
Ravendra memutuskan untuk mengajak istri dan putranya kembali ke negara Indonesia, khususnya akan kembali mengunjungi rumah mereka di bukit Dangas, yang ada di wilayah Sekupang. Abhimana yang lahir di kota itu, hanya beberapa hari saja berada di rumah tersebut, dan Alexa ingin mengenalkan tentang lingkungan, budaya, dan cara hidup orang Indonesia kepada putranya.
"Kapan kita akan berangkat ke negara Indonesia daddy.. mommy.. Abhi sangat senang mendengarnya, bisa datang kembali ke tempat kelahiran Abhimana." Abhimana menyambut baik tawaran itu. Anak kecil itu lebih banyak mencari tahu tentang negara Indonesia melalui browsing di internet. Melihat keindahan pantai di sepanjang Sekupang, dan bisa menatap laut dari rumah mereka di bukit Dangas, membuat anak kecil itu ingin segera datang dan melihat dengan matanya sendiri.,
"Lusa kita akan berangkat Abhi.. daddy masih harus melakukan negosiasi dengan client besok di Jeneva. Daddy janji.. akan mempercepat urusan, sehingga kita bisa kembali ke Indonesia dengan lebih cepat." Ravendra menanggapi pertanyaan dari putranya.
"Really dadd.. uhh senang sekali mendengarnya. Abhimana ingin segera berada di kota Sekupang, kita akan menginap juga di tempat Oma Sarah dan Opa Thomas.. Kata Oma, halaman rumah oma sudah pantai.. jadi nantinya Abhimana bisa menginjak pasir putih disana.." khayalan Abhimana sudah melebar kemana-mana. Alexa tersenyum mendengar kata-kata putranya.
Ravendra menggeser tempat duduknya lebih dekat ke arah istrinya Alexa. Tangan laki-laki itu menggenggam erat tangan istrinya, dan beberapa kali mencium genggaman tangan tersebut,
"Abhimana sangat antusias sekali ternyata Dadd... jika tahu seperti ini, sudah sejak dulu kita ajak putra kita untuk datang ke Indonesia.." Alexa menanggapi sikap putranya.
"Hmm iya juga Momm.. tapi no matter. Kita akan lihat nanti, putra kita lebih cocok berada dimana, apakah di indonesia atau di belahan dunia yang lain. Sekolah Abhimana tidak akan ada masalah, karena School nya memberikan fasilitas sekolah Daring untuk fasilitasi siswanya yang sering bepergian keluar kota, atau bahkan negara." Ravendra menjelaskan,
"Iya Dadd.. semoga saja Abhimana dengan cepat bersosialisasi, dan bisa beradaptasi dimanapun dia berada. Kita juga perlu mencarikan teman untuk putra kita nantinya Dadd.. karena tidak mungkin bukan, jika teman-teman ABhimana lebih banyak yang virtual, atau bahkan berteman dengan robot." ucap Alexa.
*********
__ADS_1
Sesuai dengan apa yang sudah dijanjikan dengan istri dan putranya, akhirnya Jum.at malam Ravendra membuktikan ucapanya pada mereka. Laki-laki itu segera mengajak Abhimana dan Alexa untuk memasuki helikopter yang akan mengantar mereka ke bandara untuk berganti private jet. Helikopter merupakan sarana transportasi mereka untuk menuju ke pusat kota, karena begitu terisolirnya kastil yang mereka tempati saat ini.
"Daddy.. Abhimana bisa membawa toys untuk mainan di pesawat nanti..?" sebelum mereka keluar dari kamar, Abhimana bertanya pada Daddy nya.
"Boleh.. namun jangan banyak-banyak. Pramugari sudah menyiapkan banyak toys di pesawat, bisa kamu gunakan untuk bermain di dalam.. Bawa satu atau dua saja.." sahut Ravendra yang menarik satu trolly kecil berisi perlengkapan pribadi Alexa.
"Okay Daddy.. ABhimana membawa dua saja.." satu buah robot kecil, dan mobil-mobilan remote control didekap Abhimana. ALexa tersenyum, dan mengusap lembut kepala putranya.
"Kita segera menuju helikopter di roof top saja, biar tidak keburu malam kita berada di bandara." merasa sudah membawa semua perlengkapan penting, Alexa segera bergegas mengajak semua untuk naik ke roof top.
Ravendra memimpin di depan, untuk menyingkat waktu laki-laki itu mengajak putra dan istrinya untuk keluar melalui lift. Alexa segera menggandeng putranya untuk mempercepat langkahnya. Tidak lama kemudian, helikopter yang sudah siap berangkat, sudah terparkir di atas roof top. Beberapa pengawal segera menundukkan kepala mereka, melihat tuan muda mereka akan masuk ke dalam helikopter.
Ravendra tidak menanggapi perkataan kepala pengawal itu, hanya menganggukkan kepala dan mengangkat tangan kirinya ke atas. Dengan hati-hati, Ravendra membantu Abhimana dan Alexa untuk naik ke dalam helikopter. Setelah putra dan istrinya masuk ke dalam, laki-laki itu kemudian melompat masuk. Para pengawal yang berada di luar, segera menutup pintu helikopter. Dengan segera, helikopter terbang meninggalkan kastil untuk menuju ke bandara.
******
Alexa tersenyum menyelimuti putranya yang sudah terbaring dan memejamkan matanya di dalam pesawat. Dengan penuh kasih sayang, Alexa memberikan kecupan di kening anak kecil itu.
__ADS_1
"Abhimana sudah tidur honey.. jika sudah kemarilah. Honey juga butuh istirahat, tadi pilot melaporkan jika kita hanya transit di Singapura sebentar. Jika honey ingin mengajak Abhimana untuk berkeliling ke SIngapura, sebelum kita menuju Batam, kita bisa melakukannya. Namun jika tidak, setelah isi avtur dan pilot serta pramugari beristirahat sebentar, kita langsung take off lagi menuju Batam." Ravendra mengulurkan tangannya untuk memegangi tangan istrinya.
Tanpa menjawab, Alexa segera menghampiri suaminya. Laki-laki itu segera menarik tangan istrinya, kemudian mendudukkan perempuan itu di sampingnya.
"Kita lihat nanti saja dadd.. kita ukur stamina kita dalam perjalanan. Kuat tidak kira-kira 18 jam lebih perjalanan berada di atas udara. Jika memang terasa capai, mungkin kita bisa landing di beberapa negara yang akan kita lewati Dadd.." akhirnya ALexa menanggapi perkataan suaminya.
"Benar juga kata-katamu honey.. sudahlah beristirahatlah dulu. Abhimana sudah terlelap pulas, saat ini sudah hampir jam 12 malam. Segeralah tidur, agar tubuh kita tetap fresh.." Ravendra berdiri kemudian menyelimuti istrinya, dan sama dengan yang dilakukan Alexa pada Abhimana, Ravendra juga memberikan kecupan di dahi istrinya.
Perlahan Alexa tersenyum, kemudian mulai memejamkan matanya. Ravendra belum tidur, laki-laki itu melihat dan menunggui istrinya sampai terlelap. Setelah melihat istrinya tertidur lelap, barulah laki-laki itu kembali ke kursi yang sudah disulap menjadi tempat tidur single bed. Perlahan Ravendra mulai membaringkan tubuhnya di atas single bed tersebut, kemudian memiringkan tubuhnya ke arah Alexa.
Private jet menembus kegelapan malam, dan ketika pramugari melihat ke arah keluarga kecil itu, dia tersenyum. Melihat mereka sudah tertidur lelap, pramugari mengganti lampu ruangan menjadi lebih redup kemudian menutup connecting door. Setelah itu, pramugari kembali menemani pilot dan co pilot yang ada di depan. Rekan pramugari satunya sudah tertidur sejak tadi, karena memang mereka berbagi tugas.
"Tuan muda dan nona muda sudah tidur Stella.." co pilot yang menyadari jika pramugari sudah duduk di belakang mereka bertanya padanya.
"Sudah Capten.. seperti biasanya keluarga tuan muda tidak pernah menyulitkan kita. Mereka akan diam saja, setelah fasilitas yang mereka minta sudah tersedia. Tidak seperti keluarga kaya yang lain, yang terlalu banyak tuntutan. Bahkan sering menyalahkan crew jika merasa kebutuhannya tidak terpenuhi." tanpa sadar, Stella melakukan curcol,
Pilot dan co pilot tersenyu mendengarnya, namun mereka tidak memberikan tanggapan.
__ADS_1
******
TAMAT