihat seriusnya wajah Johan, Ravendra tidak sampai hati untuk mengabaikan laki-laki itu. Di dalam ruang kerja, Johan menutup pintu sebagai isyarat jika mereka akan berbicara dengan serius, dan tidak ada yang berani untuk menganggu mereka. Beberapa saat mereka berada di ruangan, Ravendra tidak sabar menunggu Johan untuk memulai pembicaraan.


"Johan.. kamu tahu kan, alasan apa kenapa aku membawa istriku Alexa dan putriku ABhimana ke tempat ini.." merasa jengah dengan ketidak beranian Johan, Ravendra membuka pembicaraan. Mata Abhimana dengan tajam menatap ke mata laki-laki muda di depannya itu, yang saat ini sudah menjadi adik iparnya karena menikah dengan Raveena.


"Iya kak.. karena ingin menjauh dari hiruk pikuk kehidupan kerja, makanya kak Ravendra membawa kak Lexa dan ABhimana ke tempat ini kak. Maafkan karena kelambatan saya untuk menyampaikan maksud dan keinginan kami kepada kak Ravendr.." Johan menanggapi perkataan Ravendra, masih dengan ragu-ragu.


"Hmm.. jangan buang waktuku Johan. Mending aku membawa istri dan putraku jalan-jalan, jika hanya menunggumu tanpa bicara.." dengan nada tinggi, Ravendra menegaskan pada Johan.


"Sebenarnya kedatanganku kesini kak, mau meminta ijin pada kak Ravendra. Namun itupun jika kak Ravend mengijinkan. Jikapun tidak.. Johan juga tidak akan melakukannya .." Johan berbicara lirih.


"Lanjutkan ceritamu.. apa yang kamu inginkan dariku. Jangan berbelit.. setiap detik waktuku sangat berharga Johan.. aku yakin kamu sudah lama memahamiku bukan.." Ravendra terus mengejar agar Johan segera bicara.


"Johan dan Raveena sudah berdiskusi kak.. dan sepertinya tidak bisa untuk waktu terus menerus, aku mendampingi kak Ravendr dalam menjalankan perusahaan. Kakak juga tahu sendiri bukan.. selain perusahaan kak Ravendra, selama ini aku juga menjalankan beberapa perusahaanku sendiri. Ditambah permintaan dari Raveena kak, yang ingin.. aku yang menjalankan kegiatan operasional perusahaannya. Karena kami ingin fokus untuk segera memiliki bayi kak.." Johan menundukkan kepalanya seusai berbicara. Laki-laki muda itu tidak berani menatap mata Ravendra, tuan muda yang sudah sejak dirinya kecil sudah hidup bersama.


"Prok.. prok.. prok.. selamat atas keberanianmu Johan. AKu sangat mengapresiasi apa yang kamu utarakan.. jalani kehidupanmu dengan adikku Raveena, bahagiakanlah dia. Hanya Raveena saudaraku di dunia ini, kebahagiaannya juga merupakan kebahagiaan untukku.." tidak diduga, tidak terlihat ada kemarahan dalam diri Ravendra. Laki-laki itu malah bertepuk tangan, mengapresiasi niat baik yang disampaikan oleh asisten pribadinya.

__ADS_1


Johan merasa tidak percaya, laki-laki itu mengangkat wajahnya ke atas. Johan memberanikan diri beradu pandang dengan Ravendra. Tidak diduga, ravendra malah mengangkat pantatnya dari atas kursi yang didudukinya, kemudian berjalan ke depan. ravendra memeluk tubuh Johan dengan erat, sambil menepuk-nepuk punggung laki-laki muda itu. Johan terharu.. air mata tanpa sadar mengalir dari kelopak matanya, dan Johan memberanikan diri memeluk balik tubuh Ravendra.


"terima kasih atas upayamu selama ini Johan.. tanpamu aku dan perusahaanku bukan apa-apa. Aku dan Alexa juga sudah berdiskusi, kami mungkin akan menetap di sebuah kecil yang jauh dari hiruk pikuk kehidupan bisnis. Aku tidak akan turut campur tangan lagi pada perusahaan, namun hanya akan menjadi Dewan komisaris saja. Sebagai pemilik saham mayoritas, aku masih bisa menikmati capital gain serta deviden, dan profit sharing dari perusahaan. Membiarkan uang yang bekerja untuk kita, bukan lagi jamannya kita yang bekerja untuk uang.. itu adalah anganku dan juga istriku ALexa.." Johan terkejut mendengar penuturan dari Ravendra.


Muncul tatapan rasa bersalah dari Johan, dimana laki-laki itu menebak jika penyebabnya adalah karena rencana re sign yang akan dilakukannya. Namun.. Ravendra tersenyum, dan dengan jelas terlihat tidak ada keraguan maupun rasa khawatir yang terlihat dari mata laki-laki itu.


"Jangan terlalu banyak berpikir Johan.. semua ini tidak terkait denganmu. Aku dan Lexa istriku sudah lama memikirkannya, apalagi berada di Berne ini.. membuat kami menyadari jika sudah saatnya kami harus menarik diri dari hituk pikuk kebisingan. Abhimana merupakan harta yang sangat berharga untuk kami.." untuk menghilangkan rasa bersalah yang nampak terlihat di mata Johan, dengan cepat Ravendra memupusnya.


"Benarkah kak..?" Johan bertanya dengan tidak percaya.


Ravendra tersenyum dan menganggukkan kepalanya kembali. Kedua laki-laki itu kemudian saling berpelukan kembali.


********


Untuk mengisi waktu dan mengurangi rasa dingin di kastil, Ravendra dan Alexa meminta maid untuk menyiapkan pesta barbeque. Dua buah sheep dibuat kambing guling, dan langsung dibakar di halaman belakang, dekat kolam renang air hangat yang ada di kastil itu. Terlihat Abhimana dalam dekapan Nyonya Sarah, seperti biasanya bayi Alexa itu selalu menyenangkan banyak orang. tidak rewel dan tidak menangis ketika pihak yang tua memiliki banyak urusan.

__ADS_1


"Honey.. makanlah ini. Tadi maid mengambilkan beberapa potong daging untuk kita. Jangan khawatir.. no fat." Ravendra membawa piring kecil yang sudah berisi dengan potongan-potongan daging domba.


Satu buah sloki berisi wine juga dibawakan oleh laki-laki itu. Seperti biasanya, ALexa menolak untuk mencicipi wine, meskipun udara dingin menerpanya. tingal di Indonesia, dengan iklim tropis, Alexa memang tidak terbiasa untuk minum dan mengkonsumsi wine maupun berbagai jenis minuman keras lainnya. Bahkan champagne dalam rangka celebarition saja, juga selalu dia tolak.


"Jika ada teh hitam manis panas saja kak.. Jika tidak, tidak perlu diambilkan, nanti Lexa membuatnya sendiri di mini pantry.." Alexa memilih minuman alternatif lain.


"Duduk saja,. nikmati griil sheep ini. Aku akan mencarikan minuman kesukaanmu.." Ravendra bertepuk tangan. tidak lama kemudian, dua orang maid tergopoh-gopoh menghampiri laki-laki itu.


"Ada apa tuan muda.. apakah ada yang perlu kami siapkan.." dengan penuh sikap hormat, maid bertanya tentang keperluan laki-laki itu.


"Mana minuman untuk nona muda.. apakah kalian lupa untuk menyiapkannya.." dengan nada datar, Ravendra bertanya pada dua maid itu.


"Ada tuan muda.. ijin kami untuk mengambilkannya.." dengan segera, dua maid itu berbalik badan kemudian pergi meninggalkan Ravendra. Tidak lama kemudian, dua maid itu sudah membawakan cangkir, dengan pitcher tahan panas yang berisi minuman teh manis panas. Dengan pemanas di abwahnya, minuman yang sengaja mereka siapkan untuk nona muda mereka itu, akan selalu terjaga suhunya.


"Terima kasih.." ucap Alexa pelan. Ravendra segera menuangkan teh manis panas tersebut, dari dalam pitcher ke dalam cangkir, kemudian memberikannya pada Alexa.

__ADS_1


Alexa pelan-pelan menerima cangkir itu, kemudian mulai meneguknya secara perlahan-lahan. Ravendra tersenyum melihat istrinya minum, kemudian laki-laki itu duduk di sebelah Alexa sambil meminum beberapa teguk white wine dari sloki yang ada di atas meja di depan mereka duduk.


********


__ADS_2